
Edward yang malah kena getah sendiri tampak gusar di ruangannya.
Rey sampai kebingungan melihat tuannya. apa apa yang dia lakukan selalu salah di mata edward. untuk saja rey sudah paham sifat ed, jadi rey bisa memisahkan diri dan membiarkan tuannya sendiri.
Ed meraih ponselnya.
"Di mana posisi mia sekarang?"
"Nona sedang di kantor bos" suruhan ed tetap mengikuti mia dan menjaganya dari jauh.
"Kirim foto terbaru" ed segera memutus panggilan.
Ini si tuan muda yang gengsi nya selangit. tapi kadang kadang juga jujur akan perasaannya. seperti ya dia mulai menyesali sikapnya.
Dia yang ingin membuat mia lengket dan memohon padanya, malah di buat berbalik uring uringan.
Ting!
ed langsung membuka foto.
"Bisa bisa nya kucing nakal ini terlihat baik baik saja.. padahal aku menunggunya dua hari ini" gumam ed menatap gemas foto mia yang sedang tersenyum melewati resepsionis
Dia tidak tau saja bagaimana mia juga menahan diri. untung saja kak alex selalu mengingatkan adiknya supaya jangan mau kalah.
"Apa aku telfon ya" gumamnya.
"Tapi" ed mulai bimbang. dia menyugar rambutnya.
***
Sore hari nya.
"Bos, nona sudah keluar. sepertinya nona tidak pulang ke arah rumah nya" isi pesan suruhan ed membuat ed segera berdiri dan mengambil jas nya.
"Ikuti terus, dan kirim lokasi nya" terkirim.
Ed keluar dari kantor tanpa menyapa siapa pun. bahkan rey saja dia acuhkan.
"Dasar bucin" gumam rey kembali fokus ke laptopnya.
Edward melajukan mobilnya mengikuti ke arah mana mia pergi. lalu sekitar 45 menit mobil berhenti.
"Kucing nakal ini.. ternyata ke mall.." ucap ed menggeleng gelengkan kepala. gadisnya ini sungguh di luar dugaan. dia mengira mia akan mengunjungi kantornya. atau bahkan mengunjungi apartemennya. tapi lihat ini.. gadisnya sekarang sedang ke mall sendirian. kalau ada pria yang meliriknya bagaimana?? pikir ed kesal.
"Dimana dia?"
"Nona sedang di lantai 2 tuan." suruhan ed memberikan loaksi mia dan mengirim foto.
"Oke. pulanglah"
"Baik tuan"
edward akhirnya mengikuti mia. dia bak seorang penguntit saat ini. jika pemilik mall ini tau bagaimana malu nya edwars wiguna.. huft.. tapi demi kucing liarnya tidak apa apa.
__ADS_1
Ed memberikan jarak antara dia dan mia supaya mia tetap nyaman belanja. dia hanya melihat dari jarak jauh.
Cukup lama mia keliling.. membeli sesuatu yang berbinar di matanya. dia seakan bisa melupakan beban dan sedihnya jika sedang belanja begini.
Setelah selesai dengan acara belanja belanjanya. Mia ingin makan.. tapi makan apa ya. di sini memang banyak makanan, tapi mia lagi ingin makan di pinggiran jalan. sudah lama mia tidak makan di warung pinggir jalan atau gerobak tukang nasi goreng.
Mia belum sadar bahwa saat ini dia sedang di ikuti.
Mia meletakkan belanjaannya ke dalam mobil. setelah itu di bergerak ke arah perusahaan wiguna.. tempatnya dulu magang. seingatnya dulu saat magang ada penjual nasi goreng yang enak di daerah sana.. dia dulu ke sana bersama key.
eh ngomong ngomong tentang key. bagaimana kabar gadis berisik itu saat ini ? dia bekerja di mana? batin mia teringat akan key sahabatnya dulu saat magang.
***
Mia memesan satu. tapi, sepertinya sangat ramai.
Mia melihat banyak pengunjung, ah mia menjadi kesal karena kebanyakan dari pengunjung itu adalah pasangan.. seandainya kak ed ada di sini.. pasti menyenangkan makan berdua, pikir mia.
Sampai mia memesan makanannya dia meminta makan di dalam mobil saja.
ed masih setia mengintai gadisnya. ed berhenti tidak terlalu jauh dari mobil mia.. dia bisa melihat bahwa kucing liarnya jauh jauh ke sini hanya ingin makan nasi goreng. ada ada saja.
Edward tidak menemui mia.. melihatnya dari jauh mengikis sedikit rindunya. walaupun sebenarnya dia ingin berlari dan memeluk gadis nya itu. tapi dia tahan.. entah kenapa. hanya dia lah yang tau.
.
.
Seperti biasa, jika mia ke mall.. barang barang yang dia beli adalah kebanyakan untuk mama dan papa. tidak tau kenapa, mia selalu suka membeli sesuatu untuk orangtuanya.
Tengah malam.
Mia di dalam kamar. dia membuka ponselnya. berharap ada panggilan atau pesan masuk. tapi pesan hanya dari kak al dan kak david.
Mia menghela nafas.
Mia akhirnya mengalah sekali lagi. semoga kak ed tidak marah lagi, pikirnya.
mia menghuhungi ed.
Berdering...
Berdering....
"Halo.." mia mengerucutkan bibirnya tak ada kata sayang atau panggilan spesial dari ed. halo mi... seperti biasa.
"Halo kak.. kakak lagi ngapain?" mia berusaha mencari topik. biarlah dia kalah. dan dia tidak akan memberitahu kak alex kalau dia yang menghubungi ed lebih dulu.
"Baru pulang" jawab ed singkat.
Cuek banget. batin mia
"Kakak masih marah ya?" tanya mia untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
"Hem"
Edward bisa mendengar helaan nafas dari seberang sana. edward menggigir jarinya. apakah dia keterlaluan?
Bahkan setelah beberapa hari mia memberi kak ed waktu.. sikapnya tetap sama. apa mia tidak ada kesempatan?
"Sampai kapan kak?" ujar mia tercekat. jujur saja dia sangat sedih. dia merasa kehilangan.
Mia seketika merasa sangat sedih. padahal dia tadi sudah baik baik saja atau lebih tepatnya pura pura baik baik saja.
"Sekali lagi mia minta maaf ya kak. maaf sudah mengganggu. malam kak" tuuuuut
mia mengakhiri panggilan sepihak. mata mia berkaca kaca.. entah perasaan apa ini, mia baru pertama merasakannya.. ada yang ngu di sudut hatinya.
Mia mematikan ponselnya.. dia merebahkan tubuhnya. berusaha menyelami alam mimpi. berharap besok saat dia bangun.. keadaan sudah membaik.
Tak jauh berbeda dengan mia.
Edward menatap ponselnya yang di putus sebelah oleh mia.
Sepertinya mia marah, pikirnya.
Ed memukul kepalanya sendiri. merutuki ucapannya.
tentu saja mia akan marah hanya di jawab ham hem ham hem begitu.
Edward merasa dirinya seperti anak anak yang ingin di perhatikan di bujuk dan di rayu. entah apa yang di lakukan mia padanya.. dia jadi aneh begini.
Edward ingin menghubungi mia. dia harus minta maaf.. dia pasti sudah berlebihan beberapa hari ini.
Tuuut tuuut..
mia tidak bisa di hubungi. sepertinya mia sengaja menonaktifkan ponselnya.
"Sayang.. maafin kakak"
"Kakak sangat kekanakan ya.. maaf"
"Sayang, besok kalau kamu baca pesan ini, balas yaa"
"Love you mia winata"
Si tuan muda bucin bin posesif.. akhirnya kalah akan permainan sendiri.
Mendengar suara mia memutus panggilannya tadi membuat hati ed sakit.. dia tidak suka perasaan tak nyaman ini. sepertinya dia tidak boleh bermain main dengan mia.
Ed membuka ponselnya . ternyata centang 1.
Berbalik sudah keadaannya..
Mia balik ngambek padanya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1