
reni menatap mata rey. tak ada kebohongan di sana..
"A aku..." suara reni sedikit bergetar.
"Jangan menolakku reni, aku mencintai mu. aku ingin menikah denganmu" potong rey
Hap!
Dengan satu tarikan, rey memeluk rey yang terlihat ingin menangis.
"Aku tau semua perjalanan mu. bahkan kamu menutup diri dari dunia luar aku tau semua alasannya. aku sudah lama mengagumi mu. maka jangan menyimpan beban sendirian.. sekarang kamu punya aku"
"Aku tau semua. semua.. kamu gadis baik dan ceria. kamu sangat hebat reni, dan sangat berbakti. aku salut.. aku serius. mulai sekarang aku akan menemani dan membantumu.. kalau kamu menolak, aku akan meminta ibu dan bapak menikahkan kita hari ini" ujar rey
"Aaw.." pekik rey kena cubitan di perut nya.
"Kenapa mencubitku sayang?" goda rey
"Ayo mengambil sayur dan cabe. ibu pasti menunggu" ujar reni malu. dia malah nyaman di pelukan rey tadi.
"Kamu mau kan??" tanya rey tak sabar
"Mau apa?"
"Menikah."
"Aku tidak bisa. aku masih banyak beban" jawab reni tegas. adik adiknya masih kecil.
Rey membalik tubuh reni. dan menghadap padanya. dia pegang bahu reni pelan.
"Aku akan membantumu.. aku menyukai adik adik dan keluargamu. aku ingin mereka juga keluargaku" ucap rey tak kalah tegas.
"Kamu punya pacar? " tanya rey. reni menggeleng
"Kamu nyaman gak kalau saat bersama aku?"
reni terdiam.. dia sebenarnya nyaman. hanya jantung nya yang tak nyaman.
Reni mengangguk pelan. tapi rey melihat nya jelas. dia tersenyum...
"Mungkin kamu belum mencintaiku. izinkan aku membuat mu jatuh cinta sama aku ya.. jangan menolakku iren"
Reni menghela nafas.
"Tapi kita sangat jauh berbeda tu.. eh mas, "
"Aku tidak peduli. aku hanya mau kamu. bilang iya iren.. tolong." mohon rey.
reni mengangguk.
"Yeees!" pekik rey senang...
Reni berjalan menjauh karna dia malu. dia mencari di mana ibu menanam cabe dan bahan bahan lain.
Rey juga ikut.
"Mas di sana aja. di sini kotor" ujar reni. tapi rey tak peduli.
"Begini ngambil nya??" tanya rey. reni mengangguk.
jadilah mereka mengambil bahan bahan dengan hati penuh bunga.
"Celana mas kotor" tunjuk reni.
"Gak papa iren, aku bawa baju ganti. sini, tanganmu juga kotor" jawab rey
"Gak papa, nanti juga bersih" mereka pulang. karna ibu akan memasak buat mereka.
di rumah.
__ADS_1
"Mas, mandi dulu aja.. air di sini sangat dingin" ucap reni.
ibu dan bapak saling melirik. sepertinya ada sesuatu. tapi mereka diam diam tersenyum..karna suara reni sudah melembut tak se jutek tadi.
"Gak papa iren, pak, aku mandi dulu yaa"
"Silahkan nak rey" jawab ibu dan bapak.
Setelah rey mandi.
"Pak, bagaimana menurut bapak?" tanya ibu
"Bapak ikut reni aja buk, anak kita yang menjalani.. tapi nak rey memang baik" jawab bapak
"Iya pak, sudah cukup reni menderita selama ini. ibu ingin dia bahagia pak"
"Kita doakan saja buk"
Reni belum mandi dia cuci tangan dan membantu ibu memasak.
Sedangkan rey sedang berbincang bersama bapak. adik adik iren bermain mainan yang di bawa rey.
Di dapur.
"Nduk.. ibu melihat nak rey sepertinya baik.." pancing ibu
"Masa sih bu" jawab reni pura pura
"Iya nduk, nak rey juga tampan dan mapan. pasti banyak perempuan lain yang mau antri ya nduk.. apalagi kalau anaknya par lurah liat pasti langsung di sosor nduk.." pancing ibu membantu memuluskan jalan calon mantunya. wkwkwk
reni terdiam. benar juga. pesona rey memang sangat menawan.. bahkan di kota dia jadi idola banyak kaum hawa. apalagi di sini..
"Kamu ndak suka nduk sama nak rey? kelihatannya nak rey sangat tulus.. gak neko neko. nanti kalau kamu nduk terlalu jual mahal, terus ada perempuan lain.. piyee?" ujar ibu.
reni tak menjawab. dia malah masuk omongan ibuk. dia sudah mulai nyaman dengan rey.
Mereka memasak untuk makan malam.
.
.
.
"Ayo kita makan..." ibu dan reni menyiapkan makanan di meja makan yang tak begitu besar. mereka duduk setelah memastikan bapak reni duduk dengan nyaman.
ada berbagai menu di meja.. ayam gulai dan sayuran yang tadi reni petik. ada juga sambel dan terong sambel, juga ikan goreng terpisah.
Sederhana tapi terlihat sangat enak.
Ibu mengambilkan nasi buat bapak dan adik adik reni.
Rey tersenyum menunggu di ambilkan nasi oleh sang pujaan hati.
Reni tidak peka. sehingga ibu menyenggol putrinya pelan.
"Ambilkan buat nak rey nduk.."
"Iya bu" jawab reni patuh. dia mengambilkan nasi buat rey. mereka sudah seperti pasangan suami istri aja.
Saat makan malam.. mereka begitu hangat.
"Nak rey, suka apa? ayam? atau ikan mana ambil saja.. jangan sungkan"
"Makasih buk, ini sangat enak" puji rey membuat mereka tersenyum.
"ini..." rey menyodorkan juga ke adik adik reni. karena dia merasa di perlakukan begitu istimewa.
Reni tersenyum.. dia bisa melihat bahwa rey benar benar memperlakukan keluarga nya dengan begitu baik. tak ada sekat.. dia apa adanya. keluarganya juga menerima rey...
__ADS_1
Setelah makan, mereka berbincang, sambil reni membersihkan buah yang tadi di bawa rey
"Edo, edi, kalian segera tidur.. besok sekolah" titah ibu pada adik adik reni. mereka menurut.
"Iya buk,"
Tinggallah 4 orang dewasa di ruang tamu.
"Nak rey, menginap di sini saja. ini sudah malam. di dekat sini juga ndak ada penginapan. kalau kembali ke jakarta pasti sangat lelah" ujar ibu reni pengertian
"Apakah boleh pak bu?"
"boleh saja.. di sini kan ada kami. tidak apa apa nak. tapi apa nak rey mau.. di sini mungkin tak se nyaman di jakarta." jawab bapak
"Tidak apa apa pak, saya senang.. makasih banyak sudah menerima saya pak buk" ucap rey sumringah
Reni yang khawatir. dia tau bagaimana kehidupan mewah asisten tuan edward itu. apa dia akan nyaman?
Setelah berbincang ringan..
Rey mengubah topik ke yang lebih serius.
"Pak.. buk, sebenarnya maksud dan tujuan saya kesini selain silahturahmi, saya ingin melamar reni"
Reni melotot. bukan nya tadi mereka sudah membahas itu?
"Tapi iren membuat saya menunggu. kalau ada yang melamar reni, tolong jangan di terima ya pak buk.. saya akan menunggu iren siap"
reni dan orangtuanya merasa tersentuh.. begitu tulus pria tampan itu menunggu reni.
Bapak dan ibu menoleh pada reni.
"Kenapa bapak sama ibuk liatin ren?"
"Kenapa kalian tidak langsung menikah saja?" ceplos ibuk membuat reni terpekik.. sedang bapak mengelus keningnya. istrinya itu suka aneh aneh.. wkwkwk
"Ibu?"
"Itu ide bagus buk" jawab rey senang.
"Mas?"
"Iyaa aku akan menunggu mu. lagian aku juga tak mungkin menikahimu hanya begini. oiya pak buk, saya sudah tak punya orangtua, nanti saya ada wali.. yang sudah mengangkat saja sebagai anaknya" jelas rey
"Maaf nak rey"
"Bukan apa apa buk, saya harus jujur.. makanya saya sangat suka di sini.. di sini hangat."
Reni menatap rey dengan tatapan berbeda.
Ibu memikirkan sesuatu. di pikiran ibu, saat ini baik reni maupun rey belum punya status. karna tadi ibu hanya mendengar sepenggal saat di kebun
"Ibu jujur saja menyukai nak rey, sikap dan sifat nya menghargai bapak dan ibuk. tapi semua kembali kepada kalian. reni sudah dewasa.. sudah tau mana pilihan yang tepat atau tidak" jawab bapak sekaligus menasehati
reni mengangguk memahami ucapan bapak.
"Ibu doakan mana yang terbaik saja. selama ini reni belum pernah mengenalkan pria manapun kepada bapak dan ibu, teman pun tidak ya pak.." tambah ibu.
"Beneran iren??" tanya rey menatap reni. reni mengangguk. ibunya bongkar kartu. ketauan deh jomblo sejak lahir.
obrolan mereka terhenti karna ibu ingin menggelar tempat tidur buat mereka. karena kamar hanya tiga. tak mungkin hanya rey di luar sendirian.. jadi mereka tidur di luar. paling nanti reni yang ke kamar.
"mas yakin.. gak papa? nanti punggung nya pasti sakit" ujar reni tanpa sadar
Rey tersenyum merasa di khawatir kan.
"Gak papa sayang" bisik rey menggoda reni. reni mendengus.. mengambilkan selimut dan bantal juga ambal sebagai alas tidur.
BERSAMBUNG......
__ADS_1