
Mau ini.." rengek ed meremas pelan dada mia.
plak!
"Hubby, tangan nya nakal.." ucap mia menggeser tangan ed pelan.
"Cuma itu aja by, gak lebih.. janjii" ed tiba tiba duduk dari paha mia. wajahnya memelas seperti anak kecil minta di belikan permen.
"Janji itu aja ya?? kita harus konsultasi ke dokter dulu jalau mau hubungan lagi ya by?" mia mengingatkan.
"Iya sayangkuu, aku juga gak mau kalian kenapa napa.. cuma mau ini aja" jawab ed cepat.
"Boleh? " mia mengangguk pasrah. suami mesum nya selalu punya banyak cara.
"Kamu tiduran sini sayang, biar gampang" ed membaringkan mia, lalu dia menempel melepaskan pengait dan membuka kancing gaun mia. hingga bukit indah itu terpampang nyata.
"Hubby..." mia sebenarnya geli. tapi tidak bisa menolak juga.
Ed langsung neplok di dada kanan mia. tangan satunya bermain di dada kiri.
Mulut ed mengulum dan menghisap bak bayi yang minum asi.
Mia lama lama jadi terbiasa.. dia juga mengantuk karna hormon kehamilan kali ya, dia biarkan suaminya melakukan apa saja di dua bukitnya.
Ed sangat senang, dia suka bermain main di sini.sangat empuk.
*****
Mia bangun, karena merasa lapar. tapi dia kaget. bayi besarnya bahkan masih betah di dadanya. mulut ed belum melepas pu*ting nya.
"Hubby.. "
"Hem.."
"Udah, nanti lecek, " mia berusaha menggerakkan kepala suaminya.
"Tapi masih enak baby" rengek ed.
"Kami lapar hubby..." dan berhasil. ed tak mau anak dan istrinya kelaparan.
Ed langsung merapikan kembali pakaian istrinya.
cup
"Kita makan di kamar aja yaaa" ed segera turun sebelum mia menjawab.
"Ed, mia mana? kok belum turun.." tanya mama yang sedang duduk bersama papa dan kakek.
"Kami makan di kamar ma, mia kelelahan" seolah paham maksud kata kelelahan itu. mereka tak bertanya lebih lanjut.
Ed membawa makan malam untuknya dan mia.
"By, tadi kak david nelfon. "
"Ada apa sayang? "
__ADS_1
"Katanya dia mau kasih tau sesuatu, besok sore pengen ketemu sama kamu juga katanya by, di restoran x" jelas mia.
"Aku penasaran deh by, ada apa ya. aku tanya ada apa, kak david bilang besok aja hufft" gerutu mia mengerucutkan bibir nya.
cup
"Jangan cemberut, kita temui aja besok setelah kita usg sayang.. "
"Kita periksa by? di rumah sakit kak al?" tanya mia berubah ceria.
ed mengangguk.
"Oke deh papa, adek hari ini makan sedikit sayur.. tapi sedikit aja yaaa" jawab mia membuka mulut.
******
Besok nya.
mia ikut ke kantor. karena sekalian nanti mereka dari kantor langsung ke rumah sakit periksa kehamilan mia.
"Sayang, ayok.. aku udah telfon kak alex supaya kita langsung dapat di periksa nanti" ed yang baru masuk ke kamar pribadinya, tempat mia bersantai dan istirahat.
"Ayok by"
Mereka turun ke bawah. rey tinggal di sana menghandle kerjaan dan apabila hal mendadak.
30 menit kemudian.
"Kak al...." alex yang sedang tak ada pasien, menunggu mereka dekat pintu masuk.
dia memeluk adik nya yang semakin chubby.
"Dek, kamu baik kan sama ponakan aku? kapan kalian pulang ke rumah lagi?" tanya ed sambil berjalan.
mia menggandeng ed di sebelahnya dan alex di sebelahnya.
"Lihat nanti dek kak, mia masih suka di rumah kakek." jawab mia santai.
"Yaudah, yang penting semua aman dan nyaman. di mana aja, nanti biar kami yang berkunjung ke sana.."
"Iya kak.. kakek dan mertuaku pasti suka kalau rame rame" sahut mia riang. ed sebagai pendengar hanya tersenyum tipis. istrinya bisa menempatkan diri di tengah keluarganya. tak membedakan satu sama lain.
"Masuk, kakak ke atas dulu ya, masih ada kerjaan. biar dokter gia yang menemani kalian" mia mengangguk
"Selamat sore tuan.. nona.."
"Sore dok"
Dokter gia membuka lembaran pemeriksaan terakhir.
"Silahkan berbaring nona..." seperti biasa monitor langsung merekam perkembangan janin mia dan ed.
Mia dan ed sudah duduk di depan dokter gia.
"Apa kah nona ada keluhan di kehamilan ini?" tanya dokter.
__ADS_1
"Mual saya sudah berkurang dok, tapi kadang pinggang saya sakit. tapi tidak lama.. terus.. saya biasanya suka sayur, kenapa ya sekarang saya gak suka sayur dok" adu mia membuat ed kaget. dia tak di beritahu kalau istrinya sampai sakit pinggang.
"Kenapa gak bilang sayang?" tanya ed.
mia menggenggam tangan ed lembut.
"Hanya sebentar by, terus hilang" ucap nya.
"Tuan nona, di pemeriksaan terakhir dia bersembunyi. tapi saya juga kaget, ternyata ada dua kantong di dalam sini. ini lebih jelasnya" dokter gia menunjuk dua kantung di rahim mia.
Mia dan ed masih diam belum mencerna.. apa maksudnya dua kantong
"Alasan nona mengalami sakit pinggang itu adalah hal biasa bagi ibu hamil. apalagi nona mengandung anak kembar, itu proses melebarkan pinggul karna kandungan akan terus membesar dan berkembang"
"Apa dok?"
"Kembar??
"Beneran dok?" ed dan mia baru sadar, maksud dua kantung itu.
"Betul nona, ada dua janin di dalam sana.. makanya nona harus memenuhi gizi yang cukup dan istirahat yang cukup. kalau untuk jenis kelamin akan ketahuan di usia ke 4 bulan. Dan ini masih 2 bulan menuju bulan ke 3."
"Hubby...." mia tampak berkaca kaca. dia tak menyangka ia akan di berkahi dua anak sekaligus.
Ed mengangguk memeluk mia dari samping. dia sama kaget nya.
Ed berjanji akan menjaga mereka bertiga lebih ekstra lagi. ada dua nyawa di perut istrinya saat ini.
setelah melewati beragam pemeriksaan.. mia dan ed masih saling memeluk. rasanya seperti mimpi.
"Sayang, kamu harus hati hati dan makan yang banyak. di dalam ada dua yang harus makan" jelas ed posesif.
"Iya by.. aku juga akan menjaga mereka."
"Ayo kita kabarin keluarga kita by" mia rasanya tak sabar membagi kabar bahagia itu.
"Iya, nanti kita kirim pesan dulu, baru Nanti kita ke rumah papa baru ke rumah kakek.. setelah kita ketemu david ya sayang" mia mengangguk.. dia mengelus perutnya bahagia.
Di dalam mobil, ed dan mia tak melepas senyum dari wajahnya. seakan dapat surprise dadakan.
"By, pasti lucu banget kalau mereka lahir. muka nya mirip gitu. nanti mereka mirip siapa ya by" mia mengelus perutnya penuh sayang
"mirip aku lah sayang, kan aku papa nya" ujar ed santai.
"Enak aja, kan yang bawa bawa aku. mirip au lah by" tolak mia tak mau kalah.
"Mau mirip kamu atau aku, yang penting kalian sehat dan bisa lahir dalam keadaan sehat semua sayang.."
"Rasanya jadi tak sabar, ingin segera melihat mereka lahir ya sayang?" ed membayangkan ada dua tangis di dalam ruangan. sangat mengharukan.
"Sabar ya papa.. "ucap mia meniru suara bayi.
Mia dan ed, sangat bahagia. untung kata dokter kandungan mia tergolong kandungan yang kuat, jadi keluhan mia tak berbahaya sama sekali.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1