
"Hati hati, aku akan mengikuti mu dari belakang. tidak perlu takut. kalau driver nya macam macam atau mencurigakan langsung kabari aku. aku di belakang mu nanti" bisik rey
siapa yang tidak baper coba??? author juga mau di gituin.
Benar saja,
selama di perjalanan mobil rey setia mengikuti taxi yang di naiki oleh reni. reni melihat ke belakang.
Di tak pernah keluar dari zona nyaman untuk mencari kesenangan pribadi atau mencari teman teman apalagi pacar. tapi sudah berapa lama dia selalu mengacuhkan tuan rey, namun rey seakan tak ada lelahnya ingin masuk dalam kehidupan reni.
"Apa mau mu?" gumam reni belum tau apa maksud semua perhatian rey selama ini. dia takut dia nyaman tapi kemudian di hempaskan. dia tak ada waktu merenungi perasaan nya.. dia harus fokus bekerja mencari uang untuk adik adik dan orangtua nya.
"Lunakkan hati mu sedikit untuk ku reni" gumam seorang pria yang menyetir mengikuti taxi dari belakang.
Setelah taxi berhenti. rey juga berhenti.
"Terimakasih pak" ucap reni keluar dari taxi. dia bahkan tak perlu membayar ongkos. dia jadi merasa tidak enak.
Reni menoleh ke mobil rey. apartemen rey ada di seberang apartemen yang di tinggali oleh reni.
Reni hendak masuk tapi,
dia ingat harus membeli sesuatu.
Rey yang melihat reni berbalik, tak jadi menghidupkan mobil.
"Mau kemana?"
"Eh, makasih tuan atas makan malam dan ongkos tadi. saya mau ke supermarket" reni tak sempat tadi berterima kasih karena rey menggangu pikiran nya.
"Oooh.. " jawab rey. reni tak berniat menawarkan apa apa. dia tak pernah melakukan basa basi begitu. wwkkwkw
Reni berlalu ke supermarket. pembalut nya sudah habis, dan juga dia butuh beberapa cemilan dan telur juga.
Saat sedang memilih, mata reni melirik keluar. ternyata rey masih berdiri di samping mobil nya. entah ngapain dia di sana.
Rey berbalik membeli susu kemasan dan juga minuman tanpa kopi dan tanpa pengawet. dia rasa ini lebih sehat di banding minuman bersoda atau rasa rasa lain.
Setelah membayar.
Reni keluar. melihat itu kembali menegakkan tubuhnya yang tadi bersandar.
"Nona reni, boleh aku menghubungi mu walau tidak tentang pekerjaan?" ucap rey menahan detak jantung yang tak karuan.
Reni kaget. buat apa?
"Maaf tuan, untuk apa? kita tidak sedekat itu bukan?" sungguh reni bukan orang yang suka basa basi dan berkilah.
"Karena itu, aku ingin kita dekat." jawab rey.
Reni tampak diam. tidak menolak juga tidak mengiyakan.
"mm.. saya masuk dulu tuan, terima kasih dan ini untuk tuan" reni menyerahkan beberapa susu beruang untuk rey.
"Kenapa kamu memberikan saya ini?" tanya rey tersenyum. dia suka reni memikirkan nya.
__ADS_1
"hitung hitung untuk ganti ongkos taxi tadi tuan" jawab reni santai.
"Tak bisa kah kasih alasan yang lebih manis.." batin rey menatap reni.
"Oiya.. terima kasih nona. saya akan meminum nya."
Reni mengangguk dan berlalu.
"Gak apa apa deh, pelan pelan aku pasti akan mendapatkan mu nona judes dan jutek. ini peningkatan besar" gumam rey menatap bingkisan dari reni.
Rey kembali ke apartemen nya. dia pastikan susu beruang itu duduk nyaman di kursi depan. wkwkwkw
"Padahal dia sangat cantik kalau tersenyum sedikit saja" batin rey tadi sempat melihat reni tersenyum saat makan. mungkin reni suka makanan tadi.
Tapi ada satu hal yang di syukuri rey dari sifat cuek dan jutek reni.
Karena tidak banyak orang yang berusaha mendekati reni. bahkan memilih mundur. jadi dia tak perlu pusing ada banyak saingan.. karna tak banyak yang tahan akan sifat individualis reni. kecuali rey.
************
Di kamar yang sepi rapih dan nuansa krem. pria tampan sedang menunggu panggilan nya di angkat.
dia sudah mengirim banyak pesan tapi hanya di baca oleh gaby.
dia juga menelfon. dan belum di angkat.
Ternyata benar ucapan alex saat di bali, bahwa dia akan melakukan apa yang gaby lakukan dulu. termasuk menghubunginya tiap ada kesempatan dan mengirim nya banyak makanan. melalui aplikasi online tentunya karena jarak mereka jauh.
Setiap hari, alex mengirim pesan keseharian nya. bahkan tak jarang juga mengirim foto tanpa di minta.
Menyambungkan
"Halo"
"Kamu dari mana? aku dari tadi menelfon mu? mana chat ku semua hanya di read" protes si dokter ngenes
"Aku baru pulang dokter. maaf" jawab gaby. memang mereka sedang ada praktek membuat dessert. kelompok.
Alex mendengus.
"Baru jam segini nyampe rumah?"
"Iyalah.. lagian masih rame" jawab gaby santai sambil meletakkan tas dan melepas sepatunya.
"Tapi kan bahaya, malam malam, kamu perempuan" ungkap alex posesif.
"Tidak apa apa dokter. dwiki selalu memastikan aku aman dan selamat. jadi tenang saja"
Ada perasaan tal rela di hati alex saat mendengar bahwa pria lain yang menemani dan menjaga gaby.
"Jangan dekat dekat dengan dia" tegas alex tak suka.
Gaby tak membalas. karna hampir tiap hari tiap komunikasi, dokter alex melarangnya dekat dekat dengan dwiki dan pria lain? maksudnya dia hanya akan bertemu perempuan begitu? gila saja.
"Mm dokter, aku ingin bersih bersih dulu" kode gaby mengkahiri panggilan.
__ADS_1
"Yaudah.. nanti setelah mandi. balas chat ku ya" ujar alex tak rela.
"Baik. tapi dokter tolong jangan kirim makanan makanan lagi. aku tidak bisa menghabiskannya. mubazir." ucap gaby sebelum panggilan di tutup
"Kenapa? apa kamu tidak suka?"
"Bukan begitu. aku hanya sudah memasak dan persediaan belanja di kulkas masih banyak" ujar gaby
"Yasudah.. aku akan mengingatnya. setelah mandi balas pesan ku"
gaby memutuskan panggilan suara.
Gaby duduk meletakkan ponsel nya.
"Bagaimana cara ku move on dokter, kalau dokter melakukan ini?" gumam gaby menghela nafas pelan.
Dia sudah berputar haluan. dia ingin kuliah dan lulus.. lalu membuka restoran miliknya sendiri nanti. gaby punya cita cita lain yang sedang dia idam idam kan.
Gaby berpikir bahwa jodoh akan datang saat sudah siap. dia tak mau lagi menghabiskan tenaga mengejar ngejar.
apalagi pandangan gaby terhadap henry dan joan. di mana henry yang mengejar ngejar joan, bukan sebaliknya.
Kodrat perempuan memang ya di kejar. dia percaya bahwa di waktu yang tepat nanti, akan ada pria yang mampu menerima dan mencintainya. tanpa paksaan.
Gaby mandi.
Tak lupa di mengabari kak david dan kak key. dia selalu memberi laporan. juga kepada orangtuanya.
melihat gaby online tapi belum mengabarinya. alex segera mengirim pesan beruntun.
"Aku menunggu mu, tapi kamu tidak membalas chat ku gaby" keluh alex
"ini mau balas dokter."
"Gaby, apa kamu masih marah?"
"Tidak dok" balas gaby singkat.
"Gaby maafkan aku untuk kesalahan ku di masa lalu. aku tidak bermaksud melukai mu."
"Tidak perlu minta maaf dokter, saya sudah memaafkan nya. oiya dok, saya tidur duluan ya.. besok pagi saya kuliah pagi" ujar gaby
Alex terdiam. tiap kali alex menyinggung masalah yang dulu dulu, gaby selalu menghindar. dia tau gaby masih kecewa dan terluka.
"Yaudah, selamat malam gaby, aku juga akan istirahat. aku akan menghubungi mu besok" jawab alex
"Oke dok"
Tuuut.. tuuuut..
Alex memandang layar ponsel nya dengan latar foto gaby di pantai bali.
"Gaby.. ayo menikah. aku akan mendukung semua cita cita mu" gumam nya.
BERSAMBUNG.........
__ADS_1