
Edward ke kantor. matanya tak lepas dari layar ponselnya.
Suruhannya mengatakan bahwa mia juga sedang di perusahaan. tapi kenapa mia tidak membalas pesannya?
Tadi pagi, hal pertama yang dia lakukan setelah bangun adalah membuka ponselnya. apakah mia sudah online atau tidak.
Saat di perjalanan. mia sudah membaca pesan nya. ed menunggu balasan dari mia.
tapi sampai siang pun, tak ada balasan satu pun dan kekasihnya. sepertinya dia salah bermain main.
"Sayang kamu udah makan?"
"Mau makan siang di luar gak?"
Cukup lama ed menunggu. dan ajaibnya.. mia hanya membaca. tidak membalas sama sekali. mia sedang balas dendam ini ceritanya.
"Ternyata tidak menyenangkan" gumam ed membuka buka ponselnya.. kira kira seperti ini kah perasaan mia beberapa hari lalu?
***
Mia sedang di kantor. dia kesal. dia kira berpacaran itu semuanya indah.. tapi ternyata ada bumbu bumbu seperti ini. ini hal baru baginya.
mia membaca pesan edward.. tapi karena saking kesalnya kepada si tukang merajuk itu, mia tidak menanggapi. biarkan saja.. pikirnya.
Mia tersenyum membaca pesan ed.. prianya sudah kembali hangat seperti biasa. tidak cuek bebek lagi.
Mia membiarkan ed uring uringan.. biar impas batinnya.
Walaupun dia ingin menemui ed, dan ingin makan berdua bersama pacarnya. tapi mia tetap teguh. mereka sedang adu keras kepala.
***
Di kediaman winata.
Edward yang tidak bisa tenang sejak tadi malam. akhirnya memutuskan datang ke kediaman winata.
rasanya enggan jika datang terlalu sore.. ed datang setelah dia mandi dan makan malam. supaya nanti dia punya banyak waktu berbicara bersama gadisnya.
"Permisi pa.." ed datang membawa buah. rasanya aneh datang bertamu tak diundang pula.. dengan tangan kosong.
"Loh.. nak edward, silahkan masuk"
"Sudah makan nak?"
"Sudah ma" mata ed memindai ruangan.. menatap ke arah dapur dan kamar mia. apakah mia sedang di dalam? pikirnya.
Mama dan papa menangkap tatapan ed sedang mencari sesuatu.. tepatnya putri cantik mereka.
mama dan papa seolah paham bahwa anak anak muda butuh waktu, mereka tersenyum.
mama meminta bibi menyiapkan minuman, karna ed mengaku sudah makan dari apartemen.
"Bentar mama panggilin mia dulu ya nak.." ucap mama paham.
"Makasih ma.." jawab ed malu, dia seperti tertangkap basah.
Tok
tok
tok
__ADS_1
"Mia sayang.. ini mama"
"Masuk aja ma.. ngga di kunci"
Mama masuk, di lihatnya mia sedang memangku laptop.
"Keluar gih nak, ada nak edward di luar bersama papa" mama belum tau masalah nya. mia hanya cerita pada kak alex.
"Ngapain?" tanya mia kesal.
"Loh kok ngapain sih sayang? kalian lagi ada masalah?" tanya mama mendudukkan diri di sebelah mia.
"Hanya salah paham ma.. biasa" ujar mia cengengesan.
"Kalau ada masalah jangan berlarut sayang, harus segera di selesaikan"
mia mengangguk.
Mia sebentar lagi keluar ma. mia kirim ini ke kak david dulu.
mama mengangguk, dan keluar dari kamar mia. lagian mama juga tak ingin terlalu dalam mencampuri hubungan dua anak muda itu. selama masih di jalur benar.. mama akan mendukung.
"Nak edward, mia sebentar lagi datang. katanya sedang mengirim sesuatu untuk david"
"Oh iya ma.." jawab ed lega.
papa dan edward berbincang bincang ringan. sembari menunggu si pemeran utama yang berhasil membuat mereka kalang kabut, khawatir dan jatuh cinta padanya.
Mia keluar dengan piyama setelan. celana panjang dan baju lengan pendek. wajah bersih natural dan rambut di ikat ke atas.
sangat cantik. batin ed.
Seolah paham, mama dan papa memberikan waktu untuk mia dan ed. pasti ada sesuatu kenapa edward datang tiba tiba.. biasanya ed datang ke rumah ini bersama mia.
"Iya ma.."
Tinggallah mia dan edward dalam keheningan.
mia tau dari tadi ed menatapnya lekat. tapi dia pura pura melihat ke arah lain.
"Mi..."
akhirnya keluar juga. akhirnya beruang besar mia kembali. tapi mia tampak biasa saja.
"Iya kak?"
"Kita ke luar yok, gak enak di sini di liatin" bibi memang masih sesekali datang memastikan tamu mereka tak kurang jamuan.
Mia menurut saja. dia berjalan ke arah teras belakang. di sana ada kursi jika ingin berbincang. dan lagi, tidak ada yang mendengar obrolan mereka.
"Kakak mau ngomong apa?"
Hap
Bukannya menjawab, ed segera memeluk mia. dia dari tadi menahan diri. tidak mungkin memeluk mia di depan keluarganya.
Edward memeluk mia erat.. di hirupnya lekat harum yang menyeruak dari cekuk leher mia. sangat harum di tambah lagi edward sangat suka aroma rambut mia.
"Maaf.." ed mengatakan satu kata itu masih tak melepas pelukannya pada mia.
Melihat mia diam saja, ed melonggarkan pelukannya. mia masih diam. di perhatikan wajah mia dari dekat. mia diam saja.. membuat ed semakin hilang akal.
__ADS_1
Mia duduk menghadap ke arah kolam di depan mereka.
"Sayang maaf, kakak sangat kekanakan ya?" ujar ed lembut
"Kakak udah tidak marah?" mia malah balas bertanya.
Ed menggeleng.. dia menarik jemari mia, di bawa ke genggamannya.
"Kakak gak marah, sama sekali. kakak tau kamu melakukan semua demi kakak. dan kakak sangat bersyukur untuk itu"
"Sikap kaka-
"Maafin kakak sayang, kakak sangat ingin kamu merengek dan memohon sama kakak. membujuk dan meluluhkan kakak"
Mia terdiam.
Tidak marah katanya?
bahkan tidak marah saja merajuknya sudah seperti ini. lalu bagaiman jika ed sedang marah? apakah meratakan tanah bergelombang???
"Sayaaang.." ucap ed kaget karna mia menarik tangannya dari genggaman ed.
"Lalu kakak akan memberikan hukuman apa? bukankah kakak ingin menghukum mia?"
ed menggeleng.. dia mana mungkin menghukum mia. itu hanya akal akalannya saja.
Tes
tes
"Mi.. sayang?" ed segera berjongkok saat melihat mia meneteskan air mata dan bibirnya sedikit melengkung ke bawah.
Ed bersimpuh sehingga tingginya bisa setara dengan mia yang duduk si kursi.
"Kakak tidak tau bagaimana ketakutannya mia.. hiks"
"Mia udah minta maaf, bahkan kakak menjawab dengan nada dingin pun mia gak apa apa"
"Hiks hiks.. kakak tidak menghubungi mia, mia sangat sedih kak, mia takut.. apa kakak semarah itu? hiks.."
"Mia hiks hiks" ucapan mia terhenti karna dia menangis.
Edward merasakan hatinya berdenyut.
Dia meraih mia ke dalam dekapannya. di peluk erat.. tangannya mengelus punggung gadisnya. ed jadi merasa bersalah.
"mi.. sssst, jangan nangis. kakak yang salah sayang" ed mengelus pipi mia dan sudut matanya.
"udah jangan nangis lagi.. cup cup" ed mengecup kedua mata mia.
"Lain kali kakak akan lebih dewasa lagi, maafin kakak sayang.." ucap ed lembut. sedangkan mia masih menarik ingusnya karena menangis.
"Kamu maafin kakak?" ed merangkum pipi mochi milik mia menghadap padanya.
Mia mengangguk. ed tersenyum bahagia. untung saja mia mau memaafkannya.
"Maaf.. lain kali mia tidak akan ikut-
Cup
Ed menghentikan ucapan mia dengan mengecup bibir mia cepat.
__ADS_1
"Kakak ingin menghukum mu sekarang" mia mendongak menatap bingung pada ed. katanya tadi tidak.. sekarang?
BERSAMBUNG.....