
Sedangkan si bucin nomor 5 mengajak gaby ke mall.
Di dalam mall tentu ada saja beda pendapatnya.
mereka mau nonton, tapi gaby bilang gausah. dia mau ke timezone. alex menolak, malu lah.. ngapain ke timezone. astagaa kayak anak anak aja.
"Aku mau ke timezone. yaa, sayang" rengek gaby dengan wajah lucu
"Nonton aja sayang, aku udah beli tiket. ini kata orang orang bagus kok film nya" jawab alex berusaha nego.
padahal kalau mereka nonton dulu, nanti beberapa permainan di timezone sudah tidak bisa lagi. huft.
"Kapan kapan kita ke timezone yaa" bujuk alex.
dengan tidak semangat gaby mengangguk.
mereka mencari makan, dan dessert juga. berharap mood gaby membaik.
Gaby juga ikut aja lah. dia juga tadi tidak langsung bilang mau ke timezone sebelum alex beli tiket film.
tapi dia pengen ke timezone. pas di bali dia dan teman teman nya tidak pernah main ke timezone. paling jalan jalan outdoor begitu saja. kan gaby kangen.. mumpung ada teman.
"Sayang, nanti temenin aku beli sepatu ya. aku mau cari sepatu yang nyaman buat jalan," ujar alex
"Iya dokter" jawab gaby memakan dessert nya.
Setelah makan, karena jam tiket film yang mereka masih ada waktu. alex membawa gaby ke toko merk terkenal membelikan sepatu buat direktur rumah sakit tersebut.
"Sayang, menurutmu mending mana yang ini apa ini?" tanya alex membawa dua sepatu.
gaby melihat sebentar.
"Ini aja dokter" jawab gaby . alex mengangguk.
"Warna nya mending mana sayang?" tanya alex lagi.
gaby memilihkan warna yang menurut dia bagus dan cocok.
setelah sepatu di bayar. alex sama sekali tidak melepaskan tangan kekasihnya. dia genggam terus. seperti mau menyebrang wkwkwk
alex merasa gaby sedikit tidak semangat walaupun gaby selalu menunjukkan senyum nya padanya. tapi alex tau gadisnya menyembunyikan sesuatu.
terbukti, gaby jadi lebih diam. ngikut, dan manut aja. padahal biasanya dia heboh. mau ini mau itu dan cerita ini itu.
gaby juga memilih mengalah. dia ikut dokter alex saja. mungkin resiko pacaran dengan yang lebih tua adalah tidak bisa bebas mau coba apa aja. pikirnya.
gaby berusaha tampak biasa saja dan menikmati apa saja yang mereka lakukan. tapi alex bisa tau bedanya.
Alex menyuruh gaby duduk menunggunya membeli popcorn dan minum buat mereka. sambil antri, alex tak pernah mengalihkan matanya dari gadisnya. seolah takut kalau gaby hilang
Gaby membuka ponsel. dia mengajak 4 serangkai nanti di bali ke timezone pasti seru. pikirnya. joan henry dan dwiki juga tidak masalah mereka oke oke aja. nanti bisa lomba di timezone yang kalah yang memasak buat makan mereka.
Gaby tersenyum.. gak papa deh.
Alex datang menyerahkan minum buat gaby. sedang popcorn tetap di tangan nya.
"makasih" ucap gaby tersenyum.
Alex mengusap kepala gaby lembut, sepertinya mood gadisnya sudah kembali membaik.
Selama menonton gaby asik makan popcorn sambil fokus ke layar depan. sedang si bucin, alex sesekali melihat gadisnya lalu kembali lagi menatap layar.
__ADS_1
tadi, alex hendak mengajak gaby tidak jadi menonton. dia mau ikut gaby saja kemana gaby mau. karena tadi gaby terlihat kurang semangat, tapi saat sebelum masuk, mood gaby malah membaik. yasudah lah. alex akan membawa gaby ke timezone lain kali.
"Yang?" bisik alex gemas melihat pipi gaby penuh popcorn.
Gaby menoleh sambil memasukkan popcorn lagi ke mulutnya yang hampir penuh. gemas sekali.
cup
"love you" bisik alex mengecup bibir gaby.
gaby tersenyum sambil mengunyah. mana bisa dia lama lama kesal, karena dokternya manis begini.
Setelah menonton selesai. gaby dan alex hendak pulang. alex memperhatikan wajah gadisnya. dia tidak mau kencan nya ini malah membuat gaby makin jauh darinya.
"Sayang?" panggil alex membawa jemari gaby ke dada nya.
"Hem?" dehem gaby menoleh.
"Kamu marah gak yang?"
"Marah kenapa?" tanya gaby mengerutkan dahi heran
"Kita gak jadi ke timezone. kamu gak marah kan?" tanya alex pelan
Gaby tersenyum menggeleng.
"Gak apa apa, lagian aku juga tadi salah gak langsung bilang mau ke timezone. eh udah beli tiket dulu. mubazir" jawab gaby tersenyum tulus
Alex menghentikan mobil ke kiri. di lihat jalanan lumayan sepi.
Alex berhenti dan memiringkan tubuhnya menghadap ke gaby. dia tau tadi gadisnya sebenarnya sedih
"Jangan bohong. aku tau kamu tadi marah sama aku, buktinya kamu cuma diam pas kita makan sama beli sepatu buat aku." ujar alex gak mau menutupi apapun
"Tapi, aku juga menikmati film nya kok dokterku sayang, tenang aja." jawab gaby berusaha supaya wajah sendu kekasihnya berubah
"Maaf sayang" ujar alex
"Gak apa apa. kata kamu kan bisa kapan kapan kita ke timezone. jadi gak apa apa masih banyak waktu"jawab gaby mengelus tangan besar alex.
Alex tersenyum senang. gaby selalu bisa mengikuti kemauan nya. walau kadang suka ngeyel.
"Sebenarnya aku juga malu ke timezone.. nanti kan di sana banyakan anak anak" jujur alex membuat gaby geleng geleng kepala.
"Siapa bilang? di sana gak cuma anak anak kok. kapan kapan aku ajak kamu ke sana ya. di saja banyak permainan seru" jawab gaby
Alex mengangguk.
"Makasih sayang" ujar alex mengusap rambut gaby lembut.
"Aku yang makasih, makasih udah di bayarin hehe. aku tadi belanja banyak. enak nya punya pacar kaya.." ujar gaby manja.
Mereka tertawa bersama. memang tadi alex membawa gaby membeli beberapa baju juga buat gaby. walau gaby menolak. tapi alex tetap memaksa. kan gaby jadi enak.. wkwkw
Sebelum ke rumah david. alex juga sengaja berhenti di supermarket.
"Beli cemilan dulu yok yang" ajak alex hafal dengan kebiasaan gaby yang suka ngemil
"Ayook" jawab gaby semangat. dia memeluk pinggang alex memasuki supermarket
alex terkekeh. kalau sudah ada makanan aja. gaby akan sangat semangat.
__ADS_1
Gaby membeli beberapa coklat dan ice cream juga. minuman juga.
alex hanya mengikuti langkah gadisnya yang dari tadi sangat semangat memilih milih.
sampai di depan kasir. gaby dan alex membayar.
tapi gaby tak suka, karena kasir wanita yang masih muda lengkap dengan makeup dan seragam itu terlihat memperhatikan kekasihnya.
padahal jelas jelas gaby sengaja memeluk lengan alex. tapi kasir itu malah tersenyum manis ke dokter nya gaby. huft.
gaby menatap tajam kasir tersebut.
"Mbak, udah belum.. lama banget. barang barang saya itu. jangan liat yang lain." cetus gaby karena kasir tersebut hanya menoleh pada alex.
"Eh iya mbak" jawab kasir tersenyum
Alex juga tersenyum tapi kepada gaby. dia suka saat gaby menunjukkan sifat cemburunya sama seperti kepada bella dulu.
"Sayaang cepat bayar" ujar gaby sengaja berucap keras supaya kasir itu tau pria tampan di samping nya adalah kekasihnya.
"Iya sayang" jawab alex senang.
Kasir tersebut malu dan kicep. dia kira tadi kakak beradik. ternyata oh ternyata.
"Sini aku yang bawa yang" alex mengambil cemilan cemilan gaby.
gaby tersenyum puas.
"Mbak, dia milikku" ucap gaby sombong menggandeng lengan alex posesif.
jangan tanya seperti apa wajah si bucin nomor 5 itu sekarang.
makin bucin gak tuh.
"Cieee ada yang cemburu" goda alex setelah mereka sudah di mobil
"Siapa?" jawab gaby pura pura gak tau.
Cup
Alex tak tahan untuk tidak mencium bibir gaby yang menggerutu itu.
"Aku udah gak sabar ingin segera menikahimu gadis kecil" bisik alex gemas. membuat gaby tersenyum malu. gaby juga bisa malu ya readers.
"Ayo pulang om" jawab gaby bercanda.
dia dapat cubitan di pipi karena menjahili alex.
"Hahhaa.. ampun ampun. udah.. ayo pulang dokterku sayang, aku ngantuk" jawab gaby kapok menjahili alex
Ting!!!
Alex membuka ponsel.
ternyata dari si bumil.
"Kak.. beliin aku bakmie ya. lapar" isi pesan si bumil.
"Kak mia ya sayang?" tanya gaby melirik ponsel kekasihnya.
"Biasa lah ngidam" jawab alex menghela nafas.
__ADS_1
gaby tertawa. dia tau kekasihnya dan kak zian selalu jadi korban ngidam si bumil cantik.
BERSAMBUNG.......