
Saat memastikan keadaan mia memang baik.. sekalian juga dokter gia meresepkan vitamin buat key..
Mereka masih di sana hingga siang, lalu kemudian mulai pulang ke tempat masing masing. termasuk zian dan dokter gia yang harus kembali ke posko relawan.
Selama di perjalanan..zian sudah tak se panik tadi. dokter gia begitu takjub akan betapa harmonis dan besarnya kasih sayang anggota keluarga winata.. dia diam diam tersenyum. pasti menyenangkan punya saudara karena dia hanya anak tunggal.
"Kenapa senyam senyum sendiri" ujar zian mendapati dokter cantik itu tersenyum dari tadi. aneh.. pikirnya.
"Tidak apa apa. kenapa kau tidak pernah sopan saat memanggilku. aku teman alex.. harusnya kau memanggilku kakak" sombong gia
"Cih.. hanya beda dua tahun saja belagu" jawab zian cuek.
Dokter gia menatap kesal prajurit bertubuh tegap di sampingnya. menyebalkan.. gumamnya.
Selama di perjalanan.. mereka saling diam, tak ada yang membuka topik. zian juga gengsi. sedangkan dokter gia hanya menggerutu sendiri karna sifat alex berbeda jauh dari zian. zian susah di tebak. dingin dan datar lagi, tidak bisa di ajak bercanda.
Hingga mereka sudah sampai.
"Terimakasih" ujar zian karna tadi dia langsung membawa dokter gia tanpa penjelasan.. wkwkwkwk terlalu panik.
"Sama sama adik" jawab gia bercanda. tapi zian tak suka mendengarnya.
Dokter gia melepas seatbelt dan hendak membuka pintu.
tapi,
Hap!
CUP
Zian menempelkan bibir nya ke bibir dokter gia dan menahan gerakan tangan gia.
Dokter gia kaget. jantungnya hampir copot, belum lagi matanya masih melotot. kaget. ciuman pertamanya.
Karna tak mendapat penolakan.. zian menggerakkan bibirnya sebentar. lalu dia sudahi.
Zian tersenyum menyeringai.. dia berhasil membuat dokter gia bungkam dan masih melongo.
"Jangan pernah memanggilku adik" bisik zian membuat dokter gia tersadar. dokter gia langsung mengambil tas dan peralatannya dan keluar cepat. dia tak tau bagaimana menyikapi ini.
Dokter gia berlalu cepat. dia ingin menghilang.. kenapa dia diam?? kenapa tidak melawan?!!
Zian melap bibir nya lembut. dia terseyum.. dia mulai merasa ada ketertarikan pada dokter gia. apalagi melihat dokter gia dengan pakaian lengkap memeriksa mia dan key. mata zian tak bisa menyangkal betapa cantik dan sexy dokter teman kakak nya itu.
"Kau sudah gila zian" gumam zian keluar dengan santai. dia tersenyum seperti memenangkan sebuah lotre.
*************
Sedangkan hubungan gaby dan alex masih abu abu. gaby dengan gigih masih mendekati dokter alex.
Alex sudah di rumah sakit dan gaby di minta david menemani key di apartemen.
Alex tak bisa melupakan kejadian tadi malam. dia geleng geleng kepala.
"Dasar anak kecil" gumam nya kembali bekerja.
Flashback on..
__ADS_1
Mereka semua menginap di rumah ed dan mia. karna ada banyak kamar di sini. kamar gaby ada di sebelah kamar key dan david.
Saat semua sudah masuk ke kamar.. gaby sedang membaca baca isi pesan teman satu SMA nya. ada info untuk gabung kuliah di luar negeri. dia bimbang.. dia bingung jurusan yang dia sukai apa.
"Huft.. nanti aja deh" gumam nya membawa ponsel ke belakang. dia haus ingin minum. kebetulan kamar tamu ada di lantai bawah. jadi dekat dapur.
Saat gaby sedang duduk sendirian. dia sedang bingung, apa dia kuliah saja? tapi dia tak tau apa cita cita nya.
"Kheem.." dokter alex yang memperhatikan gadis itu dari tadi berdehem. sontak gaby menoleh.
"Dokter belum tidur?" tanya gaby tersadar dan langsung mematikan ponselnya.
"Iya. kamu ngapain masih di luar. udah malam bukannya tidur malah ngelamun" ujar alex.
"Cie.. dokter khawatir ya sama aku" goda gaby senang.
"Tidak. aku hanya tak mau kamu kesurupan" jawab alex berkilah. gaby berdecih sebal.
Mereka berdua duduk bersama.. hening. alex sampai heran ternyata gadis berisik itu bisa kalem juga.
"Hei.. jangan diam. kamu menakutkan kalau diam begitu" ejek alex memecah keheningan.
"Aku sedang bingung dokter"
"bingung kenapa?" tanya alex
"Dokter gak mau nikah sama aku?" tanya gaby serius..
jtak!!
"Jangan di jitak dong, di cium dong" ujar gaby tersenyum. alex geleng geleng kepala.
Entah kena sambet apa. tiba tiba.
Cup
Gaby mengecup bibir alex. alex seperti gadis perawan karna kaget. wkwkwkw
Gaby tersenyum dan hendak masuk ke kamarnya. tapi...
"Kau yang memancing" ujar alex malah terbawa suasana dia menarik tangan gaby dan mencium bibir tipis milik gaby. sedikit di gerakkan atas bawah. gaby belum berpengalaman tapi dia menikmati lu*matan dan hisapan basah di bibirnya. dia memeluk dokter alex dengan nafas memburu.
Setelah bibir mereka terlepas. gaby tak menyangka kalau alex akan menciumnya. boleh kah dia berharap??? apa usahanya berhasil???
"Dokter harus tanggung jawab. itu ciuman pertamaku" ujar gaby langsung lari ke kamarnya. dia tak tahan lama lama di sana. gaby memegang dadanya karna jantungnya berdetak kencang.
Gaby menggigit bibirnya menahan senyum. ternyata begitu rasanya berciuman.. enak. gumamnya.
Gaby melompat ke ranjang dan berguling guling seperti orang bodoh. dia yang selama ini tak ada malu, tiba tiba malu.. akkkh.
Tak jauh berbeda dari gaby
alex juga memegang dadanya.
Dia tak menyangka malah akan menarik gaby dan menciumnya mesra.
Alex geleng geleng kepala langsung mengambil minuman dingin.. dan berlalu ke kamar. dia harus istirahat.
__ADS_1
FLASHBACK OFF..
Sepertinya kisah cinta dari dua kakak tampan kesayangan mia sedang bersemi dan sedang membuka jalan cerita.
Kalau mia tau apa yang terjadi, pasti si bumil cantik itu akan sangat heboh dan mengadu kepada mama dan papa. untung saja mia tak tau.
Setelah semua orang sudah kembali. ed mendekati mia.. walaupun mia tak menjawab tapi ed dengan setia menemani mia.
dia libur lagi.. bos bebas..
Tangan ed dari tadi tak bisa berhenti mengelus perut mia yang sudah punya respon karna anak anaknya suka nendang sekarang..
"Jangan kencang kencang ya anak anak papa.. kasian mama" ucap ed pelan pada perut mia.
"Sayang.. kamu mau sesuatu?" tanya ed lembut. mia menggeleng.. dia sedang membuka ponselnya. dia merencanakan sesuatu tanpa di ketahui siapapun.
"Sayang.. maafin aku plis.. jangan diem terus sayang. aku menyesal mi.. aku malah memarahi mu padahal kamu nungguin aku.. maaf sayang" mohon ed.
"Aku tidak mau kamu kenapa napa, makanya aku tak bisa menahan diri saat tau kamu memasak sebanyak itu. tapi aku malah melukaimu sayang. ucapan ku saat itu hanya karena emosi sesaat mi, aku tidak bermaksud membentak mu begitu."
"Aku janji tidak begitu lagi sayang.. aku tidak suka begini. jangan acuhkan aku sayang."
Mia melihat tatapan memohon suaminya. apa hukumannya sudah cukup ya, pikir mia.. dia juga jadi kasihan.
"Mau kemana?" tanya ed karna mia hendak berdiri.
"Mau minum" jawab mia akhirnya buka suara. ed langsung berdiri.
"Aku aja sayang.. bentar" ed mengambil minum buat istrinya.
Ting!
"Semua sudah siap.. Kejutan akan meluncur " isi pesan masuk ke ponsel mia. mia tersenyum.. ed menatap penuh selidik. siapa yang mengirim pesan sampai istrinya tersenyum manis begitu.. posesif nya tidak bisa hilang.
"dari Siapa sayang?" tanya ed penasaran.
"Bukan siapa siapa" jawab mia santai.
Ed malah berpikir yang tidak tidak. istrinya makin cantik akhir akhir ini.. bagaimana kalau ada pria yang mendekati istrinya.. awas saja akan ed patahkan kaki nya.
Ed dengan posesif langsung memeluk mia.. tidak boleh. mia hanya miliknya.
Mia tersenyum tipis. dia membiarkan ed memeluk dan sesekali menciumnya.
Cup
cup
Ada banyak kecupan dari ed untuk mia. seolah memberitahukan bahwa mia dan si kembar adalah miliknya.
"Baby.. marahnya jangan lama lama ya, aku menyesal sayang.. aku akan lakukan apapun keinginan kamu sama si twin. aku salah sayang" bisik ed di telinga mia.
"Hem." dehem mia tersenyum.
Ed memeluk mia, menghirup aroma harum tubuh mia. dia cium cium setiap sisi nya. penuh cinta..
BERSAMBUNG...........
__ADS_1