
"Kita bahas nanti ya, kita beli bunga untuk calon mertua ku dulu" ujar david tersenyum..
Key dan ron begitu bersyukur ada david yang menjadi keluarga mereka saat ini.
"Terima kasih Tuhan, Engkau kirimkan orang sebaik kak david untuk kami. semoga kak david dan kak key mendapatkan kebahagiaan" batin ron melihat david begitu antusias ke makan orangtua mereka.
Mereka tiba di makam orangtua key, mereka berdoa dan meminta restu seperti biasa. Key menangis terharu.. untuk pertama kalinya ada yang menemani mereka ziarah. biasanya hanya dia dan ron saja.
"Udah sayang, jangan nangis, kita kesini mau minta restu.. nanti ayah sama ibu ikut sedih" david membantu key berdiri.
"Mulai sekarang aku yang akan menjaga kamu sama ron. ayo.." key dan ron ikut. Ron sekarang lega... ada tangan besar dan kokoh yang membentengi kakak nya. dia lega.
"Ayah, ibu, doakan kak key dan ron bahagia yaa" batin ron meninggalkan makam.
******
Di rumah Key.
"Emang kamu masak key?" tanya david saat dia sudah memesan makanan dari grab
"Iya kak, tadi pagi.." jawab key jujur.
"Yaudah, nanti bawa aja kesini. kakak udah pesan makan buat kita biar gak mubazir"
"key, kamar mandi di mana?"
"Ayo kak." ron yang sedari tadi diam membawa david ke belakang.
10 menit.
"Ayo ron, sini.. kita makan dulu, kakak gak tau kesukaan mu apa, kakak hanya pesan yang biasa di pesan key" setelah makanan mereka tiba. ron kaget, ada beberapa menu yang di pesan. padahal mereka hanya bertiga. dari seafood ke daging..
"Aku bukan pemilih kak.." jawab ron ikut makan setelah key membuatkan nasi untuk nya dan untuk david.
Lagi lagi david tersentuh.. melihat key menunggu adiknya makan dulu baru dia dengan tenang ikut makan.
Gadisku.. batin nya tersenyum.
Ron sangat menikmati makan ini, karena suasana hatinya juga sedang bahagia.
"Key, kamu suka ini kan? ini.." david menyodorkan makanan pada calon istrinya.
Ron tersenyum.. dia bahkan belum pernah pacaran. tapi dia ikut berbunga bunga hanya melihat pemandangan begini saja.
Tak terasa makanan telah berpindah dari piring ke perut.
"Kakak banyak banget sih pesennya.. ini msih sisa banyak" ujar key merapikan makanan mereka.
__ADS_1
"Kan nanti bisa di panasin key" elak david menyengir kuda.
Key akhirnya membawa makanan yang sisa yang belum tersentuh. karna david benar benar membeli lauk cukup banyak.
"Oiya ron.. kamu ke sekolah naik apa?" tanya david tiba tiba.
"Naik angkot kak, kalau enggak naik grab.." jawab ron seadanya. david manggut manggut.
"Kamu bisa bawa motor?" tanya david lagi. tepat saat key datang dari arah belakang.
"Bisa kak.. soalnya suka gantian sama teman kalo mau kemana mana" jawab ron,
"Sebelum kakak ada mobil itu, dulu kakak punya motor, tapi bukan motor keren dan besar. Kamu mau?" tawar david pelan
"Buat apa kak?" tuh kan key pasti menyela batin david..
"Dari pada gak di pake key, padahal kan lumayan buat ron.. aku juga bingung mau di apain. masih beberapa kali aku pake.. aku bingung kasih ke siapa" david berusaha supaya key dan ron mau menerima.
"Emang gak apa apa?" tanya key akhirnya.
"Tentu saja" jawab david cepat.
Ron menatap kakak nya. key menghela nafas, lalu mengangguk pada ron.
"Makasih kak.. " jawab ron senang. Dia juga awalnya tak enakan. tapi dia juga senang.. akhirnya punya motor sendiri.
"Oiya ron, aku bawa key keluar sebentar ya.." izin david membicarakan sesuatu.
"Iya, nanti motornya aku suruh di antar besok pagi.. dan,
jangan di tolak. sekarang kalian sudah jadi tanggung jawab kakak. Jangan minta sama key lagi, ya. mulai sekarang uang bulanan mu dari kakak. tunggu kakak buatkan kartu. ini cash dulu" david menyerahkan uang pada calon adik iparnya.
"Kak?" key ingin menyela. tapi david menggeleng.
"Apapun yang kamu butuhkan dan masalah ke depan, cerita sama kakak"
Ron sangat terharu.
"Ini kebanyakan kak" lirihnya.
"Gak apa apa.. kakak tau kamu bijak, pakai lah membeli keperluan mu. Sisa nya bisa kamu tabung. Udah ya ron.. byee" david membawa key yang masih ingin menyela. tapi david tak kasih waktu.
Key dan david masuk ke dalam mobil. tangan key tak lepas dari david. dari tadi key menatap david penuh arti.
Sebenarnya.. key sudah mendengar dari cerita mia. Garis besar bagaimana pedih nya perjalanan hidup kak david. Dia juga bukan orang yang naif.. dia tau apa yang di lakukan oleh david itu tidak merendahkan nya.. itu karna david benar benar ingin keluarga yang utuh dan penuh kasih.
"Kenapa liatin kakak gitu?" tanya david mengalihkan wajahnya balik menatap key.
__ADS_1
"Gak papa.. tapi jangan manjain ron ya kak.." ucap key lembut.
David tersenyum, dia kira key akan protes.. untung saja.
"Tidak ada yang manja, kakak hanya menjalan kan tugas aja"
"Tapi kan kita masih 2 minggu lagi nikahnya"
"Gladi resik dulu yank.." canda david malah dapat cubitan di perut.
"Aaw.. sayang, sakit" rengek david pura pura. membuat key berdecih. dia tau itu akal akalan david aja.
"Kita ke mana kak?" key mengalihkan pembicaraan.
"Ke taman deket sini.." mereka membelah jalanan yang cukup ramai. dan memarkirkan mobil di bawah pohon rindang.
"Bentar, kakak pesen minum dulu.." david menyuruh key di dalam mobil saja. dan dia yang keluar beli minum.
Bukan apa apa.. tadi, david ingin mereka minum dan mengobrol di taman atau di cafe sebelahnya.
tapi,
tak sengaja david mengetahui dan mengenali mobil yang ada di belakang mereka. itu mobil ibu nya.. dia sudah menduga itu. merek tak akan diam saja.
Ceklek!
"Ini yank.. " david masuk lagi membawa dua minuman dingin di tangan
"Makasih kak" jawab key.
"Panggilan nya di ubah dong key, masak calon suami di panggil nya kak.. sama dong aku sama kakak kakak yang lain" gerutu david, key terkekeh gemas melihatnya.
"Kakak mau di panggil apa?" key balik bertanya.
"Terserah kamu yank, yang penting jangan kakak lagi" david memperhatikan mobil tadi. berhenti tapi tidak keluar. dia tersenyum remeh.
"Iya deh, nanti key pikirin.. sekarang key mau nanya. apa yang pengen kakak omongin?"
David meletakkan minuman nya. dia menggeser duduk hingga menghadap pada key. dia memegang bahu key lembut.
"Key, kamu jangan tinggalin kakak ya? apapun yang terjadi jangan tinggalin kakak hem??" david menatap key serius.
"Kenapa kakak tanya begitu?"
"Key, kakak tau bagaimana keluarga sanjaya. mereka tak akan diam. bahkan kemarin papa minta aku menikah dengan rekan bisnis saja.. dan mereka jauh lebih gila di banding yang kamu pikirkan"
Key diam mendengarkan. tak ada wajah kaget sedih atau lainnya. dia terlihat santai.
__ADS_1
"Apa kakak akan meninggalkan ku?" tanya key menatap manik david.
BERSAMBUNG....