
Hari berlalu, minggu berlalu.. semua berjalan dengan lancar.
David dan key semakin dekat karena mia sengaja mempertemukan mereka dengan alasan alasan yang dia buat sendiri. kadang mia tersenyum sendiri melihat pendekatan pendekatan dua sejoli yang masih malu malu. apa dia dulu begitu dengan edward??
ah tiba tiba dia jadi merindukan suaminya.
Saat mia sedang di kantor. dia tiba tiba ingin makan makanan asam dan pedas. suhu di ruangan full AC sepertinya cocok makan rujak atau sesuatu yang pedas.
Mia dengan santai membuka aplikasi mencari cari makanan yang ingin sekali dia cicipi.
Dan, dapat..
Air liur mia begitu melihat gambar menarik di ponselnya dia tak sabar ingin segera mencicipi rujak buah pake topping ice cream di atasnya.
Sedangkan david, sedang tersenyum di ruangannya. entah karena alasan apa dia meminta kontak key.. katanya supaya lebih mudah jika ada hal yang di inginkan mia.. sungguh alibi.
Tanpa bisa david kendalikan, di sudut hatinya sudah tersimpan rapi nama keysha di sana. dia nyaman jika ada kesempatan bersama key. dia yang biasanya tak banyak bicara selain dengan mia.. dia kadang membalas ke recehan key, dan sangat suka mendengar cerita key yang menggebu gebu. baginya itu terlihat lucu.
David melihat ada ob yang masuk ke ruangan mia, membawa kantong kresek.. david, penasaran dia akhirnya ikut masuk. takut ada yang berbuat jahat pada bos nya.
"Eh kak dav.."
Melihat david menatap penuh selidik pada ob tersebut, mia menghela nafas.. karna memang papa winata menugaskan kak david menjaga mia.
"Mia pesen rujak kak.."
"Makasih pak" ucap mia pada ob tersebut sebelum keluar dari ruangan mia.
"Kakak mau?"
"Enggak udah, kakak sudah pesan dari kantin" ucap david sedikit ngeri. buah di bawah eskrim itu terlihat asam. dan di bawah ada cabe nya. entah bagaimana rasanya.
David keluar, dia ngilu sendiri melihat mia yang terlihat lahap dan ceria memakan potongan mangga, nanas, jambu dan kawan kawannya.
Mia tak menyisakan rujak nya sedikit pun, dia puas dan tersenyum senang.. dia dulu tak begitu suka makanan pedas apalagi asam. tapi hari ini dia tiba tiba ingin, mungkin karena ac nya sangat dingin.. pikirnya.
*****
Mia sudah pulang lebih dulu, dia mandi dan beres beres. tadi ed mengabari dia akan pulang sebentar lagi.
"Bik mar.. "
"Iya non.."
"Kita ada ikan bakar gak bi?"
"Ada non.. nona ingin makan malam itu?" tanya bik mar sopan.
__ADS_1
"Iya bik, bumbunya di bikin pedes ya bik, kecap nya jangan banyak." ujar mia senang.
"Baik nona"
Mia meninggalkan bibi, dia ingin kerumah mama yang hanya 3 langkah dari rumah nya.
hanya ada 1 mobil di luar. berarti kak alex belum pulang dari rumah sakit.
Mia ingin ke sana.. ingin sekali menjahili kedua kakak nya. tapi kak al belum di sana.. nanti saja deh, gumam nya.
Tapi sekarang aja deh, bibik masih masak batinnya lagi.
mia segera berjalan ke rumah mama. setidaknya ada ka zian di sana nanti menemaninya.
"Mamaaa papaa"
"Sayaang, sini" mama langsung menoleh mendekati suara.
"Mama lagi ngapain?" tanya mia berjalan mencari cari kak zian.
"Ini mama lagi nyari nyari di internet model model kain yang bagus. kemarin mertuamu saranin mama beli di toko ini" mama menunjukkan ponselnya.
"Ooh mama mau ini, sini mia juga pengen liat ma" mia mendekati sang mama dan ikut melihat lihat model dan motif yang kira kira cocok.
Cukup lama mereka menyimpan dan keep beberapa. sebelum fix.
"Mama bingung, ini juga bagus sayang.. apa ini ya?"
"Coba liat ma.. kita ambil dua aja, nanti mana yang paling mama suka, dan satunya buat mia"
"Oke sayang" mama setuju. karma dua morif itu sulit untuk di pilih.
"Halo tetangga.. ngapain ke sini" canda zian yang keluar dengan rapi, rambutnya masih sedikit basah. pasti kak zian baru saja mandi.
"Kakaak.. mia kangen" ucap mia.
Zian mendelik, kangen apaan? mereka sering ketemu. pagi pagi juga saling menyapa.
"Pasti ada maunya" selidik zian tak lagi bisa mempercayai adiknya yang jahil.
"Kak.. sini, duduk deket mia. mia mau pijitin kakak.. kakak pasti capek kan" ucap mia dengan wajah polosnya. membuat siapa sja bisa terperdaya.
"Iya dek, kakak beberapa hari ini tugas nya ke pelosok.. jauh banget lagi" adu zian mendekat.
"Kasian banget kak.. kakak harus jaga kesehatan." ucap mia membuat papa yang baru bergabung duduk tersenyum.. putrinya sangat perhatian.
Mia memijat kaki zian dengan baik. tak ada kecurigaan dari zian sama sekali.. dia bahkan memejamkan mata menikmati kaki nya di pijat pelan oleh adiknya.
__ADS_1
Hingga...
"Aaaakh.." pekik zian kaget, matanya langsung terbuka. kakinya langsung di kibas kibas.. panas. perih.
"Kenapa di cabut dek, itu sakit.. aaaduh sakit" zian menunduk mengelus elus kakinya yang baru di cabut mia bulunya dengan paksa.
Mia langsung berkaca kaca..
"Sayang, kenapa?" mama yang melihat semua, dia bingung kenapa mia malah hampir menangis? padahal putrinya yang jahil.
"Kakak bentak mia.. tadi mia cabut karna mengganggu tangan mia" ucap mia polos. dia memelas pada mama dan papa.
pasti saja mama dan papa kaget. mereka tau putrinya jahil, tapi tak pernah se aneh ini..
"Zian.." desis mama memelototi putranya.
"Hei adik nakal.. kenapa jadi kamu yang nangis, kaki kakak memerah ini." ucap zian pada mia.
Melihat mia diam saja, sambil menunduk membuat zian salah tingkah. kenapa jadi mia yang di bujuk. harusnya kan dia?
"Mia.. hei, kamu kenapa? kakak ada salah? maaf ya.. ini di cabut lagi, tapi kaki yang ini ya. yang itu masih sakit" ucap zian mengalah karena mama dan papa winata menatap nya tajam.
Mia segera mengangkat kepala.
dia memeluk zian tiba tiba. dia menangis. membuat mereka yang di rumah kaget juga bingung. ada apa dengan mia.
"Udaaaah.. jangan nangis dek," ucap zian menenangkan.
"Maaf kak.. " ucap mia melap air matanya dengan baju zian. dia tak lagi pengen mencabut bulu kaki kak zian. dia sudah puas.
"Kapan kapan aja ya" ucap mia polos mebuat zian mendelik tapi tak berani menolak. mama dan papa di pihak mia.
"I iyaa" jawab zian pasrah. entah kenapa nasibnya jadi begini padahal dia satuan khusus yang di takuti. tapi dia dibuat tak berdaya oleh adik kesayangannya.
***
Saat ed pulang, dia tak mendapati mia di rumah.. bibi bilang mia di rumah mertuanya. makanya ed segera bersih bersih dan menyusul ke rumah papa winata.
Ed tiba tiba panik melihat penghuni rumah yang terlihat khawatir.
"Mia?"
"Sayang?"
ada apa dengan mia?
BERSAMBUNG.....
__ADS_1