
Waktu terus berlalu.. alex yang awalnya lesu ldr. makin ke sini sudah mulai terbiasa dan juga fokus bekerja.
Semua berjalan sebagaimana biasanya.
hanya di apartemen rey.
Dia sampai kaget. istri nya berubah begitu drastis. ini seperti bukan iren nya.
bagaimana tidak?
reni sedang menangis karena rey bilang ke rumah mia pas weekend saja.
"Sayang, udah.. jangan nangis, hidung mu udah memerah" bujuk rey syok tapi tetap me lap air mata reni. ini hal baru baginya.
"Aku mau ke rumah kak mia. aku mau ketemu mighuel mas hiks" rengek reni dari tadi. dia sangat ingin ketemu mighuel.
"Tapi kita kan kerja sayang," bujuk rey sabar.
"Ke sana dulu sebentar. sebentar aja hiks" pinta reni masih terisak.
"Kenapa cengeng banget sih? kangen banget ya sama mighuel" goda rey. dia tau reni sangat menyukai mighuel tapi tidak pernah sampai se aneh ini.
reni menepis tangan rey.
"Week end kita ke sana ya sayang" bujuk rey. kan aneh pagi pagi ke rumah bos nya mau ketemu mighuel. wkwkwk
Reni menggeleng. dia makin menangis.
rey kaget. bangun bangun biasanya reni memasak. tapi pagi ini reni malah menangis. kan ajaib.
alasan nya juga sangat aneh.
Masih jam 6 kurang. ada 2 jam lagi sebenarnya ke kantor.
"Sayang, nanti deh kita pulang kerja ke sana. yaa? sekarang kita siap siap sarapan yaa" ujar rey si bucin paling sabar. si nomor 3.
Reni menggeleng.
"Iren.. sayang-
"Aku gak mau sarapan. kamu aja" jawab reni pelan lalu membuang muka.
rey mengusap wajah nya kasar. dia bangun dan bersih bersih.
saat rey keluar dari kamar mandi. dia tidak melihat reni di kasur lagi. apa sedang di dapur?
Dia berganti pakaian. sepertinya istrinya aneh sekali hari ini.
Dia berjalan hendak turun..
tapi,
Dia mendengar suara tangis dari dekat lemari reni.
dia mendekat.
reni menangis di sana. waaah.. hari ini sepertinya matahari terbit dari barat. istri judesnya menangis karena mighuel??
rey mana tahan melihat reni menangis sendu begitu. hati rey sakit mendengarnya.
"Sayang" panggil rey berjalan cepat memeluk istrinya.
Reni berusaha melepas. tapi rey tak mau.
"Jangan menangis, aku tidak suka melihat nya. ssst.. kita ketemu mighuel sebelum kita kerja sayang" ujar rey nanti mau minta tolong mia saja.
__ADS_1
seketika reni berhenti dan hanya tinggal isakan kecil kecil.
"Janji?" ucapnya melap wajahnya
"Janji. jangan nangis.." jawab rey me lap ingus reni juga.
reni tiba tiba tersenyum sumringah.
rey bahkan melongo. secepat itu?
"Aku mandi dulu ya mas. makasih. cup" reni bergegas ke kamar mandi. dan siap siap sarapan supaya segera bisa ke rumah kak mia.
rey masih mematung di tempat.
apa istrinya kerasukan? kenapa beda sekali. waaaah
rey tak bisa berpikir jernih. satu satu nya yang bisa memahami rey hanya mia.
Tapi rey sengaja menelfon ed. dia tau ed sangat posesif.. jadi lebih baik melalui ed.
Rey menjelaskan detail kejadian aneh pagi ini dan keinginan aneh reni.
perubahan wajah nya dan semua.
"Apa karena terlalu capek bisa membuat orang jadi punya kepribadian ganda?" bisik rey di telfon takut terdengar reni.
mia seketika tertawa.
ed menatap mia. mia mengangguk. seperti nya pikiran mereka sama.
"Reni bertingkah aneh hanya hari ini kak?" tanya mia
"Hanya hari ini dek, dia sangat jarang menangis. tapi pagi ini dia sangat cengeng dan manja" adu rey
"Okey, makasih yaa maaf nanti kami merepotkan"
"sama sekali tidak kak"
mia menutup panggilan.
"Pasti reni hamil deh by, aku mau nelfon dokter gia supaya ke sini sekalian" ujar mia semangat.
Ed hanya mengangguk. dia biarkan istrinya melakukan apapun. selama mia senang.
reni sangat semangat. dia makan dengan lahap. tak sabar ingin segera ketemu mighuel.
"Sayang pelan pelan, nanti kamu keselek" ucap rey membersihkan sudut bibir reni yang belepotan.
"Hehe.. maaf sayang" jawab reni santai
Keheranan rey tak berhenti di situ.
saat mereka hendak ke rumah mia.
"Sttooop!!"
rey kaget dan berhenti.
"Sayang, belikan aku rujak yang ada eskrim nya itu" tunjuk reni santai.
Sejak kapan reni suka beli rujak apalagi eskrim pagi pagi? reni adalah perantau sehat anti makanan jahat. wkwkwk
"Rujak eskrim itu?" ulang rey heran
"Ayo cepat sayang, aku mau itu" rengek reni manja
__ADS_1
rey masih belum lepas dari beberapa keheranan pagi ini. tapi dari pada reni menangis. yasudah lah. kata mia tadi dia harus menuruti mau nya reni.
20 menit.
tin...!
Reni menarik tangan rey supaya cepat. rey menurut saja.
"Reni?"
"Kak miaa" sahut reni senang. dia melihat sekeliling. mia seakan tau apa yang reni cari.
"Ayo masuk, mighuel baru minum susu.. mau berjemur itu" tunjuk mia membuat reni berbinar
"loh, dokter gia juga di sini" ujar rey belum tau apa yang akan terjadi ke depan.
Mia menyuruh sus memberikan mighuel pada reni. reni langsung semangat dan menyambut mighuel.
dia sangat ingin melihat mighuel dan terwujud dia sangat senang.
Mia membisikkan sesuatu kepada kak rey.
rey sontak melotot
"Serius??" tanya rey syok
"Ada apa mas?" tanya reni heran,
Rey melihat reni lekat.
benarkah ucapan mia, reni punya ciri ciri ibu hamil? sensitif dan sedikit aneh.
rey membenarkan. wkwkwk.
reni memang aneh hari ini.
Rey mendekati reni. dia tak lupa menoel noel baby mighuel, sebelum mighuel berpindah tangan ke sus.
Dokter gia sudah siap. dia sudah di ceritakan mia.
sedangkan kakek mama dan yang lain juga sudah di kasih tau mia. dan mereka hanya berharap akan ada berita baik pagi ini.
"Reni, kesini sebentar" ajak mia sambil menggandeng dokter gia.
awalnya rey ingin menyela, tapi melihat kode dari ed. rey memilih diam. dia tau pasti si bumil punya rencana tersendiri. dia ikuti saja.
"Ada apa kak?" tanya reni heran.. kenapa dia di bawa ke kamar tamu. bersama dokter gia.
"Kak?" pekik reni mulai paham saat perutnya di buka
"Aku yakin kamu pasti hamil reni. ayo periksa dulu, kita sama sama berdoa" ujar mia tulus
air mata reni hampir jatuh. bolehkah dia berharap
Di luar ruangan. rey tak bisa diam. dia tak sabar.
ceklek!!!
"Sayang?" rey langsung menerobos masuk. dia melihat reni menangis.
"Kenapa menangis, apa belum rejeki kita?"
"Gak apa apa, kita berdoa dan berusaha lagi. jangan sedih, kita masih baru menikah. gak apa apa.." ujar rey melihat reni menangis
BERSAMBUNG............
__ADS_1