Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Bermain sedikit


__ADS_3

"Aku tau semua sayang.. maka kamu harus tanggung jawab" ucap ed menyeringai.


Mamp*s. batin mia ketakutan.


Apakah kak ed marah? pikir mia sesekali melirik ekspresi ed.


Tapi, mia juga tidak ingin suasana haru antara keluarga ed berubah karna dirinya.. dia ingin bertanya nanti saja. Supaya orangtua ed tidak ikut di sertakan dan malah membuat hubungan mereka semakin rumit.


"Se semuaa?" ulang mia dengan wajah dna mata berkedip kedip.


"Hem.. semua," ulang ed tersenyum. ah dia ingin mengurung mia saat ini. seketika ed berbinar, dia bisa sedikit licik menggunakan peluang ini.


Mia tiba tiba cengengesan.. berusaha merayu ed dengan senyum terbaiknya. tapi ed sepertinya sama sekali tak terperdaya.


Mama juga sebenarnya cukup khawatir. apakah putra nya akan memarahi mia yang banyak membantu mereka. karena sebenarnya mia terlibat juga karna permintaan mereka.


"Tunggulah di mobil, kita akan segera pulang." ucap ed pada mia sedikit datar. tentu saja mia sedih dan takut. apa ini akhir dari semua? pikirnya polos.


Mia berusaha tersenyum pada mereka dan pamit. dia tidak tau nasibnya ke depan.. dia hanya bisa berdoa dan menundukkan kepala.


Saat mia sudah berlalu.


ed juga hendak pergi.


Tapi,


"Ed.. kalau ada yang ingin di salahkan. itu adalah mama. mama yang melibatkan mia nak.. jangan memarahinya" ujar mama memberanikan diri.


Ed seketika diam.. sekarang dia sudah tau bahwa orang orang di rumah ini sudah jatuh pada mia. Jadi ed tidak akan khawatir jika mia pergi dari keluarga sehangat rumah keluarga winata.. ed ingin memastikan mia tak kehilangan apa pun.


"Ed.. jangan terlalu keras padanya" kakek akhirnya buka suara. tentu saja dia menyayangi mia.


"Hem.. aku pergi" ed berlalu menyusul mia.


"Aduh.. ini karna mama. kalau ed sampai memerahi mia.. kita harus menemui mia dan minta maaf pa" papa wiguna mengangguk. sedangkan kakek hanya tersenyum.. dia tau bagaimana cucunya.


***


Di dalam mobil, mia meremas tangannya berusaha berpikir positif tapi tidak bisa. otaknya hanya membayangkan hal hal buruk.


"Mana tangannya" ucap ed dingin.. sudah jadi kebiasaan jika menyetir satu tangan menggenggam tangan mia.


Mia tanpa banyak bicara mengulurkan tangannya pelan, lalu ed menggenggamnya seperti biasa.


Mia sedikit berharap ed tidak marah. tapi nihil. karna ed hanya diam.. dan wajahnya mia tidak bisa membaca ekspresi itu.


"K kak ed? kakak marah?" tanya mia hati hati


"Hm" ed tetap fokus pada setir tanpa menoleh pada mia.

__ADS_1


singkat sekali. batin mia.


"Kak.. maaf kalau mia terlalu turut campur. tapi mia hanya ingin membantu mama yang saat itu tak bisa aku tolak. aku tidak sengaja bertemu saat di rumah kakek." ucap mia pelan.


"Kak.."


"Jangan marah" lirih mia menyesal. dia tidak suka ed menatapnya datar begitu.


"Kak ed, mia janji lain kali tidak akan ikut cam-


Ciiiit!


Ed melepas seatbelt nya. menghentikan setir di jalan sedikit lengang. dan meminggir sebentar.


Ed segera menyambar bibir yang sedari tadi ingin dia gigit.


"Aakh" pekik mia karna dia kaget di serang tiba tiba. ed menciumnya sedikit menuntut. tapi juga menggigit pelan bibirnya..


Seketika ciumannya melembut. ed mana bisa bersikap kasar pada kucing nakalnya.


Cup


"Diamlah. kakak akan memikirkan hukuman apa yang pantas untukmu" ucap ed licik.. tak lupa dia melap bibir mia yang basah.


Mia masih ngos ngosan.. serangannya terlalu tiba tiba.


Sepanjang jalan mia berpikir aneh aneh. apakah sifat yang dikatakan oleh media bahwa prianya itu kejam.. dan sifat itu akan di tunjukkan pada mia?


Mia menggeleng.. dia percaya kak ed bukan orang seperti itu.


tapi mia berfikir lagii.. mia memang sudah ikut ikutan ke dalam masalah keluarganya. padahal mia jelas tau bahwa ka ed paling tidak suka jika membahas keluarganya.


mia menggeleng lagi.. dia yakin, kalau dia meminta maaf dengan tulus. atau meluluhkan sedikit hati kekasihnya pasti ed tidak akan marah.


edward yang sedang menyetir, sesekali melirik mia yang menggeleng kepala lalu tiba tiba mengetuk ngetuk kepalanya pelan. dia tak bisa menahan senyum nya. ahh sangat menggemaskan pikir ed.


Mobil tetap melaju.. hingga ke rumah mia. dan ed tetap diam. sungguh mia di buat kalang kabut dengan satu pria ini.


"Sudah sampai.." ucap ed, melepaskan tangan mia.


Tapi mia kembali menggenggam tangan ed. dia belum mau turun.


"Masuklah" ucap ed lagi datar dan dingin.


mia menatap wajah ed lekat.. apakah ed akan menghukumnya.


"Kakak marah?" tanya mia lagi membawa jemari besar milik rey ke pangkuannya. dia duduk menghadap ed.


"Kak.. mia minta maaf, jangan marah kak" mia menunjukkan wajah lucu meluluhkan ed. tapi sepertinya gagal.

__ADS_1


"Kakak akan menghukum mia bagaimana?" tanya mia akhirnya. dia akan menerima hukuman ed asalkan ed memaafkannya.


"Nanti di pikirin dulu, apa hukuman yang tepat untuk kucing nakal ini" jawab ed tersenyum.. dia hampir memeluk mia. tapi dia tahan..


"Tapi jangan berat berat yaa" pinta mia melakukan negosiasi.


"Udah.. masuk sana, tadi izin ke mama hanya sampai sore" ujar ed yang memang sudah beberapa hari ini memanggil mama dan papa kepada orangtua mia.


"Tapi"


"Kakak akan lebih marah kalau kamu tidak menurut" ancam ed membuat mia ciut. dia akhirnya mengalah.


Mia membuka pintu, menoleh sebentar pada ed. biasanya jika pulang seperti ini, sebelum mia turun, ed akan menciumnya sebentar.


Bahkan ucapan manis yang biasanya ed sampaikan juga tak ada.. seperti nanti kakak akan menghubungi mu atau semacamnya. ahh mia merasa ada yang kurang.


"Kenapa belum turun?" tanya ed padahal dia tau apa yang ada di pikiran gadisnya.


"Kakak belum cium" lirih mia pelan.


"Kenapa kakak harus cium?" tanya ed membuat mia memutar otak. tiba tiba otak cerdasnya berputar.


Tangannya bergerak memegang pipi ed supaya menghadap padanya.


Cup


mia akhirnya mengecup bibir ed sedikit lama.


"hati hati kak.. jangan lama lama marahnya yaa" mia sengaja mengedipkan mata nya sebelah.


Ingin sekali ed mencubit hidung minimalis gadisnya. tapi dia tahan. bagaimana bisa dia menghukum mia sedangkan mia se manis ini?


"Hem" ed hanya berdehem menetralkan irama jantungnya yang sedang marathon.


Mia turun dari mobil, perpisahan yang masih menggantung bagi mia. tapi tidak bagi ed. dia menyiapkan hal besar untuk kucing nakal nya.


Mia masuk ke dalam rumah seperti biasa. seketika mood nya berubah ceria.. tentu saja, mama dan papa adalah energi baru untuknya sesulit apapun masalah di luar sana.


Mia masuk ke dalam kamar.


mencarger ponselnya..


Dia akan mendapatkan maaf dari kekasihnya segera. mia harus berusaha.


Sedangkan edward pulang ke apartemen dengan wajah yang tak bisa di artikan. dia berjalan sambil memutar mutar gantungan kunci mobil, sepertinya dia sedang bahagia sedangkan kekasihnya sedang uring uringan di belahan sana.


"Ayo bermain sedikit sayang" gumamnya berlalu ke dalam kamar.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2