
Alex tak lagi mau membalas ucapan gaby. dia selalu kalah dengan bocah itu.
gaby sudah mulai bosan juga, dia akhirnya memilih pamit. dia pesan taksi online lebih dulu.
"Dok, aku pulang dulu ya. nanti aku telfon.. byeee" ucap gaby merapikan tas selempang nya.
Alex bengong saat gaby menyodorkan tangannya.
"Salim dok, aku harus latihan jadi istri yang baik" ucap gaby santai. alex tak ingin berdebat. dia biarkan gaby melakukan sesukanya.
Dengan gerakan cepat dan kilat. gaby mengangkat wajahnya.
Cup
"Byeee" gaby tertawa mendengar suara geraman dari ruangan alex. dia pulang senyum senyum.. dia akan berusaha sampai dokter alex menerima nya.
Di ruangan alex. lagi lagi dia di cium gaby.
dia menggeram kesal, tapi tidak juga marah. aneh sekali.
"Kenapa malah jantungku begini" gumam alex langsung meneguk minumannya sampai tandas.
sekitar 45 menit kemudian.
"Dok, aku sudah sampai dengan selamat. tidak perlu khawatir" pesan gaby. alex tersenyum.. ah dia bisa ikut gila jika selalu berada di dekat gaby.
*************
Di kantor qq group.
"Hubby.. habisss" ucap si bumil manja saat makan rujak nya sampai ludes.
"Minum dulu sayang" ujar ed menyodorkan minum pada sang istri.
"Anak anak papa ngidam sesuatu lagi gak?" tanya ed mengelus perut buncit mia.
"Papaa.. week end kita bbq an yaa undang yang lain" ucap mia tiba tiba ingat dia punya misi dengan key.
"Tapi jangan capek capek ya, biarkan yang lain bekerja. mama sama dedek makan aja yaa" ujar ed mendusel dusel di leher sang istri.
ed sebenarnya tau kalau istrinya ada sesuatu dengan key. tapi ed tak ingin mengganggu.. selama mereka masih melakukan yang baik, ed biarkan saja.. suka suka si bumil lah.
"Oke papa.. kiss dong" ucap mia manja
ed tersenyum meraup bibir istrinya masih terasa saos rujak dan pedas asam nya.
"hubby, makasih banyak ya sudah jagain kami. menuruti apapun kemauan mama sama dedek" ucap mia bersandar manja di dada ed.
"Aku yang harusnya makasih banyak sayangku, istriku.. makasih ya kamu menyempurnakan hidupku. kamu membantuku memiliki keluarga utuh bahkan saat ini mengandung dua putra kita. makasih banyak baby" jawab ed memeluk mia erat.
"sama sama papa.. " ucap mia membuat suara anak anak.
__ADS_1
Cup
Ed tak tahan segera mencium bibir istrinya.
"Baby, ayo kita pulang, kamu harus banyak istirahat"
"Tapi kerjaan kamu by"
"Ini udah sayang, papa semakin semangat karena tiap hari di temani kalian" bisik ed
"Papa sekarang suka gombal" adu mia pada perutnya.
Ed terkekeh.. dia merangkul mia membawa tas istrinya. mereka pulang lebih dulu.
"Huuuft. enak banget jadi boa bucin. datang suka suka. pulang suka suka.. dasar bucin" gerutu rey mengerjakan banyak laporan di tangannya.
***********
"Sayang?" key yang sudah selesai makan dengan david. dia masih di tahan suaminya. biasalah david tak akan melepaskan key sebelum dia mendapat hidangan penutup seperti biasa.
"Hem?" jawab david masih setiap menciumi leher dan dada key.
"Kamu gak butuh sekretaris? kan perusahaan cabang juga sedang memulai proyek.. kamu pasti butuh sekretaris buat bantuin kamu di sana.." ucap key mengelus kepala david yang sedang manja pada nga.
"Apa menurutmu begitu yank?" david juga sebenarnya ingin punya asisten atau sekretaris. tapi belum dia putuskan.
"Iya, lagian kamu akan sangat capek. kamu juga sampe bawa kerjaan ke rumah.. mending kamu cari asisten atau sekretaris sayang.. "
"Awww. jangan di gigit, sakit" pekik key saat david dengan nakal menggigit pucuk dada nya.
"Lagian gemes banget yank.." ucap david kembali bermain main di sana.
"Udah ah.. ayo kerja lagi, biar bisa cepat pulang"
"Cium dulu sayang" ucap david menahan pinggang key duduk di pangkuan nya.
key mencium david cukup lama. lalu mereka melepaskan tautan bibir mereka... dan kembali bekerja.
**************
Zian, sedang ada kegiatan relawan di daerah pedesaan. mereka kadang sering melakukan penyelamatan jika ada bencana atau konflik. juga ada program ke pedalaman seperti saat ini membantu masyarakat di desa desa.
Zian memang tak begitu suka memulai percakapan. hanya sekedarnya saja. ada banyak muda mudi yang menatap kagum padanya, tapi dia biasa aja.
Zian tersenyum melihat foto di group keluarga winata.. mia mengirim fotonya.
"Opa.. oma.. om om tampan, si kembar mau bbq an ya akhir pekan. jangan lupa bawa piring masing masing," tulis mia di group.
"Punya suami kaya, perhitungan banget sama piring" balas alex
"Jangan bawel ya om kembar yang bau obat. si kembar mau repotin paman paman nya dulu"
__ADS_1
"Aku temenin bay twin deh ya.. om ingin mengajari si kembar cara menendang dalam perut" balas zian.
"Gausah banyak alasan ya om pasukan perang. pokoknya om kembar harus paling repot dan paling capek!!"
"Opa sama oma ngapain?" balas mama elina.
"Mama wanita paling cantik di dunia duduk manis aja.. papa juga. papa terlalu tampan jika dekat dekat dengan arang" balas mia
"Tidak adil!" balas zian dan alex.
"Suka suka si kembar lah.. kalian mau ponakan kalian lahir sambil nge ces.. karna om nya tidak menurut?" ancam mia terkikik mengerjai kakak kakak nya.
"nasib nasib... dari kandungan aja ponakan om sudah suka ngerjain. awas aja kalau lahir gak mirip sama om" balas alex ngawur.
"Enak aja.. pasti mirip papa nya lah. suami mia kan tampan, kaya juga.."
Emot ketawa memenuhi group mereka.
"Papa juga tampan deh, tapi maaf ya opa, masih lebih tampan papa edward" balas mia
papa winata mengirim stiker sedih.
"Papa makin ganteng deh kalo sedih begitu" goda mia.
"Gak papa deh mirip papa sedikit, baik nya.. tapi jangan receh nya yaa. papa becandaan nya gak lucu"
Stak!!
Alex dan zian sangat puas. karna jarang jarang papa winata mati kutu begitu. hahahhaa
"Cucu opa jangan jahil seperti mama mu yaa" balas papa terkekeh bersama mama.
"Oke opa.. siap siap ya, twin ngidam lagi" tulis mia bercanda.
"Mama kalian paling cantik dan baik " balas papa cepat. jika putrinya mengidam aneh aneh.. bisa repot dia.
Saat zian meletakkan ponsel nya kembali. dia berjalan menyusuri desa. tapi matanya menangkap sesuatu.
"Loh, itu bukannya.." gumam zian semakin dekat.
Benar dugaan nya.
Dokter gia juga ada di sana menjadi relawan tim medis. zian mengingatnya karna dulu mereka mengantar mia periksa kehamilan pertama kali.. saat melihat zian hanya diam. gia menoleh hingga pandangan mereka bertemu.
"Zian.." gumam dokter gia karena usia dokter gia setara usia alex. jadi lebih tua dokter gia sedikit.
"Kamu di sini juga.. wah kebetulan sekali" ucap gia basa basi.
Zian hanya tersenyum. memang dasarnya dingin dan susah di dekati ya begitu.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1