
Acara perpisahan lebih dulu dengan ramah tamah.
Gia berjalan mencari kursi kosong.. dan satu mata tak lepas menatap nya diam diam. zian melihat gia datang bersama teman nya dan duduk di meja berbeda.
Zian melihat gia banyak bercanda bersama rekan nya yang lain. apa tidak berhasil? pikirnya. malah dia yang uring uringan.. sedangkan gia baik baik saja.
"Dokter gia, boleh kita berfoto?" rony datang mendekati gia.
dia melihat sebentar. dia menangkap tatapan tak suka dari zian. tapi ini acara perpisahan.. tak baik meninggalkan kesan buruk.
"Boleh pak" ujar gia lembut dia berfoto bersama pak rony.
jangan tanya hati pria di kursi sana begitu terbakar. matanya menatap kesal ke arah gia dan rony. tapi gia bodo amat. lalu mereka juga berfoto foto dengan rekan yang lain. hanya zian yang diam menatap dengan tanpa ekspresi.
Acara berlangsung beberapa jam.. penyerahan dana bantuan bagi warga dan juga penghargaan bagi semua relawan. hingga acara penutup adalah makan malam.
Gia antri mengambil prasmanan bersama yang lain.
Setelah mengambil makan dan sop buah, gia berjalan..
tapi,
"Dokter gia, ayo makan bersama kita" ajak dokter lulu dan yang lain di meja yang sama..
"Eh.. iya makasih dok, aku di situ aja ya." jawab gia tersenyum sopan.
Gia makan dengan teman nya.. sesekali mereka berbincang entah apa sampai tertawa lepas begitu. sedangkan zian tak selera makan. dia yang memulai.. dia yang kena getahnya
Sampai acara selesai.. rony terlihat ingin mendekati gia tapi zian langsung berjalan lebih dulu.
"Dokter gia.." panggil rony sedangkan tangan gia saat ini di genggam oleh zian.
Teman gia tersenyum lucu.. gia terlibat cinta segitiga.
"Maaf ya pak rony, saya ingin berbincang dengan kekasih saya" ujar zian tegas dan keras. hampir semua mendengar kata kekasih itu.
"Cieew cieee cinlok.." goda yang lain
"Wiwiuuut.. "
"Uwuu cintaku bersemu di posko relawan" goda yang lain membuat gia malu.
kekasih apaan?? dia menarik tangannya tapi kekuatan zian lebih kuat. sedangkan rony kalah.. gia tak menolak zian. berbeda jika bersama nya. gia seakan ingin menghindar.
rony sadar diri, dia tidak punya tempat di hati dokter gia..
Setelah membawa gia ke arah luar, tidak ada orang di sana. zian melepaskan tangan gia.. gia mengusap usap pergelangan tangannya kesal. zian selalu suka suka padanya.
"Maaf" ucap zian merasa kasihan, tangan gia tampak sedikit memerah.
"Ada apa? aku mau ke dalam lagi" gia tak menanggapi, dia malah balik bertanya. bagi nya zian tidak bersungguh sungguh.. dia tak serius.
Zian menatap gia, tapi gia hanya melirik tempat perpisahan yang sebentar lagi bubar.
"Besok pulang sama aku" kata zian membuat gia mengernyit heran.
"Kenapa?? aku balik bareng yang lain" ujar gia terkekeh sinis.
__ADS_1
"Pokoknya besok pulang sama aku." titah zian tegas.
"Kenapa kamu sangat egois? melakukan apapun sesukamu tanpa mempedulikan perasaan orang lain?" semprot gia mengeluarkan kekesalannya.
"Plis.. kali ini aja. besok aku tunggu di depan" ujar zian memelankan suara.
"maaf, kamu bisa pulang bersama teman mu yang lain atau dokter lulu" ujar gia membuat zian sedikit mengangkat sudut bibirnya. boleh kah dia beranggapan kalau dokter gia sedang cemburu?
"Tidak. aku mau pulang bersama mu. aku tunggu besok" ucap zian lembut.
"Terserah." ucap gia menjauh. dia tak mau lagi terpengaruh akan ucapan ucapan zian.. baginya zian tidak konsisten. katanya suka. cihh...
Acara perpisahan banyak yang menggoda zian dan gia. zian hanya tersenyum sedangkan gia sesekali menyangkal dan sisanya diam. dia bingung menjelaskan.
Zian hanya memandang ke arah gia.. dan gia menyadari itu.
"Cie.. kamu di liatin babang tentara dari tadi" goda teman gia.
"Apaan sih, itu gak ada" sangkal gia mengalihkan pandangan.
Sampai acara selesai dan foto bersama. akhirnya acara selesai. semua relawan kembali ke posko masing masing. besok pagi mereka akan pulang.
*************
Besok pagi nya.
Gia tak mengindahkan ucapan zian tadi malam. dia membawa kopernya menuju mobil rombongan.. hanya beberapa orang yang membawa mobil pribadi. salah satunya zian.
"Eh... lepasin" pekik gia karna dengan santainya zian menarik kopernya dan membawanya ke arah mobilnya. zian tak mendengar gia.. ternyata gia keras kepala juga.
"Ck.. keras kepala" ejek zian menarik semua pegangan gia dan memasukkannya ke dalam mobilnya.
Gia menghela nafas.. dia tak bisa menang melawan pria plin plan di depan nya.
Ucapan perpisahan singkat dari relawan dan warga.. akhirnya mobil rombongan berangkat, di susul oleh mobil yang lain. zian dan gia di belakang.
Selama di perjalanan gia tak membuka suara. dia masih kesal.
Karena gia tidak mau turun untuk makan, zian mengalah. dia membeli minuman dingin buat mereka.
Gia sebenarnya berdegup. apalagi zian tak se menyebalkan biasanya. zian sangat lembut padanya. tapi dia meneois nya. dia masih mengingat zian mengacuhkannya dan beralih ke dokter gia. cih..
Gia menoleh saat tangan zian dengan sengaja menyentuh tangannya. zian langsung menggenggamnya saat gia hendak menarik nya.
"Bagaimana jawabanmu?" tanya zian to the point
"Jawaban apa??" tanya gia menoleh
"Aku menyukaimu. aku menunggu mu menjadi kekasih ku. bagaimana jawabanmu??" jelas zian bersabar.
Tiba tiba gia terkekeh sinis.. dia tidak mau percaya. dia gak mau sakit seperti kemarin lusa itu.
"Maaf.. aku tidak bisa" jawab gia santai. zian langsung mencari tempat sepi dan meninggirkan mobil. menghela nafas kasar. dan mengahdap ke arah gia.
"Kenapa?" tanya zian melepas seatbelt. dia tak tau akan menerima penolakan pagi menuju siang ini. padahal dia yakin gia merasa cemburu pada nya.
"Loh.. gak apa apa" jawab gia santai. tapi tak tau kenapa dia juga tak rela menolak zian. aneh sekali.
__ADS_1
"Lihat aku..!" zian membawa bahu gia supaya menatap padanya
"Apa sama sekali tidak ada perasaan untukku di sini?" tanya zian lembut. gia hampir terbuai.. karna zian begitu lembut hari ini , dan tampan.. akkh.. gia bisa gila.
"Untuk apa?? kenapa kamu tidak mengajak dokter lulu saja?? cih" gerutu gia. zian tersenyum
"Kamu cemburu??"
"Ce cemburu?? tidak mungkin" kilah gia mengalihkan pandangan. tapi zian kembali membawa dagu gia ke arahnya.
"Maaf.. aku tidak punya perasaan apapun dengan doker lulu atau yang lain." jelas zian.. tali gia tak percaya.
"Aku melakukan itu ingin memastikan perasaan mu."
"Bagaimana?? jujur padaku kali ini saja.. kalau memang tidak. maka aku akan mundur" ujar zian.. gia menoleh, dia tak rela. tapi. dia juga tak tau mau bilang apa.
"Apa kamu cemburu saat aku malah mengajak dokter lulu saat itu?" tanya zian lembut
"Tidak tau" jawab gia pelan. dia hanya merasa kesal
"lalu bagaimana perasaan mu saat itu?" tanya zian
"Hanya kesal, dan sakit" ujar gia lirih..
zian tersenyum..
"Itu namanya cemburu. aku juga merasakan itu saat rony mengajak mu berfoto" jelas zian
Gia menatap zian. apakah dia cemburu? ah malu sekali.
"Bolehkah aku menganggap kamu menyukaiku??" tanya zian
"Ayo pulang" ujar gia merasa wajahnya panas.
"Jadilah kekasih ku" ucap zian tak menjawab gia
"apa kamu tidak punya pacar lain?" tanya gia polos.
pletak!
"Aww.. sakit hish plak" gia memukul pelan lengan zian..
"Lagian pertanyaan aneh apa itu" kesal zian
"Aku hanya baca di status orang, katanya emang polisi dan tentara suka begitu " jelas gia
Zian geleng geleng kepala. itu memang sudah banyak di percaya orang orang. tapi dia tidak begitu.
"aku tidak peduli. aku tidak begitu.. aku hanya menjadikan kamu pacar dan menunggu mu siap ke jenjang lebih serius" jelas zian membuat gia tersentuh. dia sedang di lamar??
Gia menatap manik mata zian.. tak ada kebohongan di sana.
"Aku serius menyukaimu. jadilah pacarku.. hem??" ulang zian mengelus pelan tangan gia.
Gia mengangguk. dia malu sama berondong. aduuh malu nya nanti dia pada alex.. alex akan jadi kakak iparnya. astagaa hahahaha
BERSAMBUNG .......
__ADS_1