Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Alex and Gaby...


__ADS_3

Alex membawa gaby ke ruangan nya.


Gaby berusaha melepaskan tangannya dari genggaman dokter alex. tapi tidak bisa, kekuatan alex lebih besar.


Ceklek!


"Hissh" decih gaby kesal dia dibawa ke sini lagi. tempat yang tak ingin gaby kunjungi lagi.


"gaby apa maksud mu tadi? bukan nya aku sudah bilang sama kamu, aku mau menikah dengan mu gaby"


"Tapi aku tidak mau dokter" jawab gaby cepat.


Alex memegang kening nya. dia sangat pusing menghadapi gaby yang sekarang. keras kepala nya masih sama..


"Tapi kan aku sudah minta kamu kasih kesempatan. aku belum berusaha mengembalikan perasaan mu yang dulu"


"Aku juga sudah bilang sama dokter. hentikan. kita hentikan di sini dokter.. jangan membuang waktu." jawab gaby


Alex kehabisan akal.


dia mendekati gaby. pelan pelan. membuat gaby mengerutkan dahi heran. kenapa dengan dokter alex.


Gaby mundur.. mundur.. semakin mundur saat alex berjalan ke arahnya makin dekat. makin dekat.


"Dok dokter mau ngapain?" lirih gaby makin mundur. tatapan alex begitu lekat padanya.


Dugh!


mentok. tubuh gaby sudah tidak bisa mundur lagi, dia berakhir di dinding dekat pintu.


Alex tetap bergerak menghimpit gaby. gaby makin gelagapan.


"Kenapa kamu sangat keras kepala?" bisik alex pelan, membuat sensasi geli di telinga gaby. tubuh mereka menempel.


"Dokter jangan begini" sahut gaby menghindar.


"Jangan memanggilku dengan panggilan dokter gaby. apa hati mu sudah se benci itu sama aku? aku harus gimana?" tanya alex putus asa.


"Dokter, geser.. aku mau keluar" balas gaby tak nyaman. dokter alex benar benar menekan tubuhnya.


Mata alex menatap bibir gaby. dia ingin sekali mencium gaby saat ini. apalagi merasakan nafas gaby yang naik turun.. alex bisa merasakan benda empuk menekan dadanya.


Gaby berusaha mendorong perut alex. tapi.


Cup


Alex mengecup singkat bibir gaby. gaby melotot. dia semakin mendorong alex.


tapi, alex dengan mudah menarik tangan gaby ke atas. dia tempelkan tubuh kekarnya menghimpit gaby.


"Dokterrr hmmmmt-"


Alex menarik tengkuk gaby, dia cium gaby makin dalam.. di cecap, dia llumat.


gaby masih kaget. dokter alex adalah orang yang dulu mengambil ciuman pertamanya. dia kira debaran jantungnya akan berubah


ternyata.


gaby masih saja berdegub kencang, apalagi sentuhan bibir dokter alex benar benar menggelitik bagi gaby.


Setelah tersadar. gaby memberontak. ini tidak benar. tapi kekuatan alex lebih besar. alex menggenggam jemari gaby dengan mudah.

__ADS_1


Alex lepaskan sejenak.. membiarkan gaby meraup oksigen sebanyak banyak nya.


"Awass dok-


Alex kembali membungkam mulut gaby dengan ciuman basah dan llumatan.


bahkan alex juga dengan nakal mengeluarkan lidahnya menggelitik bibir gaby.


Gaby mau berontak tapi tidak bisa. dia tidak tau kenapa takdir mempermainkan nya begitu.


dulu gaby ingin menikah.


tapi dokter alex menolak bahkan menorehkan luka padanya.


sekarang dokter alex datang memohon dan mengajaknya menikah. tapi dia tidak ingin menikah sekarang. dia ingin kuliah dan membuka restoran miliknya. menikah nanti nanti saja.


kenapa tidak dari dulu??


Gaby tak mampu melawan. sedang gerakan bibir alex semakin melembut, semakin lama. menyalurkan cinta dan perasaan alex selama ini yang tersembunyi.


tes!


tes!


Alex berhenti karena merasakan pipi gaby basah


gaby menangis.


"Ga gaby.." lirih alex merasa bersalah.


Alex me lap sudut bibir gaby yang basah, juga pipi gaby. tapi gaby tepis.


Greb!!


Alex langsung memeluk gadis cantik yang terlihat sendu di depan nya. dia peluk erat. dia ciumi pelipisnya. dia takut gaby marah dan makin membencinya.


"Maaf.. maafkan aku gaby. aku melukaimu? apa sakit?" tanya dokter alex khawatir.


tangis gaby makin kencang. kenapa waktu tidak berpihak padanya. dia sedang tidak ingin menikah. sungguh!


Alex khawatir, dia kira gaby menangis karena mencium gaby paksa. padahal bukan itu. gaby hanya menangisi dirinya dan takdir.


Dia peluk gaby dia tenangkan gadis cantik itu.


Tanpa sadar tangan gaby balas memeluk dokter alex. alex tersenyum senang saat tangan gaby memeluk perutnya. dia ciumi pelipis gaby,


Cukup lama. sampai gaby tenang.. alex biarkan pujaan hatinya itu membasahi kemejanya.


gaby tersadar langsung melepas pelukannya. dia malu... tapi alex tak mau melepas pelukan nya.


"Maaf.. maafkan aku gaby. aku mencintaimu tapi aku melukaimu. aku kira aku bisa membiarkan mu menuju masa depan mu dan hidupku akan baik baik saja. tapi aku salah.. aku menderita di sini. aku tidak tenang"


"Maafkan aku" bisik alex lirih


Gaby melihat kemeja dokter alex basah. dia kebingungan.


"Gak apa apa.. aku punya ganti di sini" ujar alex melihat kekhawatiran gadisnya.


Gaby hanya diam. dia menetralkan tangis dan hidungnya yang memerah.


Gaby hendak keluar. tapi alex menahannya.

__ADS_1


"mata dan hidungmu masih merah. tunggu di sini.. aku beli minum. jangan kemana mana" ujar alex mendudukkan gaby di sofa yang biasa gaby duduki.


alex menutup kemejanya yang basah dengan jas dokter miliknya. dia berlari membeli minum kesukaan gaby dan tisu. dia takut gaby pergi.


dengan masih ngos ngosan alex masuk.


tapi,


Dia kaget. tidak ada. wajah alex langsung kecewa. gaby pergi meninggalkan nya.


Dia menatap jus buah kesukaan gaby, air mineral dan tisu yang dia bawa tadi.


ceklek!


Alex langsung mendongak. gaby keluar dari toilet ruangan nya. wajahnya langsung berubah ceria. gaby tidak pergi. hanya ke kamar mandi.


Alex langsung mendekat.


"Ini" sodor alex menyerahkan bawaan nya.


Gaby menerima. dia juga haus setelah menangis begitu lama.


gaby tertegun.. dia lihat keringat di pelipis dokter alex. apa alex berlari? padahal di kantin di lantai bawah. gaby tersenyum senang tanpa di lihat siapa pun. dapat perhatian dari pria yang dia cintai.


Gaby malah kikuk. bingung harus gimana di situasi ini.


"Mia masih di ruangan key sama dokter gia. tenang aja. key tidak sendirian" ujar alex supaya gaby tidak kepikiran.


Alex tak mengalihkan pandangannya dari gaby. gaby salah tingkah tapi dia berusaha santai merapikan wajah dan penampilannya.


Gaby tadi sekalian cuci muka. jadi sudah tak begitu ketara.


"Makasih dokter" ucap gaby berdiri hendak keluar.


"kamu tidak marah kan?" tanya alex ikut berdiri.


Gaby berbalik. dia tersenyum.


"Tidak dokter. maaf sudah mengotori kemeja dokter" jawab gaby.


"Benar kamu tidak marah? kamu tadi menangis karna apa?" tanya alex kembali mendekati gaby.


gaby menunduk. dia menarik nafas.


gaby menggeleng.


Alex kembali menarik gaby mendudukkan gaby di sampingnya.


"Kamu marah sama aku?" tanya akex lembut menggenggam tangan gaby hangat


Gaby menggeleng menatap dokter alex.


"Kamu masih menyukai ku gaby?" tanya alex takut takut.


gaby mengangguk.


alex tersenyum senang.


"Tapi..."


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2