Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Bulan maduuu?


__ADS_3

Mia memeluk dua kakak. dia sangat bahagia, akhirnya kak al dan kak zi nya menikah juga. dia adalah seksi repot dan paling heboh mulai minggu lalu.


"Kakak? kalian mau bulan madu kemana?? nanti suami ku yang urus semua" ujar mia memeluk lengan ed.


"Iya kan by?" tanya mia manja..


"Iya kak. Kado kami, paket bulan madu nanti naik jet saja supaya bisa bikin jadwal sendiri" tawar ed santai


"Nanti kita bahas di rumah aja mia, edward.. makasih sebelum nya. kami belum membahas itu" jawab kak zi


Tiba tiba mia dengan otak cerdasnya mulai berfikir.


"Atau kita ikut aja by bulan madu. kan kita belum pernah liburan semua.. " ajak mia pada suami nya


Ed berfikir. benar juga.


tapi..


"Kita bahas nanti ya sayang, aku cek jadwal dulu. karna kalau tidak ada aku dan rey nanti siapa yang menangani perusahaan" ujar ed lembut memberi penjelasan.


Mia mengangguk sambil memeluk pinggang ed.


Setelah semua rangkaian acara selesai. sampai akhir pun david hanya sekilas bersitatap dengan keluarga nya. sisa nya dia hanya fokus pada key.


Kakek lebih banyak duduk ikut tertawa melihat mighuel yang sangat semangat di keramaian.


the bumils juga sampai puas mereview banyak nya makanan di pesta tersebut. 3 bumil itu begitu bahagia.


Gia menatap zian.


zian paham, makna tatapan istri nya. dia tersenyum.


Zian bicara sebentar sama mama elina dan papa winata.


"Besan, kita ke rumah saja. sampai anak kita memutuskan bulan madu ke mana." ajak papa winata kepada papa gia. karna gia hanya tinggal bersama sang papa.


"Terimakasih besan, apakah tidak apa apa?" ujar papa gia segan


"Tentu saja tidak, akan lebih seru kalau ramai ramai bersama besan besan " jawab papa juga mengajak orangtua gaby.


mereka semua akhirnya berpindah haluan menuju rumah.


********


Di rumah mama elina. setelah bersih bersih, dan duduk di ruang tamu.


the bumils dan kakek, sedang di rumah mia. di sebelah.


mereka membawa makanan dari sana, karena tadi bibik juga ikut pesta, tak sempat membuat makanan.. maka pesanan online yang bertindak.


Mereka berjalan setelah bersih bersih, ke rumah mama elina.


dan ikut bergabung dengan pembicaraan yang sedikit serius.


"Gimana ma? pa?" tanya kak zian meminta saran


Mama dan papa saling melirik.


"Mama dan papa sih akan sangat senang kita berkumpul, tapi, mama dan papa juga tidak boleh egois, nak gia anak satu satu nya.. yasudah, zian sama nak gia tinggallah bersama besan kami. tapi setiap weekend usahakan mengunjungi kami ya, atau kami yang berkunjung" jawab mama elina bijak. karena mama elina juga menempatkan diri nya seperti keputusan mia yang tak mau jauh dari mereka.


Gia sangat bersyukur, keluarga suami nya sangat memperhatikan perasaan nya.


dia juga tak tega meninggalkan papa nya setelah menikah. syukurlah..


"Alex dan gaby tetap di sini kan?" tanya mama memastikan.


gaby menatap suami nya. orangtua gaby juga di sana mendengarkan.


"Aku ikut suami ku ma" jawab gaby terdengar penurut wkwkw


Alex menghela nafas.


"Gaby masih harus melanjutkan kuliah nya, dan aku tak melarang nya ma. dia tetap ingin di bali. maka nya nanti alex berfikir mau cari rumah dekat kampus gaby, supaya tidak nge kost lagi dan ada pelayan di sana bersama nya" tutur alex

__ADS_1


mereka menghargai keputusan alex dan gaby,


"Nanti kalau alex ada waktu atau cuti, akan ke bali. tapi kalau kita di sini.. alex dan keluarga kecil ku nanti akan tetap tinggal bersama mama dan papa." tegas alex


Papa dan mama senang mendengar nya. mereka tak akan kesepian.


"itu bagus kak, nanti kita saling mengunjungi yaa" balas si bumil.


pembahasan ini terdengar begitu hangat.


semua keputusan memperhatikan tiap pihak.


"Jadi kalian mau bulan madu kemana?" tanya papa kepada 2 pasang pengantin baru


"Aku sama gaby akan ke bali pa. sekalian cari rumah dan perlengkapan" jelas alex.. mereka mengangguk setuju.


Mereka menoleh kepada zian dan gia.


"Kami ke Nusa Penida pa" jawab zian.


mereka mengangguk mendengar jawaban alex dan zian.


ed dengan gampang langsung mengatur kebutuhan dan keberangkatan mereka. hanya sekali calling. langsung selesai.


malam hari nya. karena rumah papa winata tak se besar rumah ed dan mia. mereka tidur di sini. mia reni rey dan keluarga david menginap di rumah ed.


sedangkan papa gia dan orangtua gaby di rumah mama.


"Hubby" panggil mia manja


"Sayang, gak apa apa ya, kita gak liburan sekarang. kerjaan di kantor lagi banyak. nanti kalau udah mulai santai, kita berlibur yaa" tawar ed


"iya by gak apa apa, makasih banyak yaa. aku sangat beruntung jadi istri kamu" jawab mia lembut


ed tersenyum


"Aku yang paling beruntung sayang. kamu membuat aku se sempurna sekarang dan anak anak kita" balas ed merapikan rambut mia.


"Hubby, cium" ujar mia manja. seperti kebiasaan nya ingin selalu di manja dan di sentuh ed. ed begitu lembut kepada mia.


ini adalah kali pertama gaby masuk ke sini. sebagai status istri.


Alex sedang mandi, dan koper nya sudah di sini, di bawa kak david. karena besok mereka akan langsung berangkat dari sini.


Kamar ini sangat nyaman bagi gaby, semua bau nya, bau dokter alex.


Ceklek!


Gaby menoleh, memegang handuk dan baju ganti nya.


"Sayang, mandi lah" ujar alex keluar dengan rambut basah.


gaby menurut. dia sedikit kikuk. tapi jangan lupa dia si gadis ajaib, dia bisa biasa saja, bahkan bisa jadi dia yang akan nyosor lebih dulu. seperti ciuman tadi.


Gaby mandi dan keramas. dengan santai dia keluar setelah memaki baju dan rambut nya masih di lilit handuk.


"Dokter hair dryer aku colokin ke mana? rambut ku masih basah" tanya gaby tak melihat ada colokan


Alex berdiri dan menyalakan hair dryer buat istri kecil nya.


"Mau aku bantu?" tanya alex


"Gak usah dokter. aku tau itu modus, aku pernah melihat kak david dan kak key" jawab gaby mencebik.


alex benar benar speechless. inilah akibat menikahi anak anak wkwkwkw


alex menunggu gaby di ranjang nya. dia melihat gaby sampai selesai.


"Dokter barang barang kita besok?" tanya gaby


"Kita berangkat siang sayang, besok aja. ini udah malam. kita harus istirahat, sini" jawab alex gemas


"Dokter jangan apa apa in aku loh ya, aku masih anak anak."

__ADS_1


Pletak!


saking gemas nya, alex menjitak gaby.


tapi dia elus lagi.


"Dan anak anak ini, istriku.." jawab alex terkekeh mencium sekilas bibir gaby.


gaby tersenyum masuk ke pelukan alex.


"Ternyata begini rasa nya menikah, ada yang bisa di peluk. pantas aja kak david selalu betah di kamar" celetuk gaby polos


Alex tidak akan memakan gaby sekarang. kasihan.


Dia memeluk gaby sambil memejamkan mata.


"Dokter?"


"Hem?"


"Dokter?"


"Hem??"


"Sayang? kamu udah tidur?" panggil gaby lagi mendongak.


"ada apa sayang?" tanya alex membuka mata


"Apa kita tidak belah duren? kak kak mia kita harus belah duren setelah menikah" ujar gaby tanpa dosa. ingin sekali alex menjitak adik nakal nya itu. ini juga istrinya suka nya memancing saja


Tapi alex malah terkekeh.


"Kamu mau belah duren?" tanya alex


gaby mengangguk.


"Di bali aja yaa, kita tidur sekarang atau aku akan memakan mu sayang" bisik alex membuat gaby merinding.


"Dokter, jangan berbisik aku merinding" jawab gaby polos. membuat alex gemas.


Alex menarik pelan dagu istrinya.


Tanpa malu malu, gaby menutup mata menikmati benda empuk dan basah sedang mengullum dan mellumat bibir nya.


"Kita tidur sayang, besok kita berangkat. peluk aku," titah alex lembut.


gaby memeluk dada bidang suami nya.


Cup


"Good night"


"Good night dokterku"


.


.


.


Besok nya.


Dua pasang pengantin itu sudah bersiap. mereka akan berangkat. ke bali dan ada yang ke Nusa Penida.


Keluarga melepas mereka, besan besan papa winata juga kembali ke rumah masing masing setelah mereka berangkat.


papa gia,


zian yang meminta di tambahkan pelayan di rumah nya selama gia dan zian bulan madu.


Di perjalanan.


Alex menggenggam erat tangan gaby, istrinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2