
"Mi... sayang.. jangan menyiksa ku" ucap ed dengan suara sexy
Tangan nakal mia sengaja masuk ke dalam boxer ed. benar dugaan nya. benda itu sudah keras dan mengembang. berdiri.
"Baby.. " lirih ed mencium rakus bibir mia. sedangkan tangan dan jemari mia dengan begitu nakal menaik turunkan dan mencengkram dengan mesra milik ed.
Mia tersenyum puas. ed sudah tak berdaya. dengan sekali tarikan.. gaun tipis mia sudah lepas. dia sengaja tak pakai dalamann apapun. wkwkwk bumil nakal.
Mata ed melebar.
melihat dada besar mia tepat di wajahnya.
Tangan mia masih mencengkram senjata ed.
"Sayang.. lebih cepat" racau ed mengangkat pinggangnya supaya mia makin cepat.
Mia membantu ed membuka baju nya hingga mereka sama sama polos.
"Baby.. kamu sangat nakal" bisik ed sangat puas. dia suka mia kalau bertingkah agresif begini.
Ed meraup dada dan pucuk nya ganti gantian.
"Aah.. by, lagii" lirih mia menekan kepala ed semakin dalam menyesap nya.
Mia bergerak. dia duduk di atas paha ed dengan keadaan sudah polos. bumil nakal itu menggigit bibir.
"Masukin babyy" desak ed saat miliknya sudah sangat ingin masuk goa.
Ed tersenyum, dia memasukkan benda tumpul dan enak itu ke dalam intinya.
Mia bergoyang dengan begitu menggoda di atas ed. tangan ed tak pernah melepaskan dua bukit yang berguncang dari tadi.
"Baby.. sayang, ayo.. ini enak baby,.. euungh"
"Hubby.. ak aku.."
"Mi... sayang, kamu sangat enak"
"Aaaakh.." sekali pelepasan. mia tersenyum puas. ed menciumi mia. dia sangat suka.
Ed membalik.. dia membuat mia di bawah, memastikan posisi bayi mereka aman.
Ed menghujam lagi gua nikmat yang suka menjepit miliknya.
hangat.. basah.
"Hubby... lebih cepat."
"Oke baby"
"Eeungh.. ahhh"
"Hubby ak aku mau keluar lagi"
"Ayo barengan baby" ed mempercepat pinggulnya. mia makin kencang mende*sah di bawah. mereka meliuk liuk.
__ADS_1
hingga.
ed dan mia sama sama bergetar.
Mereka mengeluarkan nya sama sama... ed tersenyum puas dan tanpa menacbut miliknya dia tidur di samping mia.
"By, kenapa gak di cabut?" tanya mia
"Aku suka baby, hangat" bisik ed mencium bibir mia.
"Makasih sayangku, cintaku.. " ucap ed tersenyum puas..
"Sama sama papa" bisik ed mencium ed.
ed sebenarnya masih pengen. tapi kasihan baby twin.. makanya dai hanya membenamkan miliknya di inti mia.
Tapi,
Tangan nakal mia sengaja meremas milik ed di bawah hingga kembali menegang.
"Baby??" pekik ed
"Aku mau lagi hubby" ujar mia malu malu.
"Mau lembut apa cepat sayang?" bisik ed tersenyum. dia langsung dengan semangat menindih mia tanpa mengenai perut.
"Dua dua nya" jawab mia langsung dapat serangan yang menghasilkan suara suara indah.
Terjadilah pertempuran. baby moon yang sesungguhnya.
***************
Gaby seperti biasa sedang di rumah sakit. dia sudah di kenal beberapa suster dan dokter. bahkan dia tak segan mengenalkan dirinya sebagai calon istri dokter alex.
Saat ini.
mereka sedang di kantin. makan siang.. gaby makan bersama alex. alex sudah tak terganggu dengan kehadiran gaby tapi juga tidak memberikan kepastian yang jelas.. jadi ngambang aja gitu.
Bahkan saat gaby bilang pada beberapa perawat yang menyapa kalau dia calon suaminya.. alex tidak marah.
gaby merasa alex menerima nya. padahal belum tentu. makanya jadi rumit.
"Dok, itu enak gak.. mau icip dong" tunjuk gaby pada jus nya dokter alex.. dia tadi memesan es jeruk.
Alex menyodorkan. dengan semangat gaby tanpa hambatan menyedot dari satu sedotan yang sama dengan alex. di mata orang orang mereka memang seperti kakak adik kandung atau pacaran.. saking dekatnya. alias gaby yang nempel terus sih wkwkkw
Para penggemar dokter alex harus potek, karena gaby dengan terang terangan mendeklarasikan bahwa alex miliknya.
Saat sudah makan ada pesan masuk. dari ed di grup tentang babymoon di puncak. alex tersenyum senang melihat lucu lucu nya balasan keluarganya..
"Dokter kenapa??" tanya gaby kepo
Karna tak dapat balasan, gaby langsung ikut melirik ponsel gaby. dia baca juga.. ahhh keadaan keluarga nya dan keluarga alex sangat jauh berbeda.. keluarga dokter alex sangat dekat.
"Enaknya menikah dan saling mencintai.. ah aku ingin menikah seperti mereka" celetuk gaby selalu merasa iri dan kagum pada mia dan key.
__ADS_1
Alex lagi lagi hanya menggeleng. baginya itu hanya lelucon anak kecil seperti gaby. padahal gaby serius.
"Kamu masih kecil, pikirkan dulu masa depanmu" balas alex. ini adalah kata kata yang paling tidak ingin di dengar oleh gaby keluar dari bibir alex. dia sudah merasa siap.. jika itu bersama alex.
gaby menggerutu sebal. dokter di depannya sangat tidak peka. susah sekali.. padahal gaby tak pernah melakukan hal begini kepada pria manapun.. tapi sudah lebih dari sebulan, usaha nya masih jalan di tempat. stagnan.
Setelah mereka makan.. gaby bak seorang istri mengikuti alex ke ruangan direktur tersebut.
Saat sedang asik bekerja.. gaby membuka pesan masuk lagi dari teman masa SMA nya. lagi lagi tentang kuliah di luar negeri. dan gaby belum punya satu jurusan yang menarik hatinya. dia akan konsultasi dengan kak key saja..
Melihat gaby terlihat bingung juga kesal, alex yang diam diam memperhatikan mendekat.
"Ada apa?" tanya alex duduk di sebelah gaby.
"Eh.. gak ada dokter" kilah gaby.
"Katanya cinta dan mau menikah, tuh kan kamu masih belum dewasa.. malah main rahasia rahasia an." pancing alex
"Ya beneran cinta.. dokter mau menikah dengan gaby??" ucap gaby tiba tiba sumringah..
"Jawab dulu, ada apa?" tanya alex gemas.
"Dokter jawab dulu lah, kalau beneran berarti gaby tak perlu mikir" ujar gaby santai.
"Hem.. cerita dulu aja" ujar alex menggantung lagi. gaby mendesah kesal. susah sekali meluluhkan dokter tampan ini.
"Aku bingung dokter, teman ku mengirimkan brosur kuliah.. tapi aku sama sekali tidak tau apa cita cita ku" jelas gaby jujur
"Apa tak ada satupun mata pelajaran yang kamu sukai?" tanya alex sedikit mulai paham
"Enggak.. aku tidak suka membaca materi dan semua itu. aku hanya suka jam istirahat, jam olahraga dan ke kantin" jujur gaby.. anti anti jaim.
Alex juga bingung kalau gaby memang tak suka mata pelajaran apa pun.. huft. gadis ini memang aneh.
"Dokter, kalau menikah dengan aku.. aku jadi punya cita cita. aku gak perlu kuliah, aku mau istri dan ibu rumah tangga saja" ujar gaby tulus.. bisa di lihat dia jujur. dan alex sempat tertegun mendengarnya.
alex jujur saja begitu kagum akan kegigihan gaby walaupun sudah berkali kali di tolak oleh nya. tapi gaby sangat keras kepala. jika sudah memutuskan ini dia akan teguh..
"Kamu mau tau jawaban nya?" tanya alex serius. gaby sontak mengangguk.
"Kalau di tolak, gausah di jawab sih" cetus gaby lagi. membuat alex gemas.. alex mengelus kepala gaby lembut.
bagaimana gaby tak makin cinta, satu usapan itu bahkan sampai ke sudut hatinya. huffft... nasib menyukai pria tua eh dewasa..
Gaby mendongak menatap wajah tampan yang selalu dia bawa dalam ingatan dan mimpinya.. terutama dalam doa.
Gaby mengecup bibir dokter alex sekilas.. dia seakan tak peduli bagaimana reaksi alex.. yang penting dia melakukan apa yang dia suka.
alex masih terdiam. sudah berkali kali gaby mencuri cium padanya.. tapi jantung nya masih suka maraton. dia deg deg an. mata polos dan teduh yang mendongak padanya ini tanpa sadar sudah menempati posisi spesial di hati alex tanpa dia sadari.
"Biarkan aku berfikir.. kamu juga pikirkan matang matang. jangan main main dengan masa depan mu.. " jawab alex pada akhirnya. boleh kah gaby berharap? karna gaby menemukan kelembutan dan ketulusan di ucapan alex barusan.
gaby memeluk alex. dia suka dada bidang ini.
Alex mengulurkan tangan mengelus punggung gadis kecil di dekapannya. untuk seusia gaby memang sangat banyak orang ragu akan memilih apa. itu hal biasa. dulu juga dia begitu sebelum memutuskan jadi dokter.
__ADS_1
"Semoga kamu tidak salah memilih" batin alex.
BERSAMBUNG.........