Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Bumil mau ikut...


__ADS_3

"Hubby.. u udah bangun?" tanya mia terbata.


Ed mengecup tangan nakal yang menggodanya pagi ini.


"kucing nakal ku membangunkan aku pagi pagi" bisik ed tersenyum. sedangkan mia terlihat malu karena ketahuan.


mia menatap dalam suaminya. dia sebenarnya punya misi tersembunyi.


"Hubby.. aku mau itu" lirih mia


"Mau apa sayang?" ed sebenarnya tau mia mau apa. karena mia juga sering memulainya lebih dulu.


"Mau itu.. aku pengen" jawab mia menggigit bibir bawahnya. ed tersenyum.. dia tau kalau mia setelah hamil jadi suka minta duluan dan dia suka.


"mau ini?" bisik ed nakal membawa tangan mia ke dalam boxer.


Mia mendongak dengan mata lucu.


"Pegang aja sayang, semua milik mu tapi jangan tanggung ya baby.. sampai tuntas ya" bisik ed nakal


mia mengangguk. dia memainkan jemari nakal nya di senjata ed yang mulai mengembang.


"Sssshhh.. baby.. lebih kenceng" racau ed menutup mata


Mia dengan lihai bermain main di sana.


"Hubby aku mau... masukin" manja mia telentang.


ed tersenyum puas. mia memintanya. dia tentu saja dengan senang hati mau dan tidak akan berhenti sebelum dia lelah


Mereka melakukan olahraga pagi. ini juga membantu proses persalinan nanti. kata dokter.


Mia menikmati sentuhan dan hujaman ed. dia sangat menyukai keperkasaan ed.


mereka tumbang setelah sama sama sampai dan puas.


"Dasar nakal" ucap ed mengecup bibir mia


"Itu baby twin papa" kilah mia mengambing hitamkan si baby twin.


Ed terkekeh gemas.. tapi dia iyakan saja.


***********


Setelah mereka puas bermanja dan mandi bersama. mia sangat lengket dengan ed. dia tak mau lepas tak mau jauh..


Bahkan makan pun dia minta di suapi. hari ini dia ingin menahan ed tetap di rumah. dia mau bersama ed satu harian ini.


mia mengikuti suaminya ke kamar mandi ke walk in closet ke semua yang di lewati ed. ed melihat istrinya heran.


"Ada apa sayang? kamu mau sesuatu?" tanya ed


Mia mengangguk.


"Apa hem?"

__ADS_1


"Jangan kerja hari ini. temenin aku ya by.." rengek mia manja.


Ed menghela nafas. dia sudah libur beberapa hari. dia juga harus ke kota Y. tak bisa di wakilkan. dan ed juga ingin menyelesaikan beberapa bagian nya sebelum bay twin lahir.


supaya nanti pas mia lahiran dia bisa fokus menemani istrinya.


"Sayang.. aku ada kerjaan ke kota Y sekarang. aku tidak menginap aku akan langsung pulang. nanti aku minta kakek atau keysha ke sini nemenin kamu ya.." ujar ed lembut


"Gak mau.. aku mau sama kamu by.. yaa? hubby.. pliss" rengek mia lagi memohon.


"Baby.. denger, aku hanya satu hari. dan sebentar lagi weekend. week end kita boleh jalan jalan atau nonton. oke sayang?" tawar ed lagi


"Aku ikuuuut" ucap mia saat merasa pekerjaan ed hari ini sepertinya sangat penting.


mending dia ikut supaya tetap bersama ed.


"Sayang jangan.. kamu di rumah aja, kasihan nanti baby kita kecapekan di jalan"


"Tapi aku mau ikut sama kamu." lirih mia masih ingin ikut.


"Perjalanan dari sini ke kota Y jauh sayang. kalian di rumah aja ya. aku janji akan usahain pulang cepat. kali ini menurut ya sayang?" tegas ed berusaha sabar.


mia diam.. ed mengira istrinya akan mengalah.


"Tapi kandungan aku kuat by, aku pasti bisa" jawab mia masih ingin ikut.


"Mi.. aku kesana mau kerja ketemu client nanti, bukan mau jalan jalan atau liburan. tolong ya sayang kali ini aja jangan keras kepala yaa.. kasian kamu dan baby nanti" terang ed sedikit lebih tegas.


"Hubby..." rengek mia dengan mata berkaca kaca.


mia mengangguk tapi air mata nya malah jatuh. dia menunduk.


Ed mendekati istrinya.


"Aku hanya sebentar.. tunggu ya sayang, jangan nangis. aku tidak bisa bekerja dengan tenang kalau kamu nangis baby"


Mia semakin terisak. bukan karena sedih atau kesal. tapi dia merasa suaminya sangat sabar membujuknya. padahal sepertinya tingkah mia itu barusan sudah mengesalkan.. tapi suaminya sangat sabar membujuknya. mia menangis karena terharu.


"Ini demi kamu dan baby. supaya pas kamu lahiran aku bisa bekerja dari rumah. ya sayang??"


mia mengangguk tapi masih terisak.


Cup


cup


"Ssst.. udah jangan nangis lagi" ed menghapus air mata mia lembut.


drrrt drrrt...


panggilan dari rey.. mereka harus segera berangkat. dengan berat hati ed harus meninggalkan istri manja nya.


"Maaf" lirih mia masih terisak. dia merasa hormon nya berubah ubah.


"Sayang.. aku paham, hormon ibu hamil memang suka begitu. aku berangkat ya.. kalian baik baik yaa" balas ed memeluk mia erat

__ADS_1


"Anak anak papa, baik baik sama mama ya.. papa akan cepat pulang" ujar ed mengecup perut mia.


Mia menyeka air matanya. dia tak boleh menangis di depan ed, nanti pekerjaan suaminya malah tidak fokus.


"Sayang.. aku berangkat yaa" pamit ed mengecup bibir istinya


mia mengangguk.


"Ucapkan sesuatu baby" mohon ed sebelum menjauh


"Hati hati hubby" ucap mia pelan. ed tersenyum.. dia cium lagi kening mia.


"I love you baby" bisik ed


"Love you too" jawab mia.


dan akhirnya perpisahan penuh drama karna mood bumil itu selesai juga. ed segera turun.. mereka harus berangkat supaya nanti bisa pulang cepat.


Sedangkan mia..


dia mengelus perutnya setelah ed berlalu.


"Papa hanya sebentar, kita tunggu yaa" ucapnya pada perutnya dia merebahkan tubuh dia malah mengantuk padahal tadi masih segar..


Selama di perjalanan, ed memastikan bik mar melihat kamar mereka dan membawa buah buat si bumil.


Walau begitu, ed tetap membuka cctv yang terpasang di kamar melalui ponsel nya yang sudah dia hubungkan sejak lama..


jujur saja dia juga tak tega melihat mia menangis merengek ingin ikut tadi. tapi dia khawatir kehamilan mia nanti kenapa napa. dia sangat posesif kepada 3 orang kecintaan nya.


Ed merasakan hatinya berdenyut nyeri saat mia masih menangis setelah dia keluar dan bergumam pada perutnya. dia jadi tidak tega.


Dia biarkan mia tidur lebih dulu. ed juga mengabari bik mar supaya jangan mengganggu mia sekarang. nanti saja.


Ed dan rey langsung menuju perusahaan pusat. dan mengerjakan proyek mendatang. untung saja orang orang pilihan ed di perusahaan ini sangat bisa di percaya.. dia tak perlu stand by di sini.


Selesai di kantor, mereka lanjut bertemu client sambil makan siang. sungguh sangat sibuk.


Ed lalu teringat akan istrinya. apakah mereka sudah makan.


ed menelfon mia.


"Halo by"


"Sayang.. kamu udah makan? aku lagi makan sama rey dan client. kamu mau aku bawain apa nanti?" tanya ed


"Gak usah bawa apa apa by. kami udah makan" jawab mia. dari suaranya ed tau kalau mia baru menangis. serak.


"Yaudah.. nanti aku telfon lagi ya sayang, kamu tungguin aku ya. bentar lagi pulang"


Mia mengangguk padahal ed tidak melihatnya.


"Mi.. sayang?"


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2