
Mama ed tampak berkaca kaca.. sepertinya dia sangat merindukan edward.
Mia tak tega melihatnya.. dia bisa melihat penyesalan mendalam dari wiguna dan sang istri.
"Nak mia, boleh kita bicara sebentar?" pinta mama ed membuat mia kaget.
Mia menoleh pada kakek.. bagaimana pun, kakek adalah orang kedua setelah edward.. dia tidak mau salah mengambil langkah.
melihat kakek mengangguk, mia pun mengiyakan. saat mama ed mengajak mia ke teras samping, tempat kakek biasa bersantai.
"Silahkan di minum ma.." mia membawa air putih untuk mama ed yang sekarang sudah tak menahan air matanya lagi.
"Terima kasih"
Mama ed mendekati mia.. mia diam saja walaupun merasa bingung, hingga mama ed menggenggam tangan mia dengan hangat. mia berusaha tersenyum.. menguatkan mama edward yang terlihat sendu.
"Tolong mama nak mia,"
"Maksud tan.. eh mama?" jawab mia tercekat. dia bahkan tak tau inti permasalahannya.
"Kamu tau nak kenapa edward sangat membenci kami? bahkan bertemu pun hanya jika mertua saya memaksanya." mia menggeleng karna memang dia tidak tau.
"Mama adalah ibu paling jahat di dunia, saat itu usia ed masih 4 tahunan. perusahaan wiguna semakin berkembang. Mama sudah lama bekerja bersama papa, bahkan sebelum menikah.. sampai menikah pun mama tetap ingin bekerja"
"Tapi.. hiks"
"Bodohnya mama adalah fokus kepada bagaimana cara membesarkan wiguna group, dan melupakan putra kami yang sedang belajar banyak hal juga butuh di besarkan"
"Mama masih ingat, dia pernah menangis saat di rumah mertua mama. tapi kami sedang perjalanan bisnis.. dan tidak bisa pulang" tambah mama sesunggukan.
"Kami menelantarkannya, kami tidak tau apa kesukaannya.. semua tentangnya kami lewatkan."
"Ulang tahunnya?" pancing mia semakin masuk ke dalam cerita
"Hiks.. dengan bodohnya kami merasa ed akan sangat senang jika menerima hadiah hadiah besar dan mahal.. tanpa memikirkan perasaannya. "
"Setelah dia pindah untuk sekolah ke luar negeri, mama mengalami kerinduan seperti karma dan hukuman."
"Jika dulu mama tak memperhatikannya.. dan sangat jarang menemuinya. mulai saat itu, mama bahkan tak bisa melihat wajahnya"
Mama edwad menceritakan banyak hal.. mia juga ikut merasakan sakit. edward, kekasihnya itu sangat hebat. bahkan dia memilih sekolah ke luar negeri.. supaya kakek dan nenek tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Cukup lama mia dan mama ed berbincang.. mia hanya sebagai pendengar. sejauh ini, dia sudah sedikit paham benang merahnya.
__ADS_1
Orangtua yang menelantarkan anak dengan dalih menitipkan kepada kakek, lalu sekarang mereka menyesali itu semua.
Tentu saja, di usia mereka yang sekarang pasti mereka ingin hidup bersama anak dan cucu mereka.. menghabiskan masa tua.
"Kenapa mama tidak menemuinya?" saran mia, karna di hati mia edwars pasti akan menerima mereka.
"Mama sudah mencoba, dan semua tidak ada hasilnya. "
"Tolong mama nak mia, kamu adalah orang terdekat ed saat ini. kami sangat menyesal.. kami ingin menebus semua waktu yang terbuang"
"Ma.. maaf, bukannya mia tidak mau. tapi berada di luar batas itu. satu satunya yang bisa meluluhkan edward adalah mama dan papa sendiri" ujar mia menatap mama lembut.
"Edward sangat kesepian, dia menahan sakitnya sendirian. Bahkan dia juga enggan merepotkan kakek berlebihan.. Mia tidak bisa memaksa edward ma.. harus edward sendiri yang membuka hatinya" jelas mia membuat mama terlihat semakin sendu.
"Mia mungkin bisa sedikit sedikit meluluhkannya, mengingatkannya betapa mama dan papa juga pasti merindukan nya. Tapi semua keputusan di tangan edward."
"Aku menghargai kak edward ma, aku mencintainya. aku adalah anak angkat dan di buang oleh keluarga dari ibuku.. dia menjagaku, dia menerima ku. bahkan dia ikut masuk dalam keluarga ku, keluarga winata. aku tak ingin melukainya. sedikitpun. Mama dan papa cobalah sedikit lebih sabar.. bahkan jika di tolak itu belum seberapa dari tahun tahun yang dia lewatkan bukan?"
Pukulan telak.
dan sayangnya ucapan mia benar.
Tanpa mereka sadari, papa wiguna dan kakek mendengar.
Kakek tersenyum.. mia memang bisa di andalkan, mengambil langkah tidak satu pihak. walaupun dia hanya mendengar dari mama edward. tapi dia juga memperhatikan posisi kakek dan edward.
Papa wiguna juga sama tertamparnya seperti istrinya.
"Maafkan istri saya yang terburu buru nak mia"
Mia kaget, mama ed juga. ternyata ada orang lain di sana.
Melihat kakek tersenyum membuat mia lega. berarti dia tidak melakukan kesalahan di mata kakek.
"Seperti yang kamu dengar tadi, ini semua kesalahan kami di masa lalu. kami hanya berharap edward mau menerima kami walaupun itu sulit."
ujar wiguna menghela nafas.
"Aku memang baru sebentar bersama kak edward ma, pa.. tapi dia sangat lembut dan sangat manja. dia sangat posesif" ujar mia terkekeh malah merindukan edward.
"Bahkan batu sekalipun akan mengikir oleh deburan ombak"
"Coba pelan pelan mama dan papa, mendekati kak edward, tanyakan apa makanan kesukaannya. temui pelan pelan, jangan memaksa.. dia gampang merajuk akhir akhir ini" ujar mia membuat kakek tertawa.
__ADS_1
Mama menatap mia lembut, sepertinya ucapan mia benar.
"Mia juga berharap kak edward menerima kasih sayang dari keluarga lengkap. mia akan membantu selama itu tidak melukai edward dan kakek. dan selama itu, masih di batas aku yang hanya orang luar" ujar mia menenangkan. papa sedikit tercerahkan. benar ucapan mia.
"Terimakasih nak.." mama tak kuasa untuk tak memeluk mia. mia membalasnya.. dia bisa merasakan beban dari orangtua edward.
"Apa kamu mencintai edward?" tanya papa mengalihkan perhatian mia. Kakek juga.. ingin rasanya kakek memukul kepala anaknya itu. kakek sekarang lebih berpihak kepada mia.
Mia menatap kakek.. mia tersenyum. mia sangat senang, walau baru bertemu kakek.. tapi kakek sangat menyayanginya dan menjaga perasaannya.
"Tentu saja.. aku sangat mencintainya. Dulu aku bahkan sering mengintip berita berita berita tentang kak ed. dan dia terlalu tinggi untuk ku gapai. " ujar mia tersenyum..
"Aku mencintai kak edward, jika papa merasa aku ingin hartanya.. sebelum berlacaran dengan kak ed sampai sekarang aku adalah pemilik MW group" ujar mia tak mau di rendahkan.. dia tak mau di cap buruk.
Wiguna cukup kaget, karena tidak begitu mengikuti perkembangan bisnis akhir akhir ini.
"Bu.. bukan begitu maksud papa nak" mama juga menatap papa wiguna tajam, mia hampir tertawa.. ahh keluarga edward semua menggemaskan.
"Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak nya pa.. mia tidak tersinggung sama sekali. Mia paham.. kak ed berada di puncak kejayaan nya.. pasti banyak perempuan cantik dan kaya yang mau merangkak padanya" jawab mia tersenyum lembut.
"Cih.. jangan dengarkan pria tua itu nak.. mama lebih menyukaimu bersama edward" potong mama kesal pada wiguna, bahkan mama juga memanggil papa wiguna seperti panggilan edward biasanya.
"Bolehkah mama meminta kontakmu nak? mama masih ingin bertemu denganmu.. dan juga menanyakan tentang edward" ujar mama
"Tentu saja ma.." mia dan mama ed bertukar kontak.
Mia akhirnya pamit pulang lebih dulu. papa mama dan kakek mengantar mia ke depan.
"Kakek.. jaga pola makan ya, mia akan membawa kak ed lain kali" mia memeluk kakek.
Mia juga menyalim wiguna. dan mama ed.
"Mama dan papa juga jaga kesehatan.. kak ed akan menerima kalian." papa wiguna menepuk rambut mia hangat, dan mama juga memeluk mia.
"Terimakasih nak.." ucap mereka sebelum mia masuk ke dalam kemudi.
Suara klakson sebagai perpisahan mereka hari ini.
Kakek masuk ke dalam, di ikuti oleh papa wiguna dan mama..
Suasana jadi tidak se kaku biasanya.. seakan punya tujuan, mereka memikirkan langkah apa mengambil hati putra mereka.
Kakek tersenyum..
__ADS_1
kakek membiarkan anak dan menantunya, dia mengambil ponsel entah apa yang di lakukan kakek. hanya kakek lah yang tau.
BERSAMBUNG.....