
"Dan dokter berhasil. selamat.. aku sangat menikmati masa muda ku, berkat dokter" sarkas gaby memandang lautan di depan.
"Gaby, aku serius tentang ucapan ku tadi. aku kira ini keputusan yang tepat. tapi ternyata aku juga sama kosong dan kehilangan nya di sana.. aku yang membuat mu jauh tapi aku merindukan mu"
"Aku semakin tak fokus tiap bekerja mengingat sudjt ruangan ku ada kamu, belum lagi aku sangat kesal tiap melihat ada pria lain yang dekat dengan mu. sapai aku menyadari aku.. aku mencintai mu. Gaby ayo kita menikah"
"Sepertinya dokter sudah mulai ngelantur. ayo kita pulang dokter. keburu sore. dari sini masih jauh kalau pulang" potong gaby enggan menanggapi.
hati gaby tak bisa di gambarkan. rasanya nano nano
siapa yang tidak bahagia dapat ungkapan cinta? tapi waktunya sangat tidak tepat. saat dia sudah bersiap berbalik. setelah semua usaha dan penolakan, dia akhirnya mendengar nya. tapi gaby tidak merasa antusias.
"Aku serius" tegas alex masih menahan gaby
Gaby menatap sorot mata dokter alex. dia tarik nafas dalam.
"Aku juga serius dokter. kapan dokter melihat ku bermain main?"
"Aku tau kamu marah dan kecewa. tapi aku akan mengatakan ini. besok aku akan pulang. aku tidak akan memaksa mu. aku akan menunggu. kalau dulu kamu yang berjuang, sekarang biar aku." ujar alex serius
"Terserah doker saja. ayo kita pulang"
Alex memilih mengalah sekarang. dia tau pasti itu berat buat gaby. dia akan menunggu dan meluluhkan gaby pelan pelan.
Alex mengikuti gaby menuju mobil. mereka ke toko khusus jual oleh oleh.
30 menit kemudian.
Mereka sudah di mobil lagi menuju tempat gaby.
Jalanan cukup padat jam segini. jadi alex menyetir pelan pelan. lebih ke modus juga sebenarnya. karna besok dia harus pulang. dia punya tanggung jawab di rumah sakit.
"Kapan kamu pulang lagi?" tanya alex
"Belum tau dok. libur semester mungkin" jawab gaby seadanya
"Kenapa lama sekali" gerutu alex tak sabar menunggu ketemu gaby lagi dalam beberapa bulan.
Drrrt drrrt...
ponsel gaby berdering.
"Halo ki.." jawab gaby. alex menajam kan pendengaran nya.
.......
"Iya ini masih di jalan. kamu di rumah apa bareng henry?"
.......
__ADS_1
"Ooh gitu, okedeh. nanti kalau udah sampe aku kabarin aja ya. bilang makasih sama joan ki.."
"Oke makasih ki"
Gaby tersenyum melihat ada beberapa pesanan buatan joan yang akan di bawa dwiki nanti ke tempat nya. di antara mereka berempat yang paling rajin memasak adalah joan. tapi kalau makan mereka bertiga wkwkwk
Alex menggeram kesal. kenapa kalau bicara dengan si dwiki dwiki itu gaby banyak tersenyum dan ceria. tapi dengan nya?? gaby sangat datar
Saat sudah tiba di depan kostan gaby.
Hap!
"Eh.. apasih dok" kesal gaby melihat hp nya di rebut tiba tiba oleh dokter alex
"Kamu nge blokir aku. aku tidak bisa menghubungi mu. sekarang simpan nomor ku lagi" ujar alex santai. dia walaupun nanti kalau kembali, setidaknya dia akan memberikan kabar dan komunikasi pada gaby.
"Cih..." decih gaby kesal merebut ponsel nya. alex sudah menyimpan nomornya lagi.
"Jangan di blokir lagi" ujar alex sedikit mengancam.
"Terimakasih tumpangan nya dokter. bye" gaby keluar dari mobil alex segera. dia bisa gila lama lama menghadapi sikap suka suka dokter alex.
Alex ikut keluar.
Greb..!!
Gaby terpaku saat merasakan tangan kekar memeluk nya dari belakang. dia berusaha melepas tapi kalah tenaga.
"Aku tidak bisa lama lama. makasih hari ini, segera kembali ke jakarta kalau sudah libur"
Gaby tak menjawab. ini adalah pelukan pertama di mana alex yang duluan memeluknya.
hangat..
"Lepaskan dok," kesal gaby melepaskan pelukan alex.
"Aku pulang. jangan tolak panggilan ku. jangan dekat dekat dengan pria lain. aku tidak suka."
" I love you gaby" ucap alex tersenyum sebagai perpisahan manis mereka.
Jantung gaby sudah maraton. dia tak menyangka akan ada momen seperti ini.
Ada perasaan tak rela saat alex mengatakan kata pulang. tapi dia tak mau menunjukkan nya. gaby berlalu. dia tak tau apa dokter alex hanya panas panas taik ayam atau gimana.
Alex memastikan gaby masuk lebih dulu. dia tersenyum.
pasti akan sulit meluluhkan gadis keras kepala itu. tapi dia akan berjuang.
Love in bali masih berlanjut dengan cerita yang lain. kekecewaan yang dalam juga putus asa di waktu bersamaan membuat gaby membentengi dirinya lebih kokoh.
__ADS_1
Alex punya banyak pr dan harus punya stock kesabaran demi mengembalikan luka hati gaby
*************
Di rumah ed.
Sedang ada drama dari si papa bucin.
sekarang setelah mia membujuk suaminya supaya kerja dari kantor. karna mia juga kasihan dengan kak rey, kadang datang meminta tanda tangan..
Setelah di bujuk, akhirnya ed mau. dan dia usahakan pulang lebih cepat. sore dia sudah di rumah bermain bersama si kembar.
sang opa opa dan oma oma juga kakek buyut tak pernah lelah mengajak si baby twin berbincang bahkan menonton dan berjemur.
Ada 2 sus juga. mia tak punya banyak kesibukan selain memompa asi. dia juga bosan. tapi dia ingat, misinya dia harus mengembalikan body nya dengan perawatan mahal lagi. selama aman buat menyusui si baby twin.
Mama tak masalah saat mia mengatakan ingin perawatan. bahkan mama menawarkan beberapa tempat yang mungkin cocok.
Sedangkan si papa muda.
dia sudah 3 minggu puasa. dia sangat merindukan istrinya. mana istrinya juga kadang lebih banyak waktunya dengan si kembar di banding dia
Ed harus memperjuangkan hak nya. wkwkwk itu hak nya dari dulu. hanya si baby twin saja yang sedang butuh. tiap kali ed minta icip.. mia menolak. padahal yang membuat dada mia begitu bengkak dan indah juga tak lepas dari karya ed.
Ed pulang.
Seperti biasa. ada banyak orang di rumah. setelah memastikan anak anak nya anteng bersama sus dan orangtua orangtua. dia mencari mia.
"Mia di mana ma?"
"Lagi bikin jus di dapur" jawab mama. ed mengangguk.
Hap!
"Eeh.. hubby, udah pulang" kaget mia saat dia di peluk tiba tiba.
"Itu apa sayang?"
"Ini jus bagus buat kulit dan juga buat ibu menyusui."
Ed membiarkan istrinya.
"Baby.. aku pengen" bisik ed. dia sudah menahan nya sejauh ini. tapi tiap kali melihat mia dengan pakaian rumahan dan rambut di ikat ke atas membuat dia merindukan istrinya.
"Jangan aneh aneh ya by, aku masih masa nifas"
Ed menggerutu manja dan berbalik menuju kamar.
"Yah.. suami ku ngambek" kekeh mia menggeleng geleng kepala. dia juga kasihan. dia harus cari cara menyelesaikan masalah suaminya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....