
Gaby tidur memunggungi alex.
alex memandang punggung gaby dengan tatapan tak berdaya. dia dari tadi di tepis oleh istrinya. dia harus memberikan waktu buat gaby. semoga saja istri kecil nya itu segera memaafkan dia.
tapi..
sampai bangun pun. gaby hanya diam. mata nya terlihat bengkak. sepertinya dia menangis terlalu lama.
"Sayang, aku pulang yaa" pamit alex mengekor terus di belakang gaby yang terlihat sibuk merapikan baju baju kotor di kamar.
Gaby hanya diam. dia tidak ingin melihat alex.
sedih kesal kecewa semua mengumpul jadi satu.
"sayang bagaimana aku bisa pulang kalau kamu begini" keluh alex duduk dengan frustasi
tapi gaby tak menggubris sama sekali.
"Aku melakukan itu karena aku mencintai mu sayang. aku tidak ingin kamu kenapa napa"
"Kalau kamu mencintai ku kamu tidak akan menolak aku dokter" balas gaby pada akhirnya dengan suara parau.
"sayang bukan begitu. aku udah jelasin sama kamu-
"Aku yakin aku bisa. aku sehat. aku udah janji akan menjaga nya" potong gaby dengan nafas naik turun
"Bahkan kalau kamu melakukan hal seperti semalam. aku merasa aku seperti ja*lang dokter. kamu tidak menginginkan anak dariku" ujar gaby mengeluarkan emosi nya.
"Gaby!!!?" sentak alex tak suka mendengar ucapan gaby.
dia sangat mau. sangat.. tapi.. ah bagaimana cara nya menjelaskan ke istri nya yang sangat keras kepala ini?
gaby menunduk menahan tangis. merapikan apa yang dia perlukan kuliah. dia merasa sesak di sini.
alex lagi lagi menghela nafas.
menikahi gadis belia dan masih sangat muda pasti banyak tantangan nya. alex harus banyak sabar dan mengalah.
"Sayang, plis ngertiin aku. aku juga menginginkan nya. sabar sebentar lagi yaa.. " ujar alex memohon
Gaby pura pura sibuk. dia menarik nafas. me lap wajah nya. dia tidak mau masalah keluarga nya di ketahui mbak. dia keluar menuju meja makan.
alex ikut.
Gaby tetap melakukan tugasnya. dalam diam. hanya suara sendok. bahkan gaby tak melirik suaminya sama sekali.
alex melihat jam tangan nya.
sudah saat nya dia pulang. dia harus ke rumah sakit.
Gaby merapikan meja makan. dia hendak ke kamar.
tapi
"Sayang, jangan marah.. aku tidak mungkin pergi kalau kamu marah" alex menahan tangan gaby.
Gaby menoleh. dia menarik tangan nya dan menegakkan kepala nya.
mata alex bisa melihat wajah gaby sedikit pucat dan mata gaby masih memerah.
"Pulang lah dokter. aku mau kuliah" ujar gaby dengan senyum terpaksa.
Alex mengikuti langkah kaki gaby ke kamar. dia makin berat meninggalkan gaby.
__ADS_1
Gaby bersiap siap. alex belum beranjak. dia masih menunggu gaby. bodo amat kalau dia telat. tidak apa apa pikirnya.
Gaby menutupi wajah pucat nya dengan makeup tipis. dia mau keluar dan menangis sampai puas.
gaby mengambil tas nya. tapi lebih dulu di ambil alex.
Greeeb!!
Alex memeluk istrinya erat. gaby hanya diam. tak menolak dan tak membalas.
"Sayang, maafkan aku.. maaf sayang" ucap alex mengeratkan pelukan nya. dia ciumi wajah gaby. tapi gaby tak bereaksi apa apa. hanya diam.
Gaby menoleh melirik jam. sebenarnya masih banyak waktu.
"Aku mau kuliah dokter. dokter nanti hati hati" ujar gaby menjauh dan mengambil alih tas nya.
alex menatap nanar wajah gaby yang sama sekali tidak melihat padanya. panggilan gaby juga berubah padanya.
Alex melepas jaket nya. dia tidak bisa pulang ke jakarta begini.
alex mengunci pintu. dia harus selesaikan masalah ini dulu.
Gaby menatap bingung. dia mau keluar.
"Sayang, aku harus bagaimana?" tanya alex putus asa.
"Dokter pulang lah. aku juga mau kuliah." balas gaby pelan makin membuat alex tak karuan
"Sayang.. plis. jangan begini" mohon alex
"Dokter kunci nya. aku mau keluar" ucap gaby meminta kunci kamar.
Alex sama sekali tidak membuka pintu.
Alex mengantar gaby sampai kampus. hanya diam. hening menyelimuti.
Cup
"Semangat kuliah nya sayang." bisik alex setelah mencium sekilas bibir gaby.
Gaby segera keluar. alex masih di sana. hingga gaby tak terlihat.
Alex menghubungi papa winata. dia izin.. akan lebih lama di sini. dia tidak bisa pulang hari ini.
*********
Gaby sengaja pulang setelah membeli eskrim tadi. itu sedikit membantu memperbaiki mood nya.
gaby berfikir alex sudah di jakarta.
dia kembali ke apartemen tanpa curiga. mbak memasak. dia segera masuk ke kamar.
dan..
Ceklek!
Gaby berhenti.
pemandangan di depan nya.
alex sedang duduk di atas ranjang memangku laptop nya. seperti nya sedang mengerjakan sesuatu.
tapi bukan itu, kenapa suami nya masih di sini?? bukan kah harus nya sudah pulang??
__ADS_1
"Sayang.. udah pulang" pikiran gaby buyar karena panggilan alex.
gaby berjalan masuk dengan bingung. tapi dia langsung mandi. lengket cuaca cukup panas.
Gaby menghela nafas.. dia memikirkan isi chat di grup ciwi ciwi.
Flashback:
Tadi setelah gaby di kampus. kira kira saat jam makan siang. di grup ciwi ciwi mia membahas tentang gaby.
sepertinya mereka juga sudah tau keadaan gaby. mungkin dari kak gia.
"Gab, semangat ya.. berdoa aja semoga nanti kamu sama kak alex segera bisa menyusul. tapi tidak ada kata terlambat kok" pesan mia
"Iya dek.. jangan stres kuncinya. suami istri harus saling mendukung" balas kak key
ada juga pesan dukungan dari kak reni dan kak gia. membuat gaby termenung.
Gaes.. di sini gaby bukan berlebihan ya. dia di usia muda dan lingkungan nya di keluarga semua sudah hamil. pasti ada tekanan dong. juga sejak awal janji 3 bulan dari dokter dan alex membuat gaby kekeuh.
lanjut...
Gaby mengelus perutnya.
Dia membeli eskrim dan sekalian kembali ke apartemen, naik grab. karena mobil tadi di pake suami nya.
FLASHBACK OFF
Gaby keluar dari kamar mandi. dia bingung bagaimana menyikapi suami nya yang ternyata belum pulang ke jakarta. huft.
"Sayang.." panggil alex meletakkan laptop nya.
"Mau jalan jalan?" tawar alex lembut.
Gaby menggeleng.
"Dokter kenapa tidak pulang?" gaby balik bertanya. dia menatap lekat suaminya.
"Aku udah izin sayang. aku mau nemenin kamu aja. lagian aku bawa laptop ke sini" balas alex senang, karena gaby bicara dan melihat ke arah nya.
"Aku baik baik aja. dokter pulang lah" ujar gaby tenang
"Enggak. sebelum kamu maafin aku sayang" ucap alex tak kalah teguh.
Gaby diam.. dia menghela nafas dalam. apakah dia harus mengalah lagi??
"Aku tidak marah dokter. pulang lah.. aku baik baik aja.
dan,
tentang yang kemarin. aku tidak apa apa. kalau memang belum boleh hamil gak apa apa." jawab gaby akhirnya mengalah. lagi lagi dia menekan ego nya. dia tersenyum pahit.
"Beneran yang??" tanya alex kaget. dia tidak tau istrinya akan berubah pikiran se cepat itu
"Iya.. maaf karna aku tidak sehat dokter. maaf karena aku dokter tidak bisa cepat punya anak. maaf juga kalau aku egois, aku tidak apa apa. kalau memang belum bisa ya sudah" jawab gaby tersenyum
Alex diam.
ternyata beban istrinya bukan hanya itu. bahkan istri kecil nya itu memikirkan posisi nya. astaga..
BERSAMBUNG..........
Jangan bully gaby ya gaes.. kasihan. ikutin aja yaa alurnya tenang saja. pasti nanti dapat piring gratis..
__ADS_1
semangatin aku dooonggggg. soalnya gak ada ayang yang semangatin huhu❤️