
Hari terus berlalu..
keharmonisan rumah tangga yang makin lama makin romantis. apalagi para bumil juga makin membulat. apalagi gaby, karna ada si kembar di sana. ukuran perut gaby tak kalah besar dari gia.
Beberapa bulan ini semua berjalan lancar. dan ada hal membahagiakan dari gaby.
Setelah mereka usg.. bayi kembar mereka sepasang. laki laki dan perempuan. makin melimpah lah sukacita di keluarga besar semua.
Sedang kandungan reni dan key sudah memasuki usia 9 bulan.
Si kembar sudah mengetahui beberapa kata. bahkan sudah bisa berjalan juga. kepintaran mereka tak perlu di ragukan. michael dan mighuel bahkan sudah bisa mengadu kepada mama papa nya.
"Mama.. dedek plinces pup" adu mighuel dengan mulut nya yang monyong
"oiyaa? princess pup? bentar mama bersihin dulu yaa" jawab mia tersenyum mengecek pempers baby kaila
Sedang michael lebih pendiam dari mighuel tapi dia sangat menjaga adik adik nya. walau dia terlihat cuek, tapi michael selalu bisa di andalkan sebagai kakak sulung.
Sedang naura si cantik. dia masih begitu lengket kepada si kembar. dia selalu menempel kepada mighuel dan mengganggu michael setiap ada kesempatan.
*'*********
Hari ini.
reni sedang di rumah sakit, tadi dia kontraksi dan rey langsung sigap membawa ke rumah sakit. sengaja ed memberinya wfh satu minggu ini.
Di luar ruangan orangtua reni menunggu dengan was was. ini pengalaman pertama, mereka akan menjadi kakek dan nenek.
Rey sengaja meminta mia dkk jangan datang sekarang, karena kasihan anak anak. lagian gaby dan gia hamil. pasti nanti mereka gak bisa istirahat kalau ikut ke sini.
"Kalau sudah lahir aja kalian datang dek" tutur rey.
reni sedang mengenjan dengan susah payah.. rey di sisi nya menciumi dan membisikkan kata kata cinta untuk menguatkan sang istri.
"Ayo sayang, iren.. sayang, dikit lagi" bisik rey tak tega melihat wajah reni yang meringis
Hinggaa
"Oeeeek oeeeek oeeeek" suara tangis melengking dari dalam ruangan membuat bapak dan ibuk langsung berdiri
"Cucu kita pak" ujar ibu menahan tangis haru
"Iya buk, cucu kita"
Di dalam ruangan.
"Selamat pak, putri bapak dan ibu lahir dengan selamat, semua lengkap. kami akan bersihkan lebih dulu" ujar dokter
rey menghela nafas lega. tadi sebelum reni tertidur dia sempat tersenyum
"Istri saya dok?"
"Istri bapak hanya kelelahan, sebentar akan di bersihkan perawat juga.. silahkan" ujar dokter ramah.
dengan harap harap cemas.
tangan rey gemetar menggendong putri nya untuk kali pertama.
di ruangan juga ada bapak ibuk. sedang reni akan di antar sebentar lagi.
__ADS_1
Ceklek!!
Reni tiba di atas brankas. mata nya sudah terbuka.
"Mas, anak kita?" tanya reni pertama kali melihat wajah suami nya
rey tersenyum menciumi wajah reni.
"Anak kita masih bobok tuh sayang, sangat cantik.. seperti mama nya. makasih udah melahirkan putri cantik kita mama" ujar rey mengelus wajah reni yang masih sedikit pucat.
reni tersenyum malu. dia sangat bahagia.
"Ren..." ibu dan bapak juga langsung memeluk putri sulung mereka. ibu dan bapak menangis haru. melihat putri mereka sudah resmi menjadi orangtua.
Malam ini mereka di sini. tapi bapak dan ibu akan pulang nanti, kasihan edo dan edi di rumah.
besok mereka kesini lagi, dan besok juga mia and the geng akan ke sini.
setelah rey mengirim foto putrinya di grup. ucapan selamat memenuhi obrolan grup.
*************
Besok nya.
Mereka semua di sini. mengunjungi reni dan putri cantik mereka.
"Selamat kak, selamat reni.. cepat pulih yaa" ujar mia meletakkan beberapa roti yang sengaja dia bawa
"Selamat reni, selamat david.." ucapan dari mama papa dan yang lain juga begitu hangat. beberapa perawat yang bertugas memeriksa keadaan baby dan reni bahkan ikut merasa hangat, kekompakan pebisnis nomor satu itu membuat mereka iri.
"Oiyaa siapa nama cucu yang cantik ini?" tanya mama mertua mia
Reni menoleh kepada rey.
yang lain terkekeh.
"Bagus nama nya. baby rayna" ujar mama elina gemas melihat si bayi yang masih merah tersebut.
Hari hari di lewati di rumah sakit, rey benar benar menjaga istri dan anak nya. bahkan tak jarang reni mendapati sang suami begadang.
"Sayang..." panggil reni
"Kenapa sayang? kamu butuh sesuatu? mau ke kamar mandi?" tanya si papa muda siaga
reni tersenyum menggeleng.
"Bukan. rayna udah nen dan udah bobok. jangan begadang lagi, sini tidur di sebelah ku" ujar reni menggeser tubuhnya pelan.
kebetulan ranjang nya juga ukuran besar. cukuplah buat mereka.
"Nanti kalau putri kita nangis?" tanya rey begitu posesif
"Gak apa, kan deket" jawab reni
rey akhirnya mendekatkan box putri nya dan dia ikut merebahkan tubuh nya di sisi reni.
"Sayang, masih sakit yaa?" tanya rey membenarkan selimut reni.
"Udah enggak kok sayang, makasih yaa udah jagain aku sama putri kita" jawab reni.
__ADS_1
itu tugas ku sayang, kalau mau sesuatu kasih tau ya. besok infus nya udah boleh di buka" tutur rey lembut.
Reni mengangguk mendekatkan wajah nya ke pelukan rey.
Betapa bahagia nya keluarga kecil itu menyambut anggota baru di keluarga mereka.
***********
Satu minggu kemudian. hal yang sama terulang.
di rumah sakit yang sama , hanya ruangan nya yang berbeda.
key melahirkan anak kedua bagi mereka.
Walau ini sudah anak kedua. david masih sangat panik, dia selalu tak kuat melihat wajah istrinya saat melahirkan anak mereka
45 menit.
Orangtua david di luar. gaby yang meminta nya. karna gaby tidak di perbolehkan alex ke rumah sakit malam malam hampir subuh begini
pecah bom dengan lahirnya putra bagi key dan david.
"Dav.. david, minum dulu, mama membuatkan susu hangat buat mu" ujar mama david
David terdiam. tapi tetap dia terima. dia tidak mau key sedih kalau dia mengeraskan hati ke orangtua nya.
"Keeeey.. astagaa, anak mu ganteng sekali. selamat yaa" puji mia saat mereka berkunjung bersama si kembar dan anak anak lain.
"naula puna dedek tecil, kakak" pamer naura ke si kembar.
"aku juga punya dedek plinces" jawab mighuel tak mau kalah.
Mereka tertawa melihat sesi memamerkan saudara masing masing.
David menggendong naura supaya bisa melihat si baby boy lebih jelas.
si kembar juga tak mau kalah.
"Gendong uncle" mighuel mengangkat tangan nya minta di angkat juga
"Tidul, ssst.. tidul" bisik mighuel melihat baby boy terlelap.
Saat mereka sedang asik. ponsel ed berbunyi.
"Apa?? aku kesana??" kaget ed dengan wajah panik dan khawatir..
"Hubby?"
"Sayang kamu di sini dulu kakek.. kakek" ujar ed terbata.
"Mia kamu di sini, aku ikut ayo" ujar alex dan zian langsung berlari.
"Semoga kakek gak apa apa.." gumam mereka khawatir.
BERSAMBUNG.......
gais, aku minta maaf ya aku. upload nya lama. dan satu bab aja.
aku lagi sakit. meriang pusing demam, pilek dan badan semua remuk.
__ADS_1
mana tenggorokan sakit dan leher tegang.
maaf yaaa