
Sesuai ucapan ed, mia kaget.. mendapati kak zian dan kak alex sudah bersiap dengan setelan jas yang senada dengan papa.
Mia bak manekin saat pagi pagi di datangi oleh mua di bantu bersih bersih dan berias.
Mia tak banyak bertanya. karna ed sudah menjelaskan semua nya padanya.
Mama elina membawa dua kebaya senada. sangat cantik dan megah. mama memasuki kamar mia dengan senyum di wajahnya.
"Mama tidak menyangka kalau putri mama akan segera di lamar.." ucap mama menaruh baju di atas ranjang.
"Mama...." panggil mia manja.
"Udah.. sayang, riasannya jangan di rusak. hari ini hari bahagia. kita harus cantik hari ini, mama sengaja memilih ini pasti cocok untuk putri cantik mama"
Mama elina juga akhirnya di bantu oleh mua untuk berias ria.
Mia keluar di bantu oleh mama.. mereka berjalan, mama dan mia tampak seperti kembaran. baju dan make up senada. sangat cocok buat mereka.
"Mia memang putri nya mama elina.. bahkan mereka terlihat mirip" kak alex tak bisa menutupi kekagumannya.
"Istri papa gituu" sombong papa winata
Mia menatap mereka satu persatu. keluarga kesayangannya.
"Mia masih boleh tinggal di sini kan pa? ma?" tanya mia polos
Seketika mereka tertawa..
"Astaga sayang, ini kan rumah kamu. kamu bebas datang ke sini" jawab mama masih tertawa
"Iya lagian kan, edward dapat rumah di dekat sini kan. kita masih satu blok dek, jalan aja sampe.." tambah alex merasa lucu
Edward memang serius membeli rumah dekat rumah winata.. demi mia. sungguh bucin bukan? membeli rumah seperti membeli permen kapas.
"Kan mia pasti kangeen biarpun deket" ucap mia mengerucutkan bibir nya.
"Kakak juga akan segera bekerja lapangan, bukan di markas lagi.. jadi mia gak perlu sedih. mulai sekarang kakak akan tinggal di sini" ucap zian tiba tiba membuat mia sumringah..
"Benarkah?? kok bisa kak? berarti kita bisa tinggal bersama semuaa??" mia berjalan cepat menggoyang goyangkan tangan zian seperti anak kecil
"Cuma kami lah dek, kan kamu nanti di rumah sebelah" goda zian pada adiknya.
"Tapi mia mau di sini.. iya kan pa.. iya kan ma" tanya mia mencari pembelaan.
"Jangan goda adik mu zian.. kita sudah terlambat. ini rumah kalian.. kalian bebas ke sini kapan pun. mama sama papa pasti sangat bahagia kalau kita bisa selalu kumpul bersama" mama menengahi putra putrinya yang tak bisa berhenti saling menjahili.
Mereka akhirnya masuk ke dalam mobil. Kak zian jadi supirnya.. kak alex duduk di samping kak zi.
Sedangkan di belakang.. mia duduk di antara mama dan papa. dia bersandar manja pada orangtuanya.
"Kenapa cepat banget sih ma? emang ada gitu pertunangan pagi pagi?" heran mia..
"Kita hanya ikuti ucapan nak edward sayang.. percaya saja" jawab mama menenangkan.. mereka juga heran kenapa harus pagi pagi.
Mereka tiba di gedung megah milik QQ group. saat mereka hendak turun.. mereka langsung di sambut beberapa orang. sepertinya itu di suruh ed.
__ADS_1
Mia berjalan di gandeng oleh mama.. sedang tiga pria tampan dengan setia mengikuti mereka di belakang.
"Kok rame banget ya ma.. banyak wartawan lagi" lirih mia. ini seperti pertemuan bisnis saja.
"Sayang" ed langsung berjalan ke arah mia dan keluarga.. ed tampak sangat tampan. dia sepertinya baru potong rambut, potongannya terlihat baru. sangat tampan.
"Cantik banget" puji ed membuat mia tersenyum malu..
"Pa.. ma.." ed tak lupa menyalami mama dan papa winata.
"Kak.." ed juga menyapa calon kakak iparnya.
"Kita kesana.. mama dan papa sudah menunggu di sana" ed membawa keluarga calon istrinya menuju ke depan.
Tatapan semua orang menatap kagum pada mereka.
mia sangat cantik di sebelah mama. papa winata juga tak kaalh tampan dari kak alex dan kak zian..
Banyak sorotan kamera mengikuti mereka.
Pertemuan pertama keluarga ed dan keluarga mia secara resmi adalah hari ini.
Papa wiguna dengan mudah dekat dengan papa winata.. mama juga.
"Kok rame banget kak?" bisik mia pada ed.
"Kejutan sayang" bisik ed misterius.
Setelah semua di rasa lengkap. tamu undangan sudah duduk di tempat. rey mendekati ed.
"Bagus . mulai sekarang rey" jawab ed tersenyum devil.
Qq group adalah perusahaan terbesar di kota ini dan di kota Z. tentu saja dapat undangan dari qq group adalah keberuntungan.. hampir semua pengusaha yang bekerja sama dengan qq group dan wiguna group tiba.
mereka duduk di kursi masing masing.. tak lain dan tak bukan salah satunya adalah group atmaja.
Rey sengaja menempatkan tempat duduk atmaja dan keluarga di depan. sebagai balas dendam sekaligus tamparan untuk paman dari gadisnya.
Setelah acara di mulai MC. kini tiba saatnya untuk ed naik ke atas.
"Terimakasih kepada semua hadirin, meringankan langkah mengikuti undangan kami. saya Edward wiguna atas nama QQ group dan Wiguna group mengucapkan selamat datang."
prok prok prok
Atmaja dan keluarganya tampak sombong karena sapat tempat duduk di depan.. bella dengan sombong menatap haus pada ed. walaupun dia juga ketakutan saat ed mengancamnya.. tapi bella semakin tertantang.
Atmaja juga tak kalah egois dari bella.. dia membayangkan betapa kaya dia jika bella menjadi pendamping edward. ckckck
"Hari ini saya mengumpulkan semua orang, karena saya punya pengumuman penting" kamera menyorot dan mereka semua ucapan ed.
"Hari ini, dengan resmi saya mengumumkan bahwa saya akan mengakhiri masa lajang saya, dan memulai hubungan yang lebih serius bersama gadis yang saya cintai"
prok prok prok
riuh tepuk tangan di seluruh gedung.
__ADS_1
Semua mata mencari sosok yang di bicarakan ed.
Mia menunduk malu karena kak al dan kak zi tak berhenti menggoda adik mereka.
"Ciee.. bahagia banget, di umumkan di depan semua orang" goda alex
"Siap siap kamu dek jadi artis dadakan" tambah zian mencolek lengan adiknya.
Mama dan papa hanya geleng geleng kepala.. anak anak mereka tak kenal tempat menjahili satu sama lain.
"Saya melamar kekasih saya di hadapan dunia.. dan hari ini juga menjadi hari pertunangan kami" ucap ed tersenyum
suara kamera tak berhenti mengabadikan semua momen langka ini.
"Kalian mungkin bertanya tanya.. siapa gadis yang saya cintai itu. saya sangat beruntung mendapatkannya.. Mia Winata, sekali lagi di depan semua orang aku ingin bertanya. Mau kah kamu menikah denganku?"
ed berjalan membawa mia berdiri, mia menunduk.. sedangkan semua kamera selalu menyorot mereka.
"Aku mau kak" jawab mia saat ed mendekatkan mic ke depan mia.
Cuiuittt
prok prok prok
Suara gemuruh tepuk tangan menghiasi hari ini.
"Mia?"
"Mia winata?"
Semua bersorak tapi tidak dengan pengisi meja depan.
Keluarga atmaja sangat syok.. terutama bella.
Mereka tidak tau bagaimana anak pungut itu bisa menjadi tunangan ed. apakah ini lelucon?
ed menatap ke arah meja atmaja.. dia puas melihat wajah atmaja dan keluarganya.
"Ini pasti mimpi kan?" istri atmaja juga tak kalah syok. dia hampir pingsan.
Ed mengeluarkan cincin mewah dari saku nya..
"Sesuai kemauan kamu sayang" bisik ed menunjuk banyak bunga mawar merah yang baru tiba dengan buket buket yang mewah.
"Kak ed.." gumam mia terpana..
"Ini sangat berlebihan" lirih mia terpukau.. semua sangat cantik di matanya.
"Tidak ada yang berlebihan untuk kamu sayang.. lebih dari sini aku mampu" ucap ed membuat beberapa pasang telinga yang mendengar nya jadi iri..
Ed dan mia berpelukan.. di sambut riuh tepuk tangan.
sedang atmaja belum sadar dari wajah terkejutnya.
BERSAMBUNG..
__ADS_1