Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Terapi


__ADS_3

Gaby sudah mulai kuliah..


Di kampus semua nya berjalan seperti biasa. gaby setelah selesai kelas langsung pulang, tentu saja pulang ke rumah sakit. karena itu lah rutinitas nya semenjak pindah kuliah di jakarta


Gaby juga masih berhubungan dengan 4 serangkai.


selain itu, karena alex si bucin juga tukang cemburu begitu posesif.


maka gaby tak begitu banyak berbaur dengan mahasiswa lain. paling dengan beberapa saja yang kebetulan dekat dengan tempat duduk nya.


bahkan gaby tanpa ragu mengungkapkan kalau dia sudah menikah jika ada yang baru berkenalan. dia tidak mau suami nya salah paham. bisa repot kalau suami nya marah.. dia takut.


Gaby pulang dari kampus, menuju rumah sakit suami nya.


Lebih dulu gaby ke kantin membeli jus juga cemilan. dia bosan nanti di ruangan alex. dia mau ngemil.


Tok tok tok


"ayang..." sapa gaby dengan suara manja menyembulkan kepala dari pintu.


alex tersenyum berdiri menyambut istri kecil nya


Cup


Alex memeluk dan mencium gaby sekilas.


"Udah ke kantin ?.. aku nungguin kamu mesen makan sayang" ujar alex melihat bawaan gaby


"Ayo pesen.. aku masih bisa makan apa aja.. ini cuma cemilan" jawab gaby enteng


alex geleng geleng kepala. entah sejak kapan naafsu makan gaby se tinggi ini


Alex tetap memesan makan buat mereka. alex begitu pemilih, tidak boleh sembarangan. sayur dan buah wajib masuk.


Gaby duduk di sofa sambil menyender. dia ngantuk.


"Nanti sore kita pulang sedikit lama ya sayang" ucap alex duduk di sebelah gaby


"Kenapa? ada operasi yaa?" tanya gaby lupa akan rencana mereka hari ini


"Bukan.. teman ku, yang mau bawa alat terapi kesini bisa nya sore. biar kandungan kamu lebih kuat dan program kita segera berhasil yang" jelas alex lembut


"Oooo iyaa hari ini ya. okeey.. tapi gak akan di suntik kan? cuma periksa periksa kan? gak mau di suntik.. sakit" rengek gaby dengan wajah lucu


"Semoga aja enggak.. nanti kita liat ya sayang" jawab alex. dia juga bingung bagaimana nanti langkah langkah nya


"Kalau di suntik juga pasti cuma sebentar, kan ada aku.. aku pasti jagain kamu nanti" tambah alex berusaha menenangkan anak kecil yang berstatus sebagai istri nya itu


"Iyaa.. gak sakit kalau ada kamu" jawab gaby menyeruput jus nya.

__ADS_1


"Iya jarum nya kecil, aku aja menyuntik kamu tiap malam pakai jarum yang lebih besar dan panjang" goda alex


gaby berfikir dan tiba tiba bergidik


"Mesuum" jawab gaby memukul lengan alex manja. alex tertawa senang menggoda gaby


"Kamu juga suka jarum ku sayang, yang suka pegang pegang dan pijit pijit jarum ku siapa?" jawab alex terkekeh


"lagian harus pakai jarum itu supaya anak kita segera ada di sini" ucap alex mengelus lembut perut gaby


Gaby memegang perut nya juga. dia juga pengen segera hamil.


gaby menyender manja kepada alex.


**********


Sore nya, setelah pekerjaan nya selesai. alex menunggu teman nya. sedangkan gaby lagi asik main hp sambil tiduran di paha nya.


jika gaby ada di sini, alex memang lebih memilih membawa laptop nya ke sofa supaya bisa lebih dekat dengan gaby. memang sangat bucin


gaby terlihat begitu asik membaca novel di hp nya. sesekali dia kesal lalu tertawa lalu ikut sedih lalu menggerutu lalu tiba tiba dia tersenyum malu malu. alex tak tau apa yang sedang di baca oleh istrinya.


Ting!


notifikasi masuk ke ponsel alex.


Dia tersenyum saat teman nya sudah mengabari kalau dia sudah tiba.


"Sayang, ayo ke bawah, teman ku udah sampe" ajak alex menepuk pelan bahu istrinya


"oo udah?? ayooo" gaby langsung sigap berdiri. dia rapikan penampilan nya lalu menerima uluran tangan alex


walau dia sedikit was was tapi karena ada alex di sini, gaby jauh lebih rilex dan tenang


Di bawah...


"Max?? apa kabar? " sapa alex berjalan menyusul teman nya


"Alex.. long time no see, wajah mu tak berubah alex. aku baik, ini istri mu?" ujar max tos ala pria sejati dengan alex


"Iya, ini gaby istriku. sayang, ini dokter max teman ku" alex mengenalkan mereka


"Gaby dokter.." sapa gaby ramah


"Ah iya, saya max. kamu lebih cantik jika di lihat langsung" jawab max santai


gaby tersenyum malu malu di puji dokter tampan di depan nya. tak sadar kalau mata suami nya sudah memicing


"Jangan menggoda istriku. sayang jangan dekat dekat dengan jomblo akut itu" ejek alex memeluk pinggang gaby posesif

__ADS_1


"Hahahaha suami mu ternyata sangat pencemburu. aku tidak pernah melihat nya berpacaran.. ternyata begini aslinya" balas max tertawa


"Hish, ayo buruan.. aku ingin mengetahui bagaimana keadaan istriku" ujar alex serius


"Oiyaa ayo.. di mana tadi alat alat ku?" tanya max mengingat tujuan mereka ke sini


"Di lab itu, itu jarang di gunakan.. hanya sesekali kalau aku perlu. pakai saja" tunjuk alex menuju ruangan di mana beberapa petugas tadi membawa alat perlengkapan dokter max


Gaby terlihat senyum dengan ramah kepada perawat di belakang dokter max.


mereka menuju ruang lab. dan max memasangkan semua alat.


"Boleh aku lihat riwayat pemeriksaan nya?" tanya max pada alex


alex mengangguk membuka tas nya. dia memang membawa nya


Alex membawa gaby berbaring. dia menemani gaby menunggu instruksi dari dokter max.


"Hasil nya cukup bagus kok.. coba kita cek lagi ya" alex meminta perawat yang dia bawa menemani nya


20 menit.


Mata max tetap fokus pada layar monitor di lab tersebut.


Alex mengangguk meyakinkan gaby. alex percaya max sangat bisa di percaya.. karna max juga salah satu dokter terbaik di indonesia


Max mendesah lega


"Kalian lihat ini?" max menunjukkan perubahan hasil pemeriksaan dan layar di depan


"Itu maksudnya gimana max?" tanya alex harap harap cemas


max tersenyum. ah dia ingin menikah juga seperti rekan nya ini


"Baik kok. aman.. dan juga lihat benjolan itu, di situ ada tapi aku cek barusan sudah tidak ada. bekas operasinya juga rapi dan bersih. apa istrimu minum penguat kandungan?" tanya max


"iya, sama vitamin juga ini" ujar alex menunjukkan vitamin yang gaby konsumsi


alex mengangguk.


"Aman kok.. tapi ini coba lilitkan di perut istri mu lex, pertama sedikit nyeri tapi nanti akan terasa hangat dan nyaman.." dokter max meminta bantuan alex karena dia tau kalau alex tak akan sudi jika dia yang melakukan itu kepada gaby


"Sayang, sebentar ya. tahan yaa" ujar alex lembut melilitkan benda yang ada getaran listriknya. seperti kemben tapi langsung terhubung ke alat di depan max


Gaby mengangguk patuh. dia akan melakukan apa saja demi calon bayi mereka.


Cukup lama proses terapi pertama gaby. semua baik. bahkan bisa di katakan keadaan gaby meningkat cukup cepat.


Terapi pertama sukses yuhuuu.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2