
Seminggu berlalu.
Hari ini mia sedang memasak. dia ingin memberikan surprise.
"Halo kak ed?" panggil mia di telfon
"Iya ada apa mi?" jawab ed menerima panggilan pagi pagi dari ed
"Hari ini kakak sibuk nggak?"
"Emmm.. sepertinya sibuk. kenapa? kamu mau ketemu? nanti kakak sisihin waktu" ujar edward segera membuat mia tersenyum.
"Bukan begitu kak.. kakak selesaikan pekerjaan aja.. nanti mia akan titipin makan siang buat kakak yaa. mia masak" jawab mia lembut
"Ooo makasih sayang, kamu gak mampir?" tanya ed berharap
"Mia juga lumayan sibuk kak"
"Okedeh.. semangat sayang. love you"
"Love you too"
***
Siang ini benar mia mengirimkan bekal ke perusahaan Wiguna.. karena edward sedang tidak di qq group.
untung saja mia sudah memberitahu ed lebih dulu, sehingga resepsionis sudah siap menunggu di sana.
Sedangkan mia,
setelah mengirim bekal untuk ed. dia membawa bekal juga buat kak david.
Sebenarnya mia tidak sibuk.. hanya saja dia ada misi hari ini.
1 jam kemudian.
"Kakeeeek.." kakek yang sedang duduk di teras samping kaget mendengar suara yang tak asing baginya.
"Loh nak? kok tidak kasih tau kakek dulu mau kesini?" kakek tentu kaget.. dia mencari cari siapa teman mia.
"mia sendiri kek.. kak ed masih ada kerjaan di kantor" ujar mia menyalim kakek lalu membawa bawaannya ke dalam.
Kakek begitu senang.. kakek segera menekan satu tombol di tangannya.. dan kemudian datu orang berpakaian rapi muncul dari belakang.
"Permisi tuan besar"
"Tolong siapkan minuman segar dan cemilan untuk kami"
"Baik tuan"
.Wah hanya dengan menekan tombol saja. kakek bisa memanggil orang orang di rumah. keren, batin mia.
"Kakek.. mia tadi pagi sengaja masak.. buat kakek" ujar mia lembut.
"Benarkah? ah kakek tak sabar ingin mencobanya"
Sembari menunggu kudapan mereka mia dan kakek semakin dekat, mereka banyak bicara.. bahkan mis tak segan menceritakan tentang dirinya.. dia seperti curhat pada kakeknya dulu.
"Oiya kek.. mia pengen tau tentang orangtua ka ed.. karena-" ucap mia terpotong
"Gak apa apa nak.. kita makan dulu, nanti kakek akan menceritakan" kakek melihat mia begitu ingin mengetahui semua tentang edward. dan kakek menyukainya.
__ADS_1
Tapi,
Dua orang masuk ke dalam rumah kakek. dengan pakaian rapih dan ber merk.
walaupun tak lagi terlihat muda, tapi dua orang itu masih cantik dan tampan.. walaupun di mata mia lebih tampan papa dan mama hehe.
"Papa.." wiguna datang bersama istrinya,
Papa dan mama kaget melihat mia. apakah mia adalah sugar baby nya kakek? wkwkwk pikiran pikiran aneh di otak mereka. karena selama ini kakek hanya sendiri.
Kakek terlihat mendengus tapi masih terlihat santai juga.
"Untuk apa kalian kesini?" tanya kakek datar
"Papa.. jangan begitu, kami minta maaf kami ingin menebus waktu yang kami buang tidak merawat ed dan juga menyerahkannya pada kalian. kami akan datang setiap hari sampai papa memaafkan kami"
Mia yang terdiam bisa menyimpulkan bahwa tamu ini adalah orangtua ed. waah. pantas saja wajah ed sangat tampan.. lihat itu wajah orangtuanya. Gen mereka sangst kuat ternyata. batin mia.
Mia tak ingin di katai sombong, dengan sopan dia mengangguk dan tersenyum pada papa dan mama ed.
Sebenarnya orangtua ed beberapa kali datang menemui kakek. tak jarang juga mereka makan bersama walaupun belum terlihat akrab. dan kakek tidak mau ed marah padanya karena malah bersama orangtuanya. kakek tau cucu nya itu membenci orangtuanya.
"Pa.. gadis ini siapa?" tanya mama lembut. ingin mencari topik
"Halo om, tante.. saya mia. mia winata" mia memperkenalkan dirinya sopan. dia dulu pernah magang di perusahaan wiguna.. dia menghormati pemimpinnya tentunya. apalagi sekarang posisinyaa dalah orangtua kekasihnya. mia ingin mereka memiliki hubungan baik.
Kakek seketika tersadar.
mungkin mia bisa membantu edward menerima keluarganya utuh kembali.. walaupun pasti susah. kakek tersenyum...
Di umur kakek yang semakin renta, keinginan kakek hanya ingin melihat anak dan cucunya bahagia dan bersatu.
"Ini mia.. kekasih ed." mis terlihat senyum lalu menunduk. perkenalan mereka seperti ini.
mama dan papa kaget. memang sih mia terlihat cantik dan bisa di pastikan bajunya itu bukan baju murahan..
papa dan mama terdiam. pantas saja ed tak menerima perjodohan dari mereka.. gadis di depan mereka sangat murni dan cantik.
Obrolan mereka terhenti karena pelayan sudah menyiapkan makan siang.
Dengan telaten, mia menyiapkan bekal khusus buat kakek.. dia membuka kotak bekal dan menatanya dalam piring.
Mama juga menyiapkan makanan untuk papa wiguna.
"Ini kek.."
mereka makan dengan tenang, dan nia merasa kaku. karena dia menyadari tatapan dari orang di sebelahnya.
"Ini sangat enak.. pantas ed bilang masakanmu lebih enak dari chef" ujar kakek menelan makanan mia.
"masakan chef masih lebih enak kek.. syukurlah kalau kakek suka" jawab mia lembut.
"Boleh mama mencoba nya nak?" mama ed sepertinya ingin mendekati mia. dan kakek biarkan saja.. selama mia merasa nyama.
"Mama?" gumam mia heran.
"Karena kamu kekasih ed, kamu juga berarti anak tante.. sekarang kamu bisa panggil mama dan papa" mia melirik kakek.. melihat kakek tidak menolak, membuat mia mengangguk paham.
"Mia tidak tau kalau tan.. eh mama dan papa akan datang, mia hanya bawa sedikit" jujur mia membiarkan mama mencoba masakannya.
"Ini sangat enak.. coba pa" entah mama jujur atau tidak tapi mia lumayan senang. papa dan mama ed sepertinya tidak menolaknya.
__ADS_1
Diam diam, kakek tersenyum.. sepertinya akan menyenangkan makan bersama begini jika ada ed juga.
Setelah makan.
Mama menyiapkan buah buat mereka, awalnya mis yang akan menyiapkan tetapi mama meminta mia menemani kakek.
"Oiya nak mia.. mohon maaf apa kamu putri dari winata pemilik yayasan itu?"
"Iya om eh pa"
"Tapi, bukankah winata hanya punya dua putra?" tanya papa keceplosan membuat kakek meliriknya tajam.
Kakek sudah tau asal usul mia, dan kakek tak suka wiguna membuat cucu nya merasa tidak nyaman.
Mia melihat lirikan tajam kakek tersenyum gemas.. padahal mia biasa saja.
"Iya benar pa, saya anak angkat" ucap mia tersenyum.. dan kebetulan mama datang dan mendengarnya.
"Eh. maaf nak mia, bukan bermaksud" ucap wiguna malah merasa tak enak.
"Tidak apa apa o pa.. itu memang kebenarannya. dan saya tidak tersinggung sama sekali" ujar mia tulus.
Sepertinya baik mama dan wiguna sama sama jatuh dalam lembutnya dan tulusnya mia. sama seperti ed dan kakek.
Drrrt drrrt drrrt
Ponsel mia berdering.
"Halo kak.."
"Sayang kamu dimana, kata david kamu tidak si kantor" ujar ed panjang lebar, membuat kakek terkekeh.. sedangkan mama dan papa ed hanya diam merindukan putra mereka.
"Mia sedang di rumah kakek kak, kan kakak tadi sibuk makanya mia berkunjung sendiri" ujar mia membuat edward kaget. dia kecolongan.
"Apa? kok bisa? kenapa gak bilang kakak?"
"mana kakek mi.."
mia memberikan ponsel pada kakek.
"Ada apa kamu cari kakek? gak usah pulang kakek sudah punya cucu lain sekarang"
"Kakek? apa kakek menyuruh mia menemui kakek? mia itu milikku.. jangan mengambilnya dari ku." jiwa posesifnya bahkan tak kenal tempat.
"Hei anak nakal, mia yang datang menemui kakek kenapa kau yang sewot" sinis kakek pura pura kesal.
"Kakak jangan begitu, mia yang datang sendiri.. lagian kakak juga kan dapat bekal dari mia" ujar mia lembut
"Iya sayang maaf, harusnya kita datang berssma.. kakak sudah habiskan semua bekalnya." jawab ed tiba tiba berubah lembut.
wiguna dan mama ed sangat kaget? maaf? bahkan ed terlihat tunduk pada mia.
"Yaudah, kakak rapat dulu ya mi, kita akan kesana lain kali. nanti kamu hati hati pulangnya" ujar ed perhatian.
"Baik kak.. babay"
Mia merasa tak enak pada orangtua ed yang tidak dianggap. mia bisa melihat betapa sedih mereka.
Kakek juga sebenarnya kasihan.. tapi kalau ed sendiri bilang tidak ya berarti tidak.
Mama ed tampak berkaca kaca.. sepertinya dia sangat merindukan edward.
__ADS_1
Mia tak tega melihatnya.. dia bisa melihat penyesalan mendalam dari wiguna dan sang istri.
BERSAMBUNG....