
David pulang lebih awal. dia sudah mengabari alex kalau dia akan menyusul bersama key. rey juga akan menjemput reni. anak anak mereka tinggalkan di rumah.
Tin...!!
"Itu pasti papa nya anak anak" ujar key merapikan pakaian nya dan segera keluar.
David masuk dan mendapati orangtua nya bersama naura dan rafa.
Sanjaya menatap david tapi david sama sekali tidak menoleh. dia hanya ingin menuju istri nya.
"Sayang, kamu gak ganti baju dulu?" tanya key
"Langsung aja sayang, kita tidak lama kok. ambilin aku minum dong yank, haus" ujar david hanya ingin melepas jas dan sepatu jadi sendal yang lebih santai saja.
"Iyaa sebentar" key segera mengisi air minum ke dalam botol minum untuk di bawa ke mobil.
"Mama.. papa, key titip anak anak dulu ya. kami mau menjenguk kak gia lahiran" izin key
David diam saja.
"Iya nak. hati hati" jawab mama tersenyum ketir
Jujur saja rasanya sakit, melihat david setiap hari, tapi david sama sekali tidak memandang mereka. begini kah rasanya di abaikan??
Sanjaya mengelus bahu istrinya. tau apa yang sedang di pikirkan.
David menggandeng key dan mereka segera keluar.
Sanjaya merasa sakit di ulu hati nya. jelas sekali kalau kehadiran mereka di sini hanya karena key. dan david hanya menghargai keinginan keysha.
************
Di rumah sakit.
mereka sudah di sana.
rey dan reni juga.
"Miaa" panggil key
"Key, loh naura sama rafa di mana??"
"Di rumah, sama mertua ku" jawab key memelankan suaranya menyebut mertua.
Mia mengangguk angguk.
"Kak gia udah selesai??" tanya key
"Udah.. ponakan kita laki laki. hihihi.. lagi di bersihkan, katanya kak gia juga bentar lagi akan di antar ke sini" jelas mia.
Ceklek!!
Sus menyerahkan baby boy dalam box bayi. bayi yang masih terlelap dan merah. terbungkus kain.
"Woooah.. cucu oma" sahut mama elina bahagia melihat wajah cucu nya. sangat mirip zian
Papa gia dan mertua mia juga di sana.
"Mirip nak zian ya besan?" tanya mama pada mama elina
"Benar.. itu hidung nya dan bibir nya mirip zian semua. pasti gia akan sedih, mengandung 9 bulan tapi gak mirip gia" canda mama elina membuat mereka terkekeh
Tak lama, gia juga sudah di antar ke dalam. tubuhnya masih lemah. tapi sudah sadar.
zian langsung mengambil alih mendorong brankas gia.
"Gia.. selamat nak, sudah menjadi ibu. cucu mama makin banyak. dan bentar lagi nambah dua" ucap mama menoleh kepada gaby yang sedang duduk sambil memegang cemilan.
"Maaksih maa"
__ADS_1
"Kak gia selamat ya, cepat pulih kak" ujar reni juga tak kalah ramah.
"Papaaa" panggil mia dengan suara bergetar.
papa gia mendekat dan menciumi wajah putri nya.
"Hebat.. cucu papa sangat tampan. selamat putri papa yang manja, cepat pulih ya" ujar papa gia me lap wajah gia yang menangis.
Ucapan selamat memenuhi ruangan.
"Siapa nama cucu ku?" tanya papa winata tak sabar
mereka menoleh kepada gia dan zian.
"Nathan. Nathanael putra Winata" jawab zian memanggil nama panjang putra nya.
"Nathan, cucu ku.. cepat besar ya, supaya kakek ada teman" ujar papa winata membuat zian mendelik
"Baru aja lahir udah di suruh besar. gak sekalian di suruh wisuda pa" ejek zian menggoda sang papa
"Terserah papa lah. ini cucu ku"
"Ini anakku" jawab zian tak mau kalah.
"Udah udah. mama pusing. kalian mau ribut keluar dulu" ujar mama.
zian dan papa langsung diam.
mia tertawa lepas. mama elina memang wasit paling teh best.
"Selamat gia.. selamat zian, sepertinya nanti anak kalian akan jadi dokter" ucap alex lagi lagi memulai pertikaian.
"Gak. anakku nanti Taruna" potong zian tak mau kalah.
"Cocok dokter.. kayak mama dan Uncle nya"
"Gak. Taruna."
"Nathan sayang, nanti kamu temani uncle ed mengurus perusahaan aja ya, biar papa mu dan uncle mu yang itu zonk" tambah mia
"Gak!!" jawab zian dan alex kompak.
"Papa, mia di bentak kakak" adu mia dengan wajah pura pura sedih kepada papa winata
Papa menatap tajam dua putra nya.
"Biarkan saja sayang, kakak kakak mu itu seperti anak kecil" ejek papa mendelik.
"Mulai drama lagii" gumam alex tau ini drama adik nya dan papa winata.
Mia tersenyum penuh kemenangan, dia bersembunyi di balik lengan ed.
Ed tersenyum.
"Nakal sekalii" bisik ed merapikan anak rambut mia.
"Hehe.. hubby..." panggil mia manja.
Tiba tiba.
"Kak gia, gimana tadi??" tanya gaby
"Gimana apa nya gab?" tanya gia heran dan juga bingung.
"I itu.. anu. melahirkan baby nathan. sakit tidak?" tanya gaby ragu ragu
"Oooh. awal nya iya, tapi setelah melihat wajah nya. semua sakit terbayar berlipat lipat" jawab gia tersenyum. dia paham apa yang gaby takutkan. dan lagi usia gaby paling belia di antara mereka. jadi wajah saja gaby khawatir dan memikirkan hal aneh aneh
Zian menatap kagum istrinya. gia membuat nya merasa lengkap sebagai seorang ayah.
__ADS_1
"Oiyaa.. " gumam gaby
alex yang paham apa yang sedang gaby pikirkan. dia merangkul gaby.
Alex walaupun dia seorang dokter. tapi saat keluarga nya bahkan istrinya sendiri yang akan menghadapi, dia tentu saja takut. lebih tepatnya khawatir.
Tapi dia harus memberikan energi positif dan dukungan buat si bumil.
"Gak apa apa gab. rasa nya kayak pup. bayangkan aja kayak pup. setelah keluar legaaa" ujar mia nyeleneh
mama elina dan mama mertua mia terkekeh.
sedang key dan reni geleng geleng kepala. pup apaa?? pup satu galon baru betul wkwkwwk
Setelah cukup lama. rey reni pamit lebih dulu. begitu juga dengan key dan david. karena orangtua david tidak pernah menginap. mereka harus pulang kasian anak anak.
"Kak.. cuti istri ku udah di urus lagi kan??" tanya zian kepada alex selaku direktur rumah sakit.
"Udah.. aman. fokus aja pemulihan gak apa apa" terang alex. zian mengangguk.
oeeeek.. oeeek.. oeeek...
"Laah udah bangun sayang nya oma. haus yaa" mama elina dengan sigap menimang baby nathan.
gia yang sudah punya teori sedikit paham tekniknya.
"Kasih asi dulu nak.."
"Iya ma.."
Zian mengambil kain penutup khusus buat dada gia. dia membantu gia membenarkan posisi nathan.
"Keluar gak sayang? sakit ya?" tanya zian melihat gia sedikit meringis
"Sedikit" jawab gia tersenyum menunduk.
Setelah selesai.
"Aduuuuh ganteng nya. sini sayang sama oma" mama langsung menerima baby nathan setelah kenyang.
Seperti bias bayi baru lahir akan jadi mainan wkwkkw maksudnya di kelilingi di perebutkan dan dia sentuh saking gemas nya.
setelah beberapa jam ruangan sudah sepi hanya ada zian dan gia juga baby boy.
karena zian sengaja meminta mereka pulang aja. dan datang besok. kasian papa mertua zian kalau menginap di rumah sakit. mending di rumah mama sama papa aja.
Gaby juga hamil besar. lebih baik di rumah.
mia juga, ada baby kai dan si kembar yang menunggu. maka nya mereka semua akhirnya pamit.
Ceklek!
Zian menutup pintu.
"Ngantuk yaa?" tanya zian me lap kening gia yang berkeringat.
"Iyaa.. tadi gaenak tidur ada mama dan yang lain" jujur gia.
"Yaudah tidur aja sayang. anak kita juga masih anteng."
"Kamu juga tidur aja sayang" tawar gia
"Gak apa apa sayang. duluan lah. aku belum ngantuk. nanti aku nyusul"
gia mengangguk. dia ngantuk sekali.
zian memandangi bayi kecil duplikat diri nya.
Dia bahagia sekali.
__ADS_1
Zian menoleh kepada gia yang sudah mendengkur halus. dia tersenyum.
BERSAMBUNG..........