
Setelah bertemu dengan keluarga edward.. mia semakin mengagumi ed. tapi dia juga berharap banyak bahwa kedepannya hubungan edward dan orangtuanya akan segera membaik,
"Kak.. aku sudah di rumah. lagi memasak sama mama. semangat kerjanya" isi pesan mia
Edward yang masih berkutat dengan laptopnya melihat notifikasi.
edward tersenyum.. mia tak lupa mengirimkan satu foto selfie yang lucu dengan memanyunkan bibirnya ke kamera. rasanya edward ingin menggigit kucing kecil nya itu.
Hari berlalu.
minggu berlalu.
Orangtua edward sepertinya sudah memulai misi mengembil hati dan kepercayaan anaknya.
Awalnya papa wiguna yang menghubungi edward.
Sekali dua kali, edward mengabaikan. tapi di hatinya juga merindukan mereka. mereka yang meninggalkannya dulu.
Karena dari sana tidak menyerah. akhirnya edward mengangkat.
"Ed.. ini mama nak, kamu sedang sibuk?" tanya mama basa basi
"Iya aku sibuk?" jawab edward
"Apa boleh mama menemuimu?"
"Aku sibuk" edward menutup panggilan itu sepihak. dia tidak mudah luluh. bertahun tahun dia membentengi diri sendiri. tapi dia juga tak mau kasar kepada orangtuanya.
Percobaan wiguna dan mama gagal lagi. tapi mereka tidak akan menyerah..
Malamnya, mia mengajak edward makan di rumah papa winata. tentu saja edward mau. dia sangat suka berada di lingkungan keluarga hangat dan humoris itu.
Mia sengaja mengundang ed, dan akan pelan pelan melunakkan hati kekasihnya.
mia sebenarnya kadang kadang suka menyinggung keluarga edward, ingin melihat reaksi ed. tapi hari ini sepertinya mia harus sedikit berusaha lagi.
Mereka makan dengan tenang. seperti biasa kolaborasi masakan mama dan mia adalah yang terbaik. mia tersenyum melihat edward menikmati masakannya.
Setelah acara makan selesai, mia mengajak edward ke teras belakang. di samping kolam ikan milik papa.
Mia di beritahu oleh mama edward semua yang mereka lakukan, termasuk tadi saat ed menolak bertemu. tapi mia memahami edward.
"Kak ed?" panggil mia pelan. dia duduk memeluk lengan edward.
"Iya mi"
"Kakak kelihatan capek, hari ini lagi banyak kerjaan ya?"
__ADS_1
"Iya lumayan, ada investor dari luar negeri," jawab edward mengelus lengan mia.
"Kak.. apa kakak tidak merindukan papa dan mama kak ed?" tanya mia hati hati, dia meneliti perubahan wajah ed. mia takut ed marah. tapi sepertinya tidak.
"Tidak tau.. apa karena sudah terbiasa ya. dari kecil tidak di pedulikan, jadi tidak tau" jawab ed santai.
"Kak.. aku tau perasaan kakak. pasti berat kan? tapi apa pun itu, mia akan tetap di sisi kakak" jawab mia lembut. edward memeluk mia dari samping, dan mengecup pelipis mia.
"Tapi, kalau kakak merindukan keluarga yang utuh, kakak belum terlambat. Memaafkan adalah hal yang keren kak. Kakek juga pasti akan sangat bahagia jika anak dan cucunya bersama" pancing mia hati hati.
"Entah lah" jawab ed singkat.
"Kak.. aku bahkan tidak tau bagaimana wajah ayah ku. aku hanya sekilas mengingat wajah mama. Sebelum akhirnya aku tak punya siapa siapa. setelah pergi baru akan terasa kehilangan kak..." sambung mia mengeratkan pelukannya. dia beralih memeluk perut rata ed.
Edward menatap mia.. tapi dia diam saja.
"Setelah mengetahui perjalanan kakak. sepertinya aku semakin jatuh cinta, karena pacar mia adalah pria hebat.. sangat hebat" puji mia membuat edward serasa terbang. sepertinya dia mulai masuk misi mia.
"Kamu mencari tau tentang kakak?" tanya edward membuat mia gelagapan. tapi mia tidak berbohong.. dia mengangguk.
"Aku ingin tau lebih banyak tentang kakak. apa kakak marah?" tanya mia pelan
"Apa saja yang kamu tau?" tanya edward biasa saja.. tak ada kemarahan di sana.
"Hanya itu saja.. bagaimana edward wiguna kekasih mia winata berjuang menahan sakitnya sendirian supaya orang yang dia sayangi tidak perlu khawatir bahwa dia juga sangat kesepian, dia butuh pelukan."
"Lalu, ternyata pria yang katanya kejam dan dingin itu sangat hangat dan perhatian, dia juga suka merajuk, dia pintar menyembunyikan perasaannya tapi aku bisa melihatnya dari sorot mata indah dan tajam ini" ucap mia menyentuh sudut mata ed.
"Lalu?" tanya ed lagi
"Emm.. bahwa ternyata pemilik QQ grup itu sangat tampan, tapi dia malah jatuh cinta kepada perempuan biasa seperti aku"
"Lalu?" kata ed lagi membuat mia melonggarkan pelukannya.
"Dan aku sangat mencintainya.. walaupun dia yang begitu sempurna harus jatuh kepadaku, aku tidak akan melepaskannya" bisik mia berhasil membuat edward tertawa lepas.
mia kembali memeluk ed. dia tentu saja malu.. menyampaikan semua isi hati termasuk perasaannya.. ah wajahnya pasti memerah saat ini.
"Kucing nakal ini bisa malu juga" sindir edward memeluk mia erat.
"Kakak juga sangat mencintaimu mi" bisiknya mengecup kepala mia.
***
"Lalu bagaimana kak?" tanya mia.
Mereka masih di teras belakang, mia masih ingin ed melunak sedikit saja.
__ADS_1
"Bagaimana apanya hem?" tanya ed pura pura tidak tau.
"kalau orangtua kakak minta maaf apa kakak akan memaafkan mereka?" tanya mia pelan
"Tergantung" jawab ed ambigu.
"Tergantung gimana?" mia penasaran.
"Setulus apa permintaan maaf itu." ucap ed santai.
"Ooo begitu.." mia tampak mengangguk ngangguk sambil tersenyum. seolah dapat pencerahan sedikit.
"Gadis nakal" batin edward tersenyum.
Setelah hampir cukup lama. akhirnya ed pamit kepada mereka.
Mama dan papa wiguna sudah di beritahu oleh mia tentang keluarga ed, bahkan mia juga meminta saran pada papa dan mama.. bagaimana supaya edward sedikit melunak dan pelan pelan bisa memaafkan orangtuanya.
"Kak ed.. hati hati, love you" ucap mia langsung berlari, dia malu. dan itu sangat menggemaskan bagi edward. gadisnya itu selalu punya tingkah yang membuat ed semakin jatuh hati padanya .
Setelah ed pulang..
Mia tak lupa mengabari orangtua edward.
Bahkan mia juga mengirim foto terbaru
edward saat makan tadi. mama dan papa wiguna sangat bersyukur karena mia banyak membantu mereka.
Mia akan membantu supaya edward bisa merasakan kebahagiaan bersama keuarga sama sepertinya. walaupun terlambat, tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Hari ini.
Mia sengaja datang ke kantor edward. dia yang sudah paham mana jalur khusus lift khusus yang pernah di beritahu rey dia paham harus kemana.
Mia berjalan dengan anggun, dia melihat ada perempuan di luar ruangan ed. sangat cantik.. sepertinya dia blasteran. pikir mia.
Dia menunduk sopan, sebelum masuk ke ruangan ed. tapi sepertinya karaywan ed itu tidak menyukai nya.. dan mia bodo amat.. tujuan dia kesini adalah ed.
Tok tok tok!
"Masuk"
"Eh.. ada kak rey juga" ucap mia malu, karna datang tiba tiba. sejak mereka berpacaran, rey semakin dengan dengan david, dan mia juga memanggil rey dengan panggilan kak sama seperti panggilan untuk kak david.
"Aku tau" batin edward tersenyum misterius.
BERSAMBUNG....
__ADS_1