Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
CEMBURU


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir reni bekerja.


setelah mia dan key juga di grup ciwi ciwi merayu reni. supaya mereka gampang kalau mau shoping atau perawatan bersama wkwkwk


Reni semenjak menikah memang lebih banyak senyum. hanya dengan beberapa orang tentunya.


Sore ini rey juga akan menjemput istri judesnya yang sekarang berubah jadi manis dan malu malu. manis sekali.


Reni juga dapat pesangon dari david atas kinerja nya yang sangat bagus selama ini. dan pengganti reni sudah ada. sengaja david memilih laki laki, supaya tidak jadi bumerang untuk hubungan nya nanti dengan key. mencegah lebih baik daripada mengobati.


Reni berdiri menunggu suaminya datang.


Tapi.


"Mbak, reni mau pulang ya?" tanya si sekretaris baru. dia belum tau reni sudah menikah.


"Iya" jawab reni singkat. kecuali dengan orang terdekatnya reni tetap cuek.


"Saya antar aja mbak" tawar si sekretaris baru


Reni menatap datar pria di sebelahnya.


membuat pria itu kikuk. muka judes reni kembali.


dari jalan masuk, mobil reni datang. dia melihat ada seseorang yang sedang mengajak istrinya mengobrol.


rey marah. tapi hanya sebentar.


karena,


reni malah tersenyum. sudah lama dia tidak melihat reni judes begitu. wkwkwk dia merindukan muka judes istrinya.


Rey merasa keuntungan dari memiliki istri cuek dan judes adalah istrinya susah di dekati pria lain. bahkan perempuan juga.


"Menunggu jemputan ya mbak, ini sudah mendung " tawar si pria merasa tertantang menaklukkan reni


reni hendak menjawab.


tapi,


"Sayang, maaf membuat mu menunggu lama" ujar rey memeluk reni posesif. bahkan dia sengaja mencium reni dan perut reni di depan pria muda tersebut.


Reni tersenyum manis.


"Enggak kok mas" jawab reni lembut. beda saat berada di kantor.


pria asing itu melongo dan diam, bingung.


"Apa anak kita nakal sayang?" pancing rey sengaja mengelus perut datar reni


"Enggak.. dia baik sayang" jawab reni


Kalah telak!


ternyata pria tersebut bukan hanya pacar reni. tapi mereka bahkan mau punya anak??


"Dia siapa sayang?" tanya rey pura pura tak tau


"Karyawan kak david juga mas, pengganti aku" jawab reni


Rey tersenyum sebelum membawa reni ke mobil.


pria asing tersebut juga tersenyum kikuk. dia malah hendak mendekati istri orang. wkwk


"Ayo sayang, " ujar rey membukakan pintu buat istrinya.


rey tersenyum kemenangan melihat pria asing terlihat berdiri kaku.


"Iren ku hanya milikku" gumam si bucin nomor 3 senang.


************


Sedang di bali.


gaby dan 4 serangkai yang lain jadi ke timezone. sesuai permintaan gaby saat itu.


tak lupa mereka juga membuat story.


sehingga si posesif bin pencemburu itu langsung menghubungi gadisnya.


"Halo sayang"

__ADS_1


"dimana?" tanya alex ketus


"Lagi di mall, ada apa?" tanya gaby heran


"Ngapain?"


"hah? makan sama ke timezone dokter. ada apa?" tanya gaby heran. kenapa suara alex terdengar kesal


"Pulang sekarang" tegas alex. makin membuat gaby heran.


"Dokter kenapa sih?" heran gaby


"Pulang sekarang, ini sudah malam" ujar alex lagi


Gaby jadi kesal. apaan sih pikirnya.


"Kami pulang sebentar lagi" jawab gaby berusaha sabar. dokter alex selalu begitu, tidak boleh ini tidak boleh itu. dia juga mau keluar.


"Jangan dekat dekat sama dwiki." ujar alex karena melihat story yabg di repost gaby tadi mereka foto berempat dan dwiki di samping gaby.


Gaby mendengus.


panggilan berkahir


"Maaf yaa, ayo kita lanjut" ucap gaby tidak enak. gaby jadi sering merasa tidak enakan, karena sering kali dokter alex melarang nya ini itu saat sama teman teman nya.


Pernah bahkan gaby tidak jadi ikut camping bersama joan dkk, karena alex melarang. lagi lagi gaby minta maaf.


.


.


.


Sepulang dari mall. gaby melihat ponselnya. seperti biasa ada panggilan dari alex.


Gaby selama ini berusaha menurut. tapi dia hidup sendiri disini. dia juga butuh teman, butuh hiburan.. dia tidak punya teman selain joan hendry dan dwiki.


Gaby mandi dulu baru membuka ponselnya lagi.


"Halo"


"Sayang, kenapa ngangkatnya lama? kamu udah pulang?" cecar alex


Dari suaranya, alex tau kalau gaby sedang kesal.


"Udah makan?"


"Udah"


Pembicaraan mereka sangat singkat. karena gaby hanya menjawab singkat.


"Dokter aku mau tidur" ujar gaby ingin mengakhiri panggilan.


"Yaudah, kamu tidur sayang.. aku juga mau tidur. jaga kesehatan ya".


"Ya dokter juga" jawab gaby menutup panggilan.


Gaby menghela nafas


sebenarnya ini bukan kali pertama gaby terganggu dengan sifat dokter alex. sudah sering, dan selama ini gaby mengalah.. tidak mau memperpanjang, takutnya malah berantam.


Gaby menatap langit langit kamar


ada masa gaby bahagia di cemburui.


tapi, kalau berlebihan juga tidak baik.


padahal mereka ada rencana menikah. dan ldr.


saat pacaran saja sudah begini, apalagi nanti jika sudah menikah.


padahal dulu saat di jakarta, alex sudah pernah bilang tidak akan membatasi gaby dan cita cita nya. tapi ini?


Apa dokter alex tidak percaya padaku? gumam gaby pusing.


Besok nya juga gaby hanya mengabari alex seperlunya.


Dan alex makin yakin. gadisnya marah.


drrt drrrt drrrrt

__ADS_1


"Sayang?" panggil alex setelah gaby mengangkat panggilan nya.


"Iya dokter" jawab gaby pelan


"Kamu masih di kampus?"


"Udah di kost dokter" jawab gaby. dia memang sudah di kostnya.


"Kamu marah sayang?" tanya alex


"Gak" jawab gaby singkat.


alex tau itu bohong. karena gaby sangat mudah di tebak. kalau senang atau marah mudah di ketahui. dan mulai kemarin gaby terdengar ketus dan tak pernah memanggilnya sayang.


"Apa karena kemarin? karena aku meminta mu pulang?" tanya alex tetap yakin gaby marah


Gaby diam.


"Kamu menghindari telfon dan chat ku. aku tau kelas mu udah selesai 2 jam lalu. kamu beneran marah?" tambah alex lagi


gaby hanya diam.


"Gaby, jangan hanya diam. kasih tau aku sesuatu" pinta alex di seberang telfon


"sayang?" panggil alex


"iya dokter?" jawab gaby


"Maaf" alex akhirnya minta maaf. dia tidak suka di diamkan.


"Maaf kalau sikap ku membuat mu marah sayang, aku tidak suka milikku dekat dengan pria lain. aku cemburu. maaf"


Gaby menghela nafas


"Iya dokter gak apa apa" jawab gaby, tapi alex tidak percaya.


"Kamu masih marah, kamu belum memaafkan aku" ujar alex


"Jangan marah, kasih tau aku harus gimana" mohon alex


"Dokter, aku tidak pernah melewati batasan ku sebagai teman. dwiki dan henry juga. mereka juga punya pacar. aku tidak enak kepada mereka, kamu bilang kamu tidak akan membatasi aku. tapi mana? kamu bohong.. kamu tidak percaya sama aku" lirih gaby pelan


alex bungkam.


benarkah dia tidak percaya pada gaby??


tidak!


alex sebenarnya tidak percaya pada dirinya sendiri. dan gaby yang makin cantik. itu membuat nya khawatir.


"Sayang, maaf.. aku tidak akan gitu lagi. maaf sudah membuatmu tidak nyaman sayang" jawab alex merasa bersalah


"Sayang.. jangan diam"


"Iya dokter" jawab gaby


cukup lama mereka diam. hening.


"Sayang, aku sangat berlebihan ya.. maaf. aku bukan tidak percaya sama kamu. aku takut."


gaby merasa terenyuh.


"Dokter, kali ini aku maafkan. lain kali jangan gitu lagi ya. aku tidak pernah macam macam. aku tidak enak sama teman temanku"


alex langsung semangat.


"benar yang? gak marah lagi?"


"Iya, kali ini.. bukan nya kita mu menikah? kita harus sama sama menahan ego dokter" jawab gaby


"Iya sayang, maafkan aku. aku akan menekan egoku. dan kamu boleh sama teman teman mu.. harus berempat" tegas alex


"Iya"


"Iya apa?" pancing alex


"Iya sayang" jawab gaby


alex tersenyum. gaby nya tak marah lagi. dia juga bingung kenapa sangat takut gaby di dekati pria lain yang lebih muda dan tampan di sana


Cemburu buta, memang berbahaya.. apalagi jika porsi dan waktunya salah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2