
"Nak edward.. kita harus ke rumah sakit" ucap mama tanpa babibu.
"Kenapa ma? siapa yang sakit?" tanya mia. bukan ed yang menjawab.
"Kita ke rumah sakit sekarang, alex sudah menghubungi teman nya" jawab mama tak mau memberitahu.
Ed melihat papa mengangguk.. sebenarnya dia juga bingung. tapi dia ikut saja.
"Kita ikut mama aja sayang, kita ke rumah sakit sekarang" ujar ed langsung supaya drama ini segera berakhir.
Mia kebingungan.. tapi dia juga bersiap. kenapa mereka harus ke rumah sakit? siapa yang sakit? pikir mia.
Saat mia sedang bersiap.
Mama membisikkan sesuatu pada ed. ed awalnya kaget. tapi kalau di pikir pikir.. setelah mendengar penjelasan mama, benar juga.
Ini seperti bukan mia. sekarang mia jadi semakin banyak permintaan dan tingkah gemas nya.
dan lagi..
Ed hafal tanggal periode menstruasi mia. mia memang sudah telat.
3 minggu ini mereka melakukan itu tanpa hambatan.
*****
Di perjalanan..
Zian bersama mama dan papa.. kaka alex sendiri dan ed bersama mia dalam mobil yang sama.
alex sudah mengabari teman dokter nya daie poli kandungan.. sesuai saran mama.
"Kalau mia beneran hamil, kayaknya calon anak mia juga jahil nya double ya ma.." ucap zian mengingat betapa aneh mia mencabut bulu kakinya tempo lalu.
Mama dan papa hanya terkekeh.. benar juga. mia memang dulu suka jahil pada al dan zian.. tapi sekarang lebih lagi.
Di mobil ed.
"Hubby.. yang sakit siapa ya? kayaknya tadi mama panik" tanya mia tak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.
"Kita mau periksa sayang.." jawab ed lembut, dia mengecup tangan kecil istrinya.
ed berdoa dalam hati, semoga saja istrinya itu beneran hamil.. mereka sudah menantikan kehadiran bayi. rasanya tak sabar.. semoga saja kamu beneran hamil sayang. batin ed.
"Periksa apa by?" mia tak sabar..
"ikut aja ya sayang.. percaya sama mama, sama aku.." ucap ed menenangkan.
Mia menurut. dia akhirnya duduk tenang, melihat jalanan.. sesekali menatap suaminya. ed sangat tampan saat sedang fokus.
Tiiin!
Mereka tiba di parkiran rumah sakit. alex langsung membimbing mereka menemui dokter gia dari poli kandungan.
mia hanya ikut ikut saja, tak memperhatikan apa yang hendak terjadi di depan.
"Dokter gia, ini adik ku.. tolong periksa dengan baik"
__ADS_1
mia yang mendengr dan melihat tatapan gia kepadanya jadi kaget. kenapa dengan aku? batin nya.
Mia melihat mama dan papa tersenyum mengangguk. ada apa sih pikirnya belum ngeh.
Mata mia juga menatap kedua kakak nya.
lalu saat ingin menatap dokter gia.. mia membaca ruangan mereka tiba.
poli kandungan..
"Kenapa kita di poli kandungan emang siapa yang hamil?" tanya mia polos..
"Mia belum ham-
Mia melotot. dia kembali menatap ed.. lalu menatap mama dan papa..
"ini?" mia kaget. dia baru sadar mereka semua melihatnya. dia menatap satu persatu orang yang dia sayangi penuh tanya.
"Masuk dulu dek, periksa dulu.. semoga beneran ada" alex yang menjawab kebingungan mia.
Dengan langkah hati hati, mia masuk di temani edward.
"By..."
"Ini hanya firasat mama sayang, aku akan sangat bahagia kalau dia ada di sini.. tapi kalau pun belum kita bisa berpacaran lebih lama lagi" ujar ed menenangkan istrinya.
dokter gia yang mendengar ucapan ed jadi malu sendiri.. edward sangat so sweet. dia jaid ingin segera menikah jadinya huft.
Mia menurut pada ujungnya. dia memerikaa kandungan untuk yang pertama kali.
Gel dan alat deteksi di perut mia tak membuat dia geli.. mia hanya sangat deg degan. benarkah dia hamil?
Ed setia menggenggam tangan istrinya
melihat dokter gia tersenyum makin membuat jantung ed terpacu cepat.
"Tanggal berapa nona terakhir kali dsatng bulan?" tanya dokter gia berhenti meggeser geser perut mia dan menatap monitor di depannya.
"mm... harusnya 2 minggu lalu ya by?" tanya mia pada suaminya.
"Harusnya 3 minggu lalu sayang," ralat ed lembut. dokter gia yang hanya penonton saja mleyot.. pasangan di depannya ini sangat uwu.
"Selamat tuan dan nyonya.."
"Nona sekarang hamil, usianya masih sekitar 6 minggu, di layar ini kita bisa lihat, janin nya masih sangat kecil.. yang penting nona jangan kelelahan, jangan stress.. dan pola makan nya harus di atur sesuai kebutuhan gizi" ujar dokter gia lancar.
mia mengeratkan genggaman pada tangan ed.. seolah belum percaya.
"Benarkah dok? saya hamil?" mia tak sadar malah menangis.
"Benar nona.. ini gambar nya. boleh check lagi untuk perkembangan si dia, juga untuk keluhan lainnya."
"Ini juga bisa mendengar suara detak jantung sang janin di dalam sana." dengan masih deg degan, nervous.. ed dan mia masih tak percaya bahkan setelah mendengar suara detak jantung yang cukup cepat itu adalah janin mereka.
"hubbyyy..." lirih mia bersyukur, ed juga mengelus pipi mia yang sedikit basah. ed juga sama bahagianya. rasanya masih tak percaya di perut istrinya ada nyawa sekarang.
"Makasih sayang, kita sebentar lagi jadi orangtua.." Cup ,bisik ed mengecup pipi mia, menggerakkan tangannya mengelus perut rata mia.
__ADS_1
"Istri saya mual mual dok, tadi malam dan tadi pagi juga" ed yang ingat kelakuan aneh istrinya langsung mengadu.
"Mual memang hal yang wajah tuan.. nanti saya resepkan vitamin dan juga pereda mual. yang penting di jauhkan saja dari makanan dan bau yang tidak di sukai" ujar dokter.
"Tapi saya suka dekat dekat suami saya dok, kalau saya mau mual.. terus deket suami saya jadinya mual nya gak jadi." bukan hanya dokter yang kaget, ed juga sama kagetnya.. jadi karena itu istrinya menahannya supaya jangan jauh jauh.
Dokter gia tersenyum melihat wajah tuan edward.
"Ada berbagai macam kecenderungan ibu hamil. ada juga ibu hamil yang mual jika dekat suaminya.. jadi tergantung bu" jawaban dokter gia malah membuat ed lebih ngeri.. lebih baik istrinya menempel terus padanya dari pada menjauh.. jangan sampai itu terjadi, batin nya.
"Baik.. nanti vitamin bisa di tebus di lantai bawah tuan, nona.. sekali lagi selamat. Di usahakan mood ibu hamil harus tetap baik" dokter gia menyerahkan hasil cetakan pertama pemeriksaan mereka.
"Terima kasih dok"
Mia dan ed keluar, langsung mendapati 4 orang yang paling mia sayangi.. mia jadi gampang menangis.. ed memegang mia posesif..
"Mamaaa papaa" panggil mi manja.
mama dan papa langsung mendekat.
"Sayang kenapa putri mama" mama elina mengira mia belum hamil makanya mia menangis.
"mama, papa.. kakak.. mia hamil.. liat itu, masih sangat kecil" adu mia manja menunjuk foto di tangan ed.
Mereka semua tersenyum lega.
Zian dan alex langsung mengambil foto di tangan ed. mereka tersenyum bahagia untuk adik cantik tapi sangat jahil itu.
"Selamat sayang.. mama sangat senang, aduuh sebentar lagi punya cucu" ucap mama bahagia mengelus perut mia.
"Selamat nak edward" ed tersenyum ke mertuanya.
papa juga mendekati mia dan memeluk mia penuh sayang.
"Selamat putri papa, di jaga ya.. ingat sekarang ada nyawa di sana" mia mengangguk paham dan tersenyum.
Melihat kedua kakak nya diam tersenyum memandang padanya, akhirnya mia yang mendekat dan memeluk langsung kedua pria tampan yang dari tadi di lirik lirik perawat di sana.
"Deek.. sebentar lagi kakak akan jadi om" ujar alex.
"Nanti kakak mau bawa ponakan ku bermain ke markas" tambah zian bangga.
"Makasih kakak.." jawab mia bahagia.
"Selamat nak edward.."
"Selamat edward" papa dan kedua kakak mia menepuk pelan bahu ed.. mereka semua bahagia.
"Hubby.. hubungi kakek dan mama.. pasti mereka akan sangat kaget " ujar mia yang ingat pada mertua nya dan kakek.
"Iya nak.. kabar baik jangan di tunda" tambah mama.
"Nanti saja mah, kalau mereka tau pasti langsung heboh, mending tunggu kita pulang" ujar ed jujur. membuat mereka tertawa.
mama ed dan mama elina memang sudah pernah bercanda canda jika punya cucu.
Mia mengelus perutnya bahagia. dia sangt bahagia. banyak orang yang menginginkan kelahirannya.. bukan seperti dia. mia berjanji akan menjaga dia yang di dalam sana.. mia bahagia.
__ADS_1
"Ayo bumil sayang" ed dengan penuh perhatian memeluk ed dari samping sambil berjalan.
BERSAMBUNG....