
Malam minggu.
ed memenuhi janjinya untuk membawa mia nonton. ada david dan key juga.
Mereka menonton film action, karena dua pria tampan itu menolak menonton film alay alay.
Ada begitu banyak pasang mata yang menatap kagum pada ed dan david. sampai sampai mia dan key harus melotot pada perempuan perempuan yang seakan akan lapar ingin menerkam suami mereka.
"Kalian duduk di sini ya sayang, biar aku sama david yang pesen tiket dan minum" ujar ed
banyak orang yang iri di perlakukan begitu. mia dan key duduk dengan manis menunggu suami mereka yang sedang antri.
"Pengen ku colok mata mereka, menatap suami ku sampe ngiler begitu" kesal mia pada key
"Aku juga.. udah liat suamiku gandeng ibu hamil malah melotot gitu ya" tambah key juga cemburu.
Mia tersenyum jahil.
"Sok kegantengan banget sih mereka berdua malah lama lagi berdiri di situ. kita harus balas mereka key" ujar mia usil
"Hah? gimana caranya?" tanya key masuk perangkap.
mia membisikkan sesuatu. entah apa lagi yang di rencanakan bumil nakal itu, key tampak mengangguk angguk paham.
"Nanti mereka marah gimana? kan kamu tau sendiri suami kita sangat posesif" jawab key sedikit ragu
"Ih kamu mah lemah key, gampang luluh.. kamu gak boleh lemah, harus punya pendirian" kompor mia.
"Iya iya iya.. baiklah nyonya" tekan key tak bisa mengelak. mia tersenyum kemenangan.
Setelah tiket dan minum datang, mereka berempat masuk ke dalam bioskop. sengaja memang ed membeli tiket langsung satu baris supaya mereka nyaman tanpa gangguan.
"Sayang jangan yang soda, aku beliin kamu jus tadi" ujar ed menjauhkan soda dari jangkauan mia.
sedangkan mia dan key malah kebingungan, tadi mereka berencana membuat dua suami tampan mereka cemburu dengan mengajak bicara penonton sebelah mereka. eh. malah di booking satu baris. gagal maning..
Selama menonton, ed maupun david dengan telaten memastikan si bumil mereka aman dan nyaman lalu lanjut menonton film action dengan fokus.
"Hubby.. aku lapar" bisik mia manja sambi menyender ke dada ed
Ed menoleh dan mengelus perut istrinya. kebetulan film nya sudah tak lama lagi.
Cup
"Ini akan segera selesai sayang. habis ini kita makan yaa" bujuk ed mengecup pipi tembem mia.
"Makan apa aja boleh?" tanya mia mendongak lucu
"Tentu saja.. khusus malam ini" bisik ed tak tahan mengecup bibir tipis mia.
__ADS_1
Mia langsung semangat. dia ingin makan dimsum makan mie makan seafood. entah lah.
"Waaaah.. lama juga yaa" ucap mia setelah mereka keluar dari dalam dan menuju restoran dalam mall.
"Kita makan dulu yok sebelum pulang" ujar ed menuntun mia dengan hati hati melewati orang orang.
sengaja ed memilih meja agak di pojok, supaya mereka tidak jadi sorotan dan bisa makan dengan tenang.
"Aku mau ini, ini, ini. minum nya ini" tunjuk mia antusias
"Aku juga mau ini ya sayang, kayak nya enak. ini juga" tunjuk key tertarik melihat menu
"Yakin nanti habis sayang?" tamya ed memastikan
"Kalau gak habis kan ada kamu. kamu juga nanti bantuin aku ya key" ajak mia.
"Okee" jawab key santai.
akhirnya mereka memesan makanan semua keinginan dua bumil.
"Silahkan.."
"Makasih" jawab mereka menatap binar menu di atas meja
Mereka makan dengan tenang, naffsu makan bumil memang lagi tinggi, apalagi mia yang bawa si kembar dia paling lahap.
mia menatap kesal suami dari sahabatnya itu.
dasar kolot.. pikir mia. wkwkwkw
Saat mereka asik menikmati malam dan dessert sebelum kembali.
tiba tiba.
"Mia.. keysha..?" panggil seorang laki laki membuat mereka berempat menoleh.
Ed dan david menatap tajam tanda tak suka.
"Mas?" pekik mia dan key kaget juga bahagia.
pria yang menyapa mia dan key adalah rekan mereka dulu saat magang di wiguna group. satu tahun lebih tua dari mia dan key. senior lah.. tapi dia adalah yang paling banyak membantu mia dan key dulu, mengajari dari nol bahkan juga teman makan di kantin dll. mereka dulu cukup akrab.
"Ternyata benar itu kalian.. tadi aku lihat, tapi aku takut salah. pas dengar suara keysha aku makin yakin ini kalian. kalian masih sama berisik" ejek si pria tersebut tak tau ada bahaya di depan mata.
"Eh iya mas.. maaf tadi kita gak lihat, mas di selama ini kerja di mana?" tanya mia antusias. dia sebenarnya juga sengaja, sepertinya ini waktu yang tepat membalas suami nya tadi.
"Setelah magang aku lanjut S2 ke luar negeri"
"Waah hebat mas.. mas emang dari dulu udah pinter" puji keysha setelah dapat kode dari tangan mia.
__ADS_1
jangan tanya lagi bagaimana merah nya wajah dua pria tampan di seberang mereka. karena menahan marah.
"Kheeem" dehem david pura pura batuk. membuat pria tersebut menoleh.
"Oiya mas.. ini suami mia dan suami key, kak ini senior kami dulu pas magang" ucap mia mengenalkan.
"Oiya.. aku juga membaca berita itu kalau kamu dan key sudah menikah. aku awalnya kaget. tapi aku ucapkan selamat buat kalian berdua ya.. semoga bahagia beserta kandungannya juga sehat" ujar pria tersebut tulus
"Makasih mas" ujar mia dan key tersenyum.
"Oiya, aku pulang duluan ya mia, key.. mari pak" pamit pria tersebut ramah, walaupun ed dan david tak membalas sama sekali.
Ed menatap mia penuh selidik. dia tak suka mia sebahagia itu saat bertemu pria lain. dan apa tadi katanya? mas???
david juga menatap tajam ke arah key. dia tak suka key memuji pria lain begitu. hish.
Mia menahan senyum susah payah. dia sengaja memberi kode kepada key lagi lewat tangannya di bawah.
"Mas iyan makin ganteng ya key" ujar mia makin membakar amarah suaminya. ed si posesif dan pencemburu ingin segera pulang.
"Iya.. sekarang aja kamu bilang ganteng, dulu kamu di deketin mas iyan kemana mana" ujar key,
mia tak terima di korban kan begitu. tidak bisa.
"Loh.. kamu juga kan hampir di tembak mas iyan saat penutupan masa magang. mas iyan juga sering nelfon kamu" ujar mia membuat key mati kutu.
mampuuss, batin key ketar ketir. dia sudah tau apa yang akan terjadi. suaminya pasti tak akan membiarkan pembicaraan ini berlalu.
key menatap mia.. mia juga menatap key, sama sama tak mau mengalah.
"Kita harus sama sama kena imbasnya key" bisik mia.
"Curang" bisik key pada sahabatnya.
"Ayo pulang" ujar ed dan david dengan nada datar.
Mia dan key bak seekor kucing penurut tidak banyak protes mereka mengikuti pria tampan yang sedang berada dalam mode hening dan dingin.
"Mia, gimana kalau mereka marah" bisik key khawatir
"Biarin aja.. hitung hitung latihan kesabaran. nanti tinggal pura pura sedih, nangis dan terzolimi.. tenang" bisik mia santai.
"Apakah itu mempan?" tanya key tak yakin
"Coba saja.. kalau masih diam, saatnya kita melawan. sampai mereka akhirnya mengalah sendiri" bisik mia licik.
"Oke" jawab key ikut kemakan kompor kompor si bumil nakal. kan jadi sama sama nakal..
BERSAMBUNG.......
__ADS_1