Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Hampir saja


__ADS_3

Zian dan gia sampai di Nusa penida.


Mereka cuti hanya satu minggu. dan setelah ini mereka akan tinggal bersama papa gia.


Semua fasilitas terbaik dan pelayanan sudah disediakan ed. memang tak di ragukan lagi.


mereka benar benar di perlakukan begitu istimewa, dari petugas hotel, supir dan semua pelayan nya.


"Zian.. kamu mau mandi lebih dulu?" tanya dokter gia setelah koper mereka tiba


"Kamu dulu aja sayang" jawab zian membantu meletakkan semua barang barang mereka.


"Oke"


gia langsung mengambil keperluan nya untuk mandi. walau perjalanan tak begitu jauh, tapi lengket juga.


Dan mereka ingin keluar nanti cari udara dan keliling keliling juga.


Setelah gia selesai. berganti dengan zian. tak butuh waktu lama. pria itu hanya sebentar sudah keluar dengan rambut setengah basah dan baju nya yang lebih santai.


Gia yang sedang memakai pelembab dan sedikit bedak, supaya tidak terlalu pucat.


"Sayang, tolong keringkan rambut ku. aku tidak punya hair dryer" ujar zian duduk di sebelah gia.


Gia meletakkan lip tint nya setelah selesai.


Dia dengan lihai merapikan rambut zian, dia sudah biasa membantu sang papa. jadi ini bukan hal baru baginya.


"Apa ini merah merah kayak darah?" tanya zian melihat lip tint di atas meja.


"Itu liptint.. zia-


Cup


"Sepertinya bibir mu ini harus di hukum dulu supaya ingat cara memanggil suami" potong alex mencium gia.


Gia tersenyum manis.


"Hehe.. maaf sayang, jangan garang begitu muka nya" jawab gia membujuk zian


"Sayang, kita keluar kan? aku mau cari makanan di luar dan jalan jalan, pasti bagus" ujar gia mencabut hair dryer


"Tapi jangan lama lama ya, kita ada proyek" jawab zian santai.


Gia menatap mendelik pada suami nya.


zian menarik tengkuk gia, dan mencium nya lama.


"Siapkan diri mu nanti malam sayang, aku tidak akan melepas mu" ujar zian tersenyum tipis.


gia sedikit meremang. dan juga sedikit takut. hehe. aduuuh. belah duren nih.


"Besok aja yaa sayang, kan kita baru sampe" tawa gia berusaha nego. gia dengan cepat memeluk lengan zian.


zian menahan senyum nya menggeleng.


"Tidak, aku mau segera punya anak dari kamu. aku tidak mau menunda. kamu emang gak mau?" jawab zian tak terbantahkan.


"Mau sih " jawab gia lirih.


"Nah itu, maka nya serahkan semua padaku. aku sangat kuat aku bisa push up ratusan kali" jawab zian ambigu.


plak!


Gia memukul lengan kekar suami nya.

__ADS_1


"Ayo keluar, kamu makin lama makin mesum" ujar gia.


"otak mu yang mesum sayang" jawab zian tak mau kalah.


"Kamuu wleeek" jawab gia tak mau kalah. mereka keluar sebelum nanti malam bertempur. sekarang mengisi amunisi dulu supaya kuat.


********


Di bali.


Alex dan gaby ke hotel langsung. besok mereka akan mencari rumah dan mengurus pindahan gaby. sekarang mereka mau istirahat dulu.


Gaby terlihat lelah dan langsung rebahan tanpa bersih bersih.


"Sayang, bersih bersih dulu" ujar alex


"Nanti aja sayang, aku ngantuk" jawab gaby bergumam.


alex geleng geleng kepala, dia merasa seperti menjaga siswi sma.


Alex memilih membersihkan diri. tak butuh waktu lama, tapi bahkan setelah mandi pun, gaby masih rebahan di kasur mereka.


Alex membangunkan istrinya.


Dia mengelus pelan pipi gadisnya


"Sayang, bangun.. mandi dulu" bisik alex lembut.


gaby hanya bergumam tapi lanjut tidur.


Cup


Alex membiarkan gaby tidur setelah dia kecup wajah lelah gadisnya.


dia duduk di ranjang tepat di sebelah gaby.


Cukup lama gaby nyaman merebahkan dirinya.


lalu dia terusik dengan sentuhan di pipi nya.


Gaby membuka mata nya bingung, lalu dia tersenyum mendapati tangan suaminya mengelus pipi nya. tapi sebelah tangan nya asik membuka ponsel.


"Jam berapa dokter?" tanya gaby


"Udah bangun? masih sore sayang. sana mandi dulu.. " jawab alex.


gaby mengangguk. dia turun dan mau mandi.


Gaby mandi dan berganti pakaian dia tersenyum melihat suami nya masih fokus pada ponsel nya. dia berniat mengganggu.


Gaby berjalan dengan santai dan naik ke ranjang lagi.


Alex menoleh membiarkan gaby duduk di depan nya. gaby ingin ikut melihat apa yang sedang di lihat oleh alex.


Gaby menyender di dada alex dan tangan alex melingkar memeluknya dari depan sambil memegang hp.


"Cari rumah?" tanya gaby.


"He eum" jawab alex melihat lihat list yang dia cari.


Gaby berpikir sejenak.


Dia menyamping sehingga, bibir alex bisa pas menyentuh pelipis gaby.


"Sayang, kalau beli rumah kan mahal padahal kita gak permanen kan di sini. gimana kalau cari kost atau apartemen aja. lagian nanti aku lulus kuliah mau di kemanain" ujar gaby memberi usul

__ADS_1


alex tampak memikirkan saran gaby.


"Jangan nge kost lagi, apartemen aja kita cari kalau begitu. tapi tetap kamu ada di temani pelayan nanti. jangan bawa teman teman mu ke dalam ya. itu hanya untuk kita" tegas alex si posesif


"Iya dokterku sayang" jawab gaby terkekeh.


Alex meletakkan ponsel nya. dia memeluk perut gaby. sedang gaby duduk menyender di dada suami nya.


"Sayang cium aku" titah alex seperti biasa.


Gaby menoleh


"Gak ah" jawab gaby jahil sambil tertawa.


Alex langsung mengangkat tubuh gaby dan dia rebahkan di bawah kungkungan nya gaby tidak bisa keluar karena alex langsung menindih gaby dari atas.


"Gak mau?" tanya alex lagi


"Gak mauu" jawab gaby masih menjahili suami nya.


Alex langsung mencium gaby dengan mudah, gaby meronta manja tapi tangan alex langsung menarik tangan nakal istrinya yang kecil


Saat nafas gaby mulai berat, alex lepas sebentar. sampai alex merasa benda empuk menubruk dada nya.


alex meraup bibir gaby menuntut. lalu tangan nya dengan hati hati melepas tangan gaby, dan berpindah menyentuh perut makin naik makin naik.


"Aaah" desah gaby tanpa sadar saat tangan nakal alex menyentuh dada nya.


Alex ikut terbakar karena gaby tidak menolak. ciuman alex turun ke leher putih gaby. dia hisap menimbulkan warna merah ke unguan di sana.


Alex bisa merasakan aset gaby terbilang besar untuk ukuran tubuhnya. pas di genggaman alex.


Alex makin kemana mana otak nya.


Gaby menatap kaget, saat ada benda keras menekan bawah perutnya. geli.. itu yang dia rasakan.


Alex menggeram, karena gaby menyadari pedang nya tegak.


"Dokter" lirih gaby


"Hem?" balas alex mengeratkan pelukan nya. dia cium lagi leher gaby.


"Geli"


"Apa nya sayang?" tanya alex ambigu.


"Semua" jujur gaby membuat alex makin gemas.


Alex mengingat ini masih sore dan mereka belum makan.


Dia harus menunggu malam saja. supaya tidak ada gangguan. hehe.


Alex tersenyum mencium gaby lembut. sangat lembut. tanpa naf*su


"Peluk aku sayang" bisik alex pelan.


gaby dengan senang hati memeluk bayi besar nya.


Gaby mengelus elus rambut suaminya.


Alex dengan manja merapatkan tubuhnya tidur dan menenggelamkan wajah di depan dada gaby.


Masih ada waktu sebelum makan malam. kumpulkan tenaga dulu, buat nanti hehe.


hampir saja unboxing.

__ADS_1


BERSAMBUNG...........


__ADS_2