Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Mia usil: satu pasangan terungkap


__ADS_3

"Lagian kakak main rahasia rahasia.. di tanya in malah gak jawab. kan mia penasaran.. untung suami aku yang tampan dan kaya bisa dapat semua info hehe" cengir mia dengan manja


Zian bernafas lega.


dia tersenyum pada dokter gia yang dari tadi tersenyum kikuk dan malu.


"Iya.. kalian kan udah tau. aku sama dokter gia memang pacaran dari 3 minggu lalu" ujar zian santai. seperti kebiasaan nya memang begitu santai santai cuek bebek begitu.


"Terus kakak panggil dokter gia apa? dok? kakak? mbak?" goda mia tertawa puas.


"Dokter gia juga memanggil kak zian dek?? hahaha kalian lucu sekali" ujar mia


"Kamuuu" desis zian


"Wleeee" mia menjulurkan lidah mengejek kakak nya yang terlihat kehabisan kata kata.


"Tapi selamat ya kak. selamat dokter gia. welcome to the club... aku lebih suka kauak kak zian begitu, gentlemen.. walau pun ada beda usia sedikit tapi tetap berjuang.. tidak seperti kheem kheem" sindir mia pura pura meneguk minum nya.


"Sayang.." ucap ed pada istrinya.. dia tak enak melihat kakak iparnya dari tadi seperti tanpa semangat malah istrinya dengan sengaja menyindir.


Mia berubah jadi penurut.


dia memeluk kak zian dan kak alex.


si jahil yang tadi membuat mereka gemas dan geleng geleng kepala berubah jadi kucing manis.


"Aku bahagia kalau kakak bahagia" ucapnya manja


zian memeluk adiknya.


alex juga tersenyum pada adik cantiknya. dia balas pelukan mia. walau usil begitu, tapi dia sangat menyayangi mia.


tapi walau begitu. alex tetap menarik hidung mia.


"Dasar nakal" desis nya gemas. mia tertawa puas memeluk kedua kakak tampan nya.


Mereka tersenyum bahagia malam ini. gia juga di terima dengan baik.


"Kak rey tolong antarkan dokter gia yaa" mia masih ingin menjahili kak zian.


"Tidak. aku yang antar" tegas zian mengambil kunci mobil.


"Dasar buciiin" ejek mia. tapi zian hanya acuh menggandeng dokter gia ke mobil setelah mereka pamit dan menyalim.


Sepeninggal zian dan gia. mereka juga membubarkan diri.


"Mama papa ke rumah ya sayang.. ingat jangan begadang" ucap mama


"Oke ma.. cie mama sama papa bakal dapat mantu baru" goda mia.


mereka tertawa sebelum akhiernya kembali ke tempat masing masing.


"Apa sesenang itu hem??" gemas ed melihat istrinya begitu bahagia.


"Senang banget hubby.. makasih yaa" ujar mia manja. mama papa dan kak zian sudah kembali ke rumah sebelah. kak rey juga sudah pulang.


Ed membawa istrinya ke kamar atas.


Di mobil.


Zian dan gia menuju rumah dokter gia.


Drrt drrrt...


gia melepas tangan zian dan mengangkat telfon


"Halo pah"


.....

__ADS_1


"Iya ini adek udah di jalan.. udah makan juga. sebentar lagi sampai kok" jawab gia


......


"Oke pah.. tidak usah tungguin adek. tidur aja dulu."


.....


"Oke pah...papaaay"


Gia menutup panggilan dari papa nya yang selalu setia bertanya dimana kemana dll.


"siapa sayang?" tanya zian walau sudah dengar sedikit


"Ooh.. itu, papa" jawab gia


"Kok kamu di panggil nya adek?" tanya zian


"Gak tau, dari dulu udah dipanggil adek sama papa dan keluarga yang lain."


zian mengangguk paham. dia sudah tau sedikit tentang keluarga gia.


"Gimana perasaan kamu? keluarga ku baik kan? kamu nyaman kan?" tanya zian


gia tersenyum mengangguk.


"Mereka sangat baik.. aku suka " jawab gia teringat betapa winata and the geng semua lucu dan ramah.


"Baguslah kalau kamu suka" ujar zian lega. mereka lega akhirnya tak perlu sembunyi sembunyi


"Sayang.."


"Hem.."


"Sayang.."


"Apa?"


gia terkekeh. dia ingat bagaimana mia bisa membuat zian dan alex bungkam speechless.


"Malah ketawa"


"Dih gitu aja marah.. ini kan hari bahagia jangan marah marah"


"Yaudah mana panggilan untuk ku" desak zian tak sabar


"Zian.. adik.." goda gia tertawa lepas. tapi dia tak tau ada bahaya menunggunya jika menjahili si tentara yang baru bucin itu.


Ciiit...


Zian menepikan mobil.


dan.


lagi lagi.


zian mencium gia dengan dalam. seolah ini adalah hukuman wajib jika bibir gia kepeleset memanggilnya.


Zian melepas sebentar. lalu dia cium kembali lebih lembut dari sebelumnya. dia raih tengkuk gia, dan ciuman mereka semakin dalam.


gia terbuai, dia membalas ciuman dan llumatan zian. mereka berbagi saliva dan pelukan.


"Jangan pernah panggil begitu" ucap zian mengelus sudut bibir bibir gia yang basah.


Gia mengangguk. dia selalu kikuk jika begini


"Terus panggil apa?" tanya zian lembut.


Gia memalingkan wajah sebentar. berfikir. apa ya.. pikirnya. lalu dia kembali menoleh menatap zian.

__ADS_1


"Sayang?" tanya gia tak punya banyak clue


Zian tersenyum.


"Yang lebih lucu dari situ" ujar zian


"ih.. mau apa? aku geli manggil yang alay alay.. " ujar gia.


"Yank??" tanya gia lagi mengingat ingat ada rekan dokternya pernah panggil begitu saat di telfon.


Zian masih menimbang nimbang.


"Ay?? ay aja yaa.. aku tidak tau lagi" melas gia. jika seperti ini zian merasa dokter gia seperti anak kecil


"Hemm.. boleh. coba panggil" titah zian


"Ay.. ayank.. ayank beb" kekeh gia merasa lucu


Mereka tertawa bersama. seolah puber mereka terlambat. bucin nya baru sekarang.


Mereka kembali melaju menuju rumah gia. supaya tidak kemalaman.


"Nama ku di hp juga di ubah yaa" ujar zian makin lebay.


"Iyaa" jawab gia segera mengubah kontak zian. dengan nama ay❤️


Tin...!


mobil sudah berhenti sempurna di depan rumah gia.


"Karna sudah malam. week end aku temui papa kamu ya sayang." ujar zian


Gia tersenyum.


"Oke ay, makasih ya.. kamu hati hati" jawab gia mengambil tas nya.


"Sini cium dulu" si kaku itu berubah jadi sedikit mesum dan bucin.


Walau merasa malu. tapi gia mulai paham sifat kekasihnya. yang cuek di luar tapi kalau sudah berdua, zian bak seekor anjing penurut yang manis.


Gia mencium pelan bibir zian.


zian tersenyum membalas ciuman kaku dari gia.


"Nanti aku telfon kalau udah di rumah. jangan tidur sebelum aku telfon yaa" titah zian


"Iyaa.. aku turun dulu ya. kapan turun nya ini" gemas gia. zian tersenyum...benar juga.


"Bye.. selamat malam"


"Malam.. hati hati ay" ujar gia. akhirnya mereka berpisah dan zian memutar kemudi. gia masuk ke dalam rumah.


Hari yang bahagia. dan penuh cinta.


Seperti hal nya seorang pria yang juga baru turun di depan supermarket.. dia hendak pulang ke apartemen. tapi ingin beli minum lebih dulu dekat apartemen seberang.


Tapi langkahnya terhenti. dia melihat gadis jutek yang selalu mengganggu pikirannya.


"Hai.. " ujar rey menyapa dengan ramah.


Kriiik... kriiiiik...


reni berlalu menghiraukan rey. bagi reni jika urusan pekerjaan selesai di luar itu, bukan urusan nya lagi.


"Hai..." panggil rey lagi mana tau reni tidak mendengarnya dengan jelas.


reni menatap sekilas, lalu kembali fokus memilih barang yang ingin dia beli malam ini.


rey bengong. dia juga malu jika biasanya dia yang cuek bebek kepada orang lain. sekarang dia yang di cuekin. wkkwwkw

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2