Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Mie telur buatan uncle...


__ADS_3

Mia dengan semangat ke rumah tetangga alias rumah mama.


Ed memeluk bahu istrinya sambil membawa senter memastikan istrinya baik baik saja.


"Mamaaaa"


"Papaaa"


"Kakaaaaak"


"Astagaaa dek jangan teriak teriak. kami di sini" kak alex yang sudah tau siapa pelaku nya langsung protes


"Kak.. kamu semakin tampan. mana kak zi?" tanya mia. al mendengus.. dia tau pasti ada maunya kalau memuji begini


"Kakak di sini" ujar zian. mia mendekati tentara tampan itu.


"Kalian udah makan yaa?" tanya mia melihat bibik membawa piring kotor


"Iya sayang, kamu gak bilang mau makan bersama" jawab mama


"Kami udah makan ma.. mia hanya ingin main aja ke sini" jawab ed mewakili sang istri.


Papa winata menatap menyelidik, putri nakal nya itu tidak mungkin hanya bermain. pasti ada sesuatu. dan itu juga yang ada di pikiran mama, kak al dan kak zian.


ia melepas pelukan ed dan duduk di sebelah kedua kakak nya dengan sumringah.


"Kakak.. perutku akhir akhir lebih sering bergerak. lihat. apa mereka bertengkar ya di dalam" ucap mia manja pada kak zi dan kak al


"Bertengkar kenapa?" tanya zian malah menanggapi ke bobrokan adiknya.


"Tidak tau.. kalau di dalam perut gitu berantem, gak bebas ya kak" adu mia pada kak al


Ed menghela nafas.. papa mengangguk. papa winata mengkode ed supaya duduk di sebelahnya. menonton pertunjukan 3 saudara .


"Tidak mungkin berantem dek, mereka aja belum bisa membuka mata" ujar alex


"Oiya kak? terus mereka nendang nendang itu sambil merem?" tanya mia penasaran


"Iya dek.. perkembangan nya begitu. nanti setelah lahir baru deh ponakan ponakan uncle mulai bisa menyesuaikan dengan cahaya"


"Pasti mereka bertengkar rebutan eskrim atau buah yang kamu makan dek" ujar zian nyeleneh


"Astagaaa... mana tidak ada wasit di dalam sana" jawab mia membuat mereka menahan tawa.


Mia dengan manja bersandar pada kak zian dan kak alex.. walaupun ada niat terselubung.


Tapi mata mia melirik sebentar ponsel kak zi yang menyala.. lagi lagi kontak dengan emot love dan foto baju putih itu.


mia menatap mama.. seolah memberi kode. dan semua itu tak lepas dari pantauan papa dan ed.


"Kenapa istrimu jadi suka berjulid? istri papa jadi ikut ikutan" bisik papa winata kepada sang mantu


"Aku juga tidak tau pa.." bisik ed juga tak habis fikir.

__ADS_1


"Kak al.. kapan kakak menikah??" tanya mia tiba tiba. mereka semua sontak menatap sang tersangka.


Alex terdiam.. dia belum pernah memikirkan itu


"Belum tau dek.. nanti aja lah" jawab al santai


"Apa kakak tidak menyukai gaby? dia cantik dan polos." ucap mia langsung


"Dia masih anak anak dek.. " ujar alex pura pura acuh.


"Dia udah mau 19 tahun kak.. bukan dia yang anak anak. kakak aja yang tua. cih.. di kasih yang cantik malah jual mahal, entar gaby diambil orang kakak menangis di jembatan" ujar mia tanpa filter


Deg!


Mereka semua terdiam menunggu reaksi alex.


"Kenapa sekarang adik kesayangan ku yang manja ini jadi marah sama kakak? jodoh kan tidak ada yang tau dek.. kita lihat aja" ucap alex mencubit hidung mia gemas.


"Tapi kakak pernah mencium nya kan?" ucap mia membuat alex menegang. dari mana mia mengetahui nya??


alex tidak tau bahwa gaby si gadis absurd itu bahkan menceritakan semua kepada key, dan mia tau dari key.


Mereka semua menatap alex penuh selidik.


"Hiish.. adik nakal, jangan suka mengarang.. mending kita bahas pacar zian" alex mengalihkan pembicaraan membuat zian hampir tersedak


Mia memikirkan sesuatu. dia tak boleh meneror kak zian sekarang. supaya ed bisa dengan mudah mendapat info..


"Aku ingin melihat kalian menikah, jadi kan aku punya teman menggosip sama mama" tambah mia. mereka menepuk kening..


"Doakan saja ya" ujar zian dan alex membalas pelukan mia.


"Kakak..." panggil mia manja.


Perasaan al dan zian sudah mulai tidak enak. cobaan apalagi ini?


"Ada apa ? " tanya zian sudah paham mia ada maunya.


"Masakin aku mie kuah pake telor ya?" ucap mia


"Kak zian aja kan?" ucap alex menumbalkan sang adik


Zian menatap kesal ke arah kak alex.


"Kalian berdua. harus enak.. ini buat si twin.." manja mia.


Masak berdua?? sebenarnya permintaan mia tidak sulit. tapi alex dan zian kalau sudah bersama di dapur, mereka seperti bukan dokter dan tentara..


Zian dan alex menoleh ke arah mama. mama elina mengangguk.


"Oke.. mau mie rasa apa?" tanya alex menghela nafas.


"Rasa ayam bawang" jawab mi semangat.

__ADS_1


"Pake cabe dan bawang ya kak. telurnya setengah matang,"


Papa mama dan ed menahan senyum. zian dan alex segera berlalu ke dapur. demi si bumil.


Mia memotret kak zian dan kak al yang sedang fokus di dapur. wajah mereka tampak lucu dan bingung. mia akan menyimpan foto penuh ekspresi itu dan akan mia tunjukkan pada kekasih kak al dan kak zi nantinya. hahahah


"Waaah.. kalian sangat tampan" puji mia memotret dari berbagi sudut.


"Dek, duduk.. jangan dekat dekat kompor" zian membawa adiknya duduk tak jauh dari mereka.


Setelah selesai. satu porsi mie telur di mangkok kaca.. niat mia ingin mengerjai kakak nya. tapi tampilannya menggugah selera.. mia jadi ingin mencicipinya.


"Masih panas dek" alex membawa minum sedangkan zian membawa mie untuk si bumil.


Ed datang dari ruang depan.. dia memastikan apa yang akan di lakukan kucing nakal nya.


Mia dengan semangat mengambil sendok dan mencicipi masakan kakak nya.


Zian dan alex menelisik wajah mia.. apakah adik nya menyukai masakan kali ini?


"Heeum.. enak" ucap mia membuat dua pria tampan itu lega


mereka duduk di seberang mia dan ed duduk di sebelah istrinya.


"Apa kah tidak pedas?" tanya ed meneliti berapa cabe di mangkok itu


"Enggak.. ini enak by. mie telur spesial buatan uncles nya twin.." sahut mia menghabiskan mie nya. ini memang enak.. karna zian cukup bisa di andalkan masak mie.. jika sedang tugas ke pedalaman.. mie instan adalah jalan pintas bagi mereka.


Cup


Cup


"Makasih kakak kakak ku sayang" ujar mia sengaja mencium pipi alex dan zian dengan kuah di bibirnya.


Mau marah tak bisa. si bumil adalah bos nya.. setelah mama elina.


"Aaaah... kenyang" ucap mia mengelus perutnya.


"Makasih uncleeee" cengir mia tersenyum manis.


Zian dan alex tersenyum lega. setidaknya adik mereka tak mengerjai lagi. tidak tau besok besok... hahahah


Ed menaruh mangkok dan gelas mia..


"Mama.. aku pulang dulu ya. besok aku datang lagi, cup cup" pamit mia mengecup mama dan papa manja.


Mia dan ed kembali ke rumah di sebelah rumah mama dan papa.


Zian dan alex menghela nafas.. akhirnya bisa tidur nyenyak dari kejahilan si bumil.


Mama dan papa menahan senyum.. dua putra mereka selalu jadi sasaran ngidam mia.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2