Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Seperti di tolak


__ADS_3

Alex sedang memikirkan cara, bagaimana mengembalikan istri nya yang dulu.


dia tidak suka istinya seperti tak ada semangat begini.


ini seperti bukan istri kecil nya. dia sangat merindukan gaby. dia ingin langsung terbang ke bali saat ini. memeluk istri nya. menumpahkan semua cinta dan rindu nya. dia ingin sekali memeluk tubuh kecil dan ringkih yang terlihat tak semangat itu.


Gaby...


Entah karena memang banyak pikiran atau bagaimana.


naffsu makan gaby juga banyak menurun. dia hanya sering minta di buatkan jus. selain itu yasudah.. dia makan yang ada di meja.


bahkan memasak pun, gaby seperti tak ada gairah.. dia hanya akan semangat memasak jika itu tugas kuliah dan kerja kelompok. selain nya.. dia minta tolong mbak yang melakukan. dia lebih sering di kamar. duduk, termenung lalu tidur.


Alex sengaja minta di masakin oleh mama elina. pasti nanti gaby akan suka. dia akan ke bali mengunjungi sang istri.


Alex mengabari gaby kalau dia sudah di jalan. gaby memasak sesuai permintaan sang suami. itu memang tugas dan kewajiban nya.


Gaby di apartemen.. dia menunggu suami nya. dia menunggu di dekat meja makan.


Sampai.


Ceklek!


"Sayang.." panggil alex merasa ada yang kurang.


biasanya istri kecil nya itu akan menunggu di sofa dekat pintu.


biasanya dia akan langsung mendapati wajah ceria dan mendapat banyak ciuman juga pelukan.


tapi.. sekarang


"Aku di sini dokter. aku panasin dulu. dokter mandi dulu.." ujar gaby tersenyum dari arah dapur.


alex terdiam melihat bawaan nya. dia menarik nafas dan mengikuti ucapan gaby


Setelah alex mandi. dia keluar membawa kotak tupperwaree berisi makanan kering, lauk tanpa kuah.. buatan mama elina.


"Sayang, ini di masakin mama buat kamu" alex menyerahkan kotak tersebut. gaby dengan senang hati menyambutnya.


"Makasih" jawab gaby membuka. dia sudah lama tak makan masakan mertua nya. ahh pasti ini enak sekali.


Alex menatap dalam wajah gaby. seperti nya ada yang berbeda. tapi apa?


Alex berjalan mendekat.


Cup


Alex menarik tubuh kecil gaby ke dalam pelukan nya, setelah satu kecupan mendarat sempurna.


"Aku merindukan mu sayang ." bisik alex. menciumi pelipis gaby.


Gaby juga membalas pelukan alex. tentu saja gaby juga kangen. dia sangat suka dan nyaman dalam pelukan suaminya.


"Ayo makan dulu, nanti keburu dingin" ajak gaby dengan senyum.. dia mengambilkan makan buat alex juga buat diri nya. gaby juga langsung makan masakan mama mertua nya.


Alex benar benar merasakan perbedaan pada gaby.


Setelah makan. mereka kembali ke kamar.


gaby lebih dulu menghubungi mama elina, bertukar kabar juga berterima kasih atas masakan mama elina yang tak pernah mengecewakan.


"Makasih banyak ma, gaby tadi udah makan" ujar gaby tersenyum


"Iya nak, kalau kamu nanti mau mama masakin lagi boleh. pasti mama masakin buat mantu mama" balas mama elina dari seberang

__ADS_1


"iya ma.. makasih" jawab gaby.


Setelah panggilan berakhir.


hening..


baik alex maupun gaby tak ada yang membuka suara.


Gaby ke kamar mandi sebelum akhirnya dia naik ke ranjang.


alex juga ikut naik dan masuk dalam selimut yang sudah membungkus istrinya.


Alex mengambil posisi, dia memeluk gaby. dia pandangi wajah gaby yang juga sedang menghadap ke arah nya.


Tangan alex mengelus pipi yang terlihat sedikit pucat. apa istrinya sakit?


Cup


Gaby biasanya sangat suka menempel padanya. bahkan lebih dulu memeluk dan menciumi alex.


Gaby sekarang terlihat hanya diam. tak membalas.


"Kamu marah sama aku sayang?" tanya alex pelan. dia tidak suka begini. dia lebih suka gaby ribut dan mengganggunya dengan semua pertanyaan pertanyaan aneh seperti biasa.


Gaby menggeleng sambil tersenyum..


"Tidak. aku ngantuk" kilah gaby memejamkan mata nya.


alex memandangi wajah gaby. dia peluk tubuh gaby semakin rapat kepada nya. dia cium pelan supaya istrinya tidak terganggu.


***********


Sikap gaby masih bertahan.


Alex memeluk atau mencium gaby.


gaby biarkan.. tapi alex tak pernah dapat balasan.


walau gaby tersenyum pada nya. tapi alex tau, gaby menyembunyikan sesuatu dari nya.


"Sayang? beneran gak mau jalan jalan? nonton atau belanja aja yok?" ajak alex lagi


"aku di sini aja deh dokter. aku ingin di rumah" balas gaby tersenyum


"Atau kamu mau makan sesuatu? aku pesan mau yang?" tawar alex lagi


"Ih gausah. masih banyak makanan di sini. masakan mama juga masih ada. mubazir" balas gaby santai


Alex menatap dalam sorot mata gaby yang terlihat sendu. walau gaby tersenyum tapi alex tau mata istrinya berkata lain.


Sore nya.


Gaby berjalan dari dapur.


"Mau kemana??" tanya alex melihat gaby hendak keluar


"Ehm.. mau ke bawah. ke supermarket" gaby menoleh pada alex


"Aku ikut sayang" ujar alex berlari mengambil dompet dan ikut keluar.


"Bisa jalan? apa harus naik mobil yang?" tanya alex sambil berjalan sejajar dengan gaby. dia genggam erat tangan gaby. seperti mau nyebrang wkwk


"Bisa.. cuma di sebelah kok" tunjuk gaby saat mereka sudah di lantai bawah.


Alex mengikuti kaki kecil gaby dari belakang. sedang gaby membeli sabun buat piring dan juga bahan membuat kue kebetulan kosong.

__ADS_1


Sekalian juga gaby membeli buah. kalau keperluan lain seperti belanja lain itu sudah di beli oleh mbak.


"Ada lagi gak yang?" tanya alex melihat gaby menghitung hitung belanjaan mereka


"udah kayaknya. tinggal susu cair" ujar gaby hendak berlalu.


"Kamu disini aja, aku ambilin. berapa sayang?" tanya alex


"3 dokter yang putih ya. makasih"


Alex menuju gerai susu cair sedang gaby antri lebih dulu.


Sampai mereka membayar, gaby membayar memakai kartu yang di kasih alex dulu.


"Sini aku bawain satu dokter" ujar gaby karena dia hanya tangan kosong


"Gak apa apa. ini gak berat. ayo" jawab alex membiarkan istrinya mengikut di belakang.


alex mengikuti gaby menyusun belanjaan mereka.


"sayang, mau minuman dingin dong"


"Iya sebentar" jawab gaby.


"Biar saya yang lanjutin non" ujar mbak mengambil alih tugas di depan mata.


"Oiya, makasih mbak. perasa sama pewarna kue gausah di pisah ya biar gak susah nyari nya" jawab gaby memilih mengambil buah untuk di jus.


Gaby membuat 3 jus. sekalian juga buat mbak. lalu sisa nya dia bawa ke depan.


"Makasih sayang" ujar alex menarik gaby duduk menempel pada nya. alex memeluk bahu gaby posesif.


"Sayang?"


"Hem?" gaby menoleh ke samping sedikit mendongak.


Cup


"aku mencintai mu sayang" bisik alex lembut. gaby tersenyum.


Gaby tidak membalas.


alex mencium pipi gaby. gaby diam saja.


alex menarik pelan dagu gaby.


mendekatkan wajah nya ke wajah gaby.


bahkan saat bibir mereka sudah menempel. gaby masih diam.


alex menggerakkan bibir nya mengajak bibir dan lidah gaby bersatu. tapi gaby hanya diam. tapi tidak juga menolak.


alex berhenti.


dia menatap wajah gaby yang tanpa ekspresi.


alex tidak suka tatapan gaby ini. dia seperti di tolak padahal gaby di dalam pelukan nya.


Alex memeluk gaby erat.


alex memikirkan sesuatu.


apa gaby menolak nya??


BERSAMBUNG ...........

__ADS_1


__ADS_2