
Saat di rumah sakit. baik ed maupun david memilih bungkam. mia dan key juga seolah tak punya keberanian melihat wajah suami mereka.
Alex tinggal di rumah sakit. sedangkan gaby memilih ikut bersama key.
Mia dan key saling melirik sebelum masuk ke mobil.. seolah mengatakan.
"Semoga baik baik aja"
Di dalam perjalanan ed diam. menyetir dan mia juga diam. memilih melihat jalanan dari sisi jendela kaca sebelah kiri nya.
Sesekali mia melirik tapi ed masih sama. wajahnya datar dan tatapannya hanya ke depan. tangannya biasanya menggenggam tangan mia atau mengelus si kembar. tapi tidak kali ini. mia melakukan kesalahan besar.
Sampai di rumah. ed turun di susul mia. mia berjalan pelan mengikuti kaki lebar suaminya. sapaan bik mar pun tak sempat di balas lagi oleh ed.
"Bik, kami langsung ke kamar ya.." ucap mia menahan dag dig dug di jantungnya. belum pernah ed seperti ini.
Ceklek!
Hening.. diam.
"Hubby." panggil mia
"Aku ingin mandi" ujar ed berdiri. mia menghela nafas.. dan mengambilkan baju ganti buat suaminya.
dia juga memilih mandi juga. lengket dan tadi mereka dari rumah sakit. mia juga mandi setelah suaminya selesai.
30 menit. mereka berdua diam di dalam kamar.
Ed seakan meredam kekesalan panik dan kemarahan dalam hati dan pikirannya. selama ini dia selalu menasehati istrinya penuh kelembutan.. sepertinya sekarang dia harus memberi gertakan supaya istrinya tau betapa bahaya nya tadi aksinya bagi si kembar.
"Hubby..." panggil mia memegang tangan ed. dia menunjukkan wajah memelas.
"Maaf" tambah mia.
"Kamu tau apa salah mu?" tanya ed. tak ada panggilan sayang. apalagi baby. tak ada.
Mia mengangguk.
"Tadi key menghubungi aku, dia mencoba test pack pagi ini dan hasilnya posistif, makanya aku menemani nya di rumah sakit." jelas mia
"Kenapa tidak izin?? selama ini apapun kemauanmu selalu aku turuti, apapun!"
"Apa susah nya minta izin? kamu juga hampir mencelakai si kembar karna menemui si bella" ucap ed sedikit meninggikan suara.
mia menunduk. dia akui dia salah.
"Maaf by, tapi kami tidak tau akan ketemu bella, dan kami juga baik baik aja by" jawab mia takut takut.
"Mia.. kenapa kamu keras kepala? saat ini yang harus kamu jaga tidak hanya diri mu. dia dalam perutmu ada 2 nyawa. kenapa malah meladeni bella? sudah tau dia gila.. kali ini bisa saja kalian selamat. lain kali??" bentak ed meluapkan kekesalan nya.
mia menangis tertahan sambil menunduk. dia tak tau akan sesedih ini saat di bentak oleh ed.
__ADS_1
"By maaf.. lain kali, aku janji gak akan kekgitu lagi" ucap mia menggenggam erat lengan ed.
"Aku sangat panik, sangat panik. aku meninggalkan rapat dan berlari mengendarai mobil sambil mengumpat. aku takut.. tapi.. aaaarrrghh" ed mengusap rambutnya kasar.
"Apapun yang aku ucapkan itu semua demi kebaikan mu dan si kembar. Tolong, mia demi si kembar kurangi keras kepala nya. jangan suka ngeyel.. kamu tidak menghargai aku bahkan hanya untuk minta izin saja kamu tidak mau"
"Bukan begitu by, bukan.. aku .. aku, menghargai kamu hiks.. hiks.. maaf.." mia menangis tak bisa menahannya lagi .
"Udah. kamu istirahat. aku mau kerja" ucap ed dingin. dia tinggalkan istrinya merenungi kesalahannya.
"by.." panggil mia tapi ed sama sekali tidak menoleh.
mia menangis mengelus elus perutnya.
"Maafin mama yaa.. papa kalian benar, mama keras kepala" gumam mia menangis tergugu.
Di ruang kerja.
"Tarik semua, jangan biarkan atmaja menginjakkan kaki di perusahaan manapun. rumah dan semua fasilitas tarik semua.." tut.
Ed memijat keningnya. dia sebenarnya tak tega membentak mia. tapi dia hampir membunuh orang tadi karena takutnya. kalau saja mia kenapa napa, mungkin ed akan langsung membunuh atmaja dan keluarga nya. untung saja semua baik baik.
tapi ini lah yang akan di tuai oleh atmaja. kehancuran..!!
.
.
.
Rian.. menghela nafas. dia diam. dia biarkan. dia merasa ini adalah karma bagi keluarganya. dia akan pergi dari kota ini.. dan mencoba hidup dengan baik dari 0. tanpa keluarga atmaja.
Setelah atmaja dan rian tau siapa dalangnya. dan apa alasannya. atmaja langsung bergegas ke rumah. sedangkan rian.. memilih mengemasi barangnya. dia akan pergi tanpa di ketahui keluarga nya. dia capek.. punya keluarga toxic. dia lelah.
Atmaja hampir menabrak di jalanan. tapi dia tak peduli dia membuka asal dasi dan kemeja nya. semua tak ada gunanya lagi.
Dia menuju rumah keluarga. dan pasti sebentar lagi akan di sita.
Bruk?!!
"Pa papa" ucap mama lia pada suaminya. dia melihat bella tadi pulang dengan wajah acak acakan dan ketakutan.
"Di mana anak si*alan itu!??" bentak atmaja dadanya naik turun menahan gejolak kemarahan.
"ada apa pa?" tanya istrinya
"Di mana bella????" bentak atmaja lagi.
"Pa, bella baru pulang, lagi bersih bersih, ada apa.. jangan langsung marah marah' ucap istrinya dia tak tau kehancuran sudah di depan mata.
PLAK!!
__ADS_1
"Jangan marah marah katamu, gara gara putri si*alanmu itu aku kehilangan semua. perusahaan rumah mobil dan semua tak bersisa! jangan marah marah katamu?" atmaja malah menampar istrinya.
Istrinya kaget. dia tak tau apa apa.
Atmaja berjalan ke arah kamar bella. tapi mama lia menahan. membuat atmaja semakin murka.
Plak!!!
"Mamaaa" bella akhirnya keluar karena mama nya mendapat pukulan akibat kesalahannya.
"Bell jangan ke sini sayang" ucap mama nya. tapi bella tetap maju, mama nya sudah terduduk dengan wajah merah dan sudut mulut nya berdarah.
PLAK!!!
PLAKK!!
"dasar bodoh.. tak berguna. harusnya dari dulu aku membuang mu. si*alan" umpat atmaja
"Pa.. sudah pa, kasihan bella"
"Kasihan?? sekarang kalian jadi gelandangan bodoh. kasihan??? hahahahah" atmaja sudah hampir gila.
Bella menangis. dia menyesal. menyesal tua tiada guna.
Saat atmaja hendak memukul bella lagi. tapi di tahan oleh mama lia.
"Aku akan mengurus perceraian!!!"
Deg!!
Ini jauh lebih sakit dari pukulan bagi bella dan mama nya. mereka di buang.
"Pa.. papa maafin bella pa, marah sama bella pa. mama tidak salah" ucap bella sambil menangis.
"Sudah berkali kali ku ingatkan padamu bodoh, jangan mengganggu mia lagi. tapi kau menghancurkan keluargaku. warisan keluargaku lebur karna kebodohanmu"
"Sebentar lagi semua ini akan di sita. aku akan mengurus perceraian. aku tak butuh orang seperti kalian. aku capek. pergilah.. " ucap atmaja melemah. dia seakan sudah tak punya tenaga. dia terduduk tak berdaya.
"Pa..."
"jangan memanggilku papa.. kau dan ibu mu pergi jauh. jangan menggangguku. aku menyesal.. sebentar lagi pasti surat dari pengadilan akan datang" ucap atmaja terduduk lemas.
Bella dan mama lia menangis.. mereka hancur. karena kesombongan mereka. tak ada kerabat yang suka kepada bella dan mama lia. bahkan dari pihak keluarga mama nya bella pun tak ada yang menyukai mereka.
Hancur sudah..
semua...
tak bersisa...
Atmaja berakhir.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........