
"Apa sih" ketus mia menepis tangan suami nya. dia membuka ponselnya yang berbunyi. lalu berjalan ke luar kamar.
"Duh.. bahaya nih bumil ngambek bisa tidur di luar aku" gumam ed mengikuti mia dengan cepat.
Mia berjalan ke bawah, setelah dapat notifikasi dari kak zian kalau pesanan nya sudah sampai.
dan benar..
Bibi sudah membuka pintu setelah menerima pesanan atas nama nyonya muda mereka. untung sama mertua mia sedang keluar bersama papa wiguna. jadi mereka tidak tau mia sedang membeli makanan pinggir jalan. sikap posesif mama ed pada mia kadang membuat mia harus sembunyi sembunyi atau kadang mengajak kakek bersekongkol.
"Nyonya, pesanan nyonya"
"Makasih bi" jawab mia sumringah dia tak sabar ingin segera makan bakso rusuk itu.
Ed menemani mia, walaupun mia tak menggubrisnya tapi dia tetap setia menemani mia. menjaganya dari belakang.. sampai semua makanan habis tandas di perut bumil yang semakin chubby itu.
Tak lupa mia mengirim ucapan makasih kepada kedua kakaknya. dia berjalan tak peduli ada satu pria tampan yang ngintilin dia dari belakang.
"Sayaaaang" panggil ed setelah mia kenyang dan duduk manis di kursi balkon kamar.
"Iih awas jangan deket deket" ucap mia menepis tangan suaminya yang dari tadi menyentuh perut dan tangan nya.
"Sayang maaf" ucap ed menatap mia memohon.
"Iya. udah sana.. kerja lagi, gausah pikirin istri dan anak anak mu." mia melewati suaminya dan masuk ke dalam kamar.
"Sayangku, istriku, cintaku,.. bukan gitu, papa emang salah. Babyy.. bantuin papa dong bujukin mama" ucap ed minta bantuan pada si kembar yang masih dalam kandungan.
Mia hampir tertawa mendengar nya. tapi dia tahan. suaminya lucu sekali.
Ed sedang rebahan dan meletakkan kepalanya di atas perut istrinya. tapi tidak menekan.. takut anak anak nya di dalam kejepit. dia mengecupi perut mia. mencoba meluluhkan hati istrinya yang sedang duduk dan menyender di sandaran ranjang.
Merasa tak mendapat respon. ed bangun.
"Papa pijitin mama ya, " ed memijit mijit kaki istrinya. mata nya sesekali memelas pada mia. mia susah payah menahan tawa.
"Baby.. besok ya kita jalan jalan nya, bilangin mama besok bisa beli apa aja, semua dari papa" ucap ed pada perut mia.
__ADS_1
"Gausah ya dek, kita sama om al sama on zian aja ya dek, yang enggak suka php" balas mia pada perutnya.
"Sayaang.. sama aku aja. Janji.. besok jadi sayang, Pliss maaf, lain kali gak gitu lagi yaa"
"Kamu mau kemana aja besok boleh mau beli apa aja boleh, mau makan apa aja boleh asal tidak bahaya buat baby twin" bujuk ed melepaskan pijitannya dia langsung meraih bahu mia dia tak suka mia ngambek begini, bisa terancam jatah malam nya.
Mia tampak memikirkan bujuk rayu suami nya. boleh juga, pikirnya.
"Okedeh.. kita maafin papa kali ini yaa" jawab mia membuat ed segera mencium perut mia lalu berakhir di bibir manis candu ed.
"Makasih sayang sayang nya papaa" ed lega.. malam ini jatahnya aman.
"Awas loh gitu lagi" gerutu mia
"Gak lagi sayang, tadi papa hanya bablas." jawab ed cepat memeluk istrinya.
Ed mengelus elus perut mia membuat mia nyaman. mia memeluk ed.
Plak!!
"Sayang, kok ini kamu makin besar ya. ini kamu juga" ed sengaja meremas dada mia dan bo*kong mia yang makin montok.
"Aakh.. iyalah, tiap malam kamu mainin bengkak lah mereka" jawab mia tak bisa melepaskan tangan ed.
"Tapi papa lebih suka ini" bisik ed sengaja mengelus inti mia. membuat mia geli dan pengen..
"Euungh.. papa geli" jawab mia manja. di masa kehamilan ini dia suka melakukan itu. dan itu sangat menguntungkan suami nya.
"Apalagi kalau dari dalam gini sayang" bisik ed menyeringai, dia memasukkan tangan nya ke dalam penutup inti mia.
"hubbyyyy.. ssshhh" mia tidak bisa mengontrol de*sahannya saat dua jari ed dengan nakal di bawah sana.
"hubby.. jangan pakai jarii" ucap mia tak tahan.
"Terus pakai apa sayang?" tanya ed pura pura tak tau. dia suka mia memelas begitu.
"Itu.. itu kamu.. byyy cepetan" rengek mia meraba bagian tubuh ed di bawah.
__ADS_1
"Oke sayang, siap meluncur.. papa datang anak anak" ucap ed membuka senjata dan mengarahkan ke surga nya. hingga tenggelam.
Mereka melakukannya dengan hati hati tapi lama.. ed tak membiarkan istrinya diam. dia membuat mia selalu berteriak ke enakan. dan dia juga sama..
*******
Hari ini adalah hari kedatangan david dan key ke rumah keluarga david.
"Kak.. aku gugup" key memegang erat tangan david yang membawanya semakin dekat ke pintu rumah
"Gak usah takut, ada aku.. aku gak akan biarin mereka melukaimu yank" david membuka pintu. ternyata sudah di sana.. sepertinya tuan sanjaya sudah memberi tahu perihal kedatangan mereka.
apalagi pengumuman kehamilan mia dan pernikahan key itu di rekam media. semua orang juga sudah tau berita itu.
Key memantapkan langkah nya. dia siap menerima apa saja nanti. dan dia tidak akan melepaskan david.
Saat mereka masuk, david di sambut baik entah itu hanya basa basi atau tidak. itu mereka yang tau.
Key yang tau sopan santun, sbelum duduk dia tetap menyalim keluarga david satu persatu. terlihat jelas papa mama dan kakak david tidak begitu menyukainya. tapi key melihat seorang gadis perempuan, sepertinya itu adik david, karena mereka sedikit mirip. dia tak banyak bicara.. hanya diam. tapi wajahnya menyimpan sorot kesedihan.
Sebagai etika bertamu, rasanya tak sopan tidak mencicipi jamuan tuan rumah. key dengan sopan tetap duduk di samping calon suaminya. semua mata menatap menelisik ke arahnya.
"Kheem"
"Seperti yang pasti papa dan mama dan semua keluarga tau, hari ini aku datang tidak sendiri. aku membawa calon istriku yang akan ku nikahi 2 minggu lagi. semoga kalian merestui hubungan kami dan turut serta sebagai pemilik acara hari itu" ucap david sesuai kesepakatan dengan key. awalnya david tak ingin se sopan itu, tapi key.. meminta david setidaknya memikirkan mereka satu darah.
"Halo om, tante.. dan semua, perkenalkan saya keysha" ucap key tersenyum sopan. walaupun tak ada yang menyahut dia biasa saja. dia sudah menduga ini sebelumnya.
"Apa pekerjaan mu? di mana keluargamu?" tanya mama david langsung. david ingin menjawab tapi key dengan lembut mengelus lengan david.
"Saya hanya karyawan di qq group tante dan saat ini di transfer ke mw group karena sahabat saya sedang hamil, saya di minta menbantu kak david untuk sementara" jawab key masih tersenyum sopan.
"Tentang keluarga saya, saya hanya tinggal berdua adik saya. kedua orangtua kami telah meninggal" tambahnya jujur. keluarga david memandang key dengan tatapan remeh.
"Kalau kami tidak merestui bagaimana?" tanya papa david tiba tiba.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1