
Gaby ternyata memikirkan alex, makanya dia sangat ingin hamil.
alex dengan langkah besar menarik gaby dalam pelukan nya. dia dekap hangat.
Cup
cup
cup
"Gak apa apa sayang.. sebentar lagi. aku gak apa apa. asal kamu sehat terus gak apa apa. pasti kita akan segera di kasih kepercayaan" bisik alex
Gaby dengan susah payah menahan diri
tapi tidak bisa.
dia menangis dalam pelukan suami nya.
Beban gaby juga karena alex, suami nya adalah anak sulung di keluarganya. gaby ingin segera memberikan penerus buat suami dan keluarga nya.
Alex mengusap lembut punggung gaby yang bergetar. dia ciumi pucuk kepala gaby sampai puas. tak dia lepaskan.
Gaby menetralkan wajah nya. dia lagi lagi tersenyum. dia paksakan tersenyum di hadapan suami nya.
"Maaf" ucap gaby me lap baju alex yang basah di dada kiri nya. karena air mata gaby.
Alex tersenyum. dia kecup lama bibir yang selalu dia rindukan.
"Aku yang maaf sayang, maaf membuat mu menunggu lama. maaf aku terpaksa berbohong cuma 3 bulan, maaf yang" balas alex.
gaby hanya diam. tak tau bagaimana bereaksi. hanya mengangguk. mau bagaimana lagi?
***********
Alex akhirnya memilih lebih lama 2 hari di bali. lalu dia kembali ke jakarta setelah memastikan gaby baik baik saja. lebih tepatnya di paksa menjadi baik baik saja oleh keadaan.
Gaby.
dia kembali ke kamar.
dia tertawa.
menertawakan diri sendiri tapi air matanya menetes tanpa aba aba. gaby tertawa menepuk nepuk dada nya. lalu menangis begitu pilu..
di depan alex memang gaby diam dan terlihat biasa saja. tapi siapa yang tau di dalam hati?
Gaby tekan semua. dia sembunyikan semua. mau bagaimana lagi?
Gaby menenggelamkan wajah nya di bantal. entah berapa lama dia menangis.. dia bahkan sampai tertidur karena kelelahan.
kalau saja mbak tidak mengetok ngetok pintu, gaby mungkin akan bablas tidur sampai besok. dia lelah.. fisik otak dan hatinya.
"Iya mbak?" jawab gaby dengan suara serak
"Non, tuan nelfon.. nyariin nona" jawab mbak tidak enakan
"Oiya makasih mbak" jawab gaby tersenyum ramah.
gaby melihat jam.
pantas saja.. dia sudah tidur 5 jam. suaminya pasti nyari in
Drrrrt...
__ADS_1
"Halo.."
"Halo sayang, dari mana aja?" tanya alex khawatir
"Ehm.. aku ketiduran. baru bangun, maaf" jawab gaby dengan suara serak.
"Oiyaa.. aku udah sampe rumah ya sayang.. aku udah mandi." jelas alex menceritakan kegiatan nya. gaby sebagai pendengar.
Gaby tak banyak bicara, hanya seadanya aja. alex juga paham.. dia tidak mau memaksa gaby.
********
alex sudah cerita semua tentang apa yang terjadi selama dia di bali, kenapa akhirnya alex lebih lama di bali. makanya mereka begitu prihatin kepada gaby.
Sedangkan ciwi ciwi selain gaby.
mereka sebenarnya ikut sedih. apalagi dengan kegigihan gaby ingin hamil sampai bertanya kepada key.
Makanya para ciwi ciwi sepakat, mereka tidak akan memposting tentang kehamilan atau ngidam mereka ke media sosial.. supaya gaby tidak ke trigered.
mereka juga di grup memilih mengirim banyak dukungan juga banyak lelucon.. dengan harapan, mereka bisa sedikit meringankan beban pikiran gaby. si kakak ipar tertua juga sekaligus si bungsu buat mereka.
Alex juga meminta tolong kepada mbak di apartemen, memastikan istrinya makan dan istirahat tepat waktu. dan melaporkan apapun kepada alex.
sedangkan mama elina..
kadang menelfon menantunya. sengaja mereka tak mau membahas kehamilan kepada gaby, supaya tidak kepikiran.
Mereka semua menyayangi gaby, dengan cara mereka masing masing.
Gaby...
dia makin jarang menghubungi siapapun. dia bingung mau bahas apa.
Gaby juga sepulang dari kampus tidak langsung ke apartemen. dia suka menyetir mengelilingi kota Bali. tanpa tujuan..
Hingga..
mobil nya berhenti. di salah satu pantai yang terkenal di bali. sangat ramai.
dia tidak turun.. hanya dalam mobil.
dia juga heran kenapa bisa sampai ke sini. dia menggeleng..
Gaby segera memutar setir kembali ke apartemen, sebelum mbak menelfon. karena gaby akhir akhir ini selalu mendapati mbak mengikuti dan selalu men cek apa yang dia lakukan.
siapa lagi kalau bukan suami nya pelakunya. tapi gaby diam saja.
Tin..!
Gaby berjalan dengan langkah gontai ke lantai apartemen nya.
Ceklek!
"Nona.. sudah pulang?" sambut mbak
tuh kan..! sudah di tungguin. untung gaby langsung pulang
"Mbak, aku masuk dulu ya." ujar gaby masuk ke kamar. dia mau mandi dan berendam. semoga membantu melegakan perasaan dan pikiran nya.
Bahkan sengaja gaby menyiapkan aroma terapi. supaya dia lebih tenang.
Dia berendam.. tapi pikiran nya melayang kemana mana.
__ADS_1
tangan gaby tak sadar lagi lagi mengelus perut nya.
dia tersenyum getir.
"Kenapa harus aku" gumam nya lirih.
"Aku penyakitan" gumam gaby lagi menenggelamkan wajah nya lalu dia keluarkan lagi.
Gaby bangkit dan mengeringkan tubuhnya.
Satu hal yang keliru.
yang gaby butuh kan saat ini sebenarnya teman cerita.. menumpahkan sesak dan beban yang menggerogoti otak dan hati nya.
tapi semua tidak ingin menyinggung tentang masalah kehamilan kepada gaby, maka gaby tak tau harus bicara kepada siapa.
kak mia, key.. reni dan gia. apalagi mertua gaby. tak satu pun dari mereka bertanya bagaimana perasaan gaby.
tidak ada.
yang mereka katakan hanya semangat dan sabar.
padahal gaby butuh teman bertukar dan berbagi masa masa sulit ini.
dia simpan sendirian.. kepala nya pusing dan tidak tenang. gaby sendirian.
.
.
.
Alex bukan tak tau kalau gaby menghindar dan berubah. tapi alex biarkan.. mungkin gaby butuh waktu. pikirnya.
Alex jelas tau.. karena gaby membalas pesan nya sangat lama. kalau di telfon juga sering sekali hanya satu arah. gaby mendengar dan tak ada niat memulai obrolan.
Seperti saat ini.
"Sayang, udah makan belum? tadi yang masak kamu atau mbak?" tanya alex menelfon
"Udah tadi.. iya di masakin mbak" jawab gaby biasa
"Aku datang week end ya sayang, masakin aku makan malam dong yang, kangen masakan kamu" ujar alex berusaha membuat gaby mengeluarkan suaranya.
"Iya dokter, nanti aku masakin" jawab gaby tenang.
"sayang, kita nanti jalan jalan mau? kita ke vila lagi yok yang" ajak alex melihat gaby kembali diam. kalau tidak di tanya gaby tidak membuka suara lebih dulu.
"Ehm.. aku di apartemen aja deh. aku lagi banyak tugas bentar lagi mau uas" jawab gaby. tidak tau itu hanya alasan atau benar benar begitu adanya.
tapi gaby biasanya sangat suka di ajak keluar. jalan begini.
alex menatap sendu istrinya yang dulu ceria dan sering membuat alex pusing. sekarang sangat diam..
Alex sedang memikirkan cara, bagaimana mengembalikan istri nya yang dulu.
dia tidak suka istinya seperti tak ada semangat begini.
ini seperti bukan istri kecil nya.
Aku merindukan mu sayang. batin alex melihat ponsel nya yang hening. gaby hanya diam.
BERSAMBUNG ...........
__ADS_1