
Mia dan ed setelah bertempur.. dengan layanan servis terbaik istrinya. ed begitu puas. dia ciumi bahu dan seluruh wajah mia. bahu dan dada mia penuh degan bercak merah bekas bibirnya.
Ed bangun lebih dulu.. bumil nakal dan cantik masih betah di pelukannya.
ed mengecup singkat bibir mia. dia tersenyum... aura mia selalu bisa membuat ed tak berdaya.
"Baby.. ayo bangun, kita harus makan dan kamu juga harus minum susu.. kasian baby twin bekerja keras hari ini" bisik ed lembut. membuat mia terusik.
"Mmhhhhm.." gumam mia masih mengumpulkan kesadaran.
Mia bangun dan mendapati suami tampannya sedang tersenyum manis padanya.
"Hubby aku mager.. mandiin ya" ucap mia manja.. ed menarik gemas hidung mia.
"Oke sayang. kita mandi dan berendam dulu yaa" ed menggendong tubuh polos mia ke kamar mandi. mereka harus membersihakn sisa sisa percintaan mereka.
setelah mandi, tak lupa mia mengganti sprei yang tersedia di lemari besar sana. kalau menunggu penjaga vila akan lama.
Mereka makan malam bersama yang lain, mia juga mengajak penjaga bik mar, supir juga pengawal makan bersama.
walaupun awalnya menolak.. tapi melihat tatapan sendu istrinya. ed menyuruh mereka duduk dengan santai bersama.
Mereka merasa tak enak.. tapi lama kelamaan ada banyak canda tawa karna mia mampu dengan mudah berbaur dan ramah.
"Setelah gerbang di tutup, tidak usah berjaga terus pak.. masuk ke kamar yang ada di dekat pintu saja.. cuaca nya sangat dingin" ujar mia perhatian.
"Baik nyonya" jawab 3 pengawal yang khusus di bawa ed. salah satu dari mereka adalah suruhan atau mata mata yang selama ini memantau mia dari jauh.
dia kagum. pantas saja bos nya sangat gencar.. nyonya mereka sangat cantik dan baik.
"Bik mar dan paman juga, jangan terlalu capek.. di sini dingin ya sejuk. oiya bik, besok pagi menu makan kita sup daging boleh gak" ucap mia tiba tiba request makanan.
"Tentu saja nyonya.." jawab bik mar tersenyum
"Ayo hubby.. aku ngantuk" ucap mia senang.
Ed mengangguk,
"Aku bikin susu dulu ya" ucap ed.
"Biar saya tuan muda, saya sudah siapkan air panas tadi" ujar bibik
"Makasih bik mar.. sayang, kamu tunggu di sini. aku hanya tinggal menyeduh..." ed berlalu ke dapur membuatkan susu buat mia.
Mia dengan patuh duduk bersama di sana. tak ada yang berani pergi duluan sebelum tuan dan nyonya.
"Bik mar, besok kita akan memetik strobery, aku tidak sabar.." celetuknya semangat.
__ADS_1
paman dan pengawal lain tersenyum.. mia terlihat sangat polos dan tulus. padahal dia istri dari bos besar di negeri ini.. tapi sifatnya sangat membumi.
"Bik mar, besok pagi sop untuk ku jangan di kasih sayur sayur yaa" ucap mia sedikit melirik ke dapur. dan itu sangat lucu bagi mereka yang duduk di sana.. padahal ed juga tak ingin memaksa mia makan sayur.
"Baik nyonya" jawab bik mar terkekeh
"Ayo sayang" ed datang membawa nampan di tangan dan menyuruh mia berjalan di depan.
"Kalian silahkan istirahat.. bik mar juga. turuti saja apa kata istriku" ujar ed..
Mereka mengangguk sopan.
suatu perubahan bagi sang tuan muda setelah menikah yaitu semakin peduli dan mau bicara dengan orang lain di sekitarnya.
Mereka senang.. karna ikut liburan ini. bisa rileks sebentar. mereka masuk ke dalam kamar yang fasilitasnya tak kalah mewah dari hotel di kota.
Ceklek!
"Baby, ini masih panas. hati hati yaa" ujar ed menaruh nampan pelan.
"Makasih hubby.. makasih papa" jawab mia senang.
Mereka naik ke atas ranjang duduk bersandar manja.
"hubby.. kebun strobery nya jauh apa dekat?" mia yang tak sabar menunggu esok bertanya banyak hal
"Aku tidak sabar.. besok fotoin aku ya by" ed mengangguk.
"Iya sayang, makanya supaya besok tenaga nya full kita tidur cepat ya.. susu nya di habisin dulu" ed dengan telaten melayani mia.
Mereka tidur saling berpelukan dalam selimut tebal.
***********
Besok nya.
"Hubby, ayo buruan..hish kamu lama sekali" kesal mia karna dari tadi ed sangat rempong bawain minumlah, snack lah.. kipas tangan lah.. topi bahkan payung buat mia. padahal tidak panas panas juga..
mereka menahan tawa melihat bos dingin itu di omeli sang istri. sungguh pemandangan langka.
"Pakai topi ini sayang, sepatu ini juga.. kamu gak boleh jauh jauh ya. ingat.. jangan capek capek, kasian si twin" jawab ed memakaikan topi buat mia dan buat dirinya.
"Iya.. kamu dari tadi malam bilang itu mulu. keburu di petik orang" gemas mia.
Ed tersenyum.. mana ada yang berani mengambilnya tanpa izin.
"Ayo sayang" ed menggandeng mia mesra.
__ADS_1
Bik mar juga ikut membawa minum.
3 pengawal juga khusus menemani di depan dan di belakang.. sia tuan muda posesif itu tak bisa di hentikan padahal hanya ke kebun bukan mau bertempur.
Mia membuka ponsel mengabadikan tiap momen indah di depan mata. sesekali dia selfi bersama ed.
"Woooah ini sangat luas.. siapa yang merawatnya??" mia begitu kagum melihat cantiknya tatanan strobery dalam pot yang rapih dan ranum
"Ada yang khusus merawatnya sayang, ayo, kita ke sebelah sana aja" ajak ed dengan hati hati memeluk bahu mia.
"Ini udah boleh di petik??" tanya mia. ed mengangguk.
"Semua??" ed kembali mengangguk gemas.
"Ayo kita ambil, yeei..." mia dengan semangat mengambil keranjang buah dan mulai memetik strobery yang sudah merah dan ukurannya juga besar besar.
"Mi.. sayang, ingat jangan di makan. nanti tunggu di cuci baru boleh di makan.. " titah ed membuat tangan mia yang sangat ingin mencicipi berhenti.
Mia menatap bibik dan 3 perjaga itu dengan senyum jahil
"Oke by" jawabnya kembali memetik. ini sangat menyenangkan.
"Bik, berdiri di sini.. pura pura fokus biar mia fotoin" ujar mia mengarahkan kamera.
mia memotret mereka. satu persatu.. ada banyak foto hari ini.
"Hubby.. sini"
"Pak, tolong fotoin aku sama suamiku" pinta mia sopan pada sang suruhan ed.
"Baik nyonya"
ed dan mia berfoto dengan gaya beda beda. ed sebenarnya tak suka foto.. tapi demi istrinya. dia bahkan mau melakukan pose pose aneh ini huft.
Mereka kembali memetik. mia tak ada lelahnya. bahkan ed sudah bosan.. dia hanya menemani mia supaya tidak jauh jauh dari nya.
Mata mia sesekali melirik ed.. dia melihat ed sedang lengah.
dia memasukkan satu ke mulutnya.
Pengawal yang menangkap kelakuan nyonya muda mereka menahan senyum.. itu sangat lucu.
Bahkan mia dengan sengaja berbalik lalu memasukkan satu buah lagi ke dalam mulutnya. mia sangat menyukainya.. langsung dari sumber nya. sangat enak dan manis.
Mia melihat bik mar dan 3 pengawal yang menangkap basah tingkahnya.
Ssst.. gumam mia meletakkan jari di bibirnya. anehnya mereka semua menurut. karna tak tega rasanya membuat bumil itu bersedih.
__ADS_1
BERSAMBUNG......