Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Kebahagiaan full member


__ADS_3

Gaby geleng geleng kepala, dia kembali mencium baby michael si tampan.


tapi,


"Jangan mencium nya begitu lama sayang. aku gak suka"


whatt???


gaby tak habis pikir kenapa dokter alex seperti ini. bahkan sama michael? bayi?? ponakan nya??


gaby malas berdebat dengan kekasihnya. dia tak menjawab. dia berjalan membawa michael duduk sambil melihat lihat yang lain.


merasa di cuek i. alex ikut melangkah mengikuti gaby dari belakang.


"Sayang, sini aku fotoin kamu sama michael" ujar alex mengeluarkan ponsel nya.


gaby dengan santai bergaya.


alex ikut menoel noel gemas paha gendut baby michael.


alex memeluk bahu gaby, mereka terlihat seperti orangtua baru.


Tak jauh beda juga ada satu coupel yang sedang bermain bersama mighuel.


"Kamu cocok jadi ibu ay, gak sabar deh segera nikahin kamu" ujar zian santai


"Iya, aku juga pengen punya putra se ganteng ini dan putri se cantik naura" ujar gia tersenyum.


"Tapi mighuel ini sangat jahil, sama kayak mama nya" ejek zian menggelitik mighuel


suara tawa mighuel memenuhi ruangan.


sedangkan si pengantin baru.


"Sayang, gendong aja jangan takut" rey menyerahkan naura ke pangkuan reni .


"Sangat cantik" puji reni..


"Aku juga pengen putri cantik yang mirip dengan mu sayang" ujar rey lembut.


"Semoga di sini segera ada yang tumbuh ya sayang" ujar alex mengelus perut reni.


"Amin.." jawab reni mengamini.


david dan key tersemyum melihat putri mereka tak rewel. seolah tau mereka semua adalah orang baik.


"Yank.. berapa hari lagi masa nifas mu selesai" tanya david tak sabar.


"Besok sudah bisa" bisik key membuat david melotot. bahagia tentunya.


"Beneran yank?"


"Huum.." jawab key terkekeh, ekspresi david sangat lucu


David langsung memeluk key posesif.


"aku gak sabar yank.. aku sangat merindukan mu" lirih david


sedangkan pasangan fenomenal itu juga duduk dengan mesra.


"Baby, lihat itu anak kita jadi rebutan."


"iya by, untung mereka anteng yaa" jawab mia memeluk manja perut ed.

__ADS_1


"Kita bisa nambah anak lagi sayang, udah saat nya si kembar punya adik. liat itu papa sama mama jadi bosan gak ada teman bermain. udah saat nya kita kasih adik buat kembar" bisik ed nakal


"Bilang aja kamu mau by, gausah kasih alasan papa sama mama" jawab mia mendengus.


"mulai nanti malam kita khusus program buat adik si kembar ya baby. aku mau putri yang cantik juga kayak kamu"


"Lah selama ini namanya apa?" kekeh mia selama ini juga ed tak pernah absen mengukung nya.


"Mulai nanti malam lebih fokus gitu loh sayang, ikuti aja aku." ujar ed nakal.


"Mesuum" bisik mia membuat ed tertawa.


kakek dan para orangtua begitu senang melihat anak anak semua terlihat bahagia. bahkan ron juga begitu senang, dia berharap dia bisa menemukan perempuan yang mencintai nya dan dia cintai setulus kakak kakak nya di hadapan nya.


ron ini sudah ada bibit bibit bucin nomor 6. hanya perlu di asah saja. wkwkwk


Mereka makan malam biasa sambil mengobrol karena si kembar dan naura sudah saat nya tidur. mereka di dampingi sus masing masing


Sangat bahagia. hangat.


*********


Sebelum begitu larut, yang lain pamit lebih dulu untuk pulang. besok mereka bekerja hanya anak kuliah saja yang libur.


Gia diantar oleh zian. sedangkan gaby pulang bersama david.


"Sayang, besok temuin aku ya. aku mau ajak kamu keluar sepulang dari rumah sakit" ajak alex berbisik


"Iya. aku pulang ya dokter. selamat malam" jawab gaby


"Cium dulu sayang" rengek alex. gaby mendelik. dia lihat sekeliling.


Cup


"udah byee" gaby segera lari sebelum ada yang melihat.


sedangkan rey dan reni juga pulang ke apartemen mereka.


ed,


setelah memastikan semua di bawah aman. si kembar juga sudah aman. dia dan mia segera ke kamar.


"Ahhh hubby" lenguh mia saat ed langsung memeluknya dari belakang.


"Jangan pakai baju baby, ayoo" ed membawa tubuh mia yang hendak bertukar salinan..


mia pasrah. dia juga sudah mulai terlena kelembutan ed.


Program buat adik si kembar akan lebih di fokuskan malam ini. wkwwk


********


Rey dan reni kembali ke apartemen. rey memperhatikan wanitanya sangat bahagia.


"iren.. kamu suka kan sayang di tengah tengah mia dan yang lain? kamu gak kesulitan kan?" tanya rey perhatian


reni menoleh. dia menggeleng.


"Aku suka mas, mereka semua baik dan lucu" jawab reni tersenyum.


"Baguslah.. aku tenang kalau kamu punya teman di sini sayang, setidaknya kamu bisa kalau keluar bersama mereka."


Reni mengangguk..

__ADS_1


Di kamar.


"Kenapa?" tanya rey melihat reni tampak sedang memikirkan sesuatu.


Reni diam dan hanya menggeleng. bingung mau bilang gimana.


rey memeluk reni dalam pelukan nya. besok mereka bekerja. dia sengaja tidak akan menggempur reni. kasihan, besok saja. wkwkwk


"Kamu jangan nutupin apa apa dari aku iren, aku suami mu" ujar rey lembut.


reni tiba tiba mendongak. tapi dia menunduk lagi, melingkarkan tangan nya di perut rey.


"Mas?"


"Hem?"


"Mm.. kalau kita nanti mau cari rumah atau bangun rumah, apa boleh ke komplek rumah nya kak key? tadi kak key bilang di sana ada lahan kosong di samping mereka " jujur reni pelan.


Rey menunduk


"Kamu mau di sana sayang?" tanya rey


"Apakah boleh? sebenarnya aku mau di mana aja. di sini juga gak apa apa. aku ikut kamu aja deh" jawab reni tak enak hati


"Hahahhaa kok gitu? jadi maunya di sini apa di sana?" tanya rey tertawa, istrinya gemas sekali takut takut begitu.


"aku ikut kamu aja deh" cicit reni pelan.


Rey mengelus kepala reni lembut.


"Kalau kamu mau, kita bisa lihat lokasi nya. tapi biasanya kalau mau bangun dari awal itu cukup lama. enggak apa apa?" tanya rey


reni langsung mendongak dengan wajah ceria


"Iya gak apa apa, kata kak mia lebih gampang bertukar informasi kalau dekat dekat" jawab reni senang.


"Bertukar informasi atau menggosip sayang" goda rey. sepertinya istrinya akan ikut gesrek seperti mia dan key.


key malu, menyembunyikan wajah nya di dada rey.


"Besok aku tanya david siapa yang punya lokasi perumahan di sana sayang, biar lebih cepat kalau memang memungkinkan. lagian kita juga perlu rumah buat keluarga kita , kalau bapak dan ibuk ke sini juga di sini terlalu sempit" jawab rey lembut.


"Benarkah ?" tanya reni bahagia.


Rey mengangguk.


"Kamu senang sayang?" tanya rey


"Sangat senang sayang" jawab reni membuat rey membola.


"Kamu panggil aku apa sayang?" tanya rey. biasanya reni harus di minta dulu baru mau memanggil sayang.


"Makasih sayang" jawab reni tulus.


Rey sangat bahagia.


dia menarik pelan dagu reni. dia elus pelan bibir yang sudah menjadi candu baginya.


Reni memejan mata karena sentuhan rey.


apalagi saat benda kenyal dan basah mengullum bibir nya. dia membuka mulut membiarkan rey mellumat nya lebih dalam. bahkan reni tak segan membalas ciuman rey.


"Love you" bisik rey sebelum bablas.

__ADS_1


"Love you too" balas reni malu menenggelamkan wajah nya.


BERSAMBUNG........


__ADS_2