Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Zian dan Gia: Aku Menyukaimu


__ADS_3

"ayo bicara di mobil, bawa minum nya. aku sudah bayar" ujar zian membawa gia ke mobil. di sini memang sepi.. tapi dia tak mau ada yang mendengar mereka.


Anehnya gia menurut. hati dan pikirannya tidak sinkron.


Sampai di mobil. gia masih deg degan.. tapi dia tak boleh diam begini.


"Zian.. kenapa kamu mencium ku??" tanya gia heran. kenapa adik sahabatnya ini selalu suka suka


"Menurutmu??" tanya zian balik.


Gia menatap kesal pria di sampingnya.


"Apa aku terlihat sebagai perempuan murahan di matamu makanya kau dengan sesukamu mencium ku dan melakukan apapun sesukamu??" ucap gia dengan wajah terluka.


Zian kaget. bukan begitu maksudnya.


"Bukan begitu maksudku. kamu pikir aku juga mencium orang sembarangan??" jawab zian cepat. dia tak mau gia salah paham..


"Apa maksudmu??" tanya gia masih belum paham.


"Kau bilang kau lebih dewasa. masa itu saja tidak paham" ledek zian..


"Iya iya.. jangan melotot begitu" tambah zian sedikit ngeri. seram juga dokter di sampingnya wkwkwkw


"Aku menyukai mu" ujar zian santai.


gia berhasil melongo di buat nya.


"Apa kau bercanda??


"Tidak. aku serius.. aku tidak suka kau dekat dengan rony atau pria lain. aku menyukaimu." jawab zian menatap gia serius.


"Tap tapi aku.. aku lebih tua darimu" ujar gia masih merasa tak percaya. jujur sebenarnya dia bahagia.. mendengar ungkapan zian. tapi zian lebih muda darinya.


"Lalu?? apa di dunia ini ada undang undang yang mengharuskan perempuan menikah dengan pria tua??" sindir zian membuat gia bungkam..


"Bagaimana dengan mu? apa kau juga punya perasaan yang sama?" tanya zian menatap mata gia


Gia sedikit gugup di tatap se dekat itu


"mm.. itu, aku tidak tau" jawab gia lirih. dia belum tau perasaan nya.


Zian menghela nafas.. dokter cantik ini selalu menyombong lebih dewasa tapi pemahaman nya tentang perasaan dan cinta belum banyak.


"Kamu menyukai pria lain??" tanya zian


Gia menggeleng.


"Eh ada" jawab gia membuat wajah zian tiba tiba pias.


"Aku sangat mencintai mereka" ucap gia tiba tiba bahagia. zian meremas setir merasa hatinya hancur berkeping.

__ADS_1


"Lihatlah.. bukankah mereka sangat tampan? mereka pintar bernyanyi bahkan ber akting. yang ini sangat pandai memasak.. ini ada lah paling bungsu.. ahh aku sangat menyukai mereka. kalau mereka ke indonesia aku ingin membeli tiket konser mereka juga" ujar gia panjang lebar. dengan polos dia menunjukkan foto group idol korea pada zian.


Zian yang tadi pias, saat ini melongo.. dia tak tau bahwa dokter gia juga akan sama gilanya dengan gaby adik david hang suka menceritakan satu aktor kesukaan nya di korea.. aneh nya gia menyukai banyak pria pria ini.


Zian yang tadi sedih, kembali sadar dan lega. dia pikir gia memang menyukai orang lain.


"Kamu pernah jatuh cinta??" tanya zian


Gia diam.. mengingat ingat.


Gia mengangguk. zian sebenarnya kesal. tapi dia ingin dengar siapa pria yang di sukai gia.


"Papa ku" jawab gia. lagi lagi zian ingin sekali membungkus gia dalam karung. tapi dia diam diam tersenyum.


"Lalu aku??" tanya zin


"Kamu kenapa??" tanya gia was was


"Apa kamu tidak menyukaiku??" tanya zian


"Aku aku tidak tau.." jawab gia lirih.


"Kamu membenciku?" tanya zian.


gia menggeleng.


"Lalu kau menyukaiku?" tanya zian lagi. gia hendak mengangguk tapi tak jadi.


"Ayo pulang" ujar zian menyalakan mesin mobil


entah kenapa gia tak suka pulang cepat. dia masih ingin begini. tapi tak berani bilang.


Mereka kembali ke posko.. baik zian atau gia sama sama diam dengan pikiran dan perasaan masing masing.


Gia lagi lagi heran, dia tak merasa risih atau menolak saat tangan zian meraih tangannya selama menyetir. padahal tadi hanya duduk bersama rony dia sedikit risih.


"Makasih makan malam nya zian" ujar gia memutus keheningan. dia menarik tangannya dan hendak keluar.


Cup


"Sama sama" jawab zian mencuri cium di pipi gia. gia langsung berlari keluar.. sedangkan zian menatap gia berjalan cepat sambil menunduk. dia tersenyum tipis.


"Katanya lebih dewasa. tapi tak tau perasaan nya" gumam zian menggeleng. dia tau gia mulai menerima kehadirannya.


hanya dokter itu yang belum yakin.


Zian tersenyum jahil. dia punya cara.


***************


2 hari lagi adalah semua relawan akan kembali ke tugas masing masing.

__ADS_1


Besok malam sebelum pulang akan ada cara perpisahan dan makan bersama.


Siang ini mereka melaksanakan acara penutup. semua sudah mulai kondusif dan pelayanan sudah hampir merata.. dari anak anak ibu dan lansia. semua.


Zian berjalan ke arah tim medis.. gia tersenyum.. setelah mereka pulang makan malam, gia dan zian makin intens komunikasi.


tapi,


"Dokter lulu, boleh bantu saya sebentar?" tanya zian mengabaikan dokter cantik yang tersenyum padanya. walau hatinya tak tega


"Saya pak?? ooh iya baik" dokter lulu segera berdiri dan mengikuti zian menuju salah satu lansia.


Hati gia sakit rasanya.


biasanya zian tidak begitu. padahal dia tadi tersenyum. dan biasanya zian juga selalu meminta nya.


Gia merasa sesak.. tapi kemudian ia mencari kesibukan lain.


dia melihat zian dan lulu mengerjakan sesuatu.


katanya suka.. pembohong.. batin gia berlalu dan menjauh ke tenda lain.


Zian melirik gia.. dia tak tega. dia bisa melihat gadis itu terlihat begitu sedih tadi. tapi kalau tidak begini tidak akan ada kemajuan..


Jika biasanya zian dan gia banyak interaksi hari ini tidak.


Gia menertawakan diri sendiri.


"Gia jangan mudah terbang.. besok sudah pulang. bisa jadi dia juga punya pacar di mana mana" batin gia


"Pria tampan memang berbahaya" pikir gia berjalan menjauh.


Gia sengaja berjalan sendiri.. dia mengambil ponsel dan memotret beberapa view yang menurutnya bagus. kenang kenangan..


Zian melihat langkah gia menjauh, dia ingin mengejar.. tapi dia biarkan gia menyendiri dulu.


Selama satu hari ini juga tak ada chat atau apapun dari zian maupun gia.


Gia sedang merapikan beberapa barang miliknya. supaya besok tinggal berangkat. nanti malam akan ada acara perpisahan..


"Gia sadarlah.. lagian jika sudah kembali bekerja pasti nanti akan lupa sendiri" gumam gia berusaha tersenyum.


"Dokter gia, ayo.. acaranya sebentar lagi di mulai" teriak salah satu dokter di sana.


"Eh iya bentar dok, saya akan keluar" ujar gia mengambil ponsel dan keluar menuju tempat perpisahan dan acara makan malam bersama semua relawan dan perangkat desa.


Gia berjalan dengan senyum di wajahnya dia juga menyapa beberapa orang yang bertukar sapa dengannya.


Tak terkecuali satu pasang mata yang menatap kecantikan gia dengan makeup tipis malam inibdan rambut di ikat di gulung ke atas


"Cantik" gumam zian

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2