Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Bumil Ngambek


__ADS_3

"Apa kakak akan meninggalkan ku?" tanya key menatap manik david.


"Tidak mungkin key!" ucap david sedikit meninggi.


Key tersenyum. dia mengelus pelan lengan david.


"Nah itu, key tidak mungkin meninggalkan kakak kalau bukan kakak sendiri yang meminta key pergi. Selama kakak tidak meninggalkan aku, aku akan di sisi kakak" jawab key jujur.


"Tentang keluarga kakak.. aku tidak begitu paham bagaimana sifat mereka. tapi kita hadapi bersama yaa"


David langsung merengkuh tubuh key ke dalam pelukannya. kebetulan kaca mobil itu gelap tak ada yang tau apa yang terjadi di dalam.


"Sayang, makasih.." david mengecup kepala key penuh sayang.


"Key yang makasih kak.. dan sebelum semua semakin jauh, kakak bisa memilih mundur sekarang. Karna kalau sudah habis ini.. aku tidak akan melepaskan kakak"


Hahahaha


David tertawa senang. dia sangat suka sifat key. biasanya gadis lain akan menjaga image dan tidak se blak blakan gadisnya. tapi key berbeda dari mereka semua.


"Kakak akan mempertahan kan mu sama ron. Makasih sayang. Kakak mencintai mu" ucap david tulus.


key mendongak. dia menatap wajah tampan di depan nya. david juga menunduk sedikit.


"Key juga cinta sama kakak" lirih key lalu menelusupkan kepala ke dada david.


Ini adalah ungkapan pertama dari key.. david sangat bahagia. dia lega. setidaknya key sudah tau bagaimana orangtua nya..


David mengelus leher key dan memegang tengkuknya pelan. Tangan david menarik dagu key pelan. hingga mereka kembali saling memandang.


"Boleh ya?" izin david.


Key mengangguk malu. malu malu tapi mau. David mendekatkan bibirnya. ke bibir key yang tertutup rapat. lalu menempel. hanya menempel.


"Sayang.. buka" bisik david dengan bibir yang masih bersentuhan.


Key memegang erat ujung kemeja david, dan memejamkan mata. david tersenyum.


Mereka berciuman saling menyesap saling mengulum. Key membalas ciuman david walaupun masih kaku. tapi david menyukainya.


Setelah kehabisan oksigen.. david melepas sebentar. tapi hanya sebentar, dia kembali meraup bibir manis yang begitu candu baginya akhir akhir ini.


Cup cup cup..

__ADS_1


Sebelum terlalu jauh, mereka berhenti dan di akhiri kecupan oleh david.


Key memeluk david. dia sangat senang..


Key melirik mobil di belakang mereka.


Selain david. key juga menyadari nya.. dan key bukan orang bodoh. dia sedikit paham apa yang terjadi. bahkan dia sudah mewanti wanti akan ada orang asing yang akan menemuinya. dia sudah tau sedikit dari mia.. sahabatnya.


"Kakak milikku.. hanya milikku" gumam key mengeratkan pelukan nya.


"Apa yank?" tanya david kurang jelas


"Ini milik ku, ini milikku, ini juga milikku, milikku semua yang ada pada kakak hanya milikku" tunjuk key pada wajah, tangan dada mata, bibir semua. membuat david terkekeh senang.


"Iya.. semua milikmu. dan kamu juga hanya milikku" jawab david mencium kening key. david sekarang merasa punya tugas besar selain masalah perusahaan. dia tak bisa jauh dari key.


"Oiya yank.. kita ke rumah keluarga ku ya. aku ingin mengenal kan kamu sama mereka. kamu mau kan?" tanya david teringat hal itu.


"Aku ikut kakak aja" jawab key santai. dia memang harus bertemu rubah rubah itu.


"Oke sayang, kita ke sana setelah selesai fitting baju"


"Persiapan semua sudah hampir selesai.. tinggal baju aja.. mia juga minta di bikinin kostum seragam. jadi kakak sudah minta mereka.. nanti kirimin ukuran ron ya sayang, jas dan pakaian ron juga sekalian satu seragam sama mia dan yang lain"


Karena merasa tak bisa mendapatkan apa apa. mobil mama david akhirnya pergi.


"Kak.. ayo kita pulang, besok kita masih harus bekerja"


"Ayo sayang, gimana kakak mau nyetir.. kamu nempel gini" goda david karna key masih setia memeluknya.


"Hish.." desis key melepaskan pelukan nya. dia terlalu nyaman.


David sesekali mencium tangan key sambil menyetir. mereka kembali. sebelum pernikahan mereka 2 minggu lagi.


*******


Di tempat lain.


Mendengar kabar kehamilan mia yang sudah di publish..


Rian tersenyum sendu.. menatap betapa hidup berputar bagai roda.


"Selamat mia.. kamu memang sudah sepantasnya sebahagia ini" rian menatap binar bahagia terlihat jelas di wajah mia.

__ADS_1


Berbeda di kamar lainnya.


"Dia sudah hamil? " mama lia dan bella sedang di kamar bella. bella meang tak di izinkan keluar oleh atmaja..


Bella sudah tau, jadi dia tak begitu kaget.


"Bell.. bisa bisa dia hamil secepat itu. kembar lagi.. " mama lia memang selalu menjadi faktor kenapa bella menjadi orang yang sombong dan iri hati. cara mendidik mama nya yang tidak tepat sasaran.


Bella hanya diam. dia tak menanggapi. sedangkan mama nya dari tadi berceloteh panjang lebar..


******


Keadaan lain juga berbeda di kediaman kakek.


Saat ini mia sedang dalam mode ngambek kepada suami nya. Setelah pulang dari acara tadi, mereka pulang.. ed berjanji akan keluar bersama mia. tapi ternyata tidak bisa. entah lupa atau bagaimana.. ed yang awalnya izin sebentar ke ruang kerja malah lupa waktu.


Mia sudah siap siap, dia ingin jalan jalan bersama suaminya. makan jajanan dan eskrim sebagai penutup. itu hanya tinggal bayangan saja.


Dia datang ke ruang kerja suaminya. tapi ed masih sibuk. mia akhirnya kembali ke kamar mengganti pakaian nya menjadi baju santai. dia sebenarnya bingung pada perasaan nya. dia tidak ingin marah. tapi dia juga kesal.. dia bingung. mood hamil memang tak bisa di tebak.


Satu satu nya pelampiasan mia hanya pada dua kakak tampan nya.. dia minta di beliin makanan. Karena suaminya lupa punya janji.


Walaupun kakak kakak nya malah balik mengejek nya tapi mia tak peduli, dia ingin makan saja.


"Apa uang suami mu habis dek?" ejek zian tapi tetap memesan pesanan adiknya.


"Iya aku porotin" balas mia ketus. mereka tertawa di seberang sana. sepertinya adiknya sedang ngambek. memang setelah hamil, mia jadi lebih sensitif. dan kata alex itu hal biasa.


Ceklek!


"Sayang.." ed kaget saat melirik jam tangan nya. dia ingat istrinya tadi menunggu. tapi dia malah keasikan di dalam. di lihat nya mia tak menggubris sama sekali bahkan bajunya sudah berganti. bisa di pastikan bumil cantik itu sedang merajuk.


"Sayang.. maaf, tadi membahas proyek malah lanjut lanjut terus sampai lupa waktu" ed mendekati istrinya yang sedang bermain hp.


Melihat mia sama sekali tak menggubris nya membuat ed kebingungan. dia menyentuh tangan mia pelan. minta perhatian. jangan kan perhatian, mia bahkan tak meliriknya sedikitpun.


"Baby.. " panggil ed tak mau menyerah. dia mengelus pelan perut mia.


"Apa sih" ketus mia menepis tangan suami nya. dia membuka ponselnya yang berbunyi. lalu berjalan ke luar kamar.


"Duh.. bahaya nih bumil ngambek bisa tidur di luar aku" gumam ed mengikuti mia dengan cepat.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2