Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Drama Ceker..


__ADS_3

Setelah mandi. rey tak mendapati istrinya di dalam kamar.


Ternyata reni di ruang tengah bermain hp.


"Sayang" panggil rey mendekat pada reni.


Dengan lembut rey mengelus perut reni. reni diam saja, dia hanya fokus ke ponselnya. sepertinya sebagai bentuk protes pada suaminya.


"apa anak kita nakal hari ini sayang?" pancing rey


reni menggeleng.


"Kamu udah makan?"


reni menggeleng.


Rey mengambil ponsel reni. dia letakkan di meja. lalu dengan lembut rey mengarahkan bahu reni supaya menatap padanya.


"marah ya?" tanya rey lembut.


reni hanya menunduk. tapi..


rey terkesiap melihat air mata reni turun mengenai baju bawahan reni.


"Sayang.. kenapa? iren sayang.." panggil rey khawatir


Sepertinya hormon kehamilan membuat reni jadi cengeng. dia bahkan dulu tak pernah menangis di depan rey. apalagi hanya karna ceker ayam


Rey langsung memeluk reni, karena tubuh reni terasa bergetar. dia tidak suka melihat reni menangis. hatinya ikut pilu.


Reni menangis di pelukan suaminya. dia peluk erat.


lalu dia lepaskan lagi. tadi dia menangis.. lalu sekarang dia kesal.


"Sayang" panggil rey


"Kamu pembohong" jawab reni dengan sisa sisa isakan.


Rey hendak memeluk reni tapi reni menepis tidak mau di sentuh rey.


"Hiks kamu bohong, penjual ceker masih buka. kamu bilang tutup. bohong hiks" cecar rey memukul mukul tangan rey yang berusaha memeluknya.


"sayang, aku bukan bermaksud gitu. tadi aku ke sana. tapi bentuk nya sangat aneh. kaki kaki ayam nya terlihat mengerikan. apa yang bisa di makan di situ" jawab rey makin membuat reni kesal.


"Aku mau beli sendiri" balas reni berdiri membuat rey malah lebih khawatir.


aaah harusnya tadi dia beli saja kalau tau reni akan se kesal ini padanya.


"Sayang"


"Iren sayang"


reni mengambil jaket dan dompetnya. dia hendak keluar sendiri. suaminya mengesalkan.


Rey juga ikut berlari jangan sampai reni pergi sendirian.


"Awww turunin aku" pekik reni kaget saat rey langsung menggendong nya.


"Jangan keluar tanpa aku sayang"


"Gak mau. aku mau sendiri kamu pembohong" jawab reni keras


habis sudah kesabaran si bucin nomor 3.


rey memasukkan reni ke dalam mobil. dia akan mengantar reni, tak akan dia biarkan bumil judesnya sendirian apalagi malam begini. bahaya.


"Diam! jangan sampai aku marah iren" jawab rey meninggikan suara saat reni masih ingin turun dari mobil.


reni langsung diam. takut. rey tak pernah membentaknya apalagi marah.


rey menyetir, sedangkan reni menahan tangis nya yang hampir jatuh dia hanya menatap ke samping jendela. dia kenapa jadi cengeng begini?


Padahal dia dulunya adalah si perempuan cuek dan judes.


Rey sesekali melihat reni yang terlihat diam dan memalingkan wajah. dia jadi merasa bersalah membentak istrinya.


rey menuju penjual ceker tadi.

__ADS_1


Rey bilang bungkus saja, supaya nanti istrinya bisa makan sayur atau nasi kalau di rumah, jangan hanya ceker saja.


Reni hanya diam.


bahkan sampai mereka pulang ke apartemen.


"Sayang, ayo makan dulu, abis ini minum susu.." ajak rey melembutkan suaranya.


Reni diam dan menurut.


Reni menunduk terus mengambil nasi dan sayur yang sulit dia telan.


bahkan rasa cekernya sudah tidak dia inginkan lagi. dia tidak mau lagi. tapi mubazir.. lagian tadi mereka sudah capek capek keluar membelinya.


Reni memakan ceker nya tapi tak terasa air mata nya malah jatuh. dia menangis. dia hapus segera.


Reni makan menahan sesunggukan, kenapa dia jadi lebay begini karena di bentak sekali?


Reni terus makan tapi airmatanya tak mau berhenti. dia hapus lagi.


rey, melihat itu. hatinya sakit. sangat sakit.


tuk!


Rey menyudahi makan nya.


dan


Hap!


"Sayang, maaf" rey langsung memeluk si bumil yang menggigit bibirnya supaya suaranya tidak keluar.


"Maaf aku membentak mu sayang, maaf aku berbohong. aku tidak tau anak kita sangat ingin makan ini"


Reni masih menggigit bibirnya keras.


"Sayang" panggil rey melonggarkan pelukan nya.


"Hooeek! hoeeek!.."


"Iren sayang?" panik rey.


Rey berlari cepat menyusul. membantu reni dan memijat tengkuk istrinya.


reni terlihat pucat dan matanya masih basah.


dia cuci mulut dan cuci wajahnya sekalian.


"Sayang, masih mual?"


reni menggeleng.


"Aku bikin susu ya sayang" ujar rey dengan cepat membuatkan susu buat si bumil.


perasaan reni campur lagi. dia malah merasa bersalah pada suaminya.


dia merepotkan suaminya.


"Nanti makan lagi sedikit biar perutnya gak kosong ya sayang, minum ini dulu" ujar si bucin nomor 3 membawa susu dalam gelas


reni menerima dan menyesapnya sedikit demi sedikit.


rey juga mengambil minyak kayu putih. dia oleskan lembut di perut reni.


"Jangan bikin mama kesulitan yaa" ucapnya ke perut reni


Rey mengelus pipi reni. dia mencium sudut matanya yang masih basah.


Cup


"ada yang sakit sayang?"


reni diam.


"Maaf" gumam reni menangis.


"Ssst.. kenapa minta maaf. aku yang salah sayang, maaf membentak mu tadi. maaf berbohong sayang"

__ADS_1


"Jangan nangis, cengeng banget sekarang iren ku." gumam rey menghapus air mata reni.


"Besok mau jalan jalan?" ajak rey


Reni mendongak.


"Jalan jalan?" tanya reni menarik ingusnya. itu terlihat gemas bagi rey


"Iya, sepulang kerja. mau nonton?" tawar rey lembut.


seketika wajah reni ceria.


"Benarkah?"


Rey mengangguk tersenyum.


"Boleh makan apa aja.. besok juga kita belanja apapun yang kamu mau. baru kita nonton. mau?"


"Mauu" jawab reni cepat.


"Gak marah lagi sayang?" tanya rey


"Enggak" jawab reni


"Enggak apa?" tanya rey karena dari tadi istri nya belum memanggilnya sayang


"Enggak mas"


"Enggak apa?" tanya rey lagi


"Enggak pak rey" jawab reni jahil. kejahilan mia menurun


"Hahahha geli, jangan gelitikan mas geli hahah" reni menepis manja tangan suaminya yang menggelitik perutnya


"Maaf sayang, mata mu jadi bengkak karna aku." ujar rey setelah selesai menghukum istrinya.


"Iya, aku kesal sama kamu" jawab reni memukul rey pelan. telat sekali memang hukuman nya wkwkwk


"Kamu bentak aku, aku takut."


"Kamu bohong, aku marah" jawab reni membelakangi rey


"Loh, kan tadi udah baikan sayang" ujar rey heran. bukan nya barusan mereka sudah baikan? maaf maafan? wah bumil satu ini.


"Kapan?" tanya rey judes


Rey terkekeh memeluk reni dari belakang.


"Kan tadi udah minta maaf sayang, masih marah nih?"


"Kalau masih marah berarti besok gausah jadi jalan jalan deh" pancing rey nakal


reni langsung berbalik.


"Jalan jalan nya jadi" ucap nya terpancing


"Tapi kan istriku masih marah" jawab rey menahan tawa. kenapa semenjak hamil istrinya jadi sangat lucu begini


"Siapa yang marah. aku gak marah" ujar reni cepat


"Cium dulu kalau gak marah" tunjuk rey pada bibirnya.


"Gak!" jawab reni berbalik. itu pasti modus suaminya.


Rey tersenyum senang. akhirnya drama ceker berkahir juga. dia tidak boleh lagi menganggap remeh pesanan si bumil kalau tidak mau ada drama season berikutnya.


Rey memeluk dan menciumi leher reni nakal.


"Maas.. "


panggil reni berusaha melepas tangan rey tapi tak bisa. karena tangan nakal rey sudah bermain main di dada reni.


"Aku mau makan" ujar reni mencari alasan ingin nego. karena benda pusaka rey sudah menusuk nusuk miliknya di bawah sana.


"Sekali ya sayang"


"Makan dulu" jawab reni ingin mengundur waktu.

__ADS_1


"Eeuuungh" reni kalah. rey sudah memainkan lidah nya di mana mana. membuat reni tak berdaya.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2