
Malam hari nya edward masih mempertahankan sikap nya.
Mia yang sudah uring uringan menunggu kabar dari kekasihnya akhirnya langsung menelfon.
"Kakak udah sampai?"
"Udah" jawab ed singkat. masih cuek bebek ternyata, batin mia.
"Kok gak ngasitau mia? mia nungguin kakak" ujar mia jujur. dia ingin ed segera menyudahi acara merajuknya dan mengatakan apa hukumannya lalu selesai. mis tidak suka begini.
"Iya lupa tadi" ujar ed menahan senyum.. dia bahagia di cariin gadisnya.
Mia bingung bagaiman membujuk edward lagi. dia sudah meminta maaf.. dia juga sudah bersedia menerima hukuman. iya dia akui dia salah ikut campur.. tapi itu mia lakukan bukan tanpa sebab. Mia tau kalau ed juga merindukan keluarganya.. dan dia ingin kekasihnya mendapatkan kasih sayang yang utuh seperti dirinya sekarang.
apa dia salah?
Tadi sore, mama edward sebenarnya menghubungi mia.. menanyakan bagaimana apakah ed marah ?? tapi mia harus berbohong.. dia tidak mau orangtua ed malah merasa bersalah..
toh sejak awal mia yang memutuskan terlibat, dan biar ini mia dan edward selesaikan berdua.
"Kak.. besok mia kirimin bekal ya" mia tari izin kepada kak david, dan besok pasti pekerjaannya banyak yang menunggu di kantor. mia juga harus perannya sebagai pimpinan di perusahaannya.
Mia membiarkan edward menenangkan diri.. mia berfikir, mungkin besok kemarahan ed akan berkurang.
Besoknya.
mia mengirim kan bekal ke perusahaan ed. karena mereka tidak bisa bertemu. mereka sama sama sibuk.
Tapi mia harus kecewa, sepertinya ed masih betah dengan acara ngambek nya.
sungguh sifat itu tak cocok dengan wajah tegas milik ed. dan dia hanya begitu di depan mia. menggemaskan sekali bukan??
Sampai sore, perhatian dan cara pendekatan mia tak membuahkan hasil. jujur saja dia kesal.
karna kesalahan mia bukan berkhianat atau kejahatan lain.. dan lagi pula saat ini hubungan ed dan orangtuanya sudah mulai membaik.
Mia sudah meminta maaf pada ed. tapi tetap hasilnya nihil.
Maka malam ini, mia sengaja menunggu kak alex pulang dari rumah sakit. karna biasanya kak al akan pulang sedikit malam.
tok tok tok
"kak.. ini mia"
__ADS_1
"Masuk aja dek, itu tidak di kunci" mia masuk ke kamar kak al.. wajahnya yang tampak muram membuat kak al heran. biasanya adik nya ini ceria dan jahil.
"Kok muka nyadi lipet gitu kayak jemuran" sindir al mengejek adiknya.
"Kakaaaak.. apa kalau laki laki marah selalu lama" tanya mia to the point dia tau akan di ejek kak al.. tapi dia tidak tau harus bertanya pada siapa. kak zi masih di markas.
"Kamu berantam sama edward?" tebak al sedikit tau arah pembicaraan adiknya.
"Bukan, tapi.........." mia menjelaskan kronologi dan garis besarnya kenapa sikap ed akhirnya jadi berubah dingin dan cuek.
"Harusnya memang segala sesuatu itu di komunikasikan dek, biar gak terjadi salah paham.." alex sedikit paham duduk persoalannya.
"Dan niat kamu memang baik, dan untung saja berhasil. bagaiman kalau hubungan keluarga edward malah lebih buruk? lain kali kamu harus berpikir dua kali dek. karna masalah keluarga menggunakan perasaan berbeda dengan bisnis dan pekerjaa." alex mencoba memberikan pendapat dari sisi netral.
"Tapi, menurut kakak.. selama edward menerima keluarganya.. dan kamu sudah minta maaf harus nya tidak ada salah paham lagi"
"Mia udah minta maaf kak dari kemarin kemarin. tapi gitu..." ujar mia sedih.
Tiba tiba, alex memberikan saran gila.
"Kakak punya ide"
"Apa kak?" mia langsung antusias mendekati al dan mendekatkan telinganya.
Mia seketika diam..
"Apakah tidak apa apa? bagaimana kalau kak ed malah semakin marah dan ninggalin aku kak?" mia sedikit pesimis.. dia belum pernah menghadapi pacar yang merajuk begini. bukankah yang biasanya merajuk itu perempuan?? huuuft.
"Kakak jamin akan berhasil.. kita lihat siapa yang duluan menyerah" alex tau pasti edward tidak marah pada mia.. dia hanya ingin membuat adiknya kewalahan.
Alex tentu tak mau adiknya di perlakukan begitu. enak saja dia.. malah menyukeki adiknya. kalau zian di sini mungkin edward sudah kena bogem. kedua kakak mia yang posesif itu jangan di ganggu.
"Yaudah deh.. mia coba ya kak. mia juga udah gak tau lagi gimana. terserahlah" mia yang sudah mentok. mengurusi perusahaan dan pulang pulang pacarnya ngambek.. dia harus extra.
"Semoga berhasil ya.. ingat kamu itu putri mama elina, kamu cantik. harus jual mahal dan pintar tarik ulur" ujar alex memprovokasi
"Makasih kak al..selamat malam love youuuu" mia seketika tercerahkan dengan ide cemerlang bin aneh dari kakak nya.
***
Mia menjalankan misi seperti yang di sampaikan oleh kak al. walaupun tangannya gatal ingin mengecek hp, tapi dia tahan.. dia tidak boleh kalah.
Mia selalu bersemangat jika sudah di kompori dengan kata. " kamu putri nya mama elina.. kamu harus ini harus itu bla bla blaaa"
__ADS_1
Selama kak ed belum menghubungi nya lebih dulu, mia juga bisa pikirnya. dia tidak mengabari ed seperti biasa.
Seperti ya dua sejoli ini saling jual mahal.. entah siapa yang mengalah nanti.
2 Hari.
Edward kesal selama dua hari ini. mia tidak menghubunginya.. tidak mengirim pesan pesan manis seperti biasa.
"Apa aku keterlaluan?" gumam ed membuka buka percakapan lama mia dan dirinya.
Mia sengaja menyibukkan diri dengan kak david, dia membantu kak david di sebuah proyek.. dan rencananya mia akan memberikan itu pada kak david nanti. karna semua pekerjaan mia sebenarnya di handle oleh kak david.
Mia yang tau seberapa sulit kak david berjuang sendiri di depan keluarganya yang bergelimang harta. mia ingin memberikan kejutan untuk kak dav. sebagai bonus dari kerja keras dan kebaikannya selama ini.
Mia juga kadang membuka ponsel. ternyata ed sama sekali tidak mencarinya padahal sudah dua hari dia menahan diri tidak menghubungi ed. mia sedih.
Mia ingin menelfon ed.. dan meminta maaf. biar saja dia mengalah lagi.
Tapi,
Kak alex sudah bilang, ini pasti berhasil. mia semakin bimbang. situasinya malah semakin buruk.
Ting!
"Ingat.. jangan menyerah duluan. jangan kalah. putri mama elina tidak beh kalah" isi pesan berupa kompor dari kak al malah membuat mia pusing.
"Terserahlah" ucap mia menyimpan ponselnya.
Mia sudah meminta maaf berkali kali, se cuek apapun dan se singkat apa pun balasan kak ed padanya mia menerima.
Tapi kalau mia terus.. satu arah. bagaimana ceritanya.
Mia akhirnya setuju dengan kak alex.
Cinta memang membuat orang tampak bodoh, tapi cinta juga tau kemana dia akhirnya berlabuh.
Kalau memang mereka sama sama menginginkan bersama maka mereka akan tetap bersama. sesulit apa pun keadaannya.
Mia yang terkontaminasi kak alex dan ed yang masih ingin melihat mia membujuknya..
Entah bagaimana akhirnya dua sejoli yang baru mengenal asmara ini.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1