Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Perubahan mia


__ADS_3

"Bik, tolong panasin ya.. sayur gak usah." ucap mia lemah. dia memang tak suka sayur saat hamil ini. sulit di telan. bik mar mengangguk.


Mia duduk di meja makan sendirian.. senyum dan semangatnya tadi saat memasak hilang sudah. bayangannya kalau ed akan makan bersama dan memaafkannya hilang sudah.


Dia lagi lagi kena sentakan dan marahan.


Bik mar meletakkan beberapa lauk yang sudah di hangatkan. lalu mia menyuruh bibik istirahat lebih dulu.


Mia makan dengan hati yang sakit. tidak tau akan sesakit ini.. kemarin dia di marahi karna dia memang salah.. itu saja rasanya sangat sakit.


tapi ini.. mia yang ingin berusaha memperbaiki hubungan mereka juga dapat bentakan lagi. ini berlipat lipat lagi sedih dan sakitnya. mia serba salah.


Mia makan. dia kesusahan untuk mengunyah.. tapi dia paksa.. mia makan tapi air matanya tak bisa berhenti. dia minum banyak air supaya makannya bisa turun.


"Maafin mama.. mama salah ya.. mama egois ya" gumam mia menangis sesunggukan memasukkan makanan. ke dalam mulutnya.


Mia hendak muntah tapi dia tahan dia paksa semua masuk. dia tak mungkin membuat si kembar kelaparan.


Air mata mia masih terus membasahi pipi hingga mia menyeduh sendiri susu hangat. dan menghabiskannya.


Dia melap pipi nya. dia tak ingin terlihat menangis. tapi dia tak tau, dari atas ed melihatnya menangis tadi.. hati ed juga sakit. tapi dia tak habis fikir dengan istrinya. apa dia tak menyayangi kandungannya?


Mia masuk ke dalam kamar. mencuci muka dan langsung masuk ke dalam selimut. dia paksa untuk tidur. walaupun susah. dia takut ed marah lagi karena dia tidak tidur cepat..


Dia menangis lagi. dia membelakangi ed. memegang perutnya dan berusaha tidur.


Ed..


dia melihat istrinya masuk ke kamar. hanya tertunduk dan langsung ke kamar mandi. semua pergerakan mia di lihat oleh ed. bahkan ed tau istrinya sedang menangis di dalam selimut.


Ed menghela nafas kasar. dia tak tega membentak istrinya. tapi emosinya tadi tak tertahan. dia takut istri dan anak anaknya kenapa napa. selama ini ed memang sangat posesif pada mia dan si kembar.


Ed tidur setelah mia tidur. tak lupa dia elus perut istrinya. dia lihat bekas air mata di sudut mata mia.. itu membuatnya menyesal.


****************


Pagi hari nya. mia tak banyak bicara.. dia hanya diam. biasanya dia selalu mengajak ed bicara.. tapi tidak kali ini. mia diam. ed juga diam. hening..

__ADS_1


Setelah sarapan. mia masuk ke kamar istirahat. tugasnya hanya 2. makan dan istirahat. dia tak mau ed memarahinya lagi jika dianggap membantah.


Ed menatap punggung istrinya.. dia berfikir pasti nanti mood mia akan kembali. dia berangkat ke kantor dengan suasana hati lebih buruk dari kemarin kemarin.


Pikiran ed dari tadi hanya pada mia. dia menelfon bik mar menanyakan kegiatan mia..bik mar bilang kalau mia hanya di kamar. ed tau istrinya gampang bosan.


"Mia udah minum susu bik?"


"Sudah tuan. tadi juga sudah makan buah. tapi nyonya tidak mau keluar. hanya di kamar saja" jawab bik mar.


Setelah panggilan terputus.. ed membuka cctv.. benar. mia tak keluar sama sekali. biasanya mia akan ke belakang, atau teras samping.. bahkan ke rumah mertua ed. tapi mia hari ini terlihat diam. bengong.. dia duduk menyender di balkon membelakangi kamera cctv.


Ed ingin sekali pulang. istrinya jadi agak berbeda.


Dia akan mengundang kakek dan orangtuanya. supaya mood mia membaik. ed yakin kakek pasti bisa membuat mood mia kembali ceria.


Saat pulang dari kantor. ed tak mendapati sambutan dari istrinya.


Ed melirik pintu kamar mereka. bik mar menyambut tuan mudanya.


"Tuan.. nyonya sudah makan dan langsung masuk ke kamar" lapor bibi membuat ed mengangguk.


Ed mandi dan mia masih di posisi yang sama..


Ed turun untuk makan. tak tau mengapa rasa makanan ini hambar. dia makan secepatnya dan langsung masuk ke kamar. dia jadi serba salah..


Drrrt drrrt drrt..


"Halo.."


"Halo kek.. besok sama mama sama papa makan di rumah ed yaa" ucap ed di telfon.


"Iya. nanti kakek bilang papa mu, mama mu juga pasti akan masak buat mia"


"Oke kek.. selamat malam"


Tuuut.

__ADS_1


Ed memandang wajah istrinya. terlihat sedikit pucat.


ed ikut masuk ke selimut dan melakukan rutinitasnya mengelus perut mia lembut. sampai tertidur.


Besoknya.


Sesuai perkataan ed. ed pulang lebih cepat. supaya mereka bisa makan malam bersama. mama juga sudah menelfon mia..


"Mia di mana ed?" tanya mama saat mereka tiba.


"Nyonya muda di kamar nya.. sebentar bibik panggilkan" ujar bik mar karna ed menatap bibik seolah bertanya.


"Biar aku aja bik" ujar ed. ed meminta kakek dan orangtuanya duduk lebih dulu. dia naik ke atas.. berganti pakaian dan mengajak mia dia yakin pasti mia senang.. ada kakek di sini.


Ceklek!


Mia menoleh, suaminya sudah pulang. tapi dia diam aja. dia tak tau harus ngomong apa.. sekarang mereka terasa jauh.


"Mi.. di bawah ada kakek sama papa dan mama. ayo kita makan" ujar ed lembut. mia tak menjawab tapi dia bergerak turun.. dia sudah tau kalau mertuanya akan datang.


Dia menyalim kakek dan mertuanya. lalu duduk.


Kakek dan orangtua ed seakan menangkap ada yang berbeda dari bumil yang biasanya ceria dan berisik itu. kenapa diam sekali dan wajahnya lesu...


Mereka makan.. lagi lagi, mama ed memang begitu. selalu menyodorkan sayur kepada mia biasanya mia akan minta tolong ed. tapi kali ini.. dia tak punya orang lagi untuk di mintai tolong.. nanti ed marah, di katakan keras kepala dan tak peduli gizi anak nya bagaimana?


ed melihat istrinya. dia menunggu mia minta tolong supaya mengambil sayuran dari piringnya.. biasanya mia akan minta tolong degan wajah lucu supaya sayur nya di ambil oleh ed.


tapi nihil.


Mia mengambil air putih dan dengan susah payah menelan sayuran yang tak dia suka sejak hamil. dia paksa mengunyah dan menelan. lalu di dorong air putih.


dan ed tak suka melihatnya. ed tak suka melihat istrinya terlihat memaksa begitu.. itu menyakitkan.


Mia makan dalam diam. suasana meja makan biasanya akan banyak pujian dari mia. kali ini hening. kakek dan orangtua ed saling melirik. mereka sepertinya sepemikiran. ada yang tidak beres di sini.


hingga. tiba tiba

__ADS_1


Hoek hoe...k


BERSAMBUNG........


__ADS_2