Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Perkara rambut...


__ADS_3

Hari berlalu... semua orang fokus dengan pekerjaaan dan rutinitas masing masing. tak terkecuali mia, si bumil yang punya rutinitas penasaran dan berjulid. entah kenapa setelah tau bahwa kak zian menjalin kasih dengan dokter kandungannya. dia ingin melakukan hal menarik.


"Hubby..." panggil mia manja.


"Kenapa sayang?" tanya ed gemas menciumi perut buncit mia yang makin besar. sebentar lagi akan lahiran.. ini sudah bulan ke 8.


"besok dokter gia jadi kan periksa aku?" tanya mia menarik narik pelan rambut suaminya yang mulai panjang.


memang khusus untuk mia.. dokter gia selalu datang ke rumah memeriksa si bumil, itu permintaan ed, supaya istrinya tak perlu capek dan repot.


Dengan bayaran yang beda tentunya


Ed menatap mia. dari wajah nya sepertinya istrinya sedang merencanakan sesuatu.


"Jadi baby..." jawab ed. mia mengangguk senang.


"Sayang, aku potong rambut yaa" ujar ed untuk yang ke sekian kali. karena tiap kali ed ingin potong, si bumil tidak mengizinkan.


"Jangan.. gini aja. ganteng" ucap mia memegang rambut suaminya.


"Tapi ini udah lumayan panjang baby, di rapiin dikit aja ya.." tawar ed. dia jarang memanjangkan rambut, dia rutin potong rambut rapi dan pendek. cocok dengan wajah dingin nya


Mia suka suaminya dengan rambut begini, terlihat seperti bad boy.. rambut berantakan apalagi habis mandi. mia sangat suka rambut ed sekarang dibanding yang biasanya rapi pendek.


Tapi,


Alasan sebenarnya adalah.


si bumil itu tidak mau suaminya potong rambut sebelum dia lahiran. karena ed juga sangat tampan jika baru potong rambut.. mi ingin setelah si baby twin lahir.. dia kembali perawatan dan suaminya boleh potong rambut. tidak boleh ada yang melihat suami tampannya baru potong rambut. itu milik mia.


Entah kapan sifat posesif ed pindah ke mia.


"Gak boleh.. gini aja" tegas mia. mia sebenarnya ada rasa minder, apalagi dia merasa dia semakin lebar dan gendut. nanti banyak yang melirik suaminya padahal mia sekarang gendut. hufft.


Ed kurang nyaman dengan rambut sekarang, tapi mia selalu melarang untuk potong.


"Kalau aku boleh potong, setelah kamu periksa kita boleh jalan jalan baby" tawar ed masih ingin nego


Mia makin tak suka. nanti kalau mereka keluar padahal suaminya baru potong rambut?? tidak.. tidak boleh.


Mia menggeleng. dia tak mau ed potong rambut sebelum dia lahiran.


"Tunggu baby twin lahir aja by.. aku lebih suka kamu begini," ujar mia masih memegang lembut rambut hitam ed.


"Tapi aku gak nyaman sayang, aku gak pernah panjangin rambut aku. apalagi ke kantor aku gak pernah telat potong rambut baby.. belum lagi baby twin lahirnya masih bulan depan.. nanti makin panjang, aku potong ya sayang??" ujar ed lagi


Mia menatap suaminya. benar sih.. ed tak pernah telat potong rambut.


apa dia membuat suaminya tidak nyaman?


apakah itu juga merusak citra suaminya di depan rekan kerja?

__ADS_1


Mia melepas tangannya dari rambut tebal ed yang dia sukai.


Mia mengangguk..


tapi ed tidak puas.


"Boleh ya sayang?" tanya ed lembut.


mia kembali mengangguk.


Ed memeluk istrinya.. dia bukan tidak paham apa maksud mia. beberapa kali mia memang selalu bertanya tentang penampilannya. juga tentang baju yang tak lagi muat di tubuhnya.


awalnya ed bingung.. tapi setelah berbincang dengan alex dan dokter gia. ed akhirnya paham.. ini salah satu hormon kehamilan juga kadang tidak percaya diri dengan perubahan tubuh. apalagi mia mengandung kembar.


Padahal walaupun kehamilan mia sudah sebesar ini, mia bahkan tambah cantik dan sexy.. pipi tembem nya yang halus.. ed menyukai semua.


Hanya mood istrinya merasa itu kegendutan.


Sudah berkali kali ed minta potong rambut, dan tanpa sengaja mia menggerutu kalau dia takut ed nanti akan makin tampan sedangkan dia gendut.


ed tentu paham maksud istri nakal nya. tapi dia juga sungguh tak nyaman dengan rambut tak tertata dan berantakan begini. ini seperti bukan dirinya.


"Aku potong dulu ya sayang? mau ikut?" ajak ed, barangkali istrinya ingin keluar


mia menggeleng.


Ed mengelus pipi mia. istrinya jadi pendiam.


"Mau aku beliin sesuatu baby?" tanya ed mencium perut mia.


"Aku keluar sebentar ya sayang.. aku tidak akan lama"


cup


ed mengecup bibir mia dan keluar menuju barber shop langganan ed. tempat potong rambut mahal dan punya pelayanan terbaik.


Sepeninggal ed, mia berdiri. dia berjalan ke depan cermin.. dia berputar pelan. badannya sudah begitu bulat, pipi nya apalagi..


Dia mengelus perutnya.


"Sehat sehat ya anak anak mama" gumam nya mengambil ponsel. dia mencari cari perawatan pasca melahirkan nanti. yang penting kandungannya sehat, baru dia bisa fokus memikirkan perawatan untuk dirinya.


Ed sedang potong rambut. dia merasa lega.. setidaknya ini jauh lebih baik dibanding rambut yang tanggung.. di bilang panjang, tidak.. di bilang pendek juga tidak. benar benar tanggung.


Ed memikirkan harus membawa apa buat istri cantiknya..


Karena mia tak suka sayur, dan tadi bik mar sudah memasak. ed memilih membeli buah buah buat si bumil.


Tak lupa juga coklat, supaya mood istri nakalnya membaik.


Setelah selesai.. di tempat baber shop ini, semua petugas nya laki laki.

__ADS_1


"Ini milik kucing nakal ku" gumam nya terkekeh geli akan tingkah mia. ed merasa puas dengan tampilan nya yang baru.


"Saya ingin satu topi" ujar ed, meminta topi.. dia ingin perempuan pertama yang melihat tampilan baru nya adalah mia.


Setelah menerima topi warna hitam itu, ed membayar dan keluar menuju mobil. dia harus membeli buah dan coklat buat si bumil.


20 menit kemudian.


Tin...!


Ed keluar membawa buah di tangan. dia masuk.. masih mengenakan topi.


"Tuan" bik mar sedikit heran.. tumben sekali tuan muda nya memakai topi begini, di dalam rumah lagi.


"Bik, tolong di bersihin ya.. mana tau nanti mia mau" ujar ed menyerahkan buah pada bik mar


"Baik tuan" jawab bik mar sopan.


Ed melihat sekeliling.. kosong.


sepertinya istri nakal nya masih di kamar.


Ceklek!


Ed masuk.. mia lirik sebentar, lalu kembali fokus ke ponsel nya. ed mengernyit.


Ed melepas topi nya.


"Sayang..." panggil ed mendekati mia.


mia menoleh.. mia menatap suaminya sangat tampan. tidak potong rambut aja sudah tampan.. dan sekarang suaminya malah pamer betapa tampan dan sempurna nya setiap inci tubuhnya.


Padahal dia merasa gendut..


"Bagus gak sayang?" pancing ed tersenyum jahil.. dia juga ingin menjahili istrinya sekali kali


Mia mengangguk.


"Sangat tampan.. dan aku terlihat jelek dan kalau di samping suami ku" batin mia merasa sedih.


Ed gemas sekali melihat perubahan wajah mia, dari tadi kaget kagum lalu diam lalu tiba tiba sedih. entah apa yang dipikirkan kucing nakal nya.


"Aku mandi ya sayang... abis itu kita makan buah. tadi aku beli beberapa jenis kesukaan kamu" ujar ed


Cup


Ed mengecup bibir mia sebelum berlalu ke kamar mandi.


Ed mandi..


dia tersenyum melihat cermin..

__ADS_1


Hanya perkara rambut.. sungguh drama dari ibu hamil kesayangannya benar benar bikin geleng geleng kepala.


BERSAMBUNG..........


__ADS_2