Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Siang pertama...


__ADS_3

besoknya.


Setelah semua rangkaian pesta selesai. rey dan reni ke hotel tempat orangtua reni menginap. mereka akan pulang.. sekolah edo dan edi sudah izin beberapa hari.


Rey membantu ibu packing. sedangkan rey menemani bapak juga menyerahkan kunci mobil yang dia pernah bicarakan dulu.


kali ini mereka akan di antar supir lepas. karena masih lelah tak mungkin bapak menyetir.


"Edo sama edi bisa bantuin mas gak ke bawah? nyusun bawaan aja"


"Ayo mas" ujar edo edi semangat.


"Nduk, pesan ibuk cuma satu. patuh sama suami selama itu baik. ibuk sama bapak sangat bahagia, purtri ibu sudah menikah. rumah tangga pasti ada saja masalahnya. di bicarakan.. cari solusi."


"Ibuuuk" reni tiba tiba sedih.


"Jangan sedih, sekarang tugasmu bertambah, melayani suami. ibuk mendoakan kalian bahagia"


reni langsung memeluk ibuk. rasanya masih mimpi sekarang reni jadi seorang istri


Rey sudah memasukkan barang barang mertuanya. supir juga sudah siap. semua aman.


Rey tersenyum melihat istrinya memeluk ibuk dan bapak


"Nanti kalau ada libur kami akan berkunjung pak buk.." rey menepuk pelan bahu istrinya.


"Bapak titip putri bapak nak. dia memang terlihat kuat dan tegar tapi dia juga butuh sandaran. tolong jaga putri bapak"


"itu pasti pak, bapak sama ibuk jangan lagi capek capek. oiya.. ini tabungan buat bapak dan ibu juga buat sekolah edo edi. nanti tiap buat akan kami isi. sandi nya ulang tahun iren"


reni begitu terharu.. rey sangat baik. semua yang tidak bisa reni lakukan semua di penuhi rey.


Akhirnya.. keluarga reni pulang. reni menatap sampai mobil menghilang dari pandangan.


"Ayo sayang, nanti kita telfon kalau mereka sudah sampai" ajak rey memegang jemari reni


Reni mengangguk.


mereka akan segera ke apartemen rey. semua barang barang reni sudah di pindah ke sini. itu bukan hal sulit bagi rey. uang bisa menyelesaikan semua


"kita tinggal di sini gak papa kan sayang?" tanya rey untuk yang ke sekian kali.


reni tersenyum.


"Iya gak apa apa mas. ini sangat bagus dan luas. lagian kita hanya berdua" jawab reni.


rey memang tidak punya pelayan. selama ini dia makan di luar. baju juga di loundry. jadi hanya mereka berdua di apartemen tersebut.


reni baru masuk ke sini. untuk kali pertama. rapi dan bersih. nuansa nya laki laki sekali. warna dan penempatan nya simpel. tak ada hiasan apa apa.


tapi tetap bersih dan nyaman.


"Baju mu udah di dalam kamar iren, kalau mau mandi langsung aja. aku pesen makan dulu ya"


"Iya mas.. makasih" reni segera berbenah. dia mandi.

__ADS_1


Rey memesan makan buat mereka. belum belanja soalnya.


20 menit.


Reni keluar dengan tampilan santai dan rambut di gerai.


"Belum datang ya mas?"


"Belum sayang, kamu tungguin boleh? aku mandi hanya sebentar. lengket"


reni mengangguk.


********


Setelah makan. reni dan rey duduk dengan canggung. bingung mau ngapain dulu. wkwkwk


"oiya sayang, kamu gak apa apa bulan madu cuma di sini?" tanya rey memastikan.


"aku ikut ikut aja mas. lagian kata kak mia di sana bagus" jawab reni lembut.


mereka memang di tawarkan mau honeymoon di mana. tapi rey dan reni memilih di puncak saja. di vila milik ed.


karena kalau ke luar pulau akan capek di jalan. apalagi posisi mereka sebagai sekretaris setidaknya harus standby.


maka mereka memutuskan bulan madu ke puncak yang ada stobeli nya.


rey dengan yakin dan pasti menyentuh reni. dia dengan lembut mendekatkan tubuhnya menempel pada gadis yang baru saja jadi istrinya.


"Sayang, kamu kalau di ajak mia atau key ikut aja. mereka baik." ujar rey mengajak istrinya supaya bersosialisasi.


"Kamu pasti bosan kalau cuma kerja dan di rumah. kalau lagi gak sibuk, kita ke rumah mereka tapi kalau aku sibuk, kamu boleh main bersama." jelas rey pelan pelan.


"Tapi jangan sampai ketularan jahil nya. aku selalu pusing bahkan mereka semua juga sering pusing karena tingkah mia" ujar rey merinding..


reni tersenyum. dia setuju kalau kak mia memang selalu punya sesuatu yang membuat mereka kaget.


"Mereka sangat baik" puji reni jujur.


Rey mengangguk. entah dari kapan rey sudah dengan manja memeluk reni dari samping meletakkan kepalanya di bahu reni.


"Iren.."


"hem?" reni menoleh dan tanpa sadar ternyata pipinya dapat ciuman karena wajah rey tepat di atas bahu reni


Cup


Rey mencium bibir reni yang terlihat bengong.


Rey memperdalam ciuman nya saat tangan reni membalas memeluk rey


"Sayang, apa aku boleh melakukan nya?" tanya rey hati hati.


Reni melihat jam.. masih siang wkwkwkw


terik terik begini?

__ADS_1


"Kalau kamu belum siap gak apa apa sayang, aku akan menunggu" ujar rey berusaha memahami reni.


tapi,


Cup


Reni mengecup bibir rey duluan. rey berkedip kaget. dia tersenyum.


Reni langsung melarikan diri karna malu. dia berlari ke kamar. rey tak mau kehilangan kesempatan dia ikut berlari ke kamar.


Ceklek!!


"Sayang.." panggil rey lembut membawa tubuh istrinya ke ranjang.


"mas ini masih siang.." cicit reni malu.


"Kenapa? ini berarti siang pertama bukan malam pertama" jawab rey santai.


"Aku malu"


Rey terkekeh gemas. kemana gadis judes nya? sekarang reni terlihat sangat manis dan malu malu.


"Percaya sama aku sayang, mau kan?"


reni mengangguk pelan.


Rey dengan pelan mellumat bibir reni yang terbuka.


"Eeeeunghh" suara lucknut keluar begitu sara dari mulut reni saat tangan nakal rey mengelus elus aset nya dari luar.


Reni hanya pasrah saat tangan dan bibir rey menjelajahi tiap sudut tubuhnya.


Entah sejak kapan rey telah membuat mereka berdua sama sama polos.


"Jangan tutup sayang, ini indah" rey menepis pelan tangan reni yang berusaha menutupi dada dan intinya.


Rey menindih reni. mencium nya lagi lebih panas dan lebih menuntut dari tadi. reni juga membalas membuat rey makin semangat.


Saat dengan lembut tangan rey mengabsen di bawah sana.


"Aaakh.." reni menutup mulut karena malu.


"jangan di tahan sayang, keluarkan. aku menyukainya" bisik rey nakal menyiapkan amunisi dan peluru nya.


Terjadilah yang di inginkan. siang pertama, reni sudah sepenuhnya milik rey. walau tadi rey sempat berhenti karena wanitanya terlihat menangis dan kesakitan. tapi dengan sangat lembut rey memperlakukan reni.. semua berjalan mulus.


bahkan rey merasa sangat candu, dia tidak membiarkan istrinya tergolek manis. dia gempur terus entah sudah berapa kali dia menanam benih.. semoga jadi satu nyawa baru ya.


"Sayang, makasih sudah menjaga nya buat aku" bisik rey memeluk reni yang terkulai lemas. rey sangat kuat.


Reni tak menjawab. dia ingin tidur. capek


dengan tubuh yang sama sama polos, mereka berpelukan di siang terik di bawah ac yang sengaja di setel dingin oleh si bucin nomor 3.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2