
tempat itu memang tidak ramai. karena edward sengaja memilih tempat itu supaya bisa menyelesaikan masalahnya dengan mia.
"Kita makan dulu yuk" ajak edward
"Makan kemana kak.." tanya mia hendak berdiri.
Edward berjalan dan langsung meraih tangan mia yang menganggur. mia menatap edward belum terbiasa.. tapi mia juga tak menolak. dia tersenyum melihat tautan jemari mereka.
"Kamu nyetir mi?" mia mengangguk.
Edward si bucin yang baru sah jadi kekasih, merasa tak suka jika berkendara sendiri.
"Kita makan di mobil aja ya.. kita pesan online." tawar edward
"Kenapa kak?" tanya mia heran
"Kayaknya disini enak.. nanti di sana pasti antri dan berisik" kilah edward
Mia mengangguk aja.. mereka masuk ke dalam mobil edward. ini adalah kali pertama mereka berdua di dalam mobil mewah ini.. dan ini akan dijadikan tempat makan. wow. sungguh sultan. batin mia.
Edward mengatur kursi mobilnya supaya nyaman bagi mereka dan tempat makanan juga nanti.
Jadilah.. di hari jadi bersejarah ini, mereka makan bersama di dalam mobil. tempat yang empuk dan juga musik klasik yang menemani mereka menikmati makanan di dalam.
Seperti biasa, seakan tak bisa melewatkan kesempatan.. si tuan bucin, selalu mencari cara supaya bisa suap suapan dengan mia. dengan alasan ingin mencicip dan alasan lain.
Setelah mereka selesai makan.. waktunya belum begitu larut sebenarnya.. tapi mia juga tak mau pulang telat. dia melirik jam tangannya.
10 menit kemudian.
Edward mengantarkan mia ke mobil mia yang berjarak beberapa mobil dari mobil edward.
Sampai mia masuk. edward belum menutup pintu.
"Kakak akan mengikuti mu dari belakang.. sampai di depan gerbang rumah mu nanti baru kakak pulang"
"Tapi kak"
"Gak ada bantahan mi.. bahaya menyetir sendirian" potong edward membuat mia pasrah.
"Jangan ngebut ya.." mia mengangguk.
Saat hendak menutup pintu,
Cup
Mia tertegun, pipinya di cium oleh pacarnya. ahh pacar? mia tersenyum memegang pipinya. dia bisa gila.
Sedang edward tak kalah bahagianya.. dia memang suka mendominasi.. dia ingin menunjukkan pada mia betapa dia sangat menyukai gadis ini.
Edward tersenyum sepanjang jalan.. mengikuti mobil mia dari belakang. sampai mia sudah sampai dan dia sempat mendapatkan klakson dari mia.. dia memutar kemudi menuju apartemennya dengan wajah dan hati yang berbunga bunga.
***
Mia pulang dengan raut bahagia.
Seperti biasa.. mama dan papa akan dapat kecupan dari putri mereka.. sedangkan kak alex sepertinya belum pulang. mungkin sebentar lagi.
"Mia langsung ke kamar ya ma.. paa love you" ucap mia tak menghilangkan keceriaan di wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa wajah putri kita bahagia banget hari ini pa?" tanya mama..
"Papa kira itu hanya menurut papa aja ma.. apa mia baru menang tender?" ucap papa menebak.
Mereka tak ambil pusing.. syukurlah kalau anak anaknya semua sehat dan bahagia. itu sudah cukup bagi mereka.
.
.
.
Menjadi pasangan kekasih beberapa hari ini.. chat sepanjang hari saling mengirim perhatian dan setiap malam edward dan mia selalu telfonan. bahkan juga video call.
Mereka yang awalnya begitu kaku.. makin kesini makin cair, apalagi edward selalu punya banyak cara menaklukkan mia.
Hari ini adalah jadwal pertemuan MW group dan QQ group. yang di handle oleh rey dan david. tapi dua bos perusahaan ini ikut andil. aktif..
Saat sedang rapat serius..
mereka membahas perkembangan proyek kerjasama itu.
edward sengaja duduk tepat di samping mia dan pura pura fokus ke topik rapat. karna belum ada yang mereka beritahu tentang hubungan mereka.
Edward dari tadi mencuri curi pandang pada kekasihnya.
mia terlihat sangat cantik.. tapi kali ini lebih cantik, mia sengaja berdandan sedikit.
Mia bukan tidak tau kalau edward menatapnya.. tapi dia pura pura tidak tau dan fokus ke depan.
"Sayang.." bisik edward menggoda mia dan pura pura menunjuk kertas mia.
Mia rasanya ingin keluar..
sayang???
panggilan itu sangat manis di telinganya. edward sengaja menggodanya. padahal ini sedang pertemuan penting dengan beberapa pihak juga tidak hanya mereka.
Tak berhenti di situ.
edward lagi lagi menggoda mia.
"Cantik.. pacar siapa sih" bisiknya membuat mia hampir menepuk kepala pacarnya itu.
Karena sepertinya edward tak akan berhenti, mia mencubit perut datar milik edward di bawah.
Tapi bukannya kesakitan.. edward dengan santai menarik tangan kiri mia yang ada di bawah meja ke genggamannya.
Mia ingin melepas tapi kalah kuat, edward menggenggamnya begitu erat.
Mia hampir gila menghadapai kekasihnya.
Mia izin ke toilet sebentar. dengan berat hati edward melepas tangannya. ahh mia curang..
Edward juga izin ke toilet.
Mia tersenyum bodoh mengingat tingkah gemas edward.
sayang?
__ADS_1
Ini adalah kali pertama ucapan itu keluar dari mulut edward.
Saat mia sudah merapikan penampilannya. dia keluar.
Tapi edward sengaja menunggu mia di depan pintu toilet. dia menarik tangan mia dengan pelan.
"Kak?" pekik mia tertahan.
Edward membawa mia ke satu sudut yang jarang di lalui karyawan dan tidak terjangkau cctv. tidak begitu jauh dari tempat rapat mereka tadi.
Edward langsung memeluk mia.
"Kakak kangen.." bisiknya membuat mia mendengus. ini di kantor. astaga ada ada saja.
"Kak ini di kantor. gak enak di liat orang nanti" ucap mia melihat sekitar.
"Sayang.." panggil edward menatap mia lembut. dia merapikan rambut mia yang menutup pipi mochinya. Edward bisa melihat kalau mia malu mendengar panggilan sayang itu.
"Kak.. lepasin, gak enak pasti di tungguin yang lain di dalam" ucap mia mencari alasan.
"Kita berdua bos nya sayang" jawab edward santai.
"Aaakh" pekik edward saat mia mencubit perutnya kesal.. ah sangat menggemaskan wajah cemberut di depannya.
"Cium dulu.. " tunjuk edward pipi kanannya.
"Kalau enggak. kita di sini sampai selesai" tambah edward jahil.
Mia ingin memukul kepala edward. huft.
Mia menarik nafas.. ternyata ini lah sifat asli dari edward.. berbeda dari berita di luaran sana.
Cup
mia mencium pipi edward. membuat edward tersenyum..
Cup
Edward juga mencium pipi mia.. lalu melepaskan pelukannya.
"Love you" bisik nya sebelum mia berlari kecil menuju ruangan rapat tadi.
Edward menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah bodohnya. sama sekali tidak berwibawa.. dia jadi tampak bodoh setelah jadi pacar mia.
edward ingin sekali mencium bibir mia.. tapi dia juga tak mau mia kaget akan tindakannya yang buru buru. ahh bibir itu terlihat manis di matanya.
Edward masuk ke dalam ruang rapat setelah mia lebih dulu. mereka bertingkah seolah olah tak terjadi apa apa.
***
"Terimakasih tuan.."
"Terimakasih tuan"
rapat akhirnya selesai.. dan saatnya untuk pulang. mia dan david juga akan pulang dari perusahaan edward.
Edward dan mia berpisah dengan senyuman.. mereka belum memberitahu siapapun.. sebenarnya edward bodo amat, hanya mia yang minta waktu untuk memebri tahukannya pada keluarga dan orang terdekatnya.
Suasana romance di kantor memang sangat menyenangkan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....