Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Penyesalan


__ADS_3

Seberapa besar usaha mia menelan sayuran itu, ternyata dia tak tahan juga dia segera menutup mulut dan berlalu ke dapur memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Nak.."


"Mia.."


"Sayang" pekik mereka khawatir. mereka menghentikan makan malam yang hening itu. mia tak menjawab. mata nya sampai berair karna muntah.


Ed sangat kasihan.. dia mendekati mia. ingin membantu mia tapi mia berjalan menghindar.


"Maaf kek.. maaf semua, mia akan makan nanti. mia minum susu dulu ya. kalian lanjut saja makannya.. maaf" ujar mia lemah. dia membuat susu sendiri. perutnya sakit sekali..


Mereka mana bisa makan lagi. mereka sudahi.. karna suasananya juga aneh. seperti sedang berduka saja. kelam. hening.


"Kalian ada masalah?" tanya kakek langsung pada ed.


Ed menghela nafas.


"Hanya salah paham saja. biasa" ujar ed sesekali melirik mia yang duduk menyesap susu nya dalam diam.


Huuuuuh...


"Segera di selesaikan jangan berlarut. mia sedang hamil, tidak baik kondisi psikis nya menurun. kami istirahat lebih dulu yaa" ujar papa wiguna. itu ranah anak nya.. mereka hanya bisa menasehati dari luar saja. mereka menginap satu malam.


Ed berjalan mendekati mia.


"Bik, tolong ambilkan nasi dan lauk untuk mia.. jangan pakai sayur" titah ed. bik mar mengangguk.


Mia sebenarnya belum ingin makan lagi. tapi dia tak mau menolak. nanti ed marah lagi. dia diam menerima piring dari bik mar..


Dia makan pelan pelan.. tangan ed sengaja mengelus perut mia. tapi mia tak menggubrisnya sama sekali. di hanya fokus pada piring di depan. menyendokkan pelan pelan dan menelan supaya anak anak nya juga tak kelaparan.


Sampai selesai tak bersisa. mau protes juga tak bisa. mia telan semua.. dia berjalan ke kamar. dia akan tidur.


Ed membuang nafas.. dia harus banyak sabar. dia ikuti mia dari belakang sampai ke kamar. mia sama sekali tak menoleh pada ed. ed berusaha biasa saja.. walaupun dia tak suka di acuhkan begini. dia tak mau mia makin tertekan.


"Sayang.. kamu kalau bosan boleh jalan jalan ke rumah mama, atau ajak keysha juga ke sini" ujar ed memulai obrolan saat mereka sudah di ranjang.


Mia diam saja.. dia menutup mata. dia merasa seperti kerbau. habis makan tidur. dan berulang lagi. huffft.


Ed tak mendapat jawaban dari mia.. di lihatnya mia menutup mata. wajahnya tampak lesu.. ed jadi semakin merasa bersalah. dia tak tau kalau mia akan muntah sampai menangis seperti tadi karna sayuran yang dia paksa telan tadi.

__ADS_1


mia merasakan tangan ed mengelus perutnya. dia biarkan.. mia sedang bingung bagaimana menyikapi ed saat ini. dia juga kesal pada suaminya. dia juga takut. sedih juga. ahh semua campur aduk.


Diam nya mia hanya berlaku di rumah ed. jika dia siang nya sedang bertandang ke rumah papa winata dan mama elina.. di sinilah mia banyak makan makanan yang dia mau. masakan mama dan bermanja pada mama dan papa.


Sebelum sore dia akan pulang ke rumahnya dan mandi. lalu makan dan tidur lebih dulu. seperti itulah keseharian mia. yang membuat suaminya jadi seperti orang gila di kantor.


Ed jadi gampang marah pada kesalahan sedikit saja.


Dia selalu ingin pulang cepat.. tiap dia pulang, yang dia dapati hanya kosong.. mia sudah makan dan tidur.


Apakah dia harus marah??


padahal mulutnya sendiri yang saat itu membentak mia supaya makan dan istirahat lebih banyak.


Biasanya istri cantiknya itu akan banyak meminta, entah itu jajanan pasar atau makanan di pinggir jalan.. tapi tidak lagi akhir akhir ini. ed seakan kena karma sendiri. termakan omongan sendiri.


Puncak emosi ed adalah, dia hanya bisa melihat diam diam aktivitas mia dari cctv rumah. karena memang sedang ada masalah di perusahaan pusat. mereka tidak menginap jadi dia di kota Y sekarang. dan nanti akan pulang malam sepertinya.


Mia terlihat makan di bawah, dan bik mar menyajikan.


Ada sayur di meja.. sepertinya mia ingin belajar membiasakan makan sayur.


Dada ed malah semakin di remas remas sakitnya. karna setiap potongan sayur yang masuk ke mulut mia itu ia muntahkan berkali kali.. sampai dia kesulitan berdiri tegak.


Ed hampir menangis. tak tahan melihat istrinya kesakitan berkali kali.


Di hubungi bik mar.


"Halo tu-


"Buang semua jenis sayur apapun dari rumah. semua bik. buang semua.. jangan sampai aku melihat ada sayur di meja" tuuut. ed bersandar lemah di kursi.


Menyesal tua tiada guna. huft.


Ed menyelesaikan semua pekerjaan dengan cepat supaya besok dia bisa bekerja dari rumah. dia tak bisa lagi begini.. dia akan menuruti semua keinginan mia. bahkan jika mia minta memasak akan dia izinkan, jika mia minta jalan jalan ke mall dan kemanapun akan dia izinkan semua. dan dia akan menjaga mia dari belakang.


asal mia kembali seperti semula.


Ed pulang. rumah masih sama kosong dan hampa. istri cantik yang dengan lucu memanggilnya 'Hubby.." hilang sudah.


Ed merindukan suara istrinya. senyumnya.. cerewetnya. semua.

__ADS_1


Ed tidur langsung memeluk mia. dia elus elus perut mia.


"Maafin papa sayang.. maafin papa" bisiknya ke perut mia.


cup


"Marahannya jangan lama lama baby" bisik ed dengan suara putus asa. dia ikut tidur.


Pagi hari.


mia kaget. tumben suaminya belum bangun jam segini.. ed masih memeluknya.


mia ingin sekali mengelus pipi suaminya.. tapi dia tahan. dia sedang balas dendam. mia melepas pelukan ed pelan pelan hendak bangun.


"Sudah bangun sayang?" tanya ed dengan suara serak. ed ikut bangun.. dia libur hari ini, dan nanti malam dia rencana nya akan mengundang semua orang bbq an berharap istrinya jadi lebih ceria lagi.


"Sayang, hari ini aku libur. kamu mau sesuatu gak?? atau mau ke suatu tempat hem?" tanya ed lembut mendekati mia yang sedang membuka gorden dan pintu balkon.


Mia diam sebentar. kenapa tiba tiba suaminya mengajak ke luar. biasanya mia tidak di izinkan.. bahkan kemarin di marahi.


Mia menggeleng..


lalu berjalan ke kamar mandi.


Ed menghela nafas, tapi dia belum menyerah.


selama satu hari ini ed benar benar mengikuti mia ke mana pun. tidur siang juga ikut. mia masih mendiami nya. tapi ed selalu mengajak mia mengobrol.. walau hanya gelengan dan anggukan yang dia terima.


Di kamar. mia memang tak suka makan sayur. tapi dia suka makan buah. dia sedang makan buah sambil membuka buka hp nya.


Tiba tiba..


Ed memeluk mia dari belakang. mia kaget pasti.


"Sayaang maaf.. jangan hukum aku begini sayang" mohon ed dengan suara berat.


"Sayang.. maafin aku, mi... jangan acuhkan aku begini kayak orang asing.. ini sakit sayang" melas ed.


Benar benar si bucin sedang menyesal.


Kemanapun mia selalu ed ikuti. tangan mia tak ia lepaskan.. saat duduk di balkon juga dia tetap menggenggam tangan istrinya dia cium beberapa kali. di bawa ke dadanya. lalu dia cium lagi. hampir saja pertahanan mia runtuh jika tak ingat satu hal.

__ADS_1


Hukumanmu masih setelah ini by, batin mia masih kesal pada suaminya.


BERSAMBUNG......


__ADS_2