Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Masuk jebakan sendiri


__ADS_3

Mia ingin menanyakan perihal ucapan bella tadi. tapi tidak baik juga membahas itu di depan makanan.. jadi mia akan bertanya nanti saat mereka sudah selesai makan.


"Apakah enak?" tanya edward pada mia..


"Hum.. enak, aku baru pertama kali ke sini" ucap mia mengunyah daging lembut ke mulutnya.


"Syukurlah kalau kamu suka" edward kembali memakan makanan di depannya.


"Mau nyoba yang ini?" edward tiba tiba menyodorkan sendoknya ke depan mia.


Dengan malu malu tapi mau, mia membuka mulutnya.. apa ini sudah bisa dikatakan ciuman tidak langsung? mereka menggunakan satu sendok yang sama.


"Enak??" mia mengangguk dengan makanan yang masih penuh di mulutnya.. membuat dia tampak menggemaskan. pipinya menggembung lucu begitu.


"Aku mau coba punya mu juga aaaa" edward sepertinya sengaja melakukan ini supaya mereka semakin dekat.. dan juga memastikan apakah mia sudah menerimanya.


Dan jawabannya. iya.


mia menyuapkan satu suapan untuk edward. mereka seperti pasangan nyata.. jika dilihat dari kacamata orang lain yang memandang.


Mereka makan dengan bahagia. sampai sampai mia lupa penyataan bella yang mengganggu pikirannya tadi. bella pasti hanya membual saja..


***


"Kak.. aku ke toilet dulu ya.." izin mia diangguki oleh edward


"Mau aku temani?" tawar edward


"Enggak usah kak.. aku cuma sebentar" ucap mia lembut, perlakuan edward bisa membuat mia hampir pingsan. saking manis nya.


Mia berjalan ke toilet, sedangkan edward setia menunggu di meja mereka.. dia begitu bahagia hari ini. bisa makan berdua bahkan suap suapan dengan mia..


Tapi,


kebahagiaan itu berubah seketika.


"Tuan edward..."


"Shiiiit" batin edward malas untuk menoleh, dia tau siapa perempuan gila yang memanggilnya.


"Wah.. kebetulan sekali tuan, anda sedang disini.. apa anda baru bertemu client?" dengan tak tau malu bella duduk di kursi mia tadi.


Edward mendengus kesal.. dia sangat malas meladeni, seandainya ada rey.. dia bisa menyuruh rey mengurusnya. huft..


Bella seakan seperti tembok berbicara sendiri tak ada yang menanggapi. edward rasanya ingin menendang wanita gila di depannya itu.. lancang sekali dia duduk di kursi gadisnya.

__ADS_1


Mia berjalan setelah merapikan penampilannya.. tapi langkahnya terhenti. melihat pemandangan yang tak terduga di depan.


Itu bella..


iya dia ingat. gadis itu bella, sepupunya.. kenapa dia bisa bersama edward.


Apakah mereka benar benar di jodohkan? pikir mia malah berdiri di tempat. bingung harus bagaimana.


Edward yang sudah muak mendengar suara bella ingin segera pulang, dia menunggu mia.. dan tak sengaja matanya menatap mia yang juga melihat ke arahnya.


Tiba tiba otak edward memutar sesuatu. apakah mia akan cemburu?


Di film film yang dia tonton, jika cemburu tandanya cinta.


Edward akan mencoba menggunakan kesempatan dan melihat bagaimana reaksi mia. apakah dia akan marah marah padanya dan menangis seperti adegan di film itu? berarti itu artinya mia mencintainya??


Mia ingin berjalan tapi hatinya terasa sakit meihat edward sedikit mendekat pada bella dan edward seperti sedang membisikkan sesuatu pada bella.


"Enyahlah.. sebelum tanganku sendiri yang meratakan rumah dan perusahaan atmaja karna kau dengan tak tau malu mendekatiku." bisik edward tajam. membuat bella merinding.


Rumor bahwa edward adalah orang kejam sepertinya benar. bella yang awalnya berisik tiba tiba diam. tangannya gemetar. edward atk pernah main main dengan ucapannya.


Bella segera pergi sebelum edward benar benar murka.. edward bukan tandingannya.. kalau tidak siap siap dia akan jadi gelandangan sekarang juga.


dia bingung harus bertanya apa. dia rasanya tak punya hak bertanya. toh mereka bukan sepasang kekasih apalagi suami istri.


"Maaf kak lama.." ucap mia tersenyum menyamarkan gejolak di dadanya.


"Kamu mau ke suatu tempat lagi? atau mau pesan sesuatu?" tanya edward saat melihat mia sepertinya biasa saja.. tapi karna edward begitu jeli, dia tau ada yang berubah dari wajah mia. seperti ada kesedihan di bik matanya.


"Ayo bertanya.. ayo marah marah.. ayo cemburulah mia" batin edward ingin melihat mia cemburu padanya.. maka dia akan menjadikan mia kekasihnya detik ini juga.


Tapi, ekspektasi tak sesuai kenyataan.. mia hanya diam. Tidak se ceria dan se malu malu tadi. Wajah mia saat merona sangat menarik bagi edward.. tapi sekarang tak dia temukan lagi.


"pulang aja kak.. " ucap mia pelan.


Sepanjang perjalanan pulang, edward sengaja meminta mengantar mia..


hanya keheningan dan pemandangan lalu lalang jalan raya yang menemani mereka.


"Mia makasih ya sudah menemani aku makan malam ini" edward ingin mendengar suara mia.


"Sama sama kak. Kakak sudah repot malah mentraktir aku" jawab mia seadanya. mia saat ini bingung tentang perasaannya.. dia tak berdaya.


"*Katanya suka sama aku, tapi dengan mesranya tadi bisik bisikan sama bella"

__ADS_1


"Ngapain kak edward mendekati aku kalau dia sudah di jodohkan ?"


"Mia.. sadarlah*" batin mia menekan perasaannya. dia hanya bisa diam. dia tak punya hak.. toh mereka tidak punya status apapun.. hanya mia yang terlalu percaya diri di sukai oleh edward.


Tak jauh beda dari mia. Edward jadi merasa bodoh. dia menyetir dan sesekali melirik pada mia yang terlihat datar dan cuek.


"Apa yang kulakukan tadi salah?" batin edward tak suka situasi seperti ini. aaahh dia tidak tau akan seperti ini, tau begitu tadi dia mending mencekik bella di hadapan mia.


harapan edward setelah makan malam ini adalah mereka akan semakin dekat. tapi malah kebalikannya. itu karena film yang dia tonton.. awas saja, dia akan membuang dan menghapus film film bodoh itu. bukan cemburu.. malah jarak yang di hasilkan.


Jika biasanya mereka selalu punya topik receh dan sepele untuk di bahas.. kali ini tidak. mia menjawab dengan sangat singkat. tapi dia juga tak menunjukkan kalau dia marah pada edward.


"Di sini aja kak.." ucap mia sebelum edward masuk ke dalam rumah winata.


Edward berhenti.


"Kenapa tidak di dalam?" tanya edward lembut


"Gak apa apa kak.. udah dekat kok. makasih makan malam nya kak" ucap mia tersenyum seperti biasa. mia memang berterima kasih bisa merasakan makanan se enak itu.. dia akan mengajak keluarganya ke sana lain kali.


mia melepaskan seatbelt dari tubuhnya. dan mengambil tas miliknya hendak turun.


"Mi.. kamu marah?" edward yang seakan termakan jebakan sendiri menarik tangan mia yang hendak membuka pintu.


mia menoleh


"Marah karena apa kak?" tanya mia balik malah membuat edward mati kutu.


"em.. itu" edward menggaruk kepalanya yang tidak gatal. dia tau tadi mia melihat dia dan bella.. dan sikap mia berubah setelah itu. tidak ada hal lain, edward yakin itu..


Melihat edward yang tidak berusaha menjelaskan apapun membuat mia semakin miris.


"Aku masuk dulu kak, kakak hati hati" mia melepaskan pegangan edward pelan.. sama sekali tidak ada kemarahan dari nada bicar dan raut wajah mia. padahal edward tau mia merasakan kekecewaan dari sorot matanya.


Mia keluar dan berjalan masuk tanpa menoleh ke belakang.. meninggalkan edward yang masih diam mengamati mia melangkah semakin jauh.. hingga hilang di balik gerbang dan semakin jauh.


Dia ingin mia marah dan berteriak bahakn menangis padanya.


tapi kini.. edward ingin menangis melihat gadisnya menekan kesedihannya sendirian..


Sorot mata mia begitu jujur.. edward bisa melihat perubahan mood dan suasana hati mia.


Edward menyesal.. karna mencoba coba hal bodoh itu. dia masuk jebakan sendiri


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2