
Setelah jadwal nya selesai, gia sudah memesan parsel buah untuk dia bawa ke rumah nona mia nanti. tak enak rasanya datang dengan tangan kosong.
Di rumah mia, ed membiarkan istri cantiknya melakukan apa saja yang dia sukai. termasuk melakukan makan malam bersama keluarga. tadi mereka sudah mengajak kakek dan mertua mia, tapi mereka berhalangan.. ada acara nikahan rekan papa wiguna. mereka tak bisa ikut kali ini.
karna tidak pulang ke rumah, dan supir sudah menunggu gia. dia membersihkan wajahnya dan memilih mandi kilat.
Alex zian mama dan papa sudah di rumah mia. seperti biasa mia mencibir kak alex. mia masih kesal dengan kakak nya.
Tin...!
Bik mar langsung menyambut tamu yang baru datang.
Dokter gia sedikit kikuk. tapi dia tetap tersenyum sopan, masuk menyalami mereka dan memberikan buah di tangannya.
"Harusnya tidak perlu repot repot dok" ujar mia
"Tidak repot sama sekali nona" ucap dokter gia bingung harus gimana.
Zian memperhatikan kekasihnya. terlihat gugup. alex hanya diam.. dia tak banyak bicara, paling jika mia si bumil mengajaknya berdebat saja. sisa nya dia jawab seperlunya.
"Ayo kita makan dulu" ajak mama elina karena mereka semua sudah di sana. dan satu orang yang akan di tumbalkan oleh mia. yaitu rey.. asisten david.
Dokter gia pelan pelan mulai nyaman. dia duduk di sebelah mama elina. karena memang mereka ramah, itu mempermudah gia berbaur.
"Dokter gia cantik.. kayaknya cocok sama rey" ucap mia memulai keusilan nya.
"Uhuuk uhuuk" bukan gia. yang terbatuk adalah pria di samping kak alex. yaitu kak zian.
Mereka menahan senyum. papa dan ed geleng geleng kepala. entah apa maksud bumil nakal ini.
zian ingin sekali menjewer adiknya. tapi ini lagi makan. zian semakin yakin kalau mia mengetahui sesuatu.
sedangkan alex, dia fokus makan. mereka semua sudah tau maksud mia mengajak makan malam dadakan ini. mereka menurut saja.. kalau tidak si bumil akan merajuk. dan susah di bujuk.
Mama elina benar benar memperlakukan gia dengan baik. itu membuat gia terharu.. karna dia tinggal hanya bersama papa nya. mama nya sudah tiada. dia suka kehangatan seperti ini.
Setelah makan. bik mar menyediakan buah sebagai pencuci mulut.
"Mau buah apa sayang? " bisik ed pada sang istri pelan.
"Mau strobery by" jawab mia manja.
Mereka berbincang bincang ringan.. perihal pekerjaan dan hal ringan lain.
__ADS_1
"Main rahasia rahasiaan sih" batin mia jahil.
"Dokter gia.. jadi dari kuliah dulu selalu satu kelas sama kak alex? hanya pas mengambil spesialis saja yang beda berarti?" pancing mia sesekali melirik ekspresi kak zian
"Iya benar m mia" jawab gia. karna dia di minta panggil nama saja.
"Apa dokter gia tak pernah suka sama kak alex? kan kalian sering bersama. seumuran pula" ujar mia.
deg!!
Zian kembali di ingatkan tentang umur.
"eii tidak mungkin, kami hanya berteman" jawab gia cepat. dia tak mau ada yang salah paham
"Yaah.. padahal kalian juga cocok. karna kak alex itu, kakak ku yang tiba tiba pendiam itu tidak suka sama perempuan yang jarak umurnya berbeda. mungkin kak alex sangat ingin perempuan yang seumuran.." sindir mia membuat mereka menahan tawa kecuali zian dan alex
Alex mendekat dan menyuapkan satu potong buah ke mulut jahil adiknya.
"Jangan sindir sindir yaa.. kakak gelitikin nanti" ancam alex gemas. dia mengakui sindiran mia.
mama dan papa berbisik.
"Ma.. kenapa putri kita jadi makin usil begitu? papa kasihan melihat muka zian" bisik papa
"Mama juga pa, biarlah.. salah anak mu sendiri main rahasia rahasia" jawab mama membela mia.
"Kak rey sudah punya pacar belum?" tanya mia menyender di dada suaminya
"Ehmm.. belum nona" jawab rey kikuk.. dia jadi tumbal juga malam ini. padahal otaknya dari tadi hanya memikirkan perempuan jutek dan cuek yang selalu menghantui pikirannya.
"Astagaa.. kebetulan sekali. kak rey dan dokter gia terlihat cocok. sama sama cantik dan tampan" mia berubah jadi mak comblang sejati
Mia menatap mengejek kak zian yang dari tadi menusuk nusuk buah potong dengan wajah kesal.
Dokter gia ingin menyangkal, tapi dari penglihatannya, zian belum mau memberitahu tentang status mereka yang baru. apa zian malu?? itu membuat gia sedih.
"Aku akan dengan senang hati mendukung kalian kak.. tenang aja, bahkan sampai menika-
Ucapan mia terpotong karena zian mendekat membawa buah strobery yang dia buat bak sate tusuk.
"Makan dulu sini.. jangan ngomong yang aneh aneh." zian tak tahan mendengar kata menikah yang di tujukan pada kekasihnya.
"Siapa yang aneh kak.. lagian kak rey cocok sama dokter gia. usia mereka juga tak jauh" jawab mia merasa menang.
__ADS_1
Zian juga kesal kalau di ungkit masalah umur. kenapa dokter gia harus lahir lebih dulu.
"Emang kenapa dengan umur??" kesal zian membuat mereka saling pandang.
"Mak maksud kakak, kenapa dengan umur. kan harusnya kalau suka ya suka aja.. umur dan yang lain itu di luar kemampuan kita" balas zian sedikit pelan.
"Harusnya begitu ya kak pikiran dokter jomblo sana" ejek mia membuat alex ingin menarik hidung mia. tapi mia sembunyi di baling lengan ed.
Karna tak tahan lagi melanjutkan skenario yang di rancang sendiri. mia melepas kan diri dari pelukan ed.
dan,
Greeeb!!
Mia memeluk leher zian cukup erat.
"Kenapa kakak tidak jujur kalau punya pacar? mia sampai tidak bisa tidur karna penasaran. bagaimana kalau anak anak ku juga penasaran lama lama??" cerocos mia membuat mereka yang di sana terkekeh. memang bumil ini sangat dramatis
Zian kaget. benar dugaan nya. mia tau sesuatu.
"Kamu tau dek?" tanya zian
"Kami semua tau kalau kakak dan dokter gia pacaran. semenjak pulang dari posko relawan" jawab mia santai. dokter gia menunduk malu...
ternyata mereka sudah tau aduuuuhh.. bagaimana ini.
Zian menatap mama papa dan mereka satu persatu.
"bahkan rey juga?"
mia mengangguk tanpa dosa.
Zian berhasil di usili adik kesayangannya.
"Terus tadi itu?" tanya zian.
mia lagi lagi mengangguk tanpa dosa.
Zian langsung melangkah lebar, dengan hati hati menjewer kuping mia yang dari tadi berontak.
Tak berhenti di situ, dia juga menarik gemas hidung si bumil yang tertawa lepas karna berhasil mengerjai nya.
"Dasar bumil nakal.. suka banget jahilin kakak. udah tau tapi sengaja gitu jodoh jodohin sama rey" ujar zian gemas ingin sekali memcubit pipi tembem mia.
__ADS_1
"Lagian kakak main rahasia rahasia.. di tanya in malah gak jawab. kan mia penasaran.. untung suami aku yang tampan dan kaya bisa dapat semua info hehe" cengir mia dengan manja
BERSAMBUNG.........