
Ed panik, dia langsung berjalan cepat.. melihat mereka semua berdiri.
"Mia?"
"Sayang?"
Ed bahkan lupa mengucapkan salam.. dia langsung berjalan cepat.
"Edward.. "
"Pa, mia kenapa pa"
Sebelum papa menjawab ed berlari memapah mia saat mia dan mama elina keluar dari kamar mandi.
Mia langsung memeluk ed.. dia suka bau ed. mual yang tadi mengocok perutnya langsung hilang.
"Sayang kenapa?" tanya ed lembut setelah mia duduk di sofa. sedangkan mereka terlihat panik karena mia tiba tiba mual dan muntah..
"Tadi kami sedang bicara biasa aja, terus aku membawa kue yang biasa aku beli buat mama dan mia.. tapi mia langsung mual dan pucat begitu. hingga muntah di dalam" jawab zian mewakili.
"Kamu gak suka baunya?" tanya ed lembut.
"Biasanya mia makan itu kok" lagi lagi, zian yang menjawab. mia hanya mengangguk.
Ed tentu saja panik.
padahal mia sudah mulai kembali membaik, ada ed di sana dan kue tadi sudah di jauhkan.
"Aku udah gak apa apa ma.. pa, kak.. tadi tiba tiba pusing" jawab mia tetap mencium aroma ed.
Mereka kaget. merasa aneh lebih tepatnya.. mia kenapa bertingkah aneh begini.
"Mia tadi minta bik mar masak ikan bakar. kayaknya udah selesai. ayok makan by" ucap mia semangat. wajah pucat barusan tiba tiba hilang.
"Kamu gak apa apa sayang?"
"Gak apa apa. mia baik baik aja.. mia mau makan ikan bakar pedas. ayoo" rengek mia, ed pamit pada zian dan mertuanya.. dia segera membawa mia ke rumah mereka.
"Mia kenapa ma? bukannya dia suka bnaget kue itu?" tanya zian masih heran,. bisanya mia bahkan rebutan jika zian sengaja menjahili nya.
"Bahkan mia bukan orang yang suka makan pedas. kenapa mia ma?" tanya zian.. dia memang lebih teliti, makanya dia bisa jadi unit satuan khusus. dia bisa mencari perbedaan detail.
Mama dan papa saling melirik.. tapi tak mau mengambil kesempatan sendiri. sepertinya mereka se pemikiran.
"Gak apa apa.. adik mu baik baik aja" jawab mama santai. zian tak puas dengan jawaban itu.
__ADS_1
"Mia kenapa pa?"
"Mia gak apa apa" jawab papa juga santai dan meninggalkan zian sendirian di sana. dia tak dapat kesimpulan apa pun.
******
Di rumah ed dan mia..
"Sayang.. pelan pelan, itu pedas" ed juga tak kalah heran dari zian. mia tak begitu suka makanan pedas. ed takut nanti mia malah sakit perut..
Mia dengan semangat makan ayam bakar sesuai pesanannya. dia makan dengan lahap. dia tak peduli wajah kaget bik mar dan ed di sebelahnya.
"Enak bik" puji mia di tengah makannya yang cukup bar bar.
"Minum dulu sayang" ed sedikit ngeri.. dia mendekatkan minum pada mia.
"Makasih hubby" ucap mia tersenyum manis.
Ed cukup heran melihat tingkah aneh istrinya. tapi dia juga tak keberatan, apapun yang di inginkan mia dia akan menuruti semua.
"By.. kita tiduran yok by, mia mau rebahan sama kamu" ujar mia.
Ed menurut saja. nanti saja dia ke ruang kerja. tadi rey menelfon nya sepertinya ada yang harus mereka bahas tentang proyek di Jepang.
"Sini sayang" ed membawa mia dalam pelukannya. mia dengan senang hati menempel pada ed. di memeluk suami nya mesra. tangannya dengan lembut masuk ke dalam baju ed.
Mia mengeratkan pelukannya.. dia sangat suka berdekatan dengan ed.. tak tau kenapa. dia ingin selalu begini..
mia mendongak. ed menatap istrinya.. ed mencium mia, tentu saja mia senang.. dia sangat suka sentuhan ed.
"Hubby.. cium lagi" rengek mia membuat ed kembali heran. tapi dia tetap lakukan.. tumben tumbenan mia minta begini. walau kadang juga minta di cium.. karna ada maunya.
Mia merasakan nyaman dalam sentuhan dan ciuman ed. dai membalas ciuman ed. tangannya yang mnegelus elus dada ed bergerak.
Terus mengelus membuat ed geli. hingga..
turun.. dan turun ke bawah.
dapat!
"Babyyy" lenguh ed terpekik. apakah ini kucing nakal nya?
Mia tersenyum jahil, melihat milik ed bangun dan mulai mengeras. tangan mia dengan manja menyentuh, mengelus dan sedikit meremas milik ed.
"Sssh sayaang" de*sah ed meraup wajah mia. dia mengulum bibir manis itu. memainkan lidahnya..
__ADS_1
Mia membuka baju ed, ed juga membantu mia melepas semua salinan baju mereka.. hingga terlepas semua.. tampil polos.
"Hubby.. aku mau di atas" ucap mia malu malu.
ed terkekeh gemas..
"As you wish baby.." ed mengangkat tubuh mia supaya duduk di atasnya.
mia langsung menunduk mencium ed.. tangan ed tak tinggal diam, dia mencari mainan empuk kesukaanna.. sesekali dia juga menyentuh inti mia yang sudah basah.
Mia sebagai pemandu malam ini, dia bermain dengan indah, ed merasakan sensasi yang berbeda.. kemampuan istrinya semakin mumpuni dalam memberi service.. dan dia menyukainya.
cukup lama mereka saling memuja salling mendamba. dalam sentuhan dan kenikmatan. hingga akhirnya kucing nakal ed itu tumbang setelah mereka sama sama menyatukan lava hangat di inti mia.
Mia tersenyum senang.. dia menyukai ed yang berkeringat. sangat sexy menurutnya.
"Kucing nakal.." bisik ed tersenyum. karena dia suka mia yang nakal begini padanya.
Cup
"Love you baby.."
"Love you too hubby" bisik mia memeluk ed lalu memejamkan mata.
Mereka kelelahan.. ed mengelus pelipis mia yang berkeringat. entah kenapa istrinya bertingkah aneh.. tapi ed tak berpikiran macam macam.. dia istirahat sebentar, nanti dia akan kembali ke ruang kerja nya. ada yang harus dia kerjakan.. proyek besar di jepang harus melibatkan diri nya.. tidak bisa di wakilkan.
kira kira jam 10 malam , mia masih nyaman dalam tidurnya.. dalam keadaan polos. ed mengecup pipi mia lembut. dengan sangat pelan, ed bergerak.. supaya mia tidak bangun. dia bergerak mengambil bajunya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah bersih dan memakai pakaian baru dia melihat mia masih nyaman di balik selimut tebal itu. ed membiarkan istrinya istirahat. mia pasti kecapekan.
Ed masuk dengan santai ke dalam ruang kerja nya.
dia menghubungi rey, dan membuka laporan juga.. pembicaraan mereka cukup serius. sehingga tak terasa mereka membahas banyak hal untuk di rapatkan besok.
Sedangkan di kamar..
Mia merasakan tidur nya terusik. perutnya tidak nyaman, seperti ada yang mengocok ocok isi perutnya, sehingga dia mual. dengan keadaan polos. mia berlari ke kamar mandi.
"Hoek.. hoek.. hoekk.."
mia memuntahkan semua isi perutnya.. dia masih mual. dia juga pusing.
Setelah dari kamar mandi, dia ingin menangis..
sambil menangis dia mengganti pakaiannya.. di kamar mandi dia sesekali menahan mual nya. hingga yang keluar hanya cairan bening saja. dia bersihkan dengan pelan.
__ADS_1
Rasa mual itu sangat mengganggu mia.. tapi ada yang lebih mengganggunya.. dia tiba tiba sedih, dan menangis.
BERSAMBUNG....